Ni hao ma!

Maafkan saya atas keterlambatan dalam pengapdetan fic satu ini. Padahal udah nunggu-nunggu ya?*pedetege* ya, sebenernya ide cerita udah ada sih, tapi gimana lagi atuh, Hokage! Saya gak dapet waktu luang buat ngetik.

Dan…dan…Sasori dibangkitin lagi sama Kabuto! Tapi, tapi, tapi, kenapa Sasori jadi jelek? Deidara apalagi. Kakuzu? Jangan ditanya deh! Itachi…kamu tetap ganteng luar biasa! XDD

Akatsuki: "Huuuuuuu…."*ngelemparin kuda ke Ui*

Haduh, tapi saya belom liat Itachi nich! Mudah-mudahan kali ini Sasuke mati deh!

Kabuto:*nongol* "Terus bakalan gue hidupin lagi deh! wkwkwkwkwk"

Jiaaah, kalo gini caranya gak bakalan ada habisnya tuh! Lagian, MasKish demen banget nyiksa pembaca [baca: saya]. Malah nyeritain Zetsu yang beranak pinak lagi. =_="

Sasori: "Please, deh cuy! Ini ceritanya mau dimulai gak sih?"

Oh, ok ok. Sepertinya Sasori udah gak kuat buat dinistai! Jadi…kita mulai aja yap!


Disclaimer : Yang punya chara-chara Naruto yaitu Masashi Kishimoto.

Chara : Duda beranak satu yang punya wajah baby face!

Sasori: "Gustiiii…itu fitnah!"

AU lagi ya? Gaje abis, OOC sekaleee dah! Sedikit cuplikan yang diambil dari film 'Happy Ghost 3'. Oh, iya. Di sini pairingnya SasoxSaku. Yang gak suka, paksain aja buat baca! Hehe..

So, Happy Reading, Minna-san~

Just For Fun!


.

.

Di gurun pasir ini, terlihatlah dua orang manusia, atau tepatnya sepasang kekasih.

Sang pemuda berambut merah bernama Sasori yang dalam fanfic ini disebutkan berumur dua puluh tahun itu, sedang tertidur lelap dengan kepala berbantalkan paha kekasihnya.

Kebayang gak sih, tiduran di tengah gurun pasir?

Dan sang gadis yang berambut soft pink [baca: Author yang lagi pake wig warna pink] dengan lembutnya mengusap-usap rambut Sasori dan sesekali menempelkan jepitan rambut di sana.

"Sakura?" Sasori berucap dengan mata masih terpejam.

"Hm?"

"Kau cantik!" ucapnya lagi.

Kontan saja wajah sang gadis merona. "Ah, kau ini memang gembel eh- maksudku gombal!" balas Sakura malu-malu.

"Hei, aku ini serius!" Sasori bangkit dari posisinya dan memandang ke arah Sakura.

"Tentu saja. Kalau kau bercanda, aku tonjok kau!" Sakura sudah menunjukkan kepalan tinjunya.

Sasori kembali merebahkan kepalanya di paha Sakura. "Aku tidak bercanda, Sakura. Masa kamu tidak bisa merasakan getaran cintaku ini sih?" Sasori berkata dan langsung mendapat cubitan dari Sakura di hidungnya.

"Haaah…" Sakura menghela nafas. "Aku sudah bosan dipermainkan laki-laki terus!" keluh Sakura.

"Aku juga sudah bosan mempermainkan wanita terus!"

"APA?"

"Err, ma..maksudku dipermainkan wanita, iya dipermainkan wanita!" Sasori tertawa panik. Hampir saja dia dicekik tadi.

"Jangan bercanda terus ah!" cemberut, Sakura mulai menyilangkan kedua tangannya.

Si Akasuna kembali bangun dan langsung meraih pundak si Haruno. O-oke kata-kata ini emang gak enak banget!

"Jangan cemberut kayak gitu ah! Jelek tau!"

Sasori memutar Sakura berhadapan dengannya. Perlahan, Sasori mulai dengan debutnya sebagai laki-laki sejati. Memejamkan matanya, Sasori semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Sakura.

"GYAAAA…KAU MAU APA SASORIIIII!"

Plak! Plak! Plak!

Sasori membuka kedua matanya. Membiaskan pandangannya. Bertatapan langsung dengan seorang wanita yang dia tindih di bawah tubuhnya. Hah? Kemana perginya rambut merah muda Sakura? Terlebih lagi, sakura-nya kenapa jadi peot beginiiii?

Jepret!

Sasori langsung tersadar.

Ini sih bukan Sakura! Tapi Nenek Chiyo!

"Nenek ngapain ada di bawah tubuhku, hah?" bentak Sasori misuh-misuh dan langsung bangkit dari posisi ajipnya ini. Kesal karena adegan barusan itu hanyalah mimpi.

Sang Nenek balas menatap tajam seolah mengatakan 'Inget, Sas! Semalem tuh kamu tidur sama siapa!' 0_0

Ya, enggaklah! Masa Nenek Chiyo ngomong kayak gitu.

"Dasar cucu kurang ajar! Nenek ini mau membangunkanmu untuk pergi kuliah. Tapi kau malah menarik Nenek terus monyong-monyongin bibir kamu ke Nenek!" jelas Nenek Chiyo sambil menoyor Sasori. "Mimpi apa aku semalam, Kami-sama," gumamnya.

Sasori menutup mulutnya. Hampir saja dia akan mencium Neneknya. Sasori berterima kasih pada Nenek Chiyo yang telah menampar dan menyadarkannya dari kekhilafan Sasori yang paling buruk.

Kalau dicium sama Nenek Chiyo, bibirnya yang tipis ini bisa robek! Nenek Chiyo kan gusi semua. To-tolong jangan dibayangkan! Teriak Sasori uring-uringan.

"Cepetan mandi!" bentak Nenek Chiyo yang dengan beringasnya menendang bokong Sasori. Sasori yang menggerutu sebal langsung menyambar handuk dan masuk ke kamar mandinya.

Dia tidak sadar kalau di depan pintu kamarnya, Kankuro dan Temari yang tengah tertawa cekikikan dan Gaara yang masih tidak menampilakan ekspresi berarti di wajahnya.

"Hmph!" Temari menutup mulutnya sendiri, berusaha menahan tawa.

"Ternyata ya, Sasori Nii-san kayak gini! Masa Nenek sendiri mau diembat juga!" ujar Kankuro sambil memperhatikan hasil bidikkannya di ponsel. Dia berencana akan menyebarluaskan foto ini di internet dengan nama 'Cucu Bejat!'.

Tunggu sampai warga Suna tahu foto skandal ini. Pasti harkat dan martabat pemuda yang udah santer karena kecuteannya seantero Suna itu, langsung mental seperti bola!


Sasori terlihat sedang merapikan kemeja yang dikenakannya di depan cermin. Hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, berkacak pinggang, terus saja dilakukan oleh Sasori. Menatap begitu pantasnya kemeja ini di tubuhnya. Ini adalah kemeja pemberian dari Sakura, kembang desa Konohagakure.

Hari ini mereka akan kencan sambil nonton di bioskop Suna. Katanya ada film bagus bergenre Horror/Religi berjudul 'Pocong Berkalung Sorban' yang terbukti secara klinis meningkatkan iman dan takwa sebesar 78% dan merupakan film yang sedang gencar-gencarnya dibicarakan di industri perfilman dunia.

"Sentuhan terakhir," ucap Sasori sambil memakaikan maskara ke bulu matanya. Sekarang kita tahu bulu mata lentik itu hasil dari mana.

Dan beres.

Sasori langsung berlari riang keluar kamar dan menuruni tangga rumahnya. Melewati Kankuro yang sedang makan gorengan yang diacuhkannya sama sekali.

"Nii-san mau kemana?" tanya Kankuro. Habisnya bau parfum sih!

"Ada deh!" jawab Sasori sekenanya. Dia berjalan ke garasi rumah dan langsung menyalakan mobil butut miliknya. Butut-butut juga yang penting punya deh!


Sepanjang jalan Sasori bersiul-siul riang. Memikirkan beberapa taktik jitu menggaet hati Sakura. Gila ya, Sasori beruntung sekali mendapatkan lele bangkok macem Sakura.

Tapi jangan terlalu senang dulu. Tetap tenang dan tenang.

Dan…

"Mas, Mas!" seorang laki-laki paruh baya berlari mencegat di depan mobilnya. Otomatis Sasori langsung mengerem mendadak.

Laki-laki berjanggut (Asuma, 30) itu langsung mengetuk-ngetuk kaca mobil Sasori. Dengan berat hati Sasori membukakannya.

"Ada apa, pak?" tanya Sasori langsung.

"To-tolong isteri saya, Mas!" ucapnya panik. "Isteri saya mau melahirkan!" tunjuknya pada seorang wanita berambut hitam (Kurenai, 28) yang dipapah seorang wanita mendekat ke arahnya.

"Tolong antarkan isteri saya ke RS. Suna!" dengan cepat, laki-laki bernama Asuma itu langsung membuka pintu belakang mobil Sasori dan mendudukkan Kurenai di sana. Asuma juga duduk di sebelahnya.

"Ta-tapi! Aku ada kencan dengan pacarku hari ini!" ujar Sasori sedikit sebal. Belum juga diberi izin numpang, udah naik duluan ke mobil.

"Tolonglah~" pinta Asuma dengan mata berkaca-kaca. "Tidak ada taxi yang lewat di jalan ini," katanya lagi.

"Tsk!' Sasori mendecih sambil mengusap wajahnya. "Iya, iya!" akhirnya dia melajukan kembali mobilnya.


"Aduh, tolong lebih cepat lagi!" protes Asuma gusar. Ingin rasanya cepat-cepat sampai. Tidak tahan melihat Kurenai yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya.

"Cerewet! Ini sudah yang paling cepat, tau!" balas Sasori. Udah numpang, protes lagi! Menyebalkan!

"LEBIH CEPAT LAGIII NYETIRNYAAA!" Kurenai dengan beringasnya menjambak-jambak rambut Sasori dari belakang. Sasori yang dijambak-jambak jadi tidak konsen menyetir. Sementara Asuma yang kewalahan, langsung menahan Kurenai ngamuk. "Su-sudah, Ma!" rajuknya.

Sasori menoleh ke belakang dengan kesalnya. "Kalau kau menjambakku lagi, ku turunkan di sini loh!" ancamnya.

Kembali menyetir, Sasori fokus lagi pada jalan di depannya.

"Akhirnya sampai juga, Ma!" Asuma menghela nafas ketika Sasori memasuki area parkir di RS. Suna.

"Cepat turun!" suruh Sasori.

"Ano...tolong dibantu, saya tidak bisa melakukannya sendiri," ujar Asuma sambil membuka pintu mobil.

"Ya, ampuuun…" Sasori mengacak-acak rambutnya sendiri. Dengan ogah-ogahan, Sasori turun dari mobil dan memapah Kurenai.

"Tolong masuk duluan, saya mau membeli rokok sebentar di warung sana!" Asuma menitipkan Kurenai dan langsung berlari pergi.

"WOY!" Sasori menatap Asuma dendam. Menghela nafas pasrah, dia memapah Kurenai yang terus-terusan meringis memasuki RS. Suna.

"Tolong…ini dibantu," lirih Sasori saat memasuki pintu Rumah Sakit.

Dengan sigap, perawat-perawat di sana langsung berlari menghampiri Sasori yang membawa Kurenai. Dan Kurenai langsung diangkat ke atas ranjang.

"Sudah ya!" Sasori melambaikan tangannya.

Tapi Kurenai malah menarik kemejanya dengan sangat erat. "PAPA JANGAN PERGI NINGGALIN MAMA!" teriak Kurenai. Semua mata langsung tertuju pada Sasori.

"Bu..bukan! Aku ini bukan suaminya!" Sasori menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini fitnah!

Para perawat tersebut langsung berlarian membawa Kurenai ke ruang persalinan – dengan Sasori yang terbawa lari karena kemejanya masih dicengkaram oleh Kurenai.

"Aduh, tolong lepaskan! Aku ada janji kencan dengan pacarku!" ujar Sasori yang langsung mendapatkan tatapan 'Dasar suami kurang ajar! Istri mau ngelahirin juga!' dari para perawat.

"PAPA, SAKIT!" Kurenai menjerit dan dengan tragisnya kemeja Sasori jadi korban. Sobek di bagian dada.

"Ah, ini kan pemberian dari pacarku!" lirihnya sedih. Para perawat hanya tersenyum sinis. Itulah balasan untuk suami yang kurang ajar!


Sakura manyun gak karuan. Ia menyobek-nyobek tiket filmnya kemudian menelannya. Melihat siluet pamuda berambut merah, Sakura mulai menjauh pergi.

"Sakura, tunggu!" Sasori menahan tangan Sakura untuk pergi.

"Kamu gila! Aku udah nungguin kamu sampe lumutan kayak gini!" Sakura mencak-mencak.

Sasori meringis. "Maaf, Sakura!"

Tak sengaja mata Sakura tertuju ke arah kemeja pemberiannya yang dipakai oleh Sasori. "Ini kenapa bisa sobek gini?"

"Makanya dengarkan aku dulu, Sakura!" pinta Sasori. "Tadi tuh aku nganterin wanita yang mau ngelahirin-"

Sakura terbelalak. "Jadi kau sudah punya isteri!" jeritnya.

"Bu…bukan!" Sasori gelagapan. "Dia ibu-ibu yang aku temui di jalan-"

"ALASAN!" potong Sakura cepat. "Hatiku ini udah hancur berkeping-keping tau!"

"Kamu hepatitis, Sak?" tanya Sasori gak nyambung.

"Da-dasar!" cepat-cepat Sakura menimpuk kepala Sasori dengan tas yang dibawanya, lalu berlari pergi.

"Sakura…Sakura…"


Seminggu kemudian, tak sengaja Sasori melihat Sakura berjalan beriringan dengan pemuda berambut hitam, berambut kuning dan berambut perak.

Hidup memang penuh warna.

Hati Sasori langsung menceos. Baru seminggu tidak bertemu, Sakura-nya sudah menggaet pria lain. Tiga pria sekaligus lagi!

Gimana gak hancur ntu hati?

.

"Huuuhuuu…"

Akasuna no Sasori, dua puluh tahun, sedang menangisi nasibnya yang tragis. Dikhianati!

Dia sudah naik ke kursi yang diletakkan di atas kandang si Shukaku [ayam jago piaraan si Gaara]. Kemudian meraih tali yang sengaja ia ikat di pohon yang sejajar dengan kandang si Shukaku.

"Aku gak mau hidup lagi!" gumam Sasori yang saat ini tengah memasukkan kepalanya ke tali yang sengaja dibuat pas untuk gantung diri.

"Padahal kan aku mau ngajakkin Sakura nikah!" teriaknya.

"Kau mau apa, Sasori?" bentak seorang gadis yang berlari ke arahnya.

"S...Sakura?"

"Kamu ini apa-apaan sih!" teriaknya. "Ngapain mau bunuh diri segala?"

"Habisnya…kau tidak mau mendengarkan penjelasan dariku dulu!" teriak Sasori frustasi. "Aku kan gak sengaja waktu itu!" suaranya mulai parau. "Please, kasih aku kesempatan terakhir~" lirih Sasori.

Sakura tetap memandang Sasori dalam diam. "Kamu jangan kayak gini, Sas! Cepet turun! Nanti aku kasih boneka!" rajuk Sakura.

"Gak mau sebelum kau kembali jadi pacarku!"

Ngancem nih ceritanya?

Sakura menghela nafasnya. 'Padahal kan aku cinta sama Sasuke. Terus sebenernya aku juga suka sama Naruto. Kakashi sensei juga ternyata lumayan oke juga. Lee…dia ngejar-ngejar aku terus. Gaara juga cool banget! Haduh, gimana nich!' Sakura mulai perang batin.

Dan Sakura kembali berpikir. 'Tapi…Sasori itu…mubadzir kalo dibuang!' innernya.

"Sasori, Sasori!" panggilnya. Sasori menatap Sakura dari atas. "Aku beri kamu satu kesempatan lagi!" ujarnya sambil tersenyum manis.

Sasori rasanya tidak percaya mendengarnya. "Be..beneran nih, Sakura?" tanyanya yang mendapatkan anggukkan mantap dari Sakura.

"Makanya kau cepat turun dari situ! Ngeri tau!" kata Sakura.

"I-iya!" kata Sasori semangat.

Tapi tiba-tiba saja datanglah Nenek Chiyo dari belakang. "Dasar Sasori! Nenek cari-cari kursi Nenek, rupanya kau yang bawa ya!" katanya sambil menarik kursi yang sedang dinaiki Sasori tersebut, kemudian melangkah pergi begitu saja.

Bret!

Dan tebaklah sendiri apa yang terjadi pada Sasori.

Mata Sakura terbelalak lebar. Sambil menutup mulutnya, Sakura berlari ke arah Sasori yang tergantung dengan tragisnya dengan lidah menjulur keluar.

"SASORIIII…"

Ya, hidup yang menyedihkan…

-Fin-


Kata Ui:

Ampun buat fans Sasori, dia super nista kayak gini. DX

Gantung diri gak sengaja itu saya ambil pas denger berita di tv gitu. Anak-anak berumur berapa~ gitu saya lupa, lagi main gantung diri-gantung dirian di atas kandang ayam. Gila ya, permainan anak-anak jaman sekarang tuh pada aneh-aneh!=_=" Nah, gak sengaja ntu kandang ayam roboh, terus si anaknya…ya gitu deh!

Ngomong-ngomong, si Kurenai udah ngelahirin belum sih? Perasaan dia hamilnya lama banget. Udah sekitar…satu tahun lebih gitu ya? Jangan-jangan ntu anak jenggotan di dalem perut lagi! Hahaha…ketawa dong, Sasori! Ini kan lucu banget! XD

Sasori: "Dasar gila!"

Sasori kok ngomongnya kayak gitu sih? Inget, Sas! Semalem tuh kamu tidur sama siapa!*nyerempet-nyerempet*

Sasori: "Apaan sih kata-katanya itu mulu. Orang tidur sama bantal sama guling kok!"

Okidoki, buat fans-nya Deidara…mana FANS-NYA DEIDARA!*nunjuk Deidara FC pake mikrofon*

Amrozi: "Saya! Saya!"

Noordin: "Ane juga ngefans dah!"

Next chap giliran dia ya~ :D

Thanks banget buat yang udah baca. Terutama yang review, ai..ai..aishiteruuuu~*alaybangetgue*

Ciao!