2

LIMA TAHUN KEMUDIAN

"pangeran kita beruntung, dark elf tak kunjung muncul."

"yah, kali ini Tuhan berpihak pada mercenary brigade cadmus namun kita tak boleh lengah." Kata eliot. "seret makhluk makhluk ini ke neraka !" teriak eliot tanda bahwa perang telah dimulai, disambut oleh teriakan seluruh prajurit yg maju menyerang pasukan orc dan undead. Peperangan berlangsung imbang. Banyak korban berjatuhan dari kedua pihak. Mereka terus berperang hingga mendekati tepian hutan zarchea.

Di tepian hutan, ada sesosok gadis yg tersembunyi di dahan pohon sedang memperhatikan pertempuran di depannya.

"hmph sudah lama tak kuliahat pertempuran seperti ini" bisik gadis itu. Pertempuran pun semakin sengit. Tiba tiba pertempuran itu terhenti sejenak dengan kedatangan 4 orang dark elf yg membuat mercenary brigade kalang kabut.

"JANGAN TAKUT AKAN KEMATIAN !" teriak eliot sang pangeran.

" HABISI MEREKA !" sambut vilard. Gadis di pohon itu hanya terdiam melihat kedatangan dark elf itu sambil memperhatikan pertempuran yg makin berat sebelah. Eliot, vilard, dan cadmus masing masing menghadapi 1 dark elf. Namun salah satu dark elf yg bebas, mengejar salah satu pasukan. Karena ketakutan, pasukan itu lari ke dalam hutan zarchea.

Gadis yg sejak tadi memperhatikan, menyusul kedua orang itu ke dalam hutan. Setelah melompat lompat di atas pohon. Akhirnya gadis itu menemukan mereka. Gadis itu tetap ersembunyi.

"semuanya akan berakhir" gumam gadis itu sambil mengawasi dark elf yg menodongkan pedang ke leher prajurit yg terjatuh.

"tak usah takut, mati tidak menakutkan, malah terasa menye…." Perkataan dark elf tersebut tiba tiba terpotong. Dan matanya terbelalak.

"dia datang" bisik gadis tadi dalam persembunyiannya.

"menyenangkan bukan rasanya mati itu ?" kata sesosok orang berjubah yg tiba2 muncul di belakang dark elf itu dan menusuk jantung dark elf itu dengan tangan kirinya.

"Ka… KAU !" geram dark elf itu sebelum terkapar mati dengan darah berwarna ungu menyembur dari dadanya.

"kau mengganggu wilayahku" bisik sosok itu kepada jasad dark elf. Lalu ia mendelik kepada prajurit yg ketakutan bercampur kagum.

"apa kau akan membunuhnya?" gadis di atas pohon tadi bergumam dalam hati.

"pergilah pengecut !" kata sosok itu pada prajurit yg terjatuh. Sosok itu pun pergi meninggalkan prajurit itu. Prajurit itu terdiam agak lama memandang sosok tadi. Lalu dia pun tersadar, dan berlari ke tempat pertarungan yg dia tinggalkan. Sementara itu gadis di pohon tersenyum dan menghilang seakan di telan bumi. Prajurit itu terus berlari, namun setibanya di gordius medan pertempuran tadi, pertempuran telah usai, tinggal jasad jasad yg bergeletakan.

Di vestoria hall…

"SIAL ! AKU TAK MENDUGA KEDATANGAN DARK ELF SIALAN ITU !" ujar pangeran eliot sembari menggebrak meja. "arwah ayahku akan malu melihat aku begini" eliot membenamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya. Lalu ia berteriak pada pelayan istana " HEY DIMANA KOMANDAN SETIA KU ? APA LUKA CADMUS DAN VILARD BEGITU PARAH? KITA SUDAH CUKUP KEHILANGAN KAPTEN PREVENT !"

"tidak tuan.. sir Cadmus dan sir vilard akan sembuh" cicit pelayan yg bertubuh kecil. Tiba tiba seorang prajurit berlari masuk kedalam vestoria hall.

"pangeran.. pasukan elf, half elf, dwarf, dan lainnya sedang menunggu izin anda untuk masuk" sengal prajurit itu.

"haaah elf? Siapa yg mengundang mereka datang ke kerajaan vestory?"

"saya yg memanggil mereka tuan" kata seseorang yg masuk melalui pintu belakang. Eliot pun menoleh.

"ah tuan nava… mengapa tidak memberi tahu saya sebelumnya?" Tanya eliot.

"sayang sekali anda sudah berangkat ke gordius pangeran."jawab nava."para tetua di beri ramalan oleh lord Firenze untuk mengumpulkan 25 orang yg telah ditentukan oleh beliau 5 tahun lalu tepat pada hari ini"

"lord Firenze yg memberikan aku eisen?"

"ya tuan" jawab salah satu tetua

"ta..tapi mengapa hanya 25 orang? Kita kan butuh lebih banyak prajurit?" eliot heran.

"mereka adalah orang orang terpilih tuan.. pemilik sacred arm" jawab nava

"sacred arm !" eliot terkejut. "senjata suci yg pernah kudengar itu?"

"tepat tuanku.. dan eisen milik tuan adalah salah satunya." Jawab tetua.

"eisen ?"eliot heran

"benar, narsil milik sir Cadmus dan crods milik sir vilard pun adalah sacred arm" kata nava. Namun eliot makin heran. "kenapa tuan seperti bingung?" Tanya nava

"wah jika eisen, narsil, dan crods sacred arm, kenapa kita selalu tak berdaya melawan dark elf?" Tanya eliot. Nava hendak menjawab namun prajurit yg melaporkan kedatangan para pemilik sacred arm memotong pembicaraan mereka.

"maaf mengganggu tuan. Tapi pasukan elf sudah menunggu dari tadi."

"oh maaf.. persilakan 22 orang itu masuk !" perintah eliot.

"20 tuanku" nava mengoreksi

"20 ? bukanya 22 ditambah aku, vilard dan Cadmus?"

"sayang sekali tuan yg ku temukan hanya 20 orang. 2 orang pemilik terakhir tidak di ketahui keberadaanya. Terakhir kali di ketahui, lord gaira pemilik dark & krad tewas 5 tahun lalu dan sacred arm yg dia miliki hilang. Putrinya pun diketahui hilang setelah kematian gaira di duga membawa sacred arm tersebut namun setelah pencarian yg cukup lama oleh ayah tuan, disimpulkan putri gaira tewas pula di dalam hutan zarchea tapi senjata dan jasad putri gaira tersebut tidak di ketemukan."

"wah… lalu satu lagi?" Tanya eliot

"sacred arm yg terakhir di segel di suatu tempat oleh lord Firenze di suatu tempat karena sangat berbahaya. Sampai saat ini belum ada yg di ketahui memiliki senjata tersebut. Hanya satu di ketahui, chrno, putra dari lord Firenze tewas saat mencarinya."

"chrno ?wah sayang sekali, kudengar dia high priest yg sangat hebat" jawab eliot "wah cepat persilahkan mereka masuk.. kita terlalu lama berdiskusi." Prajurit pun berbalik keluar aulu itu.

"namun tuan, kita berhasil mendapatkan 2 orang high priest yg cukup hebat.. dan salah satunya adalah putri lord Firenze atau yg lebih dikenal sebagai 'the last raithians'" kata nava menambahkan. 20 orang pemilik sacred arm masuk ke dalam aula.

"wah lama sekali kita menunggu di luar, mungkin pangeranya tidur ya?" seorang gadis menyeletuk saat masuk aula

"diam bodoh.. itu pangerannya ada di depan" bisik seorang gadis yg lain.

"selamat datang di vestory saudara saudaraku. Silahkan duduk. Namaku eliot spencer, pangeran kerajaan vestoria. Saya mohon kepada kalian untuk memperkenalkan diri kalian terimakasih"

"heroult lygm, bangsa dwarf, seorang bestial berasal dari argentums hill yg mulia"

"wilford carp, dwarf, argentums hill, bestial siap berperang yg mulia"

"maltesse xams, troll, leaf valley, seorang summoners"

"rene pranhiaz, troll, leaf valley, summoners"

"Saya xeforus fronn, vestoria, crushader"

" ah xeforus, saya sering mendengar tentangmu. Kau memilik dojo fronn kan?" kata eliot

"ya tuan" jawab xeforus.

"bagus.. selanjutnya silahkan" kata eliot

"Rachel zac, sorna swamp, seorang mage."

"graciel thwyck, sorna swamp, saya sorcerer yg mulia"

"rion derwent, sorna swamp, mage"

"cylde zac yg mulia, dari sinistra village, sorcerer"

"cylde dari sinistra? Bukankah kau tuan putri negri tersebut?"

"ya benar." Jawab cylde

"xenophillius kaffar, dari minas dawnlet, crushader"

"claith glyph, templar dari minas dawnlet"

"alp trozg, orc, mount gurgainos" geram salah satu orc

"geodome vlog, orc, saya shaman dari mont gurgainos, dan alp merupakan seorang bestial pula"

"terima kasih… sekarang harap half elf dan elf silahkan memperkenalkan diri." Seru eliot

"keffen peverell, guado, archer dari symphonia forest"

"guado?" Tanya eliot keheranan.

"itu sebutan half elf di desa kami tuan" jawab keffen

"ooh begitu ya… lanjutkan"

"vesperia Selwyn, guado, symphonia forest. Seorang mage"

"cyrill llyewellin, guado, archer dari symphonia forest"

"saya cleric llyewellin, dari wood of glory. Sesuai nama saya, saya seorang high priest tuan"

"high priest ! bagus.. siapa lagi yg high priest?" Tanya eliot

"saya tuan. Nama saya anneliese raithians dari wood of glory"

"oooh jadi 'the last raithians itu kamu?" kata eliot tertarik. Orang orang di aula itu pun tertarik dan saling mengobrol.

"saya yg terakhir. Nama saya rayne scrivensaft, seorang alchemist dari wood of glory."

"DENGAN INI KITA ADALAH 23 ORANG TERPILIH PEMILIK SACRED ARM YG SEKARANG MEMILIKI NAMA SACRED WARRIOR !" seru eliot. Semua bertepuk tangan, hanya cyrill lah yg tidak bertepuk tangan malah keheranan.

"bukanya kita hanya 21 orang?" celetuk cyrill polos. Eliot pun memandang cyrill

"bukanya kamu yg tadi menyindir aku?" eliot berkata sambil tersenyum memandang cyrill. "2 orang pemilik sacred arm sedang terluka."lanjut eliot

"terluka? Kenapa" Tanya cyrill polos

"cany uth urmo utyo cyrill?" kata vesperia dalam bahasa elf yg artinya (bisakah kau tutup mulut cyrill?) eliot yg tidak mengerti, menjawab pertanyaan cyrill

"mereka di serang oleh 4 orang dark elf." Kata eliot. atmosfer aula mendadak berubah menjadi tegang. "pertempuran pagi tadi kita mengalami kekalahan. Beruntung 39 prajurit berhasil kembali ke istana, namun vilard, dan Cadmus yg melawan langsung dark elf itu terluka parah. Maka dari itu kita para pemilik sacred arm harus bisa mengubah ini." Seru eliot dan para sacred arm yg lain mengangguk. "ngomong ngomong itu tadi bahasa elf ya.." Tanya eliot

"ya tuan" jawab vesperia.

"lain kali pakai bahasa manusia saja.. saya tidak mengerti itu. Kalau kita miss communication di pertempuran, bisa jadi hasil pertempuran kita selanjutnya akan seperti pertempuran tadi.. hanya menyisakan 39 prajurit yg selamat" eliot membungkuk, namun segera tegak lagi karena pintu aula mendadak terbuka.

"40 orang yg selamat tuan" kata seseorang yg baru masuk.

"prevent !" seru eliot lega "syukurlah kau berhasil lolos dari kejaran dark elf tersebut?"

"maaf yg mulia. Dark elf itu terlalu kuat, jadi saya melarikan diri. Bahkan pedang saya patah saat saya menebas tanganya yg tidak memakai pelindung" kata prevent sembari berlutut.

"tidak masalah prevent. Vilard dan Cadmus pun tidak sanggup melawan dark elf itu. Berdirilah" kata eliot. Para sacred warrior hanya menyimak pembicaraan mereka. "namun caritakan bagaimana kau bisa lolos prevent?"

"dark elf itu mengejar saya kedalam hutan zarchea, saat sudah berada jauh di dalam hutan, saya terjatuh, dan berniat berdiri namun, dark elf itu telah ada di atas saya sambil menodongkan pedangnya ke leher saya. Dia akan membunuh saya namun tiba tiba sesosok bayangan muncul begitu saja dari udara kosong di belakang dark elf itu, dan membunuhnya hanya dengan tusukan tangan kiri tepat ke jantungnya. Dan saya tidak jadi dibunuh oleh dark elf itu." Cerita prevent.

Semua orang terbelalak dengan cerita itu. Mereka bertanya dalam hati 'adakah makhluk yg begitu kuat hingga dapat membunuh seorang dark elf dengan tangan kosong dan dalam hitungan detik?'

"apakah orang itu ada di pihak kita prevent?" Tanya Cadmus yg datang bersama vilard.

"komandan ! syukurlah anda berdua tidak terbunuh" kata prevent

"nyaris mati sih… ia nggak vilard?" Tanya Cadmus santai. Dan vilard hanya mengangguk

"kalian memang keras kepala" kata eliot sambil menggelengkan kepala. "sudah kusuruh istirahat, malah keluyuran"

"aku tidak bertanya padamu eliot !" kata Cadmus.

"kurasa tidak tuan, dia pun hendak membunuhku, namun tidak jadi, dan ia pergi begitu saja." Kata prevent.

"dia berkata akan membunuhmu !" Tanya eliot.

"tidak tuan" kata prevent.

"lalu bagaimana kau tahu akan dibunuh kapten?" Tanya vilard

"saat memandang matanya yg tersembunyi dalam baying baying jubahnya, aku merasa akan dibunuh, aku merasakan aura pembunuh yg sangat hebat. Aku mendengar suara suara dalam kepalaku bahwa aku akan mati namun ada suara lain dalam kepalaku. Suara itu berkata bahwa aku tidak berguna untuk dihabisi dan sosok itu pun mengatakan 'pergilah pengecut' lalu menghilang dibalik pepohonan. Satu lagi… saat akan membunuh dark elf itu, sosok itu berkata 'kau mengganggu wilayahku' kurasa tidak mungkin orang seperti itu ada di pihak kita kan?"

Semua orang terbelalak namun eliot berkata "terima kasih informasinya prevent, pergilah ke tabib untuk menyembuhkan luka mu."

"tidak perlu tuan, biar aku saja yg menyembuhkan prevent." Kata cleric berdiri. Lalu tampak kabut cahaya menyelimuti prevent dan prevent pun sembuh.

"wah beruntung sekali kita memiliki 2 orang high priest cantik yg hebat ini" kata eliot kagum. Cleric pun tersipu.

"ehem nona priest yg cantik bisakah sembuhkan luka ku dan vilard juga?" kata Cadmus merayu.

"aaaah tidak usah disembuhkan." Kata eliot ketus "biarkan dia menderita sedikit biar keras kepalanya hilang" kata eliot. Semua orang tertawa kecil.

"tolonglah nona cantik. Jangan dengarkan orang gila itu" balas Cadmus dan cleric pun menjawab.

"tidak mau"

"payah.. kau tau kau memang buruk dalam hal merayu wanita Cadmus?" sindir vilard dan semua orang tertawa terbahak bahak.

"biar aku saja." kata anneliese riang. Dan sesaat kabut cahaya menyelimuti Cadmus dan vilard. Dan kedua orang itu pun sembuh dalam sekejap.

"terima kasih nona" kata vilard

"ya kau baik, tidak seperti nona yg tidak mau membantu itu"bisik Cadmus

"dia bukan tidak mau membantu kalian berdua, tapi dia tidak bisa heal dua orang sekaligus" sindir anneliese

"APA KAU BILANG ANN !" seru cleric.

"yah kau kenapa bicara keras keras nona, kan jadi ketauan" kata Cadmus.

"aku sengaja… sekedar mengingatkan mu saja, percuma berbisik di dekat elf karena elf memiliki pendengaran yg tajam, komandan yg tidak tahu aturan" sindir anneliese sembari tersenyum dan pergi ke tempat duduknya.

"yah sudah kubilang kau perayu yg parah Cadmus" kata vilard sembari tertawa bersama semua orang di ruangan itu.

"cukup bercandanya, kita akan bahas orang yg berhasil membunuh dark elf ini" kata eliot berdiri. Dan semua orang pun berhenti tertawa. "saya punya rencana, besok pagi pagi kita akan menuju hutan zarchea untuk menemuinya dan memintanya bergabung dengan pihak kita." Kata eliot. Namun semua orang terkejut mendengarnya.

"namun tuan. Menurut saya itu bukan ide yg baik karena percayalah, dia bukan manusia. Dan bahkan saya berpikir bahwa dia bukan manusia. Saya takut terjadi apa apa jika nanti kalian bertempur denganya" prevent memberanikan diri berbicara walau dengan nada yg ketakutan dan gemetar.

"kita pasti menang !" seru heroult

"benar, kita adalah 23 orang pengendali sacred arm, kita pasti menang" tanggap claith setuju.

"ya kalian benar karena jika dia bergabung dengan pihak musuh, mungkin kita akan tamat" tutup eliot. "pokoknya besok pagi pagi kita menuju zarchea !" seru eliot dan di tanggapi oleh para sacred warrior dengan tepukan "baiklah cukup sampai disini perbincangan kita. Besok kita harus bersiap dengan segala kemungkina yg terjadi. Istirahatlah yg cukup agar siap. Selamat malam" eliot pun pergi