Minnaaaa! (melambaikan tangan)

Gomennasaiiii (membungkuk dalam-dalam)

Maaf karena chapternya lamaaaa banget di update.

Aku sibuk dengan pekerjaanku dan juga nglamar kerja dimana-mana.

Tapi Syukurlah, sekarang aku sudah dapat pekerjaan yang lumayan dan agak nyantai.

Silahkan baca chapter selanjutnya!

Semoga kalian (masih) suka cerita ini...


Disclaimer: Bukan Milikku...capek deeeeh


Chapter 9

The First

Yang Pertama


Oh my god, ada apa sih dunia ini? Tinggal selangkah lagi mereka bisa mewujudkan impian mereka dan semuanya berantakan begitu saja. Kenapa Smoker tidak datang semenit lebih lambat? Atau sejam lebih lambat, atau sehari, atau sekalian saja nggak usah muncul disini.

Yah, disini.

Di tepi teluk tempat Sunny berada.

Disaat Topi Jerami siap meninggalkan pulau dan menuju laut lepas.

Dan jika kalian pikir kemunculan Smoker menghalangi keberangkatan Topi Jerami, maka kalian salah.

Karena masih ada hal lain yang tiba-tiba muncul dan kali ini lebih dari sekedar "mengacaukan" segalanya.

###~~~~~~~~~##########~~~~~~~~~~~~~~~~#########################

"STRAWHAT LUFFY!"

Teriakan Smoker membahana dan membuat semua yang berada di Sunny menghentikan kegiatan mereka.

"Yo! Smoker! Lama nggak ketemu!" teriak Luffy yang langsung di pukul kepalanya oleh Nami

"Bodoh! Jangan sok akrab sama musuh!" teriak Nami. "Apa maumu?" lanjut Nami pada Smoker.

Smoker menjawab dengan kasar "Kembalikan mereka. Baru kali ini aku mendengar Topi Jerami menculik orang sipil"

"Siapa?" tanya Luffy. Nggak mengerti dengan maksud Smoker. Diapun lalu menoleh ke Nami. "Nami, apa yang dia bicarakan sih?" tanyanya polos.

"Sepertinya Kapten Smoker menginginkan tamu-tamunya kembali, Kapten-san" jawaban cerdas dari Robin.

"Huh? Kenapa dia pikir kita memiliki tamu-tamunya? Apa kalian mengambil sesuatu miliknya?" dengan pandangan menuduh, Luffy memandangi teman-temannya.

"Baka! Kenapa kamu pikir kami mengambil sesuatu dari Smoker? Gimana dengan mu? APA KAMU mengambil sesuatu darinya?" balas Sanji. Enak saja dituduh mengambil sesuatu.

Dengan cengiran lebarnya, Luffy berkata "tentu saja aku nggak mengambil sesuatu dari Smoker. Aku bajak laut. Bukan pencuri". Pedenya, Luffy ngomong kayak gitu. Kalau nggak dipegangi sama Franky, Sanji pasti sudah langsung menendang Luffy jauh sekalian ke luar angkasa.

"Dasar kapten begoo! Usopp dan aku dari tadi barengan terus sama kamu! Franky, Brook dan Zoro ada di kapal!" Sanji menurunkan suaranya "Nami-swaan dan Robin-chan bersama Chopper nggak mungkin melakukan perbuatan tercela seperti itu..." dan sempat-sempatnya berputar-putar dikelilingi hati yang melayang-layang. Lalu dia menuding Smoker dan berkata "Siapa yang menculik? Mereka tahu-tahu ada disini dan mereka ikut dengan kemauan mereka sendiri! Kami tidak pernah menculik siapapun!" teriak Sanji. Tidak terima dituduh menculik.

Smoker memandang ke Allyea yang berdiri digeladak. "Benarkah begitu? Lia! Jelaskan semuanya padaku"

"Allyea. Sekarang namaku Allyea. Bukan Lia lagi"

Melihat Smoker yang mengerutkan kening tanda nggak mengerti, Allyea cuma mengangkat bahu. "Kapan-kapan akan ku jelaskan"

"Itu juga yang kau katakan kemarin malam" kata-kata Smoker membuat Allyea terdiam

"Kau juga berhutang banyak penjelasan padaku" lanjut Smoker.

"Dan kurasa kau tipe orang yang memegang kata-katamu kan? Aku menagih ucapanmu. Sekarang" tuntut Smoker

"Hei, jangan memojokkan dia!" bela Sanji ketika dia melihat kata-kata Smoker sepertinya tepat menohok Allyea.

Benar sih, selama ini Allyea beruasaha jadi orang jujur. Maksudnya nggak berbohong kalo nggak perlu-perlu amat gitu, he..he..he.. kata ibunya sih karena sudah banyak dosa, jangan nambah-nambahin lagi, makanya setidaknya sekarang dia berusaha jadi "anak baik dan patuh pada ortu" huehehhehe

Bingung juga nih, kalo cerita semua sama Smoker belum tentu dia percaya, Topi Jerami juga belum tahu semuanya. Allyea bisa merasakan pandangan kritis Robin yang menilai dan semua seperti menunggu keputusannya.

"Baiklah, aku akan ikut Smoker dan boleh kan aku menitipkan teman-temanku bersama kalian?" putus Allyea yang langsung disambut protes Naoki, Sakuryuu dan Azuka.

"Nggak bisa! Jangan gitu dong! Masa tega banget ninggalin kita sendirian!" protes Naoki

"Nggak setuju! Gimana kami bisa jalan sendiri kalao nggak ada Allyea? Ntar kesasar gimana?" nah, yang ni protes khasnya Sakuryuu. Takut kesasar. Kan ada penunnjuk jalan alias rambu-rambu lalulintas

"Nggak boleh! Sensei kejam! Masa mau ninggalin kita disini! Apalagi malah mau ikut Smoker! Kejam!" protes lebay ala Azuka nih.

"Habis gimana lagi? Nuraniku berkata aku nggak bisa mengingkari janjiku. Jadi demi ketentraman jiwa, aku harus pergi bersama Smoker dan memberi penjelasan dong" iihh, Allyea juga nggak kalah lebaynya. Masa alasannya kayak gitu. Huek.

Jadi para pembaca sekalian, daripada kita lanjutin nonton opera nggak penting, mending langsung ke scene berikutnya. Oke?

Robin mengawasi perdebatan konyol mereka dengan senyum heran. Dia melihat yang lainnya juga kelihatan nggak terlalu paham pembicaran Allyea dan teman-temannya. Biarlah kalao begitu. Dia pun melihat Smoker kelihatannya menunggu dengan gelisah. Tapi dia kentara sekali menahan untuk tidak menyerang Sunny. Para Marinir dibelakangnya kelihatan siaga dan tegang.

Tiba-tiba saja terdengar bunyi dering dari saku Allyea. Perhatian semuanya tertuju ketika Allyea mengambil sesuatu dari sakunya. HP nya.

"Halo? Azel?" tanyanya. Yang dia dengar hanya teriakan Azel

"AWAS! SERANGAN PERTAMA DATANG!" diikuti suara ledakan di daratan yang seketika membuat pasukan Smoker kocar kacir. Dan ledakan kedua yang menggoncang Sunny dan membuat Usopp berteriak "Serangan bajak laut dari kanan kita! Awas!"

Dan pertempuran pertama antara tiga belah pihak pun dimulai.


Allyea memandangi HPnya dengan sebal. Dilayar HP nya tertulis 'Azel calling'. Ni anak nggak tahu situasi banget sih nelpon disaat begini pikirnya. Tapi sejak teleponnya yang pertama putus, Azel terus menerus menelponnya. Dan akhirnya Allyea pun memutuskan menjawab teleponnya.

"Halo?"

Allyea! Kalian baik-baik saja? Apa yang terjadi? Apa sekarang kalian sedang dalam pertempuran? Gimana keadaannya?" serangan beruntun dari Azel

"Ya. Ada serangan. Ya. lumayan" singkat dan padat.

Dari sudut matanya, Allyea melihat sebuah pedang diayunkan ke arahnya. Dia pun menangkis dengan satu tangan (tangan yang satunya kan megang HP) menggunakan tongkat besi pinjaman dari Franky.

"Kamu sedang sibuk?" tanya Azel

"Kalau maksudmu sedang menghindari serangan musuh, menangkis sabetan pedang, lari dan melakukan sedikit pukul memukul itu sibuk, oh yeah, aku sedang sibuk. Bisa kita bicara nanti lagi? Aku..." hup, si penyerang kali ini melayangkan kakinya dan sebelum mengenai Allyea, kaki Allyea lebih dulu menghantam perutnya. Membuat dia jatuh.

"Huah! Mereka lamban banget! Tapi banyak" seru Allyea

"Apanya?" tanya Azel nggak nyambung

"Tau nih, tadi tiba-tiba ada bom dan muncul bajak laut yang banyak dari darat dan laut. Menyerang Marinir dan Sunny. Tapi mereka lambat banget. Masa aku yang cinta damai (dan nggak bisa apa-apa) ini bisa mengalahkan beberapa dari mereka" jelas Allyea.

"Tapi asyik loh menghajar orang kayak gini. Lumayan buat ngilangin stress. Daripada menghajar orang di game" tambah Allyea sambil tertawa kecil. Iseng banget yah.

"Eit, ada lagi. Bentar dulu ya?" selanjutnya, Azel cuma mendengar suara-suara saja. Tidak lama kemudian suara riang Allyea menyapanya "Sori, lama ya?"

"Kayaknya kamu menikmati banget ya?" sindir Azel

"Hellloo, dunia One Piece gitu loh, asyik banget. Nikmati aja selagi bisa. Didunia nyata mana mungkin aku bisa menghajar orang. "Eh, kenapa nelpon?" tanya Allyea tiba-tiba. Mengalihkan pembicaraan

"Mengenai cara mengalahkan Ilumina. Memenangkan game ini. Dan terpenting membuat dia jauh dariku selamanya" jawab Azel dengan nada sedikit kesal.

Allyea tertawa mendengar kata-kata Azel. "Ilumina itu benar-benar suka sama kamu ya?"

"Yang terpenting, kalian akan sedikit mengalami kesulitan mengalahkan Ilumina secara langsung. Dia itu..."

"Aku apa Azel?" seraut wajah cantik tiba-tiba muncul disamping Allyea. Matanya yang berwarna biru laut terasa dingin saat menatap Allyea. Rambutnya pirang, bergelombang seperti laut, terurai, panjang bersinar dan menari-nari dibawa angin. Untuk sejenak, Allyea serasa melihat dia bercahaya di bawah sinar matahari.

Cantik. Dan bersinar.

Sempurna.

Itulah kesan pertama saat melihat dia. Mengenakan gaun berwarna putih tulang sederhana yang panjang dan bisa dibilang menutupi seluruh tubuhnya. Dan entah bagaimana, Allyea tahu bahwa wanita cantik didepannya ini adalah Ilumina.

Ilumina. Sesuai namanya, cahaya atau sinar. Dan dia kelihatan bercahaya berdiri di tengah Sunny.


"Apa yang kalian bicarakan dibelakang ku? Tidak sopan. Dan kenapa kamu yang selalu ditelpon Azelku?" tuntutnya tajam.

Refleks, Azel dan Allyea bereaksi pada kata-kata 'Azelku'. mereka berteriak bersamaan

"Aku bukan milikmu!" (Azel nie yang teriak)

"Dia bukan milikmu!" (nah, kalo nie pasti tau kan siapa yang teriak)

"Dia milikku!" (nih, balasan dari Ilumina)

(tiga-tiganya) "Hrrrrrr"

"CUKUP!" teriak Ilumina marah. "berhenti!" dengan kata-katanya itu, tiba-tiba saja semua bajak laut berhenti menyerang. Semua perhatian tertuju ke Ilumina yang berdiri di tengah Sunny.


Sanji mengarahkan tendangannya ke arah musuh. Dia sudah menghabisi lumayan banyak musuh dan menendang mereka jauh-jauh dari Sunny. Yang lainnya juga sama. Dengan mudah mereka mengirim bajak laut itu ke laut. Dijatuhin ke laut maksudnya.

Tidak ada kesulitan sama sekali.

Bajak laut yang mucul dan menyerang mereka sepertinya bukan dari satu kelompok bajak laut. Ada lima kapal yang sekarang menghalangi Sunny untuk melaju dan kelima-limanya memiliki bendera bajak laut yang berbeda-beda.

Lima bajak laut yang berbeda menyerang kita. Aneh sekali pikirnya. Dilihatnya Azuka, Naoki dan Sakuryuu juga tidak mengalami kesulitan sama sekali. Mereka ikut bertempur menggunakan tongkat besi pinjaman dari Franky. Lalu dia melihat Allyea dan seorang wanita cantik. Koreksi, wanita tercantik yang pernah Sanji lihat (kecuali Nami-swan nya tentu saja).


"Strong arm!"

Franky mengirim beberapa bajak laut sekaligus jatuh ke laut. Tapi mereka terus berdatangan. Dilihatnya Robin bersandar di pinggir geladak dan memandang ke bawah.

Sesuatu menarik perhatiannya dan Franky segera tahu kenapa.

Para bajak laut yang mereka lempar dari Sunny, berusaha untuk naik lagi ke Sunny. Sedangkan bajak laut yang didarat, yang sedang bertempur dengan Marinir dan Smoker, tidak sekalipun memberi perhatian ke arah Sunny. Seolah-olah mereka ada tujuan masing-masing. Sangat teroganisir dan hal yang sangat aneh mengingat mereka dari kelompok yang berbeda.

"Oi Luffy! Lihat-lihat dong kalau nglempar orang!" teriakan Usopp yang nyaris ikut tersapu oleh jurus Luffy membuat Chopper berlari-lari. "Usopp! Apa ada yang terluka?" teriaknya

"Nami! Sanji! Robin! Franky! Robin! Kalian semua nggak apa-apa?" setelah mendapat jawaban yang memuaskan dari mereka, Chopper pun mengalihkan perhatiannya ke Azuka, Sakuryuu dan Naoki. Mereka pun baik-baik saja. Dan tiba-tiba saja pertempuran berhenti dan semua perhatian tertuju ke satu orang.


"Topi Jerami, aku Ilumina. Datang untuk mengajak kalian bergabung dalam permainan ini" suaranya terdengar jelas oleh semua yang ada di situ.

"Yuhuuii permainan! Aku suka permainan! Kita main apa?" Luffy dengan ceria menyambut ajakan Ilumina.

"Heh, jika gadis secantik kamu yang meminta..." dengan gaya sok keren, sanji menyalakan rokoknya "...Mana mungkin aku menolak kaaaaaaan" dan hilang deh Sanji yang keren. Karena seperti biasa, dia pun takluk pada wanita cantik.

"Bajak laut yang di teluk juga berhenti menyerang Marinir" kata Robin pelan. Hanya dia yang menyadari hal itu. Mereka semua menunggu sesuatu.

"Maaf saja, tapi kami tidak tertarik ikut dalam permainanmu" kata Nami ketus

"Permainan di mulai dari sekarang" tidak dipedulikannya ucapan Nami. "Antara aku dan kalian, kita akan berlomba mengumpulkan harta karun kuno di setiap pulau hingga pulau ke lima. Harta yang kalian dapatkan boleh kalian miliki, sedang harta yang ku dapatkan akan ku hancurkan saat itu juga"

"Harta karun!" semua kecuali Robin dan Luffy langsung bersemangat mendengar kata 'harta'. Robin lebih tertarik pada kata 'kuno', sedang Luffy, "Nggak seru! Aku nggak suka harta karun" tapi begitu Sanji berkata kalau dengan harta, Luffy bisa makan daging sepuasnya, Luffy pun langsung berteriak "Okeeee! Kami ikut!"

Bagus.

"Kalian boleh memulai start duluan" setelah berkata demikian, semua bajak laut bergerak menuruni Sunny.

Di tengah pergerakan para bajak laut tersebut, hanya beberapa orang yang mengawasi Ilumina dan melihat dia berbicara dengan Allyea.

"Aku tahu kamu mendengarku Azel, aku akan mendahuluimu." Seusai berkata demikian, tiba-tiba Ilumina menghilang begitu saja.


Dan tiba-tiba saja, arena pertempuran berpusat di teluk tempat Smoker dan pasukannya berada. Semua bajak laut yang ada di Sunny turun dan menyerang Smoker dan pasukannya. Meninggalkan Topi Jerami tertegun tidak mengerti.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Nami bingung. Mereka terjebak antara dua pilihan. Menolong Smoker ataukah tidak menolong Smoker. Belum lagi mereka sudah menyetujui ajakan Ilumina.

"Nami! Kita harus segera menuju pulau selanjutnya! Ingat dengan permainan yang dikatakan Ilumina" kata Usopp.

"Marinir bukan urusan kita. Malah kita diuntungkan dengan keadaan ini" desak Usopp lagi.

"Robin, bagaimana menurutmu?" tanya Nami

"Ini aneh, navigataor-san. Ada yang salah tapi aku tidak tahu dimana" jawab Robin.

"Hoi! Allyea, apa yang kamu lakukan?" teriak Franky ketika dilihatnya Allyea mengemasi tasnya dan kelihatannya dia siap-siap untuk meninggalkan Sunny. Teriakannya membuat yang lain ikut menoleh ke Allyea.

"Sensei! Kamu beneran mau pergi?" tanya Azuka

Sambil mengemasi tasnya, Allyea cuma menjawab "Azel akan jelasin di telpon kalian. Azuka, Naoki, tunggu telpon dari Azel. Aku harus pergi sekarang"

Tapi baru saja dia berdiri, tiba-tiba Sunny berguncang dan mulai bergerak.

Oh, tidak

"Hey! Kenapa Sunny bergerak! Franky! Kamu yang mengemudikan Sunny?" teriak Nami.

Franky berlari menuju ruang kemudi, sedang Usopp berlari ke buritan kapal diikuti oleh Sanji

"Tidak mungkin bergerak! Aku belum menaikkan jangkarnya! Whuaa!" teriak usopp

"Apa!"

Sanji dan Usopp tidak percaya dengan yang mereka lihat. Jangkar yang beratnya sekitar 10 ton bergerak menarik dirinya sendiri. Rantai jangkar bergulung sendiri sehingga jangkar pun terangkat.

"Sis! Kemudinya berjalan sendiri" teriak Franky dari ruang kemudi. "Dan tidak bisa digerakkan olehku" lanjutnya

"Tangganya naik sendiri!" teriak Chopper ketakutan melihat tangga yang menghubungkan Sunny dan daratan terangkat dan dengan rapi kembali ke tempatnya.

"Yohohoho, kalau menurutku, mungkin ini pekerjaan hantu" Chopper langsung memluk Luffy dengan ketakutan. Tapi Luffy malah berseru kagum "Hebaaat! Hantu yang bisa mengemudikan kapal! Kereeeen!"

"Apa-apaan sih ini!" teriak Nami dengan frustasi.

Robin hanya memandangi daratan dan melihat saat Ilumina melambaikan tangannya.

"Mungkin ini semua perbuatannya" gumamnya.


Apakah terlambat? Allyea hanya bisa memandang saat Sunny perlahan-lahan bergerak menjauhi daratan.

Harus ke tempat Smoker.

Kata-kata Azel teriang-iang di kepalanya.

Ini bukan sekedar game.

Jika perkiraan Azel benar, Ilumina sedang menciptakan kiamat versinya dalam dunia One Piece. Dan jika dunia One Piece hancur, mereka tidak bisa kembali ke dunia nyata. Tidak juga sekarang karena alat itu sudah di set supaya mengembalikan mereka setelah melalui lima pulau buatan yang dimunculkan Azel.

Setidaknya, usahakan sampai dengan selamat di pulau ke lima.

Tidak semudah itu kata Azel. Seandainya mereka bisa mencapai pulau ke lima dengan memotong jalur dan melewati empat pulau sebelumnya, pintu hanya akan terbuka jika jumlah orang yang masuk sama dengan jumlah yang keluar. Dan mengingat ada dua orang yang hilang, maka mereka harus menemukan dua orang yang hilang itu. Tidak ada batasan waktu.

Dan sekarang, dengan kejadian ini, kemungkinan mereka untuk bisa mengalahkan Ilumina turun menjadi 25 persen.

Jika saja aku bisa mencapai Smoker lebih cepat, kemungkinan akan menjadi 50 banding 50.

Damn!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~######################~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

TBC...

ya,..ya...Ilumina itu...

apa ya?

penasaran g?

Dan kenapa Smoker?

Masih tertarik dengan lanjutannya?

Review ya...