Aneh memang, tapi silakan menikmati! ;D

Chapter 1: Bosaaaaann...


Setelah melakukan petualangan mengundang maut dan mengalahkan Rishi dengan segenap kekuatan, Noah berhasil kembali ke Eden village yang asli. Tapi apakah dia sudah merasa cukup? Ternyata kehidupan yang damai seperti di Eden village itu juga bisa membuat Noah bosan saking damainya. Malahan dia merindukan masa-masanya yang hampir mati karena sering berjibaku dengan berbagai monster kuat! Dia bisa seperti itu karena bosan tidak ada kerjaan yang bisa di lakukan. Habis selama petualangan waktunya habis dipakai untuk menjelajai berbagai tempat, melawan macam-macam monster, menangkap kura-kura, belanja ini-itu, gonta ganti senjata, mecahin teka-teki yang hampir berhasil bikin kepala dia meledak (kalau batu berjalan malah bikin merinding. Nggak tau kenapa), bertemu macam-macam orang, dan saat tiba-tiba menghadapi kehidupan damai, dia nggak tau harus apa.

"AAAAHHHH…. Bosaaaaaa…..nnn…" kata Noah sambil sibuk guling-guling di kasurnya dan sesekali nutupin wajahnya pake bantal. "Nggak ada kerjaan, nih…! Mau main juga ngga ada temen… ! Jean main panah mulu, Dogan baca buku mulu, Fierro kejauhan, Downey flirting sama Princess mulu, aaahhh….!"

Saat Noah lagi frustasi sendiri, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahnya. Noah yang tadi sibuk ngomel-ngomel sambil guling-guling pun mendadak bangun dan berjalan menuju pintu rumahnya itu.

"Siapa?" tanya Noah sebelum buka pintu. Karena siapa tau aja orang yang mengetuk pintunya itu orang jahat.

"Udahlah! Bukain aja!" Kata orang yang mengetuk pintu rumah Noah itu. Ternyata suaranya suara perempuan!

"Josefine?" Tanya Noah sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Bukan! Ini Elvira! Udahlah! Ayo buka!" Ternyata perempuan yang mengetuk pintu rumah Noah itu perempuan galak. Karena Noah takut kalau dia semakin lama menahan perempuan itu di luar malah membuat perempuan itu semakin marah,akhirnya Noah pun membukakan pintunya. Dan yang mengetuk pintu rumahnya itu memang anak perempuan.

Tapi bukan Josefine.

Bukan juga Elvira. (Noah langsung menarik napas lega waktu tau ternyata yang mengetuk pintu rumahnya itu bukan si Ratu Vampir)

Bukan Corine. (Downey pasti marah kalau tau Noah main-main sama adiknya––emang itu beneran adiknya, ya?)

Dan bukan juga Reinade. (Saat bagian ini, baru Noah kecewa bukan main)

Tapi seorang anak perempuan berambut hitam yang pakai baju aneh mirip penyihir.

"Lho?" Noah tampak bingung. Dia memang belum pernah melihat anak perempuan itu sebelumnya. "Siapa yaa?"

"Iiih! Bukain pintu aja lama banget! Nggak sopan tau sama tamu kaya gitu!" si anak perempuan itu malah ngomel-ngomel nggak jelas.

"Lho? Aku ngga ingat ngundang kamu ke sini?" Noah juga balik ngomel-ngomel. "Lagian jangan ganti pembicaraan, ya! Kamu siapa?"

Si anak perempuan itu mengibaskan rambutnya sekali setelah itu bergaya lagaknya model (Padahal bukan. Seriusan dah! Nggak banget!) "Aku Springbirth." Katanya.

Springbirth? Kata Noah dalam hati. Namanya aneh banget! Jelek! Seriusan deh! ––"O, oh… Springbirth, ya? Nama yang bagus… (^_^;)" Noah terpaksa bohong soalnya takut dimarahin sama anak perempuan yang dari tampangnya aja udah keliatan galak. "Tapi ada perlu apa kamu ke sini?"

"Aku lagi enak-enak tidur di dunia lain tiba-tiba ngedenger kamu menggerutu frustasi nggak jelas!" Jelas Springbirth. "Makanya aku keganggu banget dan pengen tau masalah kamu tuh apa. Biar aku bisa tidur nyenyak lagi ntar."

"OOoohh…" Noah menganggukkan kepalanya. "Jadi aku boleh curhat, nih?"

Springbirth ngangguk-ngangguk.

"Oke." Noah siap-siap bercerita. "Sekarang itu aku lagi bosen di rumah. Nggak ada kerjaan! Rumahku udah tiap hari aku bersihin sampai nggak ada lagi secuil debu yang bisa dibersihin!(Wah, hebat). Itu bikin aku bosen! Dan teman-temanku pada punya kerjaan semua! Jadi aku males gitu nggak ngapa-ngapain."

Waktu Noah selesai bercerita, Springbirth melongok sedikit ke dalam rumah Noah. Untuk membuktikan apakah benar Noah nggak punya kerjaan. Dan setelah anak perempuan lancang itu melongok, ternyata rumah Noah emang super bersih! Di pojokan rumahnya nggak ada debu, tempat tidurnya rapiiiii… banget! Bajunya pada digantungin semua dan nggak ada satupun yang kotor, atap yang bocor dan lantai yang rusak udah dibetulin, masakan juga udah jadi, Wah! Pokoknya untuk ukuran cowok, Noah udah kelewat rajin.

"Hmm…" Springbirth menaruh jarinya di dagu (pose berpikir). Ternyata orang rajin juga punya masalah, ya? Pikirnya. "Ya udah. Gini aja. Aku akan bantu kamu ngilangin rasa bosen itu. Tapi untuk bayarannya, kamu nggak boleh menggerutu lagi solanya berisik banget!"

"Oke, oke, oke!" Noah ngangguk-ngangguk semangat. "Kita mau ngapain, nih?"

Springbirth menampakan senyum jahil. "Liat aja nanti." Katanya yang kemudian mengeluarkan sebuah tongkat sihir dan mengucapkan sepetah dua patah mantera. Tiba-tiba ada cahaya yang muncul dari tongkat itu dan membuat Springbirth (juga Noah) lenyap secara misterius.

Kira-kira, ke manakah mereka pergi…?


Jangan lupa untuk baca chapter 2 ya! Coming Soon... ;D