Alloww, teman, lia sini mencoba membuat cerita based on real person. Karakter2 di chapter ini adalah benar2 ada orangnya. Nama2 yang tersebut disini adalah aku dan teman2 ku di kota kecilku. Secara keseluruhan, ini adalah kisah nyata yang berubah menjadi fiksi (tidak nyata) pada akhirnya.

Bingung? Coba baca sendiri dan kasih tau aku gmn komentar mu tentang cerita ini. Aku juga sudah mencoba buat kisah seperti ini dalam bahasa inggris tapi belum selesai. Karakternya sama dengan sedikit perubahan dan penambahan.

Semoga kalian suka kisah ini.

Disclaimer: ehm. Meima adalah nama pena dari Lia dan bukan pemilik dan pembuat asli cerita one piece. Tapi dia dan nama2 yang tersebut di chapter ini benar2 ada di dunia nyata dan seperti para pemimpi lainnya, dia amat sangat berharap bisa bergabung dengan kru topi jerami dan berpetualang bersama.


Jika Angan2 Bisa Jadi Nyata. we're in One Piece


Chapter1. Kenalkan, kami penggemar manga dan Anime


Malam ini kami berkumpul seperti biasa di OMEGA. Saat aku sampai disana, ternyata semua sudah datang dan tinggal aku dan Tika yang dinanti kedatangannya. Turun dari motor, seperti biasa mereka menyambut kehadiran kami dengan heboh. Wow serasa jadi artis deh (he he he).

"Mbak liaaa!!" (Dimas, Fitri, Endah)

"Mbak Tikaaa" (Dimas, Fitri, Endah)

"Heeeiii!!!" (aku dan Tika)

"Kenapa lama banget sampe nya? Dah ditunggu dari tadi nih" yang ngomong ini Endah.

"Iya nih, tadi nungguin Tika dandan lama banget" jawab ku

Serentak semuanya ribut menyalahkan Tika. Tika pun membela dirinya dengan alasan cewek itu harus selalu cantik dimanapun berada dan lain-lainnya. Lalu untuk sementara suara-suara teman-temanku yang bersahut-sahutan, teriakan, tawa dan jeritan pun ramai terdengar. Seperti biasa, kehebohan dan keramaian yang kami buat menarik perhatian beberapa orang yang lewat. Bahkan dari warung dan kios koran di seberang jalan, orang-orang yang kebetulan ada disana pun ikut memperhatikan atau sekadar menoleh saja.

Hal yang amat sangat biasa bila kami membuat kehebohan dimana kami komplit berkumpul semua. Entah kenapa mulut-mulut temanku semuanya punya setelan volume yang kencang dan mereka punya muka tebal yang nggak pernah malu untuk teriak-teriak di jalan. Padahal kami semua cewek kecuali Dimas yang dijamin cowok tulen tapi suka kumpul bareng kami. Tambahan, dia yang paling kecil-----maksudnya umurnya yang paling muda--- sehingga kadang mereka suka ngerjaiin dia. Tapi dia juga nggak kalah kenceng dan sama-sama nggak punya malu kayak yang lain. Kecuali aku dong tentunya. Ya iyalah, secara aku yang paling dewasa (ciee, dewasa...dari pada tua....) sendiri dan secara tidak langsung jadi kayak kakak gitu jadi nggak mungkinlah kalo aku jadi "gila" seperti mereka. Justru aku harus jadi yang "waras" (berpikir sehat dan jernih) diantara para calon orang gila sekalian. He....he...he...

Ngomong-ngomong, aku belum kasih tahu tentang kami ya? Oke. Kami semua adalah anak-anak sehat dan ceria.....salah ding. Bukan itu. Ehm...ehm.....kami semua adalah orang-orang langka yang tergila-gila dan suka, amat sangat suka sekali, tepatnya pada manga dan anime. Tau manga dan anime kan? Manga tu komik jepang macam naruto, one piece, doraemon, shinchan dll. Kalo anime tu kartun dari jepang yang dibuat dari manga tadi. Contohnya ya samalah, naruto, one piece, doraemon, shincan dll. Tapi kami bukan penggemar doraemon dan shinchan. Sekedar suka saja. Kalo one piece dan naruto sih ada yang penggemar berat dan tergila-gila sama dua judul tu. Lainnya, banyak banget daftar anime dan manga yang kami sukai. Apa? Mau tahu semua? Tak usah ya, emang ini cerita judul nya "daftar manga dan anime favorit kami" ? Mending sekarang kamu-kamu yang sedang baca cerita ini ngikut aja maunya si penulis (yaitu aku) dan nggak usah banyak protes deh.

Balik ke cerita, oke?

Jadi, kami itu adalah:

Aku, allyea. Panggil aja lia. nggak perlu cerita aku orang nya kayak gimana. Ntar kalian juga tau. Pengangguran banyak acara dan sedikit-sedikit dapat tambahan uang dari ngajar bahasa inggris di beberapa tempat. Sumber uang ku yang lain? Masih nodong bapak ibu ku (nggak malu ya ngaku kayak gitu...__)

Tika. Mahasiswa akademi perawat semester 6. putih, cantik, centil, genit, banyak pacarnya (katanya dia), playgirl (katanya dia), paling banyak pengalaman sama cowok (katanya dia lagi).

Fitri. Kerja jadi penjaga rental buku OMEGA, tempat tongkrongan kami. Ciri paling menonjol ya (kata banyak orang lho) item dan keriting. Tapi bukan berarti semua yang item dan keriting itu Fitri lho Sekolah cuma sampe smp. Lumayan baik, tapi yang jelas mata duitan dan suka memanfaatkan orang lain. Paling ribet kalo urusan uang sama dia. Beberapa orang sudah kasih warning: awas diutangi sama fitri bakal bikin susah seumur hidup. Bahaya! Bahaya!

Endah. Kelas 3 SMK. Dia adik kelasku yang terpaut kira-kira 5 generasi deh. Orang yang paling nggak mau kalah. Apalagi kalo lawannya Dimas. Kecil itu (beraninya sama anak kecil). Suaranya paling keras dan paling sering debat sama Fitri karna hal sepele. Contohnya mempermasalahkan buku yang halamannya terlipat, siapa yang mau ngembaliin gelas ke warung seberang jalan, kenapa beli krupuk cuma satu. Beli gorengan juga pake debat nan heboh dulu. Menurutmu mereka tu bodoh banget nggak sih? (sori ya teman....)

Dimas. Satu-satunya cowok yang suka nongkrong bareng kami. Sudah kenal sejak dia kelas 2 SMP dan sekarang dia kelas 2 SMA. Yang paling sering nongkrong bareng Fitri karena sering bolos sekolah dan ngumpet disitu. Sering dikerjain terutama sama Fitri masalah komik dan uang. Sekarang sedang terlibat dalam pertengkaran besar dengan Shin (itu cerita lain. Kapan2 ya). Saat ini Fitri dan Endah punya obsesi buat mendandani Dimas dengan baju cewek kemudian difoto dan fotonya dijual atau disebarin di internet. Jika hari itu datang, aku cuma bisa bilang satu hal sama Dimas. LARIIIIIIIIIIIII

Selain yang disebut diatas,masih ada beberapa lagi. Jumlahnya sih bisa mencapai sekitar 20an bahkan mungkin lebih. Tapi untuk saat ini, aku dan mereka yang tersebut diatas adalah yang paling dekat dan paling sering berkomukasi. Bahkan secara tidak langsung kami mendirikan geng, tapi belum dikasih nama. Aku pernah mengusulkan nama "freaks" artinya "orang2 aneh". Memang sih, dilingkungan sekitar, kami ini terasa seperti orang aneh karena kesukaan kami. Menurut pandangan masyarakat, yang suka baca komik dan nonton kartun tu Cuma anak2. Seumur kami itu ya, aneh lah suka komik dan kartun.

Tapi nama itu ditolak oleh Fitri dengan alasan "Mbak, kita itu bukan orang aneh. Aku nggak terima kalo dibilang aneh" waktu itu aku Cuma bisa bilang "ooo" lalu dia nganjutin "Kita itu orang gila mbak, bukan orang aneh. Semuanya disini gila. Bukan aneh" gubrak deh. Dasar.....

Akhirnya, sampai sekarang kita nggak punya nama geng. Nggak masalah tuh. Dan sekarang ini kami berkumpul untuk ngobrol-ngobrol nggak jelas dan sedikit berkhayal. Tema khayalan yang menduduki peringkat atas adalah "seandainya aku bisa masuk dalam dunia anime atau komik".


"Mbak, dah tau belum kalo Ace akhirnya mati? Dibunuh sama Akainu" di awali dengan info dari Dimas. "Sudah. Kan aku dah tanya kamu dan kamu dah cerita" jawabku. "Kenapa sih Ace harus mati, padahal aku lumayan suka dia" lanjutku. "Kalo aku ada di situ aku pasti berusaha nyelamatin dia" kata Dimas yang langsung di timpali sama Fitri "gimana cara nyelamatin nya? Kamu kan nggak punya kekuatan" "Aku pengennya punya kekuatan mizu-mizu. Kan enak tuh. Kayaknya nggak terkalahkan. Ngomong-ngomong ada nggak buah iblis yang kayak gitu?" tanya Dimas. "Tau. Tanya saja ma pengarang One Piece" jawabku sekenanya.

Obrolan masih berlanjut dan suasana semakin rame. Kami; maksudnya aku dan Dimas; melanjutkan sesi mengkhayal sementara Fitri, Tika dan Endah sibuk dengan kegiatan lain yaitu gosip antar cewek dan mengganggu Tika. Kebetulan dia takut jangkrik dan malam ini banyak jangkrik di sekitar situ. Jadilah kami ngobrol diselingi suara jeritan Tika, teriakan Fitri, tawa Endah, dan sesekali mereka bertiga menyahuti obrolan kami dan kami tertawa bersama bila ada adegan lucu didepan mata.

Jam sembilan kurang, kami bubar karena Dimas harus pulang. Sementara kami para cewek baru bubar sekitar pukul sembilan lebih. Peraturan rumah kami tidak seketat di rumah Dimas jadi kami lebih santai Setelah da-da-da-da, cipika cipika, aku dan Tika pulang bareng berboncengan sepeda motor ku sementara Endah dan Fitri pulang bareng naik sepeda masing-masing dan akan pisah di tengah jalan. Dalam perjalan pulang, entah kenapa aku sangat berharap seandainya; benar-benar seandainya bisa; aku benar-benar berharap bisa masuk di dunia anime dan komik. Malamnya, waktu mau tidur, aku dapat SMS dari Dimas. Isinya, Mbak, aku pengennya jadi musuhnya Luffy. Kan keren kalo aku bisa ngalahin Luffy