Hwah akhirnya update juga selama berbulan-bulan nggak update. Soalnya sibuk ngerjain tugas yang bejibun

Langsung aja deh!

Disclaimer: Mashashi Kishimoto

Warning: Misstypo, Au, Ooc, Over gaje, Shonen ai dan masih sama kayak yang kemarin

Rated: T

Genre: Romance, Humor

"Untuk apa... cepat katakan, jangan membuatku mati penasaran!"

"Oooh tuan penasaran yaa?"

"Aaahhh sudah diam kau"

"Tuan, aku belum pernah looh melihat tuan penasaran seperti ini..."

"Sudahlah to the point aja, CEPAT!"

"Hhmmm begini... se-sebenarnya..."

"Sebenarnya apa? Ngomong aja susah banget!"

"Se-sebenarnya... hari ini... aku...aku... aku ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari tuan"

"Maksud loe?"

"Masa' tuan lupa?"

"..." Sasuke tambah bingung dengan apa yang ingin Naruto katakan.

'Jangan-jangan dia mau... merebut keperjakaanku. Oh no!' ucap Sasuke dalam hati.

Naruto semakin mendekatkan wajahnya ... semakin dekat... semakin dekat... akhirnya naruto berbisik di telinga Sasuke

"Sebenarnya bulan ini aku... belum mendapat gajian dan aku ingin mendapat bayaran yang lebih ," ucapnya selembut mungkin.

"Tidak bisa! Kaulah yang membuat hidupku hancur. Kau selalu menyiksaku setiap hari. Apa kau tak sadar?"

"Maksudmu?bukannya kau yang selalu menyiksaku?"

"Dasar Dobe!" Sasuke marah. "Pergi dari apartemenku" lanjutnya.

Tidak terasa air hangat mengalir di pipi Naruto, setelah ia mendengar perkataan Sasuke barusan. Entah apa yang Naruto rasakan sampai ia menangis.

"O h, teme tega sekali kau mengusirku, hiks... hiks... padahal aku selalu ada disampingmu, selalu melayani apapun yang kau butuhkan. Sasuke, kau jahat!" ucap Naruto dan berlari dengan air mata yang berlinangan.

Naruto pergi dari apartement Sasuke. Tak menghiraukan hujan yang mengguyur tubuhnya, membuatnya basah kuyup. "Sungguh teganya dirimu, teganya, teganya, teganya... pada diriku..." Naruto kembali bernyanyi lagi.

"Sasuke kau jahat! Lalu bagaimana nasibku selanjutnya? Hiks, hiks. Yaudah deh aku jadi pemulung lagi aja. Nasib... nasib..."

~Beberapa hari kemudian~`

Sasuke merasa jenuh dengan kehidupannya akhir-akhir ini. Entahlah apa yang dirasakan oleh Sasuke. Ia merasa ada yang hilang dari dirinya.

"Kenapa hari ini aku merasa kesepian ya? Atau karena aku menginginkan dia ada dekatku sekarang ini? Oh, tidak! Kenapa kau berpikiran seperti itu Sasuke? Ingat jaga imagemu!" Kata Sasuke sambil memukul wajahnya sendiri.

"Jalan-jalan ah!"

Sasuke pergi jalan-jalan dengan mobil sportnya. Sepanjang jalan Sasuke tak henti-hentinya ia menengok ke arah jendela. Tiba-tiba di lampu merah ia melihat seseorang yang tidak asing lagi pemulung berambut duren yang sedang memungut sampah. Dan ternyata...

"Ehhh benerr! ituuukan Naruto,"dengan segera Sasuke keluar dari mobilnya dan berlari menuju Naruto.

"Nnnn... nna... ruu... tooo" teriak Sasuke seraya berlari dengan gaya slowmotion .

Naruto dengan cepat memalingkan wajahnya setelah seseorang memanggil namanya (tentunya dengan slowmotion).

"E... Sa... su... ke... ,"ucap Naruto. Setelah sadar ia berlari secepat -cepatnya berusaha agar Sasuke tidak dapat mengejarnya . Namun dugaannya salah besar karena ternyata Sasuke dapat mengejar dan menarik salah satu lengan Naruto. Dengan segera Sasuke menarik Naruto ke dalam pelukannya . Kemudian wajah Naruto bersemu merah karena malu.

"Naruto...ayo kita pulang ,"ucap Sasuke.

"Sasuke..."

"Naruto aku rindu padamu aku ingin bersamamu, sungguh... aku ingin kau kembali."

"Mata Naruto berlinangan air mata. Kemudian Naruto pun sadar atas apa yang di lakukannya dan melepaskan dirinya dari pelukan Sasuke .

"Apa...apa yang kau lakukan Naruto. "

"Aku tidak bisa Teme, maafkan aku... "Naruto pun berlari menjauh , dan Sasuke mengejarnya seraya berteriak-teriak memanggil nama Naruto.

"Naru..Naru...Naru..."tapi Naruto tidak menghiraukannya dan akhirnya Naruto menghindar dan menjauh serta hilang dari hadapanya .

"Na... Naruto... padahal aku benar-benar..." ujar Sasuke lesu .

Semalaman Sasuke tak henti-hentinya memikirkan naruto. Kejadian saat Naruto berada dimimpinya.

*Flashback Mimpi Sasuke*

Sasuke menemui dan membawa seseorang yang menurutnya sangat ia cintai.

"Daddy... daddy..." Sasuke berteriak-teriak memanggil otousan tercintanya.

"Uappha sayang?"dengan nada yang lebay abis.

"Apasih daddy? Najis!" Sasuke kesal.

"Gini looh daddy, aku punya seseorang yang akan menjadi pendampingku.

"Oh yaaa? Mana-mana?" sang Otousan tercinta lebay (lagi)

"Ini" Sasuke nmenunjuk kearah Naruto yang ada dibelakangnya dengan gaya yang menjijikan.

"Selamat siang daddy, wilujeng siang,? Spada? Excuse mii? Ani badi home?" kata Naruto dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

GUBRAKKKK! Otousan Sasuke sweat drop, kena serangan jantung dan hampir mati. (ehhhh, nggak jadi mati dehh)

"Apa maksudmu Sasuke? Membawa orang aneh ini kesini?"

"Begini loh babeh aye minta duit buat kawin ama die"

"Apa? Sama siapa? Sama dia?" Otousanya bergaya seakan-akan akan terkema serangan jantung lagi.

"Iya" jawab Sasuke dengan polosnya.

"Apa?apa? apa? Apa?" ayahnya memastikan pendengaranya.

"Ia daddy sama dia"

"PERGI!"

"Kemana daddy? ke bank?"

"Pergi kamu SEKARANGDAN JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI!"

"Tapi... tapi... tapi daddy"

"CEPAT PERGI! Atau daddy panggilkan tukang sampah untuk membuang kau dan pacar anehmu itu ke tong sampah!"

"Tidak daddy tidak usah lebih bai kami pergi dari sini saja"

Naruto dan Sasuke pun pergi meninggalkan kantor otousannya Sasuke.

"Sasuke sekarang bagaimana? Kita jadi kawin nggak?"

"Jadi donk masa nggak.."

"Tapi dapat uang uang darimana? Untuk biaya pernikahan kita? Apa kita mulung aja?"

"Nggak Naruto!"

"Ayolah Sasuke dapat dari mana lagi uangnya kalau tidak memulung..."

"Tidak Naruto! Tidakkk!"

Sasuke pun bangun dari mimpinya...

*End Of Flashback Mimpi Sasuke*

Keesokan harinya Sasuke pergi ke tempat penimbangan sampah ayahnya, berharap akan bertemu dengan Naruto, yang entah sejak kapan telah menjadi seseorang yang mengigi hatinya. Satu jam... Satu jam duabelas menit tiga puluh enam detik... Dua jam... Empat jam...dan akhirnya ketika menjelang sore,dari kejauhan nampak seseorang berambut duren, berkulit tan,dan mtmiliki mata sebiru langit yang ternyata itu adalah Naruto.

"Na... Naruto."

"Sasuke? Duh harus gimana nih?" ujar Naruto dalam hati. "Gue kabur aja atau... tidak!Gue harus jujur terhadap perasaanku sendiri, aku harus menghadapi ini smua."

Naruto berjalan menuju Sasuke dan mmantapkan hatinya pada seseorang yangb kini sedang menatapnyadari kejauhan. Naruto berjalan perlahan. Sasuke diam terpaku tak percaya apa yang dilihatnya. Tiba-tiba Sasuke menghampiri Naruto dan memeluknya erat. Mereka berpeluan ditengah gundukan sampah yang menggunung ditemani langit sore. Sungguh saat yang romantis bagi mereka.

Next day...

"Liat-liat! Ada Sasuke!" Gadis-gadis kembali histeris ketiaka ada Sasuke lewat didepan mereka, tapi tunggu dulu, ada yang berbeda dari biasanya. Apa ya? Oh ya, tentu saja ada seseorang di belakang Sasuke yang mengikutinya. Seseorang berambut duren dan bermata biru langit yang membuat kita seakan-akan bisa melihat langit disana.

"Siapa ya itu?" Tanya para gadis itu.

Dan tiba-tiba Sasuke menghentikan langkahnya dan berkata,"Semuanya! Aku punya pengumuman untuk kalian!"

Otomatis semua orang disekitarnya menjadi penasaran.

"Kalian tau? Laki-laki disampingku ini bernama Naruto."

"Memang dia siapa Sasuke?" Tanya salah satu gadis yang ada didekatnya.

"Dia ini pacarku"

"Apa? Jadi orang itu pacarmu?" Kata para gadis serentak.

"Ya, memangnya kenapa?" Ucap Sasuke datar.

"Kau jahat Sasuke!" Gadis-gadis langsung berlari mengejar Sasuke dan bersiap untuk memukulinya.

"TIIDAKKK!" Sasuke segera menggadeng tangan Naruto dan berlari melarikan diri.

"KEJAAAR!"

THE END