Saat menunggu makanan yang mereka pesan, Naruto mendengar sebuah suara yang begitu familier ditelinganya, suara seseorang dari masa lalunya, suara dari orang yang ingin ia lupakan, orang itu adalah mantan kekasihnya Uchiha Sasuke. Pria tampan keturunan Uchiha itu adalah kekasih Naruto saat mereka masih duduk dibangku SMP, selain itu mereka juga bersahabat semenjak mereka kecil. Hubungan mereka kandas lantaran Sasuke berselingkuh dengan Haruno Sakura, yang juga teman sekelas mereka.

Naruto sangat kaget saat mendengar suara yang begitu familier ditempat ia berbulan madu bersama suaminya, Hatake Kakashi. Naruto bertambah kaget saat suaminya memanggil sang Uchiha muda tersebut untuk ikut makan siang bersama, " Hai, Sasuke, kemarilah!"

Saat ini ketiga orang tersebut sedang menikmati hidangan makan siang mereka, dapat dilihat kedekatan Kakashi dengan Sasuke, mereka mengobrol masalah ini dan itu, hingga topic pembicaraan mereka berganti, berganti dengan apa alasan mereka berada di pulau Uzugakure ini,

" Apa yang kau lakukan disini, Sasuke?" Kakashi bertanya pada Sasuke, yang tidak lain adalah rekan kerjanya didunia bisnis.

" Aku sedang dalam tugas, kau sendiri?" Sasuke menjawab sekenanya, kemudian membalikkan pertanyaan kepada Kakashi sembari melirik mantan kekasihnya yang tengah menikmati cumi asam manisnya dalam diam, ' Tidak biasanya si Dobe itu diam!' batin Sasuke.

" Kami berbukan madu," Kakashi menjawab sambil tersenyum, Naruto tetap diam, tetap menikmati makanannya, walau sambil menunduk, sedangkan Sasuke, ia syok, sangat syok malah, kenapa? Karena Sasuke baru kembali dari Perancis beberapa hari yang lalu, dan dia berencana untuk meminta maaf pada Naruto, dan meminta Naruto untuk kembali padanya lagi, tapi itu semua tinggal angan-angan, sang putri telah menemukan sang pangeran berkuda putih, dan Sasuke begitu menyesali apa yang dulu ia perbuat.

" Ne, Kakashi-kun, ayo kita lanjutkan lagi jalan-jalannya, aku sudah kenyang!" akhirnya sang putri mengeluarkan perintahnya, sang pangeran pun menyanggupi perintah dari sang putri, sedangkan apa yang pangeran malang itu lakukan?, dia hanya duduk sambil meratapi nasibnya.

" Baiklah Sasuke, kami pergi dulu," Kakashi mengucapkan salam sembari meletakkan uang untuk membayar makanan dan minuman yang telah ia dan istrinya makan, kemudia berjalan meninggalkan Sasuke diikuti oleh Naruto yang masih diam.

' Akan kubuat Naruto kembali padaku, apapun caranya!' batin Sasuke saat pasangan Hatake itu pergi meninggalkannya dalam kesendirian.

SASUKE INNER

Aku sungguh bodoh, aku meninggalkan wanita yang dulu sangat mencintaiku demi seorang wanita yang hanya membuatku menjadi seorang pecundang. Wanita itu hanya menjadikanku bahan taruhannya saja, dasar wanita brengsek. Bisa-bisanya aku tertipu oleh wajahnya yang tidak semanis Dobeku!, Dobeku?. Tidak, sekarang ia milik rekan bisnisku, Dobeku telah menikah dengan Pria lain. Pria yang merupakan rekan bisnisku. Aku tahu sudah terlambat untuk memintanya kembali secara baik-baik. Tapi aku akan terus berusaha untuk memilikinya. Walaupun aku harus menghallalkan segala cara, aku tidak perduli yang aku inginkan hanya Dobeku seorang.

Aku pasti bisa mendapatkannya kembali. Aku bisa membunuh mereka, kenapa aku tidak bisa merebut Dobeku dari Hatake? Aku bisa, ya aku pasti bisa. Dulu aku bisa menghabisi pasangan brengsek yang telah mempermainkanku dan membuatku kehilangan mentariku, pasangan itu adalah Sakura Haruno dan kekasihnya, Akasuna Sasori. Ku bunuh mereka secara tidak langsung. Kubuat itu layaknya kecelakaan biasa, kecelakaan dimalam hari dan didalangi oleh minuman keras. Jangan pernah sekalipun kalian membuat Uchiha marah, atau kalian akan mendapatkan balasan yang sangat mengerikan. Kalian belum tahu berhadapan dengan siapa?.

END OF SASUKE INNER

Naruto © Masashi Kishimoto

Life With Couple Ketsueki Kira Fahardika

Warning: Crack Pairing, KakaXFemNaru, OOC, Typo(s), gaje, abal, alur gag bener, singkat, dll

"Don't like, don't read, and don't Flame"

Naruto P.O.V

Hal yang paling aku takutkan terjadi, aku bertemu dengan Sasuke, orang yang tidak ingin ketemui, setidaknya untuk saat ini. Aku tidak tahu apakah aku masih mencintainya atau tidak? Bagaimanapun juga Sasuke adalah Cinta pertamaku. Temanku pernah bilang kalau Wanita akan menganggap cinta pertama mereka itu sebagai masa lalu. Sedangkan Pria akan memendam cinta pertama mereka didasar hati mereka. Apa aku bisa menganggap Sasuke hanya sebatas masa lalu? Sepertinya tidak! Sasuke terlalu penting untukku, walaupun ia pernah menyakitiku. Hingga sekarang rasa sakit itu masih ada, tapi sudah sedikit berkurang karena Kakashi. Ya, Kakashi, suamiku, aku bingung, aku berada dalam dilema yang sangat besar. Huft…!

" Hei, apa yang kau lamunkan?" Suara Kakashi mengagetkanku, akupun baru sadar selama kami berjalan – jalan aku hanya melamun, Huft…. Apa yang harus aku katakan pada Kakashi? Aku bingung.

" Hehehe…. Tidak kog, aku hanya sedang memikirkan oleh – oleh apa yang akan aku berikan kepada sahabat - sahabatku, terutama Gaara," jawabku sambil nyengir. Kulihat ia tersenyum. Kurasa ia cukup puas dengan jawabanku.

" Baiklah, besok kita belanja oleh – oleh, sekaligus jalan - jalan, bagaimana?" Kakashi memberikan idenya sembari mengacak – acak rambut pirangku.

" Baiklah, tapi jangan acak - acak rambutku, kan berantakan!" kusetujui idenya, dan kuprotes apa yang ia lakukan pada rambutku. Kulihat ia hanya tersenyum menanggapi rajukanku.

.

Skip Time

.

Masa bulan madu kami akan berakhir besok malam, dan selama itu aku belum bertemu Sasuke lagi. Kuharap aku tak akan bertemu dengan dia lagi. Sekedar info, kurasa aku benar-benar sudah jatuh cinta kepada Kakashi. Selama ini ia selalu berada disisiku. Kami memang baru saja menikah, tapi kalau cinta mau gimana lagi? Kuharap Kakashi juga mempunyai perasaan yang sama terhadapku.

Aku sudah membelikan oleh - oleh untuk keluarga dan teman - temanku. Aku membelikan Gaara —sepupuku— sebuah boneka panda dan racoon yang sangat imut, sangat cocok untuknya. Aku tak sabar untuk segera pulang kerumah dan bertemu dengan mereka semua.

Kakashi baru saja selesai mandi dan ia menanyaiku yang saat ini sedang duduk dikasur sembari membaca majalah fashion, " Kau belum tidur?" kujawab dengan gelengan kecil, kutahu ia paham akan maksuku itu. " Sebaiknya kau segera tidur, besok kita pulang, jadi persiapkan dirimu!" lanjutnya. Kujawab dengan anggukan yang dibarengi dengan kata 'baiklah'.

" Kakashi," panggilku, ia menolehkan wajah tampannya padaku, kuyakin pipiku saat ini tengah bersemu merah.

" Ada apa?"

" Tidak, sebaiknya kau juga segera tidur,"

" Baiklah," ia berjalan kearah ranjang dan mulai membaringkan badannya tepat disebelahku. Jantungku berdetak tak karuan, kuharap Kakashi tidak menyadarinya.

.

.

Hari ini bulan maduku berakhir, artinya aku akan segera bertemu dengan teman – temanku. Aku sudah tak sabar. Ngomong – omong dimana Kakashi ya? Dari tadi ia tidak kelihatan. Apa ia sedang mandi ya? Mungkin. Sebaiknya aku pesan sarapan saja, aku malas turun ke café.

" Kakashi, kau sudah selesai mandi?" aku bertanya pada suamiku yang baru saja keluar dari kamar mandi, apa yang ia pakai itu? Oh Tuhan, kuharap pipiku tidak terlalu merona. Sungguh ia sangat sexy saat ini.

" Hm, sebaiknya kau juga segera mandi, lalu kita sarapan."

" Ano, Kakashi," panggilku, ia menoleh padaku, seolah mengatakan 'ada apa?' . " Aku sudah pesan sarapan, jadi kita sarapannya dikamar saja. Tak apa kan?" lanjutku.

" Taka pa, aku juga malas kalau harus ke Café."

" Baiklah, aku mandi dulu!"

Naruto P.O.V END

.

.

Kakashi P.O.V

" Baiklah, aku mandi dulu!" ucap Naruto sembari melangkah menju Kamar mandi. Kalau aku tak salah lihat, aku tadi melihat rona merah dipipinya. Apa ia mulai menyukaiku? Kuharap juga begitu. Aku suka wajahnya saat sedang merona seperti tadi, kawai ne.

Usai kuganti bajuku, aku mendengar bel pintu berbunyi [1]. Mungkin Office Boy atau lebih populer dengan nama OB, yang mengantarkan sarapan kami.

" Benar ini kamar Ny. Hatake Naruto?" Tanya seorang pria yang berpakaian layaknya seorang kurir.

" Iya, aku suaminya. Ada apa ya?"

" Begini Tuan Hatake, ada paket untuk Istri anda. Ini paketnya." Jawabnya sembari menyerahkan kotak kecil berwarna orange cerah dengan pita berwarna biru donker diatasnya. " Dan silahkan anda tanda tangani bukti penerimaan ini!" lanjutnya.

" Disini?" tanyaku memastikan dimana aku harus menandatanganinya. " Siapa pengimnya?" tanyaku penasaran.

" Beliau mengatakan, kalau beliau adalah sahabat Ny. Naruto. Saya juga kurang tahu." Jawabnya. " Kalau begitu, permisi tuan,"

.

Saat kami selesai menyantap sarapan kami, ku berikan kado yang tadi diberikan oleh Kurir pada Naruto. Kulihat ia kaget, tapi ia tetap menerimanya.

" TTTIIIDDDAAAKKK!" suara teriakan Naruto mengagetkanku, kenapa ia berteriak?, padahal ia hanya membuka bingkisan dari kurir tadi.

" Naru, ada apa?"

" Li- li- hat i- i- ni," ucapnya terbata – bata sembari menyerahkan secarik kertas kepadaku, kubaca apa isi dari surat itu. Mataku terbelalak karena membaca pesan itu.

.

Dear my beloved Naruto,

Aku akan selalu mencintaimu, walaupun kau telah menikah.

Aku akan memastikan kau hanya akan menjadi milikku,

Apapun caranya, akan ku buat kau menjadi milikku,

Walaupun aku harus mengotori tanganku dengan darah suamimu,

Apapun akan aku lakukan, asalkan kau kembali padaku.

Aku Akan Selalu Mencintaimu Naruto-KU!

From: P.T

.

.

Skip Time

.

" Sudah, kita akan mencari tahu siapa pemilik surat kaleng tadi. Sekarang lebih baik kau tidur!"

" Tapi aku takut." Jawabnya sambil menangis.

" Cup cup, tenang, aku tidak akan meninggalkanmu." Ucapku menenangkannya, sembari mengelus – elus rambutnya. Kurasa cukup berhasil, buktinya tangisannya berhenti. Tapi aku penasaran, siapa pengirim surat kaleng itu? Ia terlalu pandai, ia menyewa seseorang untuk berpura – pura menjadi kurir, bahkan ia juga menggunakan agen pengiriman barang yang terkenal di Jepang.

.

Sebentar lagi kami tiba di Konoha, aku ingin segera memberitahukan masalah ini kepada keluarga kami. Aku tak mungkin menyimpan in sendirian, terlalu berbahaya. Dan semakin banyak yang tahu, semakain mudah aku menemukan pengirim surat kaleng tadi.

Aku heran, apa dia tidak tahu tentang cinta Platonis[2], sepertinya ia tidak tahu. Kalau ia tahu ia tidak akan mengirimkan surat kaleng yang berisi ancaman seperti tadi. Jujur saja, aku sedikit takut. Ia akan melakukan apapun asalkan Naruto menjadi miliknya. Termasuk membunuhku. Sudahlah, kuharap Tuhan menyertai kami. Amin.

.

.

.

Keterangan:

[1] Kira gag pernah nginep dihotel, jadi maklum aja kalau ngawur tadi.

[2] Cinta Platonis : Cinta tak harus memiliki.

.

.

.

A/N:

Sebenarnya mau dipublis tanggal 15, saat Kakashi Birthday. Tapi mau gimana lagi, tugas dikelas 3 menumpuk. Hah… derita menjadi siswa kelas 3 itu tiada hari tanpa tugas….

Bagi yang punya Twitter, Follow Kira ya…. Nannti mention minta Follow, baru di Follow back… ^^. Nama akunnya naepoppo.

Happy B'day Kakashi, maaf telat

.

.

.

Silahkan tinggalkan kritik dan saran.

Caranya klik tulisan dibawah ini…

I

I

V