Sepatu

Naruto©MasKis-sensei

Sepatu©Dei-chan

Warning: OOC, AU, abal, pendek, gaje.

Dun like? Dun read!

Happy RnR

"Hei, kawan-kawan!" seorang bocah laki-laki berkumis kucing melangkah dengan bangga ke arah pintu kelasnya.

"Hoi Naruto! Kau semangat sekali?" sapa temannya, Sai.

"Hehe... iya doong!! Coba perhatiin deh, ada yang beda gak sama penampilanku hari ini?!" Naruto berpose di depan Sai.

"Mmm... kau sudah mandi belum sih? Wajahmu dekil sekali," jawab Sai (kelewat) jujur.

Naruto pun meninggalkan Sai di depan pintu kelas dengan bekas memar di pipinya.

"Apa salahku mengungkapkan yang sebenarnya?"

xxx

Bel sudah berbunyi sejak sepuluh menit yang lalu. Tapi Naruto masih saja mengobrol di depan pintu kelas.

"Hei, masa' kalian gak nyadar ada yang beda dariku?" tanya Naruto pada teman-temannya.

"Apa sih, dobe?" Sasuke balik bertanya.

"Kau ganti muka?" tebak Shikamaru.

"Baju baru?" kali ini Kiba yang menebak.

"Salah, salah, salah!" kata Naruto.

"Nyerah deh, apa sih?" tanya Chouji.

Naruto mengembangkan senyumnya, "Jreeeng!!! Sepatu baru!!!" Naruto mengangkat kakinya sedikit ke atas. Terlihat sepatu tali hitam yang masih mengkilat.

"Wah, kenalan dong!" Sasuke menginjak kaki kanan Naruto.

"Kenalan juga, ya!" Shikamaru dan Kiba menginjak kaki Naruto juga.

"Aku juga, aku juga!" Chouji ikut-ikutan.

Walau agak sakit, tapi Naruto merasa bangga. Pamer dikit, gitu...

Tapi...

"Ehem!" di depan mereka sudah berdiri sosok pria berambut perak tinggi, Kakashi-sensei.

"Ka-kakashi-sensei..." mereka sudah gemetaran, takut dihukum.

"Naruto..." panggil Kakashi dengan nada dingin.

"I-iya... Kakashi-sensei..." keringat Naruto mulai bercucuran. Sedangkan keempat temannya sama sekali tidak bisa membantu.

"Naruto... kamu..." Kakashi menggantungkan kalimatnya.

'Glek, mampus nih gue!' batin Naruto.

"Kamu..."

Mereka makin gemeter nungguin kelanjutan kata-kata Kakashi.

"Kamu pake sepatu baru ya? Kenalan dong!"

GUBRAAAK!!!

-TAMAT GAJE-

Dua halaman! O.O

Cuma dua halamaaan!! XD

Gehaha, fic ini terinspirasi dari temen saya. Dia juga digituin sama guru loh!

Kira-kira cuma 30 menitan ngetik beginian, haha.

Un, ada yang bersedia mereview fic garing ini? :D