Ichigo hendak melanjutkan langkahnya menuju ruangan dimana Orihime berada, namun kakinya terhenti ketika dia merasakan reiatsu Rukia menghilang.

kurasa aku harus kambali dan menolong Rukia terlebih dahulu…

"Kuchiki Rukia sudah mati, untuk apa lagi kau menolongnya, ichigo!! Bukankah tujuanmu kemari untuk menyelamatkan Inoue Orihime?" sebuah suara menghalangi langkah Ichigo.

"u…Ulquiorra…jangan halangi aku minggir kau!!"

"kalau begitu buat aku menyingkir!!" jawab Ulquiorra dengan dingin.

"karena sejauh ini kau tidak pernah menyakiti teman-temanku, maka kurasa aku tidak perlu bertarung denganmu" jawab Ichigo sambil berlalu pergi.

"hmm…begitu ya…bagaimana jika kukatakan bila aku yang membawa paksa Inoue Orihime kemari?"

Ichigo sangat marah mendengar ucapan sang espada. "jadi Inoue kemari bukan karena keinginannya sendiri ternyata kau yang memaksanya, bangsat kau Ulquiorra!!"

"tak disangka temannya sendiri yang jauh-jauh kemari mempertaruhkan nyawa tapi masih meragukannya, sepertinya gadis itu meletakkan harapan terlalu tinggi padamu!!

"diam kau bedebah!! Tau apa kau tentang Orihime!! tentu saja aku percaya padanya dan kami akan membawanya pergi dari sini!!"

Ucapan Ichigo yang sangat berani membuat Ulquiorra naik pitam.

"tentu saja aku mengenal wanita itu jauh…jauh…lebih baik daripada kau, Kurosaki Ichigo!!"

"dia berusaha tegar dan kuat diluar tapi sebenarnya dia sangat rapuh dan lemah didalam, dia rela melakukan apa saja untuk melindungi kalian termasuk semua yang terjadi padanya selama dia dikurung di Las Noches!!"

Kata-kata sang espada membuat Ichigo semakin bingung dan berpikir apa yang terjadi kepada Orihime selama dirinya dikurung di Las Noches.

"apa yang kau lakukan padanya Ulquiorra?? Jika kau berani melukai atau menyentuhnya maka aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu!!" amarah terdengar jelas dari ucapannya.

"oh ya? aku sangat takut mendengarnya!! kau tinggal selangkah lagi menuju kamar Orihime, tapi kenapa kau urungkan niatmu Ichigo? Kau bahkan rela berbalik haluan hanya untuk melihat keadaan Kuchiki Rukia. Apakah Orihime tidak berarti apa-apa bagimu?"

"sepertinya kau terlalu banyak omong jika menyangkut Orihime, Ulquiorra!! Kupikir kau tipe espada yang pendiam, dugaanku benar-benar meleset!!"

"setidaknya aku lebih baik daripada kau!! kau benar-benar tipe laki-laki yang bodoh dan tidak peka Kurosaki Ichigo, aku masih tidak percaya bahwa wanita itu terlalu banyak berharap padamu!!"

Ichigo sangat marah mendengar ucapan Ulquiorra dan tanpa berpikir panjang langsung mengeluarkan jurus andalannya.

"Getsuga Tenshou!!!"

Sebuah kilatan cahaya merah mengarah ke Ulquiorra dan dengan sigap sang espada menahan serangannya itu.

"kaupikir seranganmu bisa melukaiku bocah idiot?" ucap Ulquiorra sambil mengeluarkan cero hijau nya.

Serangan cero balasan dari Ulquiorra yang luput menimbulkan kerusakan yang dahsyat. Bangunan disekitarnya hancur berkeping-keping. Keduanya saling menyerang dan berupaya menemukan titik kelemahan masing-masing.

Beberapa waktu kemudian, Ichigo dengan nafas yang memburu karena kelelahan dan topeng hollownya yang tinggal separuh wajah tetap bersikeras melawan dan pantang menyerah. Hal itu tentu saja membuat sang espada semakin marah karena laki-laki itu semakin menunjukkan kualitasnya dan sikap pantang menyerahnya itu membuktikan bahwa orang-orang pantas menaruh harapan yang tinggi padanya.

Mengingat Orihime meletakkan harapan dan hatinya pada bocah itu, membuat rasa bencinya kepada Ichigo semakin menjadi-jadi. Nasi sudah menjadi bubur, perintah Aizen sudah dilanggarnya, sesuatu yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam pikirannya sedikitpun. Kali ini pertarungannya dengan Ichigo lebih mengarah kepada dendam pribadi.

Aku tidak mungkin kalah darinya…tidak mungkin!!


Orihime hanya mampu terdiam melihat kepergian Ulquiorra dan menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya. hatinya was was bagaimana jadinya jika keduanya bertemu tentu saja mereka akan bertarung tanpa henti sampai salah satu diantaranya tewas.

suara gemuruh yang keras terdengar dari lantai bawah tentu saja berasal dari reruntuhan bangunan ditempat duel Ulquiorra dan Ichigo berada. Dia sangat cemas dengan keadaan keduanya.

Aku tidak ingin kalian saling membunuh…kumohon hentikan pertarungan kalian…

Tanpa disadari Orihime, di satu sisi dia mengkhawatirkan Ichigo namun di sisi lainnya dirinya juga mengkhawatirkan Ulquiorra sama seperti dirinya mengkhawatirkan Ichigo.


Pertarungan keduanya berlanjut ke sebuah menara yang sangat tinggi dimana hanya espada urutan 4 keatas yang bisa mengeluarkan bentuk asli dari zanpakutou mereka. Ulquiorra menunjukkan dominasinya terhadap ichigo.

Secara tiba-tiba Ulquiorra menghunus zanpakutou-nya, yaitu "Murciealago" wujud nya berubah menjadi sosok yang berbeda dan reiatsunya sangat luar biasa.

Kemudian dirinya mencekik Ichigo yang sekarat namun belum berniat untuk membunuh nya.

"akuilah Ichigo bahwa aku jauh lebih kuat darimu…tidak ada gunanya kau melawan!!"

"a…aku belum kalah Ulquiorra, aku tidak takut padamu!! Aku yakin aku pasti menang!" jawab Ichigo disela-sela cekikan Ulquiorra yang semakin erat pada lehernya.

Jawaban yang tidak disangka sama sekali oleh sang espada. Untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih kuat dan mematahkan semangat bocah itu, akhirnya Ulquiorra melepaskan transformasi kedua dari zanpakutounya.

Tampilannya kini benar-benar berubah total, wujudnya menyerupai kelelawar. Reiatsu yang dikeluarkannya sungguh luar biasa dan kekuatannya jauh lebih besar dari transformasinya yang pertama.

"inilah kekuatanku yang sebenarnya Kurosaki Ichigo…bahkan Aizen-sama tidak pernah melihat wujudku yang sekarang. Sebuah kehormatan bagimu untuk melihatnya hari ini! tentunya dengan kekuatanku yang sekarang kau semakin menyadari perbedaan kekuatan kita!!" ucap Ulquiorra dengan lantang.

"cih, sungguh bodoh kau masih berpikir aku masih saja takut padamu!! aku tidak perduli sebesar apa kekuatan yang kau miliki…yang pasti aku tidak akan mati ditanganmu!!"

Kesabaran sang espada sudah habis mendengar ucapan Ichigo. kemudian sebuah cero Oscuras mengarah ke Ichigo yang dimana tidak semua espada bisa mengeluarkan cero tersebut.

"sudah kukatakan padamu semua sia-sia!!

Ichigo terluka parah akibat terkena cero tersebut. dia sudah tidak dapat melakukan perlawanan ketika tiba-tiba Ulquiorra kembali mencekik lehernya dan menarik dirinya.

"langkah terakhir menuju kematianmu Kurosaki Ichigo…" ucap Ulquiorra sambil mengeluarkan cahaya tepat mengarah ke dada Ichigo dan membuat sebuah lubang hollow yang besar. Akhirnya Ichigo terkapar diam tak bergerak.

Kemudian Ulquiorra berbalik meninggalkan Ichigo yang sudah tidak bernyawa. tiba-tiba langkahnya terhenti ketika merasakan reiatsu yang kekuatannya sangat luar biasa dibelakangnya…bahkan jauh lebih kuat dari reiatsunya sendiri.

Sosok Ichigo tiba-tiba berubah menjadi hollow yang ganas dan kejam dengan nafsu membunuh yang tidak dapat dikontrol.

"siapa kau??" Tanya Ulquiorra.

Namun sosok hollow Ichigo yang berjarak hanya beberapa meter darinya hanya diam saja sambil mengambil kembali zanpakutou-nya yang tertancap di tanah.

Melihatnya sebagai suatu ancaman akhirnya Ulquiorra menciptakan sebuah cahaya hijau panjang menyerupai tombak dari kedua telapak tangannya.

"Lanza del Relampago" ucapnya sambil melemparkannya ke arah hollow ichigo.

Dengan mudahnya hollow Ichigo menghindar dari serangan Ulquiorra. ketika Ulquiorra hendak mengeluarkan serangan utamanya tadi, tiba-tiba dengan sonido yang luar biasa cepat, hollow ichigo menahan kedua tangannya dan menghancurkan Lanza del relampago.

Ulquiorra kaget dan terbelalak seiring dengan tebasan zanpakutou membelah dirinya menjadi dua. Tanpa ampun hollow ichigo dengan brutal mengeluarkan sebuah cero dan membuat tubuh Ulquiorra menjadi serpihan-serpihan kecil.

Akhirnya dengan salah satu kemampuannya yang lain, yaitu high speed regeneration Ulquiorra berusaha menyatukan lagi serpihan-serpihan organnya yang telah dihancurkan oleh cero Ichigo.

Dengan sisa kekuatannya yang ada, melihat kesempatan dimana hollow Ichigo lengah dan menyangka dirinya sudah mati, Ulquiorra memotong salah satu tanduk.

terdengar suara teriakan yang sangat nyaring dan menggema seiring dengan berubahnya wujud hollow tersebut menjadi Ichigo kembali.

Pandangan Ulquiorra menjadi kabur…badannya sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk bergerak. Tatapannya mengarah ke Ichigo yang tergeletak tak sadarkan diri. luka menganga lubang hollow di dada pria itu sembuh dan menutup secara perlahan-lahan.

Tiba-tiba dirinya sadar dan merasa sangat ketakutan…bukan karena takut terhadap Ichigo tapi dia sangat takut menerima kenyataan bahwa tentunya Ichigo akan segera sadar dari pingsannya kemudian membawa pergi Orihime bersamanya.

wanita itu milikku…tak akan kubiarkan seorangpun membawanya pergi dariku!!

Akhirnya dia terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Orihime merasakan kedua kakinya gemetar tidak dapat lagi menopang badannya dan akhirnya dia jatuh terduduk di lantai begitu mengetahui reiatsu Ichigo dan Ulquiorra menghilang.

Mengetahui kemungkinan bahwa keduanya sudah tidak bernyawa lagi, Orihime menangis sejadi-jadinya dan berteriak histeris.

"tidaaaak!!! Ini tidak mungkin terjadi…Kurosaki-kun!…Ulquiorra!…

Dadanya terasa sesak karena tidak mampu menahan isak tangisnya.

"Ada apa denganku? Kenapa aku sangat sedih ketika reiatsu keduanya menghilang…bukankah harusnya aku senang jika Ulquiorra tiada karena dia adalah seorang musuh…"

Orihime bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil menelaah apa yang sedang dirasakannya saat itu.

Mungkinkah aku mencintai keduanya?

Otak dan pikirannya benar-benar bekerja keras untuk menjawab pertanyaan itu.

iya benar…aku mencintai keduanya…

Mengetahui jawaban itu keluar begitu saja dari bibirnya, air matanya mengalir semakin deras. Rasa sedih dan putus asanya tergambar jelas oleh gelapnya malam tanpa bintang dari balik jeruji besi jendela kamarnya.

Tidak bisa Orihime…kau sungguh gila mencintai dua pria yang benar-benar berbeda…