Like Sisters

.

Disclaimer: Gundam Seed Destiny is not mine.


Aku bingung saat Ketua Dewan Durandal menyuruhku untuk membunuh seseorang bernama Lacus Clyne. 'Perintah' itu membuatku pusing tujuh keliling, bagaimana tidak? Lacus 'kan idolaku. Kenapa harus aku yang disuruh? Dasar.

Eh, sebenarnya, kejadian itu udah lama, sih. Waktu itu, saat bertemu dengan Lacus, dia menghiburku karena dia tahu apa masalahku. Tapi karena 'termakan' oleh keinginanku untuk menjadi satu-satunya Lacus, aku mencoba membunuhnya. Tapi Athrun mencegahku. Tiba-tiba pasukan bersenjata datang menyerang. Aku dan Lacus bersembunyi dibalik gedung. Kemudian Lacus menghampiriku yang seolah merasa tidak berdaya apa yang telah terjadi.

"Meer..."

Aku menoleh padanya. Dengan roman muka bersalah dan shock akan apa yang sedang terjadi saat ini.

"Walau bagaimana pun, kau adalah kau, OK?" katanya.

Yah, kalau aku pikir-pikir, dulu aku ingin menjadi dirinya karena aku kesepian. Sampai keinginanku terwujud (walau harus melalui operasi plastik), dan menjadi penyanyi lagu beat, aku senang sekali. Pada saat dimana diriku menjadi terkenal (sebagai Lacus), aku senang karena dikelilingi oleh banyak fans. Aku tahu kalau sebenarnya Ketua Dewan memintaku untuk menjadi partner politiknya (atau apapun itu, aku bingung), jadi aku mengiyakannya.

Tak lama kemudian, Lacus menoleh ke arah luar sesaat, kemudian menoleh ke arahku lagi.

"Sepertinya sudah aman." katanya. Kami berdua keluar menuju tempat Athrun dan yang lainnya. Kami berlima pun berbincang sebentar.

"Kau berada dalam bahaya 'kan? Sebaiknya bersemunyi di tempat kami saja." kata Athrun.

"Benar, kau akan aman kok." kata Lacus. Hmm...tak pikir panjang, aku akan mengiyakannya. Tetapi tidak sengaja aku melihat bodyguard-ku, Sarah, akan menembaki Lacus!

"Lacus, awas!"