Disclaimer:

I do NOT own Eyeshield 21 and their characters, except for Takuma, Chiharu, Maria and Kanon (although they based from another anime)

Eyeshield 21 belongs to Riichiro Inagaki and Yusuke Murata.

Story belongs to me :).

Pairing:

Mamori X Hiruma, Sena X Suzuna, slight Suzuna X Riku and Yamato X Karin.

Don't like, Don't Read

[Neverending Dream] – chapter 1

"Beginning of My Dream"

"Anezaki!" panggil Hiruma.

Aku tetap mengacuhkannya, atau lebih tepatnya, tak menyadarinya. Aku terus menyusuri lapangan SMU Deimon yang bersalju.

Heh? Tunggu dulu. Hiruma-kun memanggilku Anezaki? Bukan 'Kuso Mane' seperti biasa? Aku pasti bermimpi.

"Hei, Anezaki sialan!" Oh, kali ini bahkan dengan embel-embel 'sialan' di belakangnya. Setidaknya itu masih namaku dan bukan 'Kuso Mane'. Tapi itu adalah satu dari ribuan tanda-tanda Hiruma mulai 'waras'. Pasti ada yang aneh, atau dia ada maunya.

Saat aku berusaha kabur, Hiruma-kun keburu menarik lenganku. Tentu saja, aku kaget setengah mati.

"A-Apa Hiruma-kun? Kenapa tiba-tiba…" jawabku, masih dengan wajah shock.

"Jadi setelah bilang begitu kau mau kabur?"

"Hah? Memangnya aku bilang apa?"

"Kau… lupa ya, Anezaki?" Suara Hiruma berubah. Bukan. Lebih tepatnya, itu memang BUKAN suaranya. Tapi aku mengenalnya. Suara ini sering sekali kudengar. Di mana ya? Kenapa suara ini ada dalam mimpiku?

"Hei, Anezaki?"

"…?"

Kurasakan tubuhku mulai merinding. Ada apa ini?

"KAU LUPA INI SEDANG DALAM PELAJARAN YA, ANEZAKI-SAN?"

Hah! Aku ingat sekarang. Itu suara Sakine-sensei, wali kelasku. Suaranya memang maskulin, tapi tetap saja bukan suara laki-laki. Dan biarpun dia perempuan, wujud marahnya mampu menyaingi Agon yang sedang mengamuk. Dan rupanya, tadi aku tertidur. Haah…

"Maaf, sensei. Saya… agak…" Pusing? Aku tak sempat melanjutkan kata-kataku. Niatku hanya cari alasan, tapi ternyata aku benar-benar pusing. Yang kuingat setelahnya, kepalaku terantuk lantai dan semua jadi gelap. Selain itu, yang kudengar hanya suara hujan.

…...

"Mamo-nee?"

"Suzuna? Kok jam segini kamu ada di sini?" tanyaku.

Wajar dong aku bertanya, Suzuna kan murid SMU Sukeito, dan ini masih jam pelajaran!

"Aku sudah bilang hari ini main ke sini 'kan?" kata Suzuna sambil tertawa dan menopang punggungku, membantuku bangun.

"Tapi ini 'kan masih jam sekolah!" jawabku. Aku ini anggota komite disiplin, jadi mana mungkin kubiarkan Suzuna bolos, walau dia bukan murid Deimon.

"Kalau soal Takuma, sudah kuserahkan ke Sena! Mamo-nee tenang saja!" jawab Suzuna lagi. Lha? Aku makin nggak mudeng dengan jawaban Suzuna.

"Takuma apa sih? Lagian kenapa…" Kupotong kalimatku sampai situ saat pintu kamarku terbuka sedikit.

Heh? Kamarku? Harusnya kan UKS! Tapi ini benar kamarku, dan aku betul-betul tidak mengerti kenapa bisa di sini.

"Hei cheer sialan, dia udah sadar?"

Aku melongo.

"Hiruma-kun! Ketuk pintu dulu dong kalau mau masuk! Lagipula ini 'kan kamar perempuan!" teriakku panik.

"Ng… You-nii, kayaknya Mamo-nee agak demam deh," jawab Suzuna sambil nyengir.

"Heh, sudah kebiasaanmu ya, kalau demam meracau yang nggak-nggak," kata Hiruma-kun sambil nyengir jahat, atau jahil ya? Yang jelas keren… Ups! Bukan saatnya mikirin itu!

Hiruma keluar kamar dan menutup pintu kamarku. Aku masih melongo. Kok bisa dia ada di sini?

"Duh, Mamo-nee memang aslinya pemalu ya!" kata Suzuna sambil memandangku.

"Siapapun pasti malu kalau ada cowok yang tiba-tiba masuk ke kamarnya, Suzuna-chan," jawabku sambil memerah.

"Biarpun itu suaminya sendiri?" tanya Suzuna dengan nada jahil.

"Ya. Biarpun itu suaminya sendiri," jawabku cepat, tanpa menyadari keberadaan kata 'SUAMI' di sana. HAAAAAAH?

"Ya ampun… makanya sampai sekarang kalian belum punya anak ya?" ledek Suzuna sambil berjalan keluar.

"Tung-Tunggu Suzuna-chan! Apa maksudnya ini? Kapan juga aku kawin –maksudku- nikah sama Hiruma-kun?" Pertanyaanku terus menyerbu Suzuna. Jujur, aku nggak inget pernah pacaran sama Hiruma apalagi sampai nikah sama dia. Dan tahu-tahu Suzuna bilang dia SUAMIku?

Suzuna menghampiriku dan memegang dahiku. "Nggak panas kok. Tapi Mamo-nee dari tadi kok aneh ya?" tanyanya dengan wajah cemas. Aku jadi merasa bersalah. Oke! Kalau begitu aku pura-pura linglung saja supaya tahu apa yang sebenarnya terjadi! Siapa tahu mereka cuma mengerjaiku!

"Ahahahaha! Aku habis mimpi aneh sih, jadi masih agak kepengaruh. Aku nggak apa-apa kok. Ahahahaha! Cuma bercanda…" jawabku, asal goblek.

Suzuna tersenyum simpul.

"Yaa! Sudah kuduga pasti Mamo-nee cuma akting! Oh iya, kalau sudah enakan cepat ke bawah ya! Yang lainnya menunggu buat makan siang!" Suzuna keluar dan selanjutnya, kudengar ia berlari menuruni tangga. Aku pun melongo dengan sukses.

A/N:

Horeee! Fanfic kedua-ku! XD *potong kue selamatan**bagi2 buat yg baca*

Maaf banget kalo garing yaah, namanya juga latihan!

Setelah ini masih banyak karakter lain yang nongol, so stay tune guys! *ini fanfic apa genFM?*

OK, tunggu chapter 2-nya ya! XDD

RnR please! XD

- Chara-chii -