Wokey~ seperti yang saya janjikan sebelumnya, saya akan meng-clear-kan semua-semua yang masih misteri yang belum terjawab sampe sekarang~~~ Author's note ini bisa dibilang SANGAT sulit dimengerti. Kalo merasa nggak sanggup baca, saya sarankan anda jangan baca daripada ntar anda malah tepar sendiri karena bingung...

Saya mulai dair poin pertama, yaitu:

ANALOGI atau PENGGAMBARAN CHARACTER

Wewww... benernya saya merasa ini udah lumayan jelas banget~~ apakah perlu di bicarakan lageee? Yahhh... nggak apa deh... kali ini akan saya pertajam dan perjelas lagi analoginya supaya cerita ini jadi clear dan sodara nggak perlu meraba2 lagi~~~

1. The Beloved

Saya akan mulai dari character yang POVnya paling guampang dibuat, paling simple, dan paling nggak neko2... Yups, si Yangmei. Seperti yang saya omong di chap sebelumnya, Yangmei itu analogi (ato tepatnya: personifikasi) dari semua orang berdosa. Astaga... saya sampe ngomong lagi, dah~ bener2 ini nggak efisien kalimat... Wokey, tapi lebih lanjut lagi, berhubung Yangmei akhirnya nggak terus-terusan jadi Dark Yangmei dan suatu saat dia berubah, Yangmei nggak serta merta sebagai analogi orang berdosa, tapi orang berdosa yang diselamatkan dan percaya! Analogi ini mengisahkan tentang orang berdosa tuh bener2 bobrok hidupnya meski mungkin nggak membunuh dan sekejam Yangmei getu. Tapi balik lagi bahwa yang namanya darkness ya darkness, nggak bisa berubah jadi light.

Lebih lanjut lagi, adalah Yangmei yang satu lagi, yang dipanggil Tai Yin. Nah, si Yangmei kan merupakan analogi atawa perandaian dari umat pilihan Tuhan yang udah diselamatkan, ditebus, dan percaya dalam nama Yesus Kristus. Trus, siapakah chara nggak jelas orientasinya yang dipanggil Tai Yin ini? Di sini ada 2 intepretasi, terserah mau pilih yang mana: (1) Sementara Yangmei itu lebih merupakan penggambaran dari: umat pilihan Tuhan di Perjanjian Baru; Tai Yin itu lebih merupakan penggambaran dari: umat pilihan Tuhan di Perjanjian Lama (Apa itu Perjanjian Lama (Old Testament) dan Perjanjian Baru (New Testament)? Silahkan buka Alkitab~). (2) Sementara Yangmei itu lebih merupakan penggambaran dari: orang-orang percaya yang beriman pada Tuhan Yesus sesudah Tuhan Yesus datang ke dunia; Tai Yin itu orang-orang percaya yang beriman pada Tuhan Yesus sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia. Hmmm... benernya poin pertama dan kedua nggak terlalu beda... ==a

Kalo digabungkan, benernya baik Yangmei maupun Tai Yin ini sama2 menggambarkan tentang umat pilihan Tuhan yang percaya dan diselamatkan. Di dalam Kitab Wahyu 19:7-9, umat pilihan Tuhan digambarkan sebagai mempelai wanita (sementara Tuhan (tertulis 'Anak Domba') digambarkan sebagai mempelai pria. Ini akan saya jelaskan lebih lanjut sesaat lagi~) Nah, inilah sebabnya dalam cerita ini, saya menggambarkan hubungan Yangmei dan Lu Xun seperti sepasang kekasih getu~

2. The Hero

Lebih spesifiknya, bisa dibilang posisinya dalam Stock Character (versi mbah Wiki) adalah sebagai Christ Figure. Apa iti Christ Figure? Menurut mbah Wiki, Christ Figure adalah: "...a spiritual or prophetic character who parallels Jesus..."

Nah, anda pasti tahu sekarang membicarakan tentang character siapa. Saya udah ngomong ini dari tadi. Yups, di sini Lu Xun itu Christ Figure sebagai penggambaran dari Tuhan Yesus. Yups, di sini dia kayak Aslan dari Narnia, Frodo dari The Lord of The Rings, Harry Potter, dsb, dst, dll~

Wokey, kalo Yangmei adalah chara yang paling gampang dibuat POVnya, maka Lu Xun, sebaliknya, adalah yang paling susah BANGET~ Kenapa paling susah? Ya anda tahu sendirilah... saya kan manusia, mana bisa nebak pikiran Tuhan? Makanya kalo anda perhatikan, saya NGGAK pernah bikin POVnya Lu Xun untuk sesuatu yang bersifat utama, core, berat, dan nggak saya ngerti sampe sekarang. Misal: Chap 53 SECARA KESELURUHAN (kalo anda ngerti, anda bakal bisa nebak sebenernya chap 53 itu menceritakan tentang apa...), dan chap terakhir plus epilog yang baru aja anda baca. Sumpah untuk chapter2 tersebut (khususnya chapter 53), saya nggak bisa membayangkan bagaimana membuat POVnya. Nah, permasalahannya adalah chap2 yang penting dan berat banget, tapi Lu Xun mampang sendirian~ Contohnya untuk chap 29-35, dan chap 52 awal2. Untuk chapter2 itu, saya BERJUANG MATI2AN untuk bisa nulis POVnya Lu Xun... ARGGGHHHHH!

Nah, sama seperti kalo tadi membahas Yangmei maka Tai Yin juga dibahas, maka untuk membahas Lu Xun, Tai Yang juga harus dibahas biar penjelasannya jadi clear dan nggak rancu~

Sebelum saya jelasin, persiapkan dulu diri anda. Ini susah, mbulet banget, dan sampe sekarang juga masih saya dalami (meski tetep aja meski saya udah pelajari ampe botak, tetep nggak ngerti). Ini doktrin berat.

Gini, di dalam iman kepercayaan saya, Tuhan yang saya imani adalah Allah Tritunggal. Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus (INTERMEZZO: Tuh, kan? Sudah saya bilang ini susah dan mbulet...) Tuhan Yesus Kristus adalah Allah Putra, yaitu pribadi kedua Allah Tritunggal. Nah, dari sini baru bisa tahu siapa digambarkan sebagai siapa dan siapa sebagai siapa...

Kalo di sini Lu Xun merupakan Christ Figure sebagai penggambaran dari Tuhan Yesus yang adalah Pribadi Kedua Allah Tritunggal, jadinya di sini TaiYang tuh penggambaran siapa? Ada yang udah bisa nebak? Yups! TaiYang merupakan penggambaran dari Pribadi Pertama Allah Tringgal, yaitu Allah Bapa. Anda pernah nonton Superman? Di sana kan ada Marlon Brando papanya Superman yang pernah bilang 'I send them my only son.' Nah, itu seperti Allah Bapa mengutus Putranya, Yesus Kristus, ke dalam dunia. Di cerita ini juga sama~ cuma saya NGGAK mau menggambarkan hubungan Lu Xun ama TaiYang seperti anak-ayah. Napa? Karena: (1) Superman udah bikin versi kayak getu~ saya nggak mau niru... (2) saya nggak mau sodara salah presepsi tentang Allah Bapa dan Allah Anak itu maksudnya Allah Bapa bener-bener secara harafiah diartikan punya anak dalam proses pernikahan seperti manusia. NGGAK BLAS. Allah Bapa dan Allah Anak itu kayak gelar getu. Bukan berarti Allah Bapa punya anak yaitu Allah Anak dalam proses pernikahan kayak manusia!

Masih sanggup meneruskan? Silahkan~ kalo anda udah mulai pusing, saya sarankan stop dolo~~~

(INTERMEZZO: Wokey~ Allah Tritunggal punya 3 pribadi. Udah jelas di cerita ini siapa menggambarkan siapa. Yang nggak ada tinggal penggambaran dari Allah Roh Kudus. Nah, saya emang sengaja nggak masukin satu character lagi... Lha wong dua pribadi satu orang yang sama aja saya dan sodara juga udah bingung, apalagi kalo tiga~)

Lanjut~ Nah, sekarang bagaimana cara membayangkan Allah Tritunggal yang tiga tapi satu dan satu tapi tiga? Satu tambah satu tambah satu kan sama dengan tiga? Bukan satu? Yups~ Emang secara matematis getu~ Tapi ini Allah, choy! Bukan manusia! Justru karena Dia Allah, kita yang manusia nggak bisa ngerti tentang Dia! Sumpah saya juga bingung mempelajari Allah Tritunggal. Tapi saya menemukan sebuah buku yang sangat membantu saya mengerti, yaitu buku berjudul 'Hati yang Terbakar (seri 1a - Dasar Iman Kita Bersama)' yang ditulis oleh Pdt. Stephen Tong. Dalam buku itu, Pdt. Stephen Tong menjelaskan bahwa analogi Allah Tritunggal itu seperti seorang pengkotbah (ato siapapun, bisa jadi pembawa pidato, dsb) yang akan menyampaikan isi kotbahnya. Isi kotbah itu pertama ada di pikiran si pengkotbah, trus dikatakan, dan yang ketiga dicatat oleh pendengar. Nah, tiga2nya sama-sama isi kotbah yang sama, tapi yang satu adalah pikiran, yang satu adalah kata-kata, dan yang satu hasil catatan. Tiga2nya sama2 isi kotbah yang sama! Tapi kan pikiran bukan kata-kata, dan catatan bukan pikiran, dan kata-kata juga bukan catatan~~~ (kalo anda mau tau, chapter 41 dimana si Taigong Wang menjelaskan tentang hubungannya si Lu Xun ama Tai Yang(yang tentang strategi itu loh~), itu sesudah saya mendalami buku ini MATI-MATIAN!)

Wokey~ saya tau anda masih belum bener-bener clear. Soalnya saya sendiri juga masih belum clear dan masih banyak belajar~ =P

Balik, dah...

Nah, di dalam Kitab Wahyu 19:7-9, di situ Tuhan digambarkan sebagai mempelai pria. Nah, sekali lagi saya tekankan bahwa itulah yang membuat saya bikin di cerita ini, hubungan Lu Xun ama Yangmei sebagai sepasang kekasih~

Wokey~ saya menyadari bahwa dalam analogi ini banyak yang kurang sesuai juga~ Pertama, mestinya nggak ada pemisahan antara umat Tuhan sebelum dan sesudah Tuhan Yesus datang ke dunia. Tapi di cerita ini, penggambarannya saya pisahkan jadi Yangmei dan TaiYin. Napa? Yah sebenernya untuk alasan supaya nyambung aja~

3. The Archenemies (PS: Sumpah bagian ini berat. Jangan baca kalo nggak siap)

Lebih spesifiknya, bisa dibilang posisinya dalam Stock Character (versi mbah Wiki) adalah sebagai Dark Lord. Apa iti Dark Lord? Dark Lord itu ya kebalikannya Christ Figure atuhhh~ Menurut mbah Wiki, Dark Lord: "...usually depicted as the ultimate personification of evil..."

Kalo Christ Figure di The Lord of The Rings adalah Frodo, maka Dark Lordnya adalah musuh besar Frodo, yaitu Sauron (ato Saruman? Saya lupa...). Kalo Christ Figure di Narnia adalah Aslan, maka Dark Lordnya adalah musuh besar Aslan, yaitu White Witch. Nah... di cerita ini, otomatis karena Christ Figurenya itu si Lu Xun, maka Dark Lordnya ya T'an Mo lah... mau siapa lagi?

(INTERMEZZO: Nah ini sebabnya saya bilang ke anda, chara2 di Unbroken Thread nggak ada satupun yang bener-bener jahat. Soalnya cuma T'an Mo yang bener-bener jahat dan antagonis sebagai archenemies)

Kalo anda baca di chap 29, di situ menceritakan bagaimana si T'an Mo kok bisa sampe jadi darkness getu. Yups, dalam kekristenan, Iblis atau setan itu dulunya adalah malaikat bernama Lucifer yang pokoknya sumpah kedudukannya tinggi banget. Cuma di bawah Allah. Tapi suatu kali karena kesombongannya dan pemberontakkanya karena pengen melebihi Allah, jadilah si Lucifer ini dibuang beserta malaikat-malaikat yang pro ama dia. Nggak boleh di surga lagi getu maksudnya~

John Milton dalam literatur kerennya dia yang berjudul 'Paradise Lost' menceritakan alasan bahwa Lucifer memberontak adalah karena dia nggak terima kalo harus menyembah juga dan berada di bawah Allah Putra AKA Tuhan Yesus Kristus. Alasannya? Karena Tuhan Yesus itu sih emang 100% Tuhan...! Allah getu! Tapi kan juga 100% manusia? Lha karena 100% manusianya itu makanya Lucifer ngerasa sombong dan memberontak (Yups... tepat sekali~ chapter 54 awal yang flashback itu adalah imajinasi saya tentang si Lucifer yang sombong setengah mati, digambarkan di fanfic ini sebagai T'an Mo). Nah itulah kenapa dalam fanfic ini T'an Mo selalu bilang kalo Lu Xun itu 'makhluk-rendahan-yang-tidak-pantas-ada'...

BTW, karya John Milton ini bisa aja salah... tapi literaturnya ini saya jadikan refrensi agar lebih bisa menjelaskan cerita saya juga~ getu~~~ wkwkwkwk...

Nah, masalahnya ada beberapa hal kontroversial yang belum bisa saya jawab tentang hal ini. Misalnya: Di chap 29, sesudah T'an Mo dikurung, di sana TaiYang (itu juga Lu Xun sebenernya), ngerasa sedih banget kenapa T'an Mo sampe memberontak getu. Nah, dia sempat ngomong gini: "Aku benci padanya. Dia adalah kegelapan itu sendiri." Kalimat pertama ini sama sekali nggak bermasalah. Ini emang bener. Tapi kalimat kedua inilah yang SANGAT AMAT kontroversial dalam iman: "Tetapi, bagaimana aku bisa mengirimnya ke Di Yu jika di sisi lain aku mengasihinya?"

Nah sekarang, sebenernya saya sendiri masih belum jelas dan bingung apakah sebenernya Tuhan itu juga mengasihi Lucifer sebelum dia jatuh. Menurut sebuah buku yang sama baca (yang saya lupa judul dan pengarangnya), buku itu menggambarkan bahwa pemberontakan Lucifer adalah seperti pengkhianatan Yudas Iskariot (salah satu murid Tuhan Yesus). Nah, kan sebenernya Tuhan Yesus mengasihi Yudas meski tahu si Yudas bakal mengkhianati Dia? Dari sini saya mengasumsikan bahwa benernya Tuhan mengasihi Lucifer sebelum dia jatuh. Makanya itu, sebagai penggambaran, saya bikin Tai Yang ngomong kalimat itu. Tapi jujur, ini masih sesuatu yang sangat kabur. Ini saya cuma berasumsi aja...

4. The Other

Para Abdi Langit dan Si Xiang – Weww... jelas ini merupakan penggambaran malaikat... ==a Ehm, tapi yang agak beda adalah, di fanfic saya, manusia bisa jadi Abdi Langit (Contoh: Taigong Wang, San Zang, Fu Xi, ama Nü Wa) Tapi kalo menurut penggambaran asli, manusia nggak bisa jadi abdi langit. Sebagai tambahan, secara khusus di sini adalah Jian Bing. Di sini Jian Bing yang selalu sukanya ama Yangmei kalo nggak ada Lu Xun, merupakan penggambaran dari malaikat pelindung (Guardian Angel) yang dikirim Tuhan buat melindungi kita...

Yaoguai – Yahhh... anak buahnya iblis... setan getu~ bisa dalam wujud apapun entah yang tampak maupun yang nggak tampak.

Cao Pi – Chara ini lumayan khusus. Inget bahwa Yangmei sempat dalam kebingungan memilih antara Lu Xun ato Cao Pi (dan ternyata bahwa Cao Pi cuma manfaatin dia aja)? Di sini Cao Pi bukan archenemies... Cao Pi ini penggambaran (personifikasi, bukan sekedar analogi) dari dunia dan segala keenakannya. Yangmei kan pada akhirnya lebih memilih Cao Pi. Maksudnya, pada umumnya kejatuhan orang-orang percaya (umat pilihan Tuhan) adalah karena lebih memilih hal-hal duniawi daripada Tuhan. Getu~~~

Huiyue – Jah... ini mestinya nggak perlu dijelaskan (dan emang terlalu nggak penting untuk dijelaskan... ==a). Huiyue ini tidak lain dan tidak bukan adalah penggambaran saya secara pribadi. Apapun yang dialami Huiyue, sebagian besar adalah pengalaman saya pribadi. Misalnya tuh, di chap berapa saya lupa yang ceritanya si Huiyue minta pisau ke Lu Xun. Trus sama Lu Xun dikasih kincir angin, lha si Huiyue malah marah-marah. Sumpah ini saya banget~~~ ini sebagai penggambaran saya, kadang kalo saya minta sesuatu ke Tuhan, Tuhan nggak ngasih dan saya malah marah2... Pokoknya, beneran dah saya Huiyue banget, anak kecil yang manja, pengecut, nggak bisa apa-apa, nakal (dan pastinya autis...)

Nah... sekarang anda udah tau siapa-siapa aja yang merupakan penggambaran siapa dan siapa...

Jadi saya sarankan, kalo anda mau bikin gaiden dari Unbroken Thread maupun Gentle Flame, silahkan aja~ Tapi berhubung anda udah tau analoginya siapa2 aja, saya sarankan anda lebih hati2 memilih character... kalo cuma asal comot character tanpa memperhatikan pencitraan dan penggambaran chara di cerita ini, saya sarankan anda jangan bikin gaiden Unbroken Thread... bikin aja cerita sendiri.

Sebagai tambahan yang sangat penting lagi, segala yang ada di FF ini SAMA SEKALI NGGAK ADA HUBUNGANNYA AMA SEJARAH ASLI. Sebagai author, saya bebas memain-mainkan character Dynasty Warriors untuk menjadi analogi jadi siapa dan siapa, kan? =P

ANAGRAM CHAPTER TITLE

Wokey~ Di sini saya akan menjelaskan tentang anagram2 yang ada di beberapa chap. Section ini juga membingungkan. Jadi sekali lagi saya sarankan jangan baca kalo nggak sanggup.

Chap 21, Inskose Viedin: 'Divine' dan 'Kenosis'
Divine – Astaga... perlukah saya menjelaskan arti Divine ini? Langsung cari aja di kamus...
Kenosis – Ini adalah salah satu bahasa teologia yang cukup penting, diambil dari Filipi 2:7: "...melainkan telah mengosongkan diri-Nya [Tuhan Yesus Kristus] sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia..." 'Kenosis' adalah bahasa Yunani untuk 'mengosongkan diri'. Maksudnya, Tuhan Yesus tuh, meskipun Allah, udah mengosongkan diri untuk jadi manusia getu~
Nah, kenapa chap 21 saya kasih judul begini? Karena kalo sodara nyadar, untuk mencari Yangmei, Lu Xun harus bener2 melepas semuanya: (1) Kedudukan dia sebagai Putra Mahkota, dan yang paling penting (2) Lu Xun kan punya kekuatan cahaya yang besar buuuuaaaanget, dan dengan kekuatan cahaya itu si Yangmei yang kegelapan nggak bisa deket ama dia. Nah, itupun juga dilepas. Maksudnya getu dengan 'mengosongkan diri'. Wokey~ saya nyadar ini agak sedikit kurang tepat, soalnya kenosis yang sebenernya itu pas jadi manusianya, bukan udah jadi manusia trus berkenosis...

Chap 29, Ratsyad Nellaf: 'Fallen Daystar'
Diambil dari Yesaya 14:12: "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!" Ada yang pake istilah Morning Star, tapi di sini saya pake Daystar. Maksudnya, T'an Mo di cerita ini digambarkan sebagai Lucifer yang memberontak. Di chao 29 kan ceritanya tentang T'an Mo yang mestinya paling hebat gt tapi ternyata dia memberontak karena sombong~

Chap 30, Kaiselk Kenokairy: 'Ekklesia' dan 'Kyriakon'
Sebenarnya dua kata ini sama artinya, dan dua2nya bahasa Yunani. Ekklesia atau Kyriakon digunakan untuk menyebut Gereja. Tapi Gereja di sini bukan gereja sebagai gedung, tetapi gereja sebagai kumpulan orang yang percaya sama Tuhan Yesus. Ato lebih singkat dan jelas, ekklesia atau kyriakon adalah sebutan untuk umat pilihan Tuhan. Kalo anda pengen tau, ekklesia atau kyriakon inilah yang diibaratkan sebagai mempelai Kristus. Nah, di chap 30 ini kan bercerita semuanya tentang Tai Yang dan Tai Yin (kalo anda baca dengan teliti, sebenernya itu juga adalah Lu Xun dan Yangmei), jadi ya seperti yang saya bilang dari awal, di sini Yangmei dan Tai Yin adalah penggambaran (personifikasi) dari Ekklesia atau Kyriakon itu tadi~

Chap 31, Aniraspal Het Itmrep: 'Lapsarian' dan 'Permit the'
(INTERMEZZO: PERHATIAN! Sesudah ini bakal jauh lebih susah dan mbulet~) Sebenarnya chap ini judulnya 'Permit the Lapsarian'. Pertanyannya sekarang adalah: apa itu Lapsarian? (Nah, sampai di sini sodara bakal tahu bahwa saya adalah penganut Kristen Protestan dengan menggunakan teologi Calvinisme. Apa itu? Silahkan tanya ke saya kalo mau tau). Lapsarian berasal dari bahasa Yunani 'Lapsus' yang berarti jatuh. Maksudnya adalah kejatuhan semua manusia (dan maksud saya: SEMUA nggak pake kecuali). Nah, dalam teologi yang saya dalami (secara awam, sih...), bahwa Tuhan mengizinkan emang semua manusia jatuh. Nah, di chap 31 ini, liat aja tuh pas bagian akhir2 dan mestinya dari awal juga, TaiYang (yang juga sekaligus Lu Xun) membiarkan aja orang2 itu jatoh~~~ perhatikan kalimat "Ya, aku memang sudah tahu ini akan terjadi." di bagian awal2 chap. Yups... sebenernya bukan cuma tahu, tapi juga diizinkan terjadi...

Chap 32, Innoitarnac Ek Thaienaphoe: 'Incarnation Ek Τheophaneia'
Untuk dua kalimat ini, ini bakal terlalu panjang untuk dijelaskan dan ini SANGAT berat banget. Kalo sodara penasaran, sodara bisa langsung tanya ke saya.

Chap 33, Tilaudy Utucsm Edifi: 'Duality' dan 'Scutum Fidei'
Saya akan jelaskan dari 'Scutum Fidei' dulu. 'Scutum Fidei' adalah bahasa Yunani dari 'Shield of Trinity'. Apa maksudnya? Itu adalah salah satu metode untuk menjelaskan mengenai Allah Tritunggal. Silahkan cari di mbah wiki kalo penasaran gimana gambarnya 'Scutum Fidei'.
Sementara 'duality', apa maksud duality di sini? Nah, kita balik lagi ke problem bahwa sebenernya yang bener itu kan Trinity. Tapi ya itulah saya gagal kalo membuat trinity dalam cerita ini, jadi saya cuma bikin duality aja (yups, Lu Xun n Tai Yang). Yah apa boleh buat karena keterbatasan otak... ==a harap maklum... Trus, kalo sodara perhatikan baik2, di sinilah baru si Lu Xun pertama kali ketemu TaiYang. Ini menunjukkan kalo dua2nya tuh dua tapi satu dan juga satu tapi dua~ Agak susah dipahami emang...

Chap 34, Nolispu Ihc: 'Upsilon' dan 'Chi'
Kalo sodara tau, awalnya Kekristenan bukan pake simbol salib tapi ikan. Di ikan tersebut ada 5 huruf dalam bahasa Yunani. Saya ambil huruf kedua (Chi atau X) yang merupakan singkatan dari 'Christos' dan huruf keempat (Upsilon atau Y) yang merupakan singkatan dari 'Yios'. Kalo kata pertama 'Christos' yang berarti 'Christ' ato 'Kristus', anda udah taulah maksudnya apa~ Maksud saya 'Christos' ini adalah bahwa di sini saya kan melakukan penggambaran Lu Xun yang Christ-figure sebagai Yesus Kristus...
Kalo 'Yios', nah ini yang agak susah... 'Yios' artinya 'Son' dalam bahasa Inggris. Maksudnya apa? Nah, kalo sodara baca di chap sebelumnya, apakah sodara nyadar pas Lu Xun dipeluk ama TaiYang, dia bilang pelukan itu rasanya seperti kayak Sun Ce (pas sebelum mati) ama Cao Cao pas meluk dia, tapi lebih hangat, lebih kuat, dan lebih lembut? Kalo anda baca lagi, pas dipeluk baik oleh Sun Ce maupun Cao, Lu Xun ngerasa itu seperti pelukan seorang ayah. Nah, pas Lu Xun dipeluk ama Tai Yang, dia merasakan hal yang sama bahkan lebih kuat! Nah, ini merupakan usaha saya menggambarkan hubungan Tuhan Yesus Kristus dan Allah Bapa. Emang hubungannya dekat seperti anak dan ayahnya getu~ Jujur saya nggak ngerti, tapi saya tebak-tebak aja~ Nah, itu juga alasan kenapa saya bikin kalo si Lu Xun ketemu TaiYang, sifatnya agak berubah kayak anak-anak getu...

Chap 35, TolesPomsaris: 'Telos' dan 'Pirasmos'
'Pirasmos' dari bahasa Yunani yang artinya dalam bahasa inggris sebagai 'Temptation'. Jujur kata-kata ini muncul begitu aja pas saya mengedit chap ini. Entah kenapa, pas saya baca Lu Xun yang susah harus berdiri di tempat kayak getu, trus diganggu Yaoguai supaya jatuh atau duduk ato lari, tapi pada akhirnya tetep nggak mempan (seperti kata Mocca-Marocchi dalam reviewnya: "LuXun memang tahan banting!" XDDDD), saya jadi teringat satu hal... Di Alkitab, tepatnya Matius 4:1-10, di situ Tuhan Yesus dibawa ke gurun untuk dicobai ('tempted') dan diganggu Iblis pula~ Dan tetep tahan banting pula~ Waduh, nggak tau, ya... saya kok ngerasa ini lumayan mirip gemana getu... Wewww... Makanya saya pake kata 'pirasmos' atau 'temptation'
Trus, 'Telos' dari bahasa Yunani yang artinya dalam bahasa inggris sebagai 'End'. Maksudnya sudah berakhir getu~ Selain bahwa 'pirasmos'nya udah berakhir, rangkaian flashback-flashback udah berakhir juga~

Chap 76, Eis Tous Aionas Ton Aionon: Ini bahasa asli, tapi pake Yunani
'Eis Tous Aionas Ton Aionon' adalah frase yang sering banget muncul di kitab Wahyu (yang notabene Kitab terakhir dalam Alkitab). Frase ini berarti 'forever and ever more' atau 'untuk selama-lamanya'. Nggak ada alasan khusus saya pake judul chap ini selain bahwa di sini T'an Mo udah kekurung di Di Yu selama-lamanya. Ini merupakan penggambaran di Kitab Wahyu bahwa Iblis akan dihukum dalam neraka selama-lamanya~

Wokey~ sekian dolo~~~ BTW, penjelasan saya ini masih nggak clear bener, kan? Kalo sodara mau lebih jelas, silahkan tanya saya via PM baik di FFn ato FB (SAYA TIDAK MENERIMA PERTANYAAN VIA REVIEW!).

WHAT'S NEXT?

HAH? HAH? HAH? Masih ada lanjutannya?

Yups... benernya ini kan trilogi, jadi ada lanjutannya yaitu Coloured Glaze. Nah, mestinya Coloured Glaze itu sama kayak rencana awal mula saya, yaitu dibikin sama sekali nggak ada hubungannya dengan segala analogi yang mbulet ini. Tapi karena di Unbroken Thread ceritanya udah kadung kaya gini, kayaknya Coloured Glaze bakal sedikit terpengaruh, deh... jadi maaf kalo masih ada hal-hal yang bersifat analogi dari iman kepercayaan saya ini.

Tapi kayaknya, sesudah tahu inti dari Unbroken Thread, dan sesudah membaca tulisan saya, sodara nggak bakal mau lagi baca Coloured Glaze...

Bagi yang mau tau, saya akan memberikan penjelasan singkat tentang Coloured Glaze. Coloured Glaze mengisahkan tentang persahabatan Lu Xun, Zhao Yun, dan Jiang Wei (dan udah sama sekali nggak ada hubungannya ama Yaoguai, lah... ama T'an Mo, lah... pokoknya yang fantasy2 getu nggak ada). Jadi bakal SANGAT AMAT BERBEDA dengan Unbroken Thread. Romance dengan Yangmei masih ada, tapi dikurangi.

Nah, Lu Xun kan benernya punya dua tujuan hidup yaitu: (1) nyelamatin si Yangmei dan mengalahkan T'an Mo, dan (2) membawa kedamaian. Goal yang pertama kan udah tercapai di part 1 dan 2 Gentle Flame dan Unbroken Thread. Nah, untuk pencapaian goal ketiga akan tercapai di part 3 Coloured Glaze... Jadi, Coloured Glaze nggak concong ke fantasy lagi, tapi ke arah politik2 getu~~~

LAST WORDS

Yang pasti, saya mau mengatakan sesuatu. Saya nggak peduli kalo sodara ngamuk dan langsung nge-report ato nge-flam cerita saya. Yahhh... suruh siapa sodara baca cerita ini? =P Bahkan kalo cerita saya di-delete ato saya di-ban pun, saya nggak masalah... =P toh saya bisa tetep nulis (kalo emang masih tetep niat mau nulis) dan ngepublish dengan account lain, ato di blog, ato di website fanfic lain... =P

Saya nggak pernah memaksa sodara untuk baca cerita ini, juga nggak memaksa sodara juga meyakini iman saya. Terserah sodara mau gimana. Jadi saya harap, sodara juga nggak melarang saya dan memaksa saya untuk nggak nulis cerita seperti ini.

Saya juga sangat berharap sesudah membaca cerita saya ini, hidup sodara berubah. Sodara udah tau kebenaran, dan sekarang apa sodara mau percaya dan berubah? Saya harap sodara terberkati melalui cerita saya~

Wokey~ Sekian dulu! Bye2~!

Jesus loves you all!