Halo Minna :)

Pertama-tama, Mii ucapkan terima kasih, thank you, arigatou, xie xie, mercy(alah, ni author satu banyak bacotnya).

Kepada...Ayana-Byakkun karena telah membantu Mii dalam mempublish fic ini

(Thx nee-chan, sampe nelpon segala lagi, takut pulsanya nee-chan abis .)

Ini Fic pertama Mii, jadi hrap maklum ya kalo masih banyak typo gaje+critanya yang sama sekali ga menarik

WARNING!:AU

Disclaimer:Bleach (c) Tite Kubo

Kalo Bleach punya Mii, maka senantiasa ceritanya akan mengenaskan...

WAHAHAHA *Evil laugh

My Icy Prince (c) Mii Saginomiya

-Chapter 1-

The Beginning

Pada suatu hari di negeri Antah Berantah Jelantah Lintah Betah Muntah, hiduplah seorang gadis mungil bernama Rukia. Ia adalah orang yang sangat sederhana. Ia tinggal di rumah(baca:gubuk) di negeri tersebut. Dari kejauhan, ia dapat melihat istana yang sangaaat megah.

"Kapan ya aku bisa ke istana tersebut?" tanya Rukia.

"Aku berharap pangeran dari istana tersebut datang menjemputku.. Kira-kira bagaimana ya rupanya? Aku berharap ia mempunyai kuping yang panjang… muka bulat oval… memiliki bulu mata yang lentik… mulut yang lucu.. SEPERTI CHAPPY!"

Tiba-tiba, muncullah orang yang tidak di kenal berbaju ninja. "Si..siapa kau?" tanya Rukia.

"Kau harus mati!" kata ninja itu dan langsung berlari ke arah Rukia sambil mengeluarkan kunainya.

"KYAAAAA!"

"Tiit tiit tiit tiit." Alarm berbunyi di sebelah tempat tidur Rukia. Tangan mungilnya mencari-cari tombol alarm tersebut. "Tek".

"U-uh... Jam berapa sekarang?" ... Hening 1 menit…2 menit…5 menit…"NANI?"

Dengan secepat kilat,Rukia langsung mengobrak-abrik lemari bajunya lalu terjun ke lantai 1 rumahnya.

"Rukia, kau tidak makan sarapanmu?" tanya Hisana, sang kakak.

"Ah, tidak Hisana-nee. Sebentar lagi aku terlambat!" Rukia berlari keluar rumah. Tak lama kemudian, ia kembali lagi. "Hisana-nee, Nii-sama di mana?" tanya Rukia.

"Byakuya-sama baru saja pergi ke kantor. Ia kira kau tidak mau sekolah dulu karena kau tidak kunjung keluar dari kamarmu."

"Kalau begitu aku pergi pergi!"

"Kau mau naik apa Rukia?" tanya Hisana.

"Aku jalan kaki saja!" teriak Rukia dari depan rumahnya yang bisa di bilang sangat mewah tersebut.

Saat ia berlari menuju sekolahnya, secara sekilas ia melihat orang sedang berjalan di tikungan sebelah kiri. Secara reflek, ia menutup matanya. Calon korban tabrak lari Rukia juga terlihat kaget dan..

BRAKK! Mereka akhirnya bertabrakan dan masing-masing terlempar ke arah yang berlawanan.

"A-Aduh…" kata Rukia dan orang itu bersamaan. Rukia melihat orang itu mengusap kepalanya dan berdiri. Wajahnya angker menatap Rukia dan hendak menyemprotnya. Hati nurani Rukia berkata untuk segera kabur secepat mungkin. Lalu ia segera lari dengan kecepatan extra hyper max-nya. Jadilah orang tersebut menjadi korban tabrak lari Rukia dan memasang tampang cengo karena yang mau di semprot sudah ra'ib.

Setelah sampai di sekolahnya, terlihat segerombolan orang di halaman sekolah itu. Rukia menuju gerombolan orang tersebut. Secara otomatis, mereka memberi jalan selebar-lebarnya pada Rukia. Ia langsung mencari namanya pada papan nama tersebut.

"Oh.."

Setelah namanya ditemukan, ia pergi dari tempat itu dan menuju kelas 11-1.

Sesaat setelah ia memasuki kelasnya tersebut, terdengar suara yang sangat familiar dengan telinganya tersebut.

"Ohayou, Kuchiki-san," sapa orang tersebut.

"Ah, ohayou Inoue."

"Aku tidak menyangka kita bisa sekelas lagi ya, Kuchiki-san," kata perempuan yang bernama Inoue Orihime tersebut sambil memasang senyum manisnya. Jujur saja, Rukia senang sekali bisa satu kelas lagi dengannya, karena..

Flashback+Rukia's POV

Pagi ini matahari bersinar dengan cerahnya, sekaligus pertanda aku mengawali hari pertamaku di SMA. Jelas aku tidak sabar menunggu hari ini.

"Hisana-nee, aku berangkat dulu," kataku dari ambang pintu.

"Rukia, apakah hari ini kau juga kerja sambilan?" tanya Hisana-nee di hadapanku.

"Tentu saja. Kalau aku tidak kerja sambilan, nanti kita tidak ada pemasukkan yang cukup."

" Oh.. Tapi jangan terlalu memaksakkan dirimu, Rukia…" kata Hisana-nee dengan wajah khawatir.

"Ya."

Dengan berdesak-desakan, akhirnya aku bisa menemukan namaku di kelas 10-3. Dan sebelum aku bisa belajar dengan tenang, tentu aku harus mengikuti ritual yang biasa di lakukan anak yang baru masuk SMA.. MOS. (enggak tau deh nih di Jepang ada MOS juga apa kagak T.T)

Aku terdiam selama kegiatan awal MOS. Di sini sama sekali tidak ada yang ku kenal.

"Ohayou." Tiba-tiba ada yang menyapaku dan aku pun membalas sapaannya.

"Ohayou," kataku sambil tersenyum.

"Kenalkan, namaku Inoue Orihime. Siapa namamu?"

"Aku Hikara Rukia. Senang berkenalan denganmu," jawabku seraya menjabat tangannya.

"Kita berteman ya, Hikara-san," kata Orihime. Aku menjawabnya dengan senyuman yang berarti 'ya'

"Kalian mengerti apa yang harus kalian lakukan?"

Kata salah satu OSIS yang kalau tidak salah bernama Neliel. Aku keluar dari gedung olahraga yang sementara dijadikan sebagai ruang 'MOS'. Namun aku menabrak seseorang…

"Hei, kalau jalan lihat ke depan, jangan ke bawah, BAKA!"

'Deg' aku merasa emosi mendengar perkataan orang tersebut.

"Su-sumimasen, Nnoitra senpai. "

"Jangan hanya meminta maaf! Berlutut dan cium kakiku sekarang juga!"

Aku mulai berlutut, tapi batinku memberontak. Tinggal selangkah lagi aku mencium kaki baunya tersebut…

"Nnoitra! Apa yang kau lakukan padanya?" Aku menengok ke belakangku dan ternyata benar dugaanku, itu suara Neliel senpai dan ada Inoue di belakangnya.

"Cih, diam kau Neliel! Aku hanya menyuruh bocah ini berlutut dan mencium kakiku karena telah menabrakku!" kata senpai bau kaki itu.

"Aku tak habis pikir, kenapa orang sepertimu bisa menjadi anggota OSIS!" kata Neliel senpai sambil menjauhkanku dari senpai bau kaki itu. Kulihat dari kejauhan, ia terlihat sangat kesal dan menendang pintu malang yang tepat berada di sebelahnya.

"Hei, kau tidak apa-apa kan?" tanya Neliel senpai dengan mukanya yang sangat manis. Berbeda sekali dengan yang tadi. Sangat tegas.

"Aku baik-baik saja, arigatou gozaimasu!" kataku sambil membungkuk tanda berterima kasih.

"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, tapi berterima kasihlah pada temanmu ini. Tadi dia yang memanggilku saat kau nyaris menjadi korban Nnoitra. Aku pergi dulu ya, aku masih banyak urusan".

Neliel senpai langsung berbalik dan pergi..

"Hikara-san, daijoubu?" Kulihat Inoue memasang wajah khawatir.

"Ah, aku baik-baik saja kasih," kataku dengan senyum mengembang di wajahku. Ia juga tersenyum kepadaku dan kami berpelukan(INGET,BUKAN YURI!)

Namun si senpai bau kaki itu tidak berhenti sampai di sini. Ia menyebarkan fitnah tentangku ke satu sekolah bahwa aku mencuri kamera milik sekolah. Sialnya lagi, beberapa orang dari sekolahku melihatku sedang menghitung uang dalam jumlah yang cukup banyak. Dan mereka langsung menyebarkan ke satu sekolah kalau kamera hasil curianku sudah kujual dan kemarin aku menghitung hasil penjualannya. Padahal itu gaji kerja sambilanku! Aku begitu geram kepada mereka semua!

Tapi untung saja, Inoue tetap percaya padaku. Bukan hanya Inoue saja sih, tapi juga Arisawa, sahabat Inoue. Aku sungguh tidak tahan dengan tatapan mata mereka seolah aku makhluk paling hina di dunia. Hingga pada suatu saat…

"Apa? Hisana-nee akan menikah dengan Kuchiki-sama?" teriakku tidak percaya.

"Iya, aku dan Byakuya–sama.. akan menikah 3 hari lagi." Hisana-nee terlihat memerah. Menurutku, Kuchiki-sama adalah orang yang sangat hemat bicara. Pertama kali aku melihatnya, aku merasa sangat gugup karena matanya yang sangat dingin. Tapi karena hampir setiap hari ia datang ke rumahku yang sudah tidak berbentuk ini, aku mulai terbiasa menghadapi mata dinginnya. Aku yakin, walaupun seperti itu, Kuchiki-sama adalah orang yang baik dan aku yakin dia bisa membahagiakan Hisana-nee.

Pernikahan Kuchiki-sama dan Hisana-nee diliput oleh berbagai stasiun TV, karena Kuchiki-sama mempunyai banyak sekali perusahaan dalam bidang yang berbeda-beda yang mengatas namakan 'Kuchiki Corp.', cabangnya pun sudah mendunia. Kuchiki Corp. juga memegang peranan yang penting dalam perekonomian dunia. Begitu juga, namaku resmi menjadi Kuchiki Rukia dan kehidupanku berubah 180 derajat. Bahkan penghuni sekolah mendadak baik padaku. Aku tidak suka ini, mereka memasang kedok manis mereka, padahal mereka hanya orang yang penuh dengan dendam dan kedengkian!

Ku pikir pertama kali, Inoue akan bersikap lebih manis kepadaku dan minta kepadaku agar di belikan ini-itu karena kondisi ekonomiku sudah sangat membaik, ternyata aku salah. Ia tetap Inoue yang dulu. Ia memang teman sejati.. Tapi aku juga tidak tahan dengan kata orang-orang kalau aku dan kakakku menjampi-jampi Kuchiki-sama atau yang kupanggil Nii-sama sekarang. Tapi tuduhan mereka hilang semakin berjalannya waktu.

End of Flashback but not end of Rukia's POV

"Hey Kuchiki, kita sekelas lagi ya?" kata seseorang di belakangku.

"Ya, begitulah Arisawa." Mendadak kelas menjadi hening. Ya, orang itu masuk ke kelasku. Ia berbadan tinggi tegap, selalu mempunyai dahi yang berlipat-lipat, dan yang paling mudah di ingat, rambut orange-nya yang hanya ada satu di dunia. Kurosaki Ichigo.

Ia duduk di sebelah sahabatnya, Sado Yasutora. Dia itu (Ichigo) sangat di takuti di sekolah karena kekuatannya yang sungguh luar biasa. Preman sebanyak apapun ia habisi sendirian. Aku heran, kenapa ia menatapku terus? Walaupun wajahnya tidak mengarah padaku, tetapi biji matanya.. terus melihat tajam ke arahku. Apakah ada yang aneh dengan penampilanku hari ini?

Tiba-tiba ada seseorang yang tidak ku kenal masuk ke kelasku. Ia sedikit lebih tinggi dariku, Memiliki wajah yang menurutku cukup manis, dan rambutnya yang dikonde.

Anak itu melihatku dan memasang ekspresi sangat terkejut. Hey, memangnya ada yang salah dengan penampilanku hari ini? Tadi Ichigo.. sekarang anak ini? Anak itu mulai membuka mulutnya.

"Kau… Kuchiki Rukia?"

OMAKE!

Berpelukan~

Kita kembali ke scene saat Orihime dan Rukia berpelukan...

"Hime... teganya teganya teganya dirimu mengkhianatiku.. Apakah dirinya lebih baik dari ku?" kata seorang penguntil yang dari tadi menyaksikan mereka ber-2 berpelukan.

Orang itu adalah...

...

CHIZURU...

"HIMEEE! AKU SUDAH TIDAK TAHAN LAGI!"

Teriak Chizuru dengan penuh napsu dan langsung melompat ke arah mereka ber-2

Terjadilah adegan peluk memeluk antara ke-3 teletubies itu, eh, ke-3 cewek itu

Wahaha.. Gimana? Setelah membaca fic ini, pasti kalian semua pada tau...

KALAU MII SAMA SKALI GA ADA BAKAT BKIN FIC!

Tapi ripiu, saran, bahkan pun flame Mii terima dengan tangan lebar

Ok, just klik blue-blue di under ini!