Hai, Lady udah update chap 3! semoga semua suka ya! :)

disini Sasukenya rada OOC loh. jadi yg gak suka, gak usah baca. setuju?

happy reading :D


Disclaimer : Masashi Kishimoto dan orangtua/wali Justin Drew Bieber

But the story it's mine!!


Chapter 3 : Pembalasan Dendam

"Laki-laki sialan! Lihat saja nanti!"

Tanpa mempedulikan tangannya yang meneteskan sedikit demi sedikit cairan merah yang menyakitkan, Sasuke akhirnya pergi dari tempat itu. Karena bagaimana pun juga, luka yang terasa di tangannya tak sesakit luka yang terasa di hatinya.

-

Sementara di tempat Naruto…

"Aduh! Aku pengen kencing!" teriak Naruto sambil loncat-loncat.

"Baka! Udah sana ke kamar mandi!" balas Ino, tak lupa memberikan oleh oleh sebuah benjol di ubun ubun Naruto. Naruto yang sudah tidak tahan pun berlari secepat mungkin ke kamar mandi tanpa mempedulikan oleh olehnya. Di jalan ia bertemu Sasuke…

"Oi, Dobe!" panggil Sasuke yang disambut begitu tidak berkenan oleh Naruto, dicuekkin.

'Sial, dia mau bales dendam ya?' gumam Sasuke sambil berjalan dengan kepala menunduk. Gak elit dong, seorang Uchiha dicuekkin sama seorang Uzumaki?

"Huaaah! Kamar mandinya jauh banget sih?!" Naruto masih terus berlari tanpa mempedulikan orang orang yang sedari tadi memperhatikannya.

Tak lama kemudian, sampai lah ia di depan pintu kamar mandi.

"Hosh… hosh… akhirnya sampai…" baru ia masuk ke kamar mandi. Betapa terkejutnya Naruto melihat cairan merah menempel di tembok kamar mandi. Tak bisa dipungkiri lagi, air mengucur deras dari seluruh badannya, termasuk di celananya (baca : ngompol)

"HAA… HAN… HANTUUU!!!!" dan akhirnya Naruto pun pingsan.

Sakura yang baru keluar dari kamar mandi perempuan, kaget setengah mati mendengar teriakkan si tukang onar satu itu. Awalnya ia tidak percaya, tapi setelah mendengar bunyi 'BRUG' tak lama sehabis Naruto berteriak, ia yakin, anak itu pasti pingsan.

Tanpa berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya, ia segera berlari menuju kamar mandi pria.

"Sasuke!"

Kenapa Sakura malah teriak 'Sasuke'? Yap, karena memang Sasuke sudah mendahuluinya menjenguk -halah- menengok -halah- melihat keadaan Naruto.

"Hoi! Sakura! Ini kamar mandi pria!" Sasuke yang panik langsung mendorong Sakura keluar dari kamar mandi.

"Aw… sakit tau," ringis Sakura sambil memegangi pundaknya yang tadi didorong Sasuke.

"Ah? Gomenasai!!" Sasuke meminta maaf seraya ikut memegang pundak Sakura.

"Eh? Tanganmu kenapa? Kok berdarah?" tanya Sakura sambil melihat tangan Sasuke yang masih sedikit meneteskan darah.

"Uhm, ini… ah, sudahlah. Tidak penting. Pundakmu gak apa apa? Gomen ya," Sasuke merasa agak bersalah.

"Lupakanlah. Bagaimana keadaan Naruto?" tanya Sakura.

"Aku tidak tau. Dia pingsan." Jawab Sasuke seraya menatap ke arah Naruto.

"Sasuke, Sakura! Tadi itu Naruto kan?!" Ino yang ternyata mendengar suara teriakkan Naruto langsung ikut panik, diikuti Sai, Hinata dan Shikamaru dibelakangnya. Sai hanya ingin mengikuti kemana Ino pergi. Sedangkan Hinata khawatir dengan keadaan Naruto. Loh? Kenapa ada Shikamaru? Shikamaru cuma numpang liat, karena dipaksa+ditarik oleh Ino. Shikamaru mah hanya mendengus "Merepotkan,"

"Hah? Kalian juga dengar?" tanya Sasuke dan Sakura serempak.

"Iya lah. Suaranya kayak petasan gitu kok. Emang dia kenapa sih?" Ino pun langsung menghampiri Naruto

BRUG!

Suara apa lagi itu? Ternyata Shikamaru yang kehilangan gravitasi karena Ino melepaskannya pun jatuh tergeletak di lantai. Semua jawdrop.

"Hah… Namakemono." Ino hanya geleng geleng kepala sambil memasuki kamar mandi pria. Diikuti oleh Sakura, Sasuke, Sai yang menggendong Shikamaru ala pengantin dan Hinata sembari menutup pintu toilet pria agar tak ada yg melihat. Kacau jadinya kalau sang kepala sekolah melihat cewek masuk kamar mandi cowok.

"Ih. Dia ngompol…" Sakura mengernyit melihat Naruto yang tepar di depannya dengan bagian depan celana basah.

"Aku tahu bagaimana cara membangunkannya!" tiba tiba Ino seperti mendapat anugrah. Yang lain langsung menatap ke arahnya.

"Hn?"

"Pasti merepotkan,"

"Uhm… ba… bagaimana caranya… Ino-chan?"

"Bagaimana Ino pig?"

Sementara satu orang lagi hanya tersenyum.

"Yang bisa membangunkan Naruto, hanya Naruto sendiri." Ucap Ino sambil terkekeh-kekeh ria. Yang lain makin kebingungan.

"Lihat saja," Ino mulai menjalankan apa yang ia ingin lakukan. Ia mulai membuka sepatu Naruto perlahan lahan dan membuka kaos kakinya juga. Semua disitu akhirnya mengerti apa yang ingin Ino lakukan. Maklum, semuanya anak-anak pintar.

Ino mulai mengambil kaos kaki itu dengan jari jempol dan telunjuknya, lalu ia arahkan ke hidung Naruto. Lama kelamaan, hidung Naruto mulai bergerak-gerak…

"HATSYIM!!" akhirnya Naruto sadar juga.

"Hah… kalian mau membunuhku ya?! Kaos kaki siapa itu?! Bau banget!" teriak Naruto kepedean. Semua hanya sweatdrop.

"Eh? Itu kan kaos kakiku?" setelah Naruto memperhatikan lebih jeli, akhirnya ia sadar.
"Hah, baka. Kau membuat kami khawatir tau!" ujar Ino.

"Memangnya kau kenapa sih?" tanya Sakura.

"Tadi ada hantu!" teriak Naruto sambil menutup mukanya.

"Hantu?" ujar semuanya serempak -minus Shikamaru-

"Iya. Coba kau lihat ke belakang! Ada… ada darah!" teriak Naruto histeria. Semua sontak menengok ke belakang. Dan memang ada sedikit darah menempel di tembok.

"Baka!! Itu bukan hantu! Itu darahku!!" teriak Sasuke tak kalah histeris.

"Hah?" tanya semuanya kompak -minus Shikamaru-

"Iya. Tadi aku kesal karena nilai ulanganku kecil, jadi aku iseng meninju tembok ini sebagai pelampiasan," ujar Sasuke setangah berbohong, setengah jujur.

"Haaaah…" semuanya menghela napas mendengar pengakuan Sasuke.

"Aku mah malu kalau jadi kau, Dobe. Malu!" sindir Sasuke kejam.

"Ini toh yang dari tadi kita ributin?" Sakura hanya geleng-geleng kepala.

"Sudah kubilang ini merepotkan,"

"Lebih baik kau cepat mengganti celanamu itu, Naruto." Ujar Sai sambil tersenyum.

"Ayo kita pergi dari sini." Tambah Ino yang dilanjutkan anggukan dari semuanya -minus Naruto-

Perlahan-lahan mereka semua pergi dari tempat itu…

"Hey! Hey! Kalian tidak kasihan sama aku?! Sekarat nih! Heeeyy!!" teriak Naruro sambil melambai lambai. Yang dibalas ucapan "Tidak," oleh semuanya. Naruto pundung di pojokkan.

***

Jam istirahat telah tiba. Dan bagi Sasuke, ini adalah waktu yang spesial.

"Teme, ayo kita ke kantin!" ajak Naruto.

"Hn, aku ada urusan bentar," jawab Sasuke sambil menggaruk kepalanya yang gak ketombean.

"Yasudah, aku sama Sai aja…" rayu Naruto, katanya sih biar Sasuke bilang 'Kau kan sahabatku, yasudah aku ikut kamu ke kantin deh' tapi dugaannya salah. Sasuke malah bilang…

"Sok sana."

Naruto nangis meleber leber. Gak juga sih…

Tapi akhirnya Naruto pergi juga bareng Sai, Ino, Hinata dan Sakura. Tadinya ngajak Shikamaru, berhubung Shikamarunya lagi molor dibawah meja dan susah ngeluarinnya, mending tinggalin aja.

Sementara dengan Sasuke. Melihat keadaan yang begitu sepi, hanya ada suara orang ngorok dan dirinya. Ia pun langsung menjalankan rencanannya.

Sasuke mengambil sebuah lem perekat super di tasnya. Lalu dengan seringai kecil, ia mulai membuka tutup lem itu, dan menekan bagian tengahnya agar isinya keluar. Setelah melihat setitik lem itu mulai kelihatan, ia pun segera menekan kembali bagian tengah lem itu, tepat di atas kursi Justin. Sehingga isinya pun tumpah di atas kursi. Karena warnanya bening, jadi agak susah terlihat. Ia lakukan sampai isi dari lem itu pun habis, lalu ia buang bungkusnya dan tinggal menunggu bel istirahat selesai berbunyi. Dan memang benar, 15 menit kemudian, bel berbunyi. Sasuke seakan ingin tertawa sekencang kencangnya kalau saja rencannya berhasil. KALAU SAJA…

Setelah beberapa lama, orang yang ditunggu tunggu pun datang. Sasuke langsung berdiri dari tempat duduknya, perlahan lahan, Justin mulai mendekati tempat duduknya. Sasuke masih berdiri di samping tempat duduk Justin dengan seringai yang mengerikan. Dan…

"Sasuke-kun!"

BRUK!

Tiba-tiba seorang cewek berambut merah dengan kacamata menghampiri Sasuke dan langsung memeluknya. Lalu suara 'BRUK' itu apa? Saat dipeluk, Sasuke saking kagetnya langsung kehilangan keseimbangan, lalu ia pun jatuh terduduk di sebuah tempat duduk. Sasuke langsung memasang tampang horror. Memang tempat duduk siapa? Lihat saja sendiri…

"Ukh!" ringis Sasuke.

"Sasuke-kun! Aku tahu sekarang kau sedang kesepian karena fansmu hilang kan? Tapi aku masih setia terhadapmu Sasuke-kun! I love you!" pernyataan seorang cewek itu membuat Sasuke sweatdrop.

"Ukh… lepaskan aku, Karin!" Sasuke makin tak nyaman apalagi ketika bokongnya mulai tak bisa digerakkan. Ia langsing mendorong Karin. Sehingga cewek itu pun jatuh menabrak meja terdekat.

"Sasuke-kun jahat!" Karin akhirnya pergi. Tapi penderitaan Sasuke belum cukup sampai situ.

"Sasuke? Ngapain kamu di tempat dudukku?" tanya seorang pria berambut pirang sambil mengernyitkan dahi.

"Ugh! Bukan urusan loe!" jawab Sasuke ketus.

"Haah… udah sana kembali ke tempat dudukmu," usir Justin masih sabar dengan prilaku Sasuke yang selalu nyolot terhadapnya.

Sasuke akhirnya berdiri dengan paksa,

BRET!

"Kyaaaa!!" terdengar suara teriakkan seorang cewek yang duduk di belakang agak ke kiri Sasuke, tak lain adalah Sakura.

Dengan sigap Sakura langsung membawa Sasuke ke toilet dengan gaya kereta api agar menutupi bagian belakang Sasuke.

"Arigatou… Sakura!" Sasuke yang sadar dengan keadaannya sekarang pun berterima kasih.

"Nanti saja makasihnya! Sekarang kamu ganti celanamu itu!" protes Sakura setelah mereka sampai di depan kamar mandi cowok.

"Tapi…"

"Oh iya! Gomen Sasuke, aku lupa!" sergah Sakura setelah ia sadar dengan tatapan Sasuke mana-celananya?

"Aku cari dulu deh. Kau diam saja di toilet!" dengan kecepatan 250 km/jam. Sakura langung lari entah kemana. Sasuke hanya diam di tempat sambil bersandar di tembok dengan muka memerah, malu. Bukan karena Sakura. Yah, itu juga sih. Tapi lebih karena apa yang terjadi tadi.

Zett!!

"Hah… hah… ini Sasuke!" hanya dalam beberapa detik, Sakura sudah sampai di tempat sambil menyerahkan sebuah celana panjang berwarna hitam. Seragam Konoha High School.

"Cepet banget? Lalu itu celana siapa?" tanya Sasuke yang kagum plus heran.

"Kamu gak tahu aku atlet putri sekolah? Lupakan. Aku temukan celana ini di ruang ganti pria. Mumpung gak ada orang, dan hanya celana ini yang tergeletak di lantai, jadi aku ambil." Jawab Sakura santai sambil memasukkan tangannya ke kantung rok. Sedangkan Sasuke melongo.

"Aih, malah bengong. Udah sana pakai! Malu maluin tahu!" lanjut Sakura seraya mendorong Sasuke ke dalam kamar mandi.

5 menit kemudian,

Sasuke mulai menampakkan dirinya dari balik pintu.

"Sudah?" tanya Sakura.

"Udah. Tapi kok, bau celana ini kayak parfum aku ya? Jadi nyaman. Hehe," kata Sasuke bangga.

"Hah, yang penting sekarang cepat ke kelas! Keburu Tsunade-sensei datang!" tarik Sakura. Yang ditariknya masih serius mencium wanginya celana yang dipakainya dengan penuh perasaan.

BRAK!

Pintu kelas didobrak kasar oleh Sakura, spontan semua murid menengok ke arahnya.

"Eh… hehehe… konni… chiwa?" Sakura gagap. Sementara Sasuke masih sibuk dengan celananya.

Daripada harus dapat pandangan sinis dari berbagai pasang mata, Sakura memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya.

"Konnichiwa!!" tiba tiba Tsunade-sensei datang. Yang membuat Sasuke langsung ngibrit ke tempat duduknya. Pelajaran pun dimulai…

-

-

"Yosh! Cukup sekian pelajaran dari saya hari ini. Sayonara!" tak lama kemudian Tsunade-sensei mengakhiri pelajarannya, yang dilanjutkan nafas lega dari semua murid.

"Sasuke, tadi kamu kenapa?" tanya Justin tiba tiba. Sasuke cuma membuang muka.

"Bukan urusan loe,"

"Kau selalu ketus padaku. Kenapa?" tanya Justin lagi.

"Udah gue bilang bukan urusan loe,"

"Aku ingin punya banyak teman. Aku gak mau punya musuh di hari pertama sekolah kemarin."

"Whatever," jawab Sasuke ketus.

"Okay! Terserah apa katamu sajalah! Aku tidak peduli!" akhirnya Justin menyerah dan ikut membuang muka.

"Aku mau ke toilet, permisi Sasuke," ujar Justin seraya berdiri. Tapi Sasuke malah menghalanginya dengan kaki kananya, agar Justin terselandung. Tetapi, Justin menyadari hal itu. Lalu ia membuat seringai kecil.

DUAGH!

Justin pura pura terselandung. Padahal niatnya mah pingin nendang kaki Sasuke. Alhasil, Justin sehat wal afiat, Sasuke meringis kesakitan.

"Aw! Sakit baka!" ringis Sasuke.

"Whatever," kali ini gantian Justin yang ngeledek Sasuke balik. Justin mulai pergi, sementara Sasuke menyumpah nyumpahinya dari belakang.

Teng… teng…

Bel istirahat kedua mulai berbunyi. Kembali, seluruh murid KHS pun keluar dari kelas -minus Justin's fans yang asik ngerubungin santapan mereka-

Sasuke pun mengajak Sakura ke kantin.

"Sak, arigatou ya yang tadi. Aku tertolong banget." Ujar Sasuke sembari membuat senyum termanisnya. Sayang, Sakura stay cool aja tuh disuguhin pemandangan indah kayak gitu. Gak seperti cewek lain yang langsung meleleh.

"Dōuitashimashite," jawab Sakura enteng. Sasuke hanya tersenyum -lagi-

"Hai! Berduaan aja nih?" sapa Ino tiba tiba dari belakang Sasuke. Disusul Sai, Hinata dan Naruto di belakangnya.

"Boleh gabung?" tanya Sai sambil tersenyum.

"Tentu saja," jawab Sakura ramah.

"Oi, Teme! Tadi kamu kenapa sih? Kalau aku perhatikan, kau menyimpan dendam sama si pirang itu?" tanya Naruto yang langsung duduk di sebelah Sasuke.

"Haaah, aku capek, Dobe." Jawab Sasuke sambil menenggelamkan wajahnya pada meja yang bertumpu di depannya.

"Capek kenapa?" tanya Naruto lagi.

"Sesuai dugaanmu. Ya, aku memang dendam sama dia, tapi gak pernah bisa balas dendam." Jelas Sasuke innocent.

"Hohoho, jadi begitu. Kasihan sekali nasibmu nak…" hibur (?) Naruto sambil menepuk nepuk bahu Sasuke.

"Huh, jangan menggodaku."

"Oh iya, Dobe. Aku punya rencana loh…" Sasuke mulai membuat seringai kecil dan membisikkan sesuatu di telinga Naruto. Semua mengernyitkan dahi tanda penasaran.

"Wah! Keren! Hahahah! Semoga berhasil!" tiba tiba Naruto tertawa diikuti dengan seringai Sasuke. Semua masih mengernyitkan dahi dengan tampang innocent.

-

Teng… teng…

Bel pulang sekolah mulai berbunyi. Tanpa aba aba lagi, Sasuke menarik tangan Sakura dan merangkulnya. Sakura kaget, memang. Tapi berusaha menutupinya.

"Sakura…" bisik Sasuke di telinga Sakura, membuat perempuan itu bergidik ngeri.

"Uhm, Sasuke… apa yang kau lakukan?" tanya Sakura sambil menggeliat tak nyaman.

Buat apa itu semua?

Ternyata masih ada Justin di kelas itu. Justin menahan nafas amarahnya. Tapi ia masih berusaha sabar.

Sasuke mulai memeluk Sakura. Tapi Justin masih pura pura tak melihat. Baru Sasuke mau melakukannya lebih jauh…

"Pengumuman kepada seluruh anggota Justin Fans Club. Diharapkan berkumpul di aula sekolah. Tak terkecuali Justinnya! Datang ya Justin, sekarang! Salam, ketua JFC, Temari."

Sebuah pengumuman, ya, hanya SEBUAH PENGUMUMAN yang berasal dari speaker sekolah, tapi itu membuat Sasuke geram. Apalagi saat Justin mulai pergi meninggalkan kelas itu. Sasuke mulai frustasi dan terduduk di kursi seraya menutupi wajahnya. Ternyata, sedari tadi, Naruto, Ino, Sai dan Hinata melihatnya dari jendela. Mereka pun segera bergegas masuk setelah melihat pertunjukkan telah selesai.

"Gagal?" tanya Naruto pada Sasuke. Sasuke mengangguk pelan.

"Aku sudah tahu semuanya kok dari Naruto. Sabar ya, Sasuke." Tambah Ino.

Hinata hanya menepuk bahu Sasuke sedikit. Itu saja sudah mambuat cewek itu blushing. Sementara Sai hanya tersenyum. Sakura memiringkan kepala tanda kebingungan.

"Sudah lah, menyerah saja, kau tidak akan bis—"

"Aku bisa… aku pasti bisa… ku tak mau berputus asa…" dengan cepat Sasuke memotong perkataan Naruto sambil mulai berdiri slow motion dengan nada yang beraturan (baca : nyanyi) keluar dari bibirnya. Semua sweatdrop.

To Be Continued

Selesai!!

gimana gimana? ancur? jelek? sampah? gomen kalo pendapat para senpai dan readers kaya gitu =.=

oh iya, ada yg tahu gak itu celana siapa yang dipakai Sasuke? hayoo hayoo :p

tunggu chap selanjutnya!

bocoran next chap : ada salah satu lagu JB muncul! hehe, sesuai request ;D