Sori, setelah kupikir-pikir, semua crita one shot ttg SanNa mau kujadikan satu saja. Kalo yg When The Heart Stop Beating-nya sih kagak (kan isinya 3 chapter). Ini terinspirasi dari OP Fandom English. Aq ga bermaksud nyonto tapi mungkin beberapa idenya ada yg sama secara kebetulan karena interpretasi karakter yg sama. Di sini crita pairing SanNa masih sdikit sih jadinya mau aku perbanyak, siapa tahu fans-nya nambah hehehe...

Karena kumpulan koleksi, sebenarnya sih bisa multi-genres kira-kira antara friendship, hurt/comfort, drama, humor, dan romance. Menurutku, klo Sanji itu bisa lebih bersikap normal dan ga berlebihan dengan Mellorine-nya, bisa kubayangkan dia akan menjadi pria sempurna yang memang pantas digilai wanita hahaha... Yup, klo bicara soal romantis memang di antara kru SH, dia yang paling pantas. Odacchi sendiri memang mengakui di SBS bahwa ia membangun karakter Sanji seperti itu, pria yg penuh cinta. That's why he's my fave chara. Klo chara cewe jujur aq lebih suka Robin daripada Nami tapi itu bukan berarti aku memasangkan mereka.

Dan, aq ga jago nulis humor. Padahal biasanya aq ga suka nonton film drama/romance (lebih suka action) tapi ternyata klo nulis crita malah suka ke arah sana hahaha... Dan maaf jika porsi Franky dan Brook cuma sedikit soalnya aku blom mendalami karakterisasi mereka selain SUPA dan Panties. Oya, aku berusaha agar ga OOC.

Aku sudah terpikirkan beberapa ide gaje (siap ditimpuk). Kebanyakan sih cuma ngembangin beberapa trivia ttg kesamaan mereka yang diberi Odacchi atau kisah2 off-screen secara Canon-nya.

Discaimer: One Piece selamanya akan jadi milik Oda. Klo aku yang ngarang, ntar adegan SanNa-nya aku perbanyak hahaha...


Title #1: Complement Color

Words: 891

Type: Trivia

*Hint: Blue and Orange are matched and complement each other

Genre: Drama

Summary: Ussop sedang ingin melukis di galerinya. Ia menemukan tema tentang kecocokan warna dan itu melambangkan temannya


Di dalam Pabrik Ussop, Ussop tengah menyalurkan hobinya yang lain. Kali ini ia tidak sedang merakit senjata, ia sedang melukis. Ya, Ussop sangat menyukai seni lukis. Sejak kecil, selain berbohong, ia ternyata menghabiskan waktunya untuk melukis. Ussop ternyata berbakat juga dalam bidang ini. Gambar lambang Bajak Laut Topi Jerami yg ada pada bendera dan layar adalah karyanya. Luffy memang sepertinya tidak memiliki bakat dalam berbagai hal, termasuk seni, selain mampu makan sambil tidur. Entah bagaimana jika gambar jeleknya yg dipasang di layar seperti saat Bajak Laut Foxy menerima lambang baru mereka. Setidaknya, itu dulu ia lukis di Going Merry. Entah siapa yg melukisnya di Thousand Sunny, tapi Ussop merasakan gambar tersebut begitu mirip. Lalu, apa yang kali ini ia lukis?

Ussop memilki galeri lukis tersendiri yang ia kumpulkan. Kali ini ia memilih tema biru dan jingga. Menurutnya, kedua warna itu sangat cocok dan saling melengkapi. Lukisannya sih sederhana saja namun sebelum memulai ia ingin mengamati objeknya terlebih dahulu. Ussop keluar kabin untuk memandang langit dan matahari. Ia juga memandang lepas ke arah laut. Saat sore tiba ia melihat bayangan matahari terpantul pada laut. Perlahan memasuki senja, ia melihat warna langit yang semula biru berubah menjadi jingga. Ia akan melukis ketiga hal itu: langit biru dengan matahari jingga yg bersinar cerah, laut dan bayangan mataharinya, serta langit senja.

Esoknya, ide lain terbesit dalam benaknya. Ada lagi benda yg warna biru dan jingga menjadi bagian yang tak terpisahkan: Api. Api biru sangat indah dan panas, dan ujungnya menyala jingga. Ia pun menggambar lilin, api kompor, dan api rokok. Entahlah, sepertinya ia jadi ingat akan Sanji. Begitu pula dengan birunya laut yg ia gambar sebelumnya. All Blue. Warna biru sepertinya sangat melekat untuknya. Lalu, siapa pemilik warna jingga?

Di saat yang sama, Nami berdiam diri di perpustakaan. Ia menggelar kertas berukuran B3 dan mulai menggambar peta pelayarannya. Ia pun memilih warna agar petanya semakin indah, biru untuk laut dan jingga untuk pulau. Ia sudah memetakan setengah perjalanan mereka. Hei, pikirnya terlintas. Di ujung Grand Line ini, tempat Pulau Raftel terletak, tiba-tiba ia membayangkan All Blue. Kira-kira di sebelah mana ya letak laut yang memang menghubungkan seluruh samudra? Entah kenapa ia menjadi penasaran dengan mimpi Sanji. Yang jelas, jika All Blue memang ada, itu baru akan ditemukan saat peta miliknya telah lengkap menggambar geografi dunia. Ya, All Blue pasti berada di tempat yg belum pernah tergambar di peta dan ialah yg akan pertama menggambarnya.

Sanji masuk ke perpustakaan dengan sopan tahu Nami di dalam. Ia melintas ke rak tempat buku-buku masakan miliknya disimpan. Di perpustakaan, hanya Luffy yang tidak memiliki koleksi. Tak lupa ia menyapa Nami, "Nami-san. Pohon jerukmu sudah matang, aku ingin membuat menu spesial aneka jeruk. Kau pasti suka."

"Jeruk?" tanya Nami menghentikan kerjanya. "Sudah kau petik?"

"Belum. Mau memetik bersama?" balas Sanji.

"Ya," Nami mengangguk. Ia pun membereskan semua peralatannya. "Tunggu aku, Sanji-kun."

"Mellorine," seru Sanji bersemangat. "Memetik jeruk bersama Nami."

Saat mereka sampai ke kebun Jeruk, mereka mendapati Luffy mengendap-endap. "JERUK!"

Nami langsung menjitak kepala Luffy, "LUFFY!"

"Maaf aku lengah, Nami-san," kata Sanji. "Padahal baru kutinggal sebentar."

"Kenapa sih aku tidak boleh minta jeruk?" tanya Luffy tidak terima.

"Bukannya tidak boleh," jawab Nami. "Tapi karena kau terlalu rakus, aku sangat menjaganya, tahu! Huh, kukira kau cuma suka makan daging."

"Kan aku cuma mau mencicipi sedikit. Habis, kalo lihat kamu memakannya sepertinya enak sekali," lanjut Luffy. "Minta satu dong..."

Nami melihat Luffy merengek. Sejak ia membawa pohon jeruk untuk dibiakkan di dalam kapal dari kebun Bellmere, Luffy memang penasaran tapi ia selalu diusir Sanji. Setahu Nami, Luffy memang tertarik dengan berbagai macam makanan yg pertama ia lihat. Ia dulu pernah mencoba keju tapi kemudian tidak suka.

"Wah, sudah matang ya?" sahut Robin melihat mereka dari anjungan.

"Kau boleh minta, kak Robin," kata Nami menengadah.

"Tentu saja," sambung Sanji. "Kalau untuk Robin-chwan, pasti kuberi."

"Curang," protes Luffy. "Koq aku tidak diberi?"

"Kamu nanti kubuatkan pencuci mulut," ujar Sanji. "Sekarang, jangan dulu."

"Pencuci mulut? Apa itu?" tanya Luffy.

Sial, pikir Sanji. Kalau terus meladeni Luffy, kapan ia akhirnya bisa berdua dengan Nami? Ini kan kesempatan yang jarang ada. Mungkin lebih baik beri Luffy sekarang satu buah lalu ia bisa menyingkir pergi.

"Hei, Sanji. Pencuci mulut itu apa?"

Robin pun tersenyum melihat tingkah kaptennya.

Ussop yang mendengar keceriaan itu pun ikut menengok keluar. Jeruk? Orange? Ah iya juga, serunya dalam hati sambil menepuk tangan. Itu kan buah kesukaan Nami dan warna rambutnya. Ia mengamati lagi. Saat itu Nami sedang mengenakan atasan kaos biru dan Sanji mengenakan kemeja jingga di dalam rompi hitamnya. Ussop merasa mereka serasi, tapi ia tahu tidak ingin terus terang yang bisa didengar Sanji. Bisa-bisa ia semakin gila kegirangan dan lebih heboh daripada Luffy. Ussop tahu reaksi Sanji yang berkelahi dengan Zoro karena mereka membicarakan Nami di desa Kokoyashi yg nyaris membuatnya menjadi korban. Ia juga tahu koki mesum itu malah kecewa karena Nami mengenakan T-shirt saat Merry dibawa ke Upperyard. Ia paling tahu bahwa Sanji terbakar amarah saat ia semakin memanasinya dengan memberitahu bahwa musuhnya pernah mengintip Nami yg sedang mandi. Untung ia tidak bilang bahwa ia pun sempat masuk ke dalam kamar mandi saat Nami berteriak, mungkin ia akan langsung dibunuh Sanji.

Yang jelas, Ussop akhirnya menemukan siapa pemilik warna jingga. Lalu, ia terbesit ide yang baru. Rasanya seru melukis warna yang menjadi ciri yang melekat pada diri teman-temannya. Besok, ia akan memakai tema itu. Bahasa warna bisa menerangkan segalanya.

End


Soal baju yg tukeran warna itu beneran ada di Water 7 Arc. Bahkan Nami juga pake dasi warnanya biru muda, klo hemnya warnanya biru tua. Serasi bgt pokoknya! (untuk lebih lengkap, baca story 9)

Tambahan info buat yg belum tahu arti2 warna, kurasa Oda emang sengaja untuk membuat karakterisasi kru SH:

Luffy/Merah: Melambangkan keberanian, kekuatan, penuh risiko, Tipe orang suka tantangan dan selalu positive thinking
Zoro/Hijau: Melambangkan kejantanan/maskulin, daya tahan, tipe pekerja keras, dan sering bergerak terlebih dahulu sebelum berpikir
Sanji/Biru: Melambangkan cinta dan perlindungan. Tipe orang yang selalu berpikir dgn jernih sebelum mengambil tindakan.
Ussop/Kuning: Tipe orang yang mudah menarik perhatian, mencolok, imajinatif
Robin/Ungu: melambangkan kesan kuno, artistik, anggun, dan feminimisme
Nami/Orange: enerjik, antusiasme, keceriaan, keakraban, bisnis, namun kadang bisa menunjukkan gampang resah dan gelisah
Brook/Hitam: Kesan kurus, negatif, dan langgeng, tipe orang yg bisa merasa nyaman di situasi yg sulit sekalipun
Chopper/Pink: Melambangkan keimut-imutan, pengobatan, dan cinta damai
Franky/Abu-abu: mencerminkan realiabilitas, kesederhanaan, praktis, kesedihan, professional, kualitas, tapi bisa jg mandul (apa karena cyborg?)

Btw, Zoro ma Robin secara warna cocok juga hehehe (maskulin dan feminim). Kupikir warna berikutnya untuk New Nakama adalah coklat (Jimbei) atau putih (Hancock). Yeah, merah ma putih juga cocok (warna bendera Indonesia)^^

Oke, saran dan komentar crita sangat dibutuhkan. Terima kasih bagi yg sudah bersedia membaca...