CINDERELLA

Ala Death Note

Death Note : milik Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata

By : Yovphcutez

Sampailah Mello di depan istana kerajaan yang terletak di dalam gunung itu. Dia yang masih kebingungan bagaimana caranya dia dapat sampai dengan selamat dikejutkan lagi dengan masalah warna gaunnya.

Dan saat itulah, pangeran Matt melihat Mello yang memakai gaun ala 'piiiip' sedang berdiri kebingungan (lebih tepatnya gelagapan karena masalah warna gaunnya). Pangeran Matt-pun berjalan mendekati Mello. Mello yang menyadarinya kaget!

Inner Mello : 'ITU PANGERAN MATT KAN? DIA NGELIHAT GUE! ADUUUH…MALU NIEH! MANA GAUNNYA JADI KAYAK BEGINI! PASTI AKU DITENDANG KELUAR DARI ISTANA KARENA MENGGANGGU KENYAMANAN MELIHAT!

Sedangkan inner Matt : 'itu dia yang saya cari! Seorang gadis atau apa-lah yang sanggup menarik perhatian saya dalam sekali pandang! Ini pasti cinta!'

Padahal Pangeran Matt hanya salah sangka karena yang membuat perhatiannya teralihkan ke arah Mello bukan karena cinta, tapi karena warna bajunya yang 'WOW'!

"tuan putri, kalau boleh saya tau, siapakah nama anda?" Tanya pangeran Matt yang tetap tidak muntah ketika melihat warna bajunya.

Dan seketika Mello menjawab "TUAN PUTRI KEPALA LO! GUE INI COWOK! COWOK! PEGANG AJA! GUE GAK PUNYA DADA KAYAK CEWEK TAU! NAMA GUE MELLO!" balas Mello yang kesal dikira cewek sehingga menarik lengan pangeran Matt dan meletakkannya di dadanya yang bidang (Author: *nosebleed*)

Percaya atau tidak percaya, wajah Pangeran Matt menjadi merah seperti buah stroberi yang seger!

Inner Matt : 'CO…COWOK? JADI DIA COWOK? KENAPA GUE BISA TERTARIK SAMA CEWEK JADI-JADIAN SEPERTI DIA? KOK JADI BEGINI? TUHAAAAN? APAKAH BENAR BAHWA COWOK GANTENG SEPERTI SAYA HARUS MENJADI SEORANG YAOI?' teriak Matt dalam hati yang membuat harga dirinya sebagai 'PRIA NORMAL' hancur lebur.

Melihat kejadian ini, sang raja pun semakin yakin bahwa putranya adalah seorang yaoi. Tapi dia tidak peduli karena yang dia pedulikan hanya pergi Honeymoon bersama Sachiko di Hawaii (Matt: gak becus loe jadi bapak!). lalu, mengalunlah lagu dansa yang tenang…

AYO GOYAAAANG….DUYUUUUUU….BEBASKANLAH HARIMUUUUU….

GUBRAK!

Inner Mello : 'ini lagu dansa ato bukan sih? Kok pake lagu project pop segala? Lagian ini tahun berapa sih? Memang para vokalis project pop sudah lahir?'

Lalu tiba-tiba Matt menarik lengan Mello menuju ke tengah Ballroom.

"DENGARKAN CURHATKU~~~~TENTANG DIRINYA~~~" ucap Matt yang terlihat seperti semut bernyanyi

Para tamu, raja dan ratu, sampai hewan kayak kodok-pun cengo ngelihatin pangeran bodoh yang sedang bernyanyi.

"BETAPA MANISNYA~~~~SENYUM BIBIRNYA~~~

JUJURLAH PADAKU, JUJURLAH PADAKUUUUUUUU

PERASAAN ITU….PERASAAN ITU CIIINTA~~~~

NYATAKAN PADAKU~~~NYATAKAN PADAKUUUUUU~~~~

PERASAAN ITU~~~~PERASAAN ITU CINTAAAAA~~~~~" nyanyian Matt yang terdengar seperti tawa nista di telinga Mello

"…" Matt-pun terdiam. Dia berlutut dihadapan Mello lalu memegang tangan kanannya dengan lembut.

"Mello…sejak pertama melihatmu…hatiku jadi berdebar kencang…tak dapat aku kendalikan…aku tak tau apa artinya ini" kata Matt dengan wajah merah dan menunduk ke bawah

"tetapi…setelah aku melihatmu lebih dekat…aku jadi mengetahui apa arti debaran ini….cinta…" kata Matt 3-rius (biasanya kan serius ato 2-rius)

"BERTAHAAAN SATU CIIIIIIINTA….BERTAHAN SATU C.I.N.T.A (2x)" lanjut Matt sambil menggerakkan tangannya seperti vokalis D'Bagindas (gak niat buat promosi loowh)

Mello yang mendapatkan pernyataan cinta dari seorang pangeran yang diam-diam membuatnya berdebar hanya dapat membalas pernyataan cinta pangeran dengan bernyanyi….

"KU KAN SETIA…MENJAGAMU…BERSAMA DIRIMU…DIRIMU UOOOH

"SAMPAI NANTI….. AKAN SLALU….. BERSAMA DIRIMU…."

dan pada saat itu, burung gagak yang terbang-pun jatuh karena ada yang ngalahin suara "KAAAAAAAK" burung gagak.

"jadi?" Tanya Matt dengan perasaan yang bercampur aduk

Mello hanya terdiam….

Lalu dia berkata "tentu saja aku juga sama, bodoh!" kata Mello yang tersipu malu mengetahui perasaannya kepada Matt.

"TENG! TENG!" bunyi dentang bell yang menandakan pukul 12 pun berbunyi. Lalu seekor (?) shinigami bernama Ryuk terbang dan menghampiri Mello (tentu saja tidak terlihat orang lain).

"ini surat dari papa L dari Surga" kata shinigami itu sambil menyerahkan kertas kepada Mello

Hai Mello…tak disangka papa L sudah berada di Surga.

Papa L juga kaget…Karena Mikami-sama menganggap urusan papa L di dunia nyata sudah selesai. Apakah kamu sudah bertemu dengan Pangeran yang kau cari itu? Oh iya, ayah hanya ingin memperingatkanmu, bahwa tepat jam 12 malam nanti, dengan otomatis kamu akan sampai di rumah seperti halnya ketika kamu ke istana tadi. Nah… jadi selesaikan urusanmu dengan pangeran itu sebelum jam 12 yah?

Ttd

L

'WHAT? PAPA L SIALAN! PADAHAL SUDAH GAYA NAJIS KAYAK GITU, TERNYATA TETEP AJA SIHIRNYA GAK MANJUR! BILANG AJA GAK IKHLAS! DASAR SETAN PANDA!' batin Mello kesueeeeel!

Membaca surat yang mengagetkan itu, dengan secepat kecepatan cahaya (ngalahin Eyeshield 21), Mello berlari ke luar istana dengan diikuti pangeran Matt yang mengejarnya dari belakang dengan mengendarai motor balap milik Valentino Rossi (WTF? Dari mana Matt dapet motor itu?)

"jangan kejar aku Matt!" pinta Mello sambil berlari

"lalu kamu mau pergi kemana? Padahal baru saja aku menyatakan cinta dihadapanmu!" teriak Matt yang tidak merelakan uke-nya pergi.

Mello-pun tidak memiliki pilihan lain. Diambilnya sandal bakiaknya (bukan sandal kaca lho, tapi bakiak!) dan dilemparkan ke arah Matt.

"TOK!" begitulah bunyi bakiak yang mengenai kepalanya Matt dan akhirnya Matt terjatuh pingsan.

"maafkan aku Matt…." Kata Mello sedih lalu dengan sekejap dia menghilang dari hadapan Matt yang pingsan dengan gayanya yang membuat para uke menjadi bernafsu (?)

Keesokan harinya…..

"TING TONG TING TONG"

"Mellooooo….cepat buka pintunya!" kata mama Light yang bernada sok kuasa

"…."

"TING TONG TING TONG TING TONG"

"Melloooooooooooooooooo!" teriak mama Light yang sekarang berhasil membuat para anaknya mengeluarkan saos tomat eh salah! Darah dari telinga mereka.

"…."

"TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG"

"mama….Mello tidur…." Kata Near yang menggunakan rambut kapas-nya untuk menutupi telinganya agar terhindar dari kata TULI akibat teriakkan ibunya yang melengking bagaikan kalajengking (?)

"…."

"TING TONG TING TONG TING TONG! DRUAK!"

Terdengar tombol bell rumah telah rusak karena ketidak sabaran tamu (salah siapa hah?) untuk menunggu hingga 1 jam lagi agar pemilik rumah membukakan pintu.

"ada apa sih?" Tanya mama Light sebal karena tombol bell rumahnya rusak ke arah tamu tersebut.

"maaf….saya pangeran Matt, saya ingin melihat seisi rumah apakan ada seorang anak laki-laki yang kemarin meninggalkan sandal bakiak-nya tepat di muka saya" Tanya Matt pada mama Light yang bercucuran keringat asin dari tubuhnya (Author: siapa yang suruh kamu buat nyicipin keringatmu, Light?)

"ti….tidak ada kok…." Kata mama Light yang gayanya seperti menyembunyikan uke-nya di tempat ini.

Karena pada saat itu Mello telah terbangun dari tidurnya yang bermimpi tentang bertemu sang mami asli di Belanda, dia dengan segera menuju ke arah pintu keluar dimana mama light dan 'para tamunya' yang tidak diketahui oleh Mello berkumpul.

"ada apa ma?" Tanya Mello santai yang kemudian matanya copot dan jatuh berguling di tanah karena melihat bahwa pangeran Matt datang ke rumah (Mello : mata saya gimana atuh?)

"Ma…Matt…"

"Me…Mello…"

"oh, Mello….kukira aku tak akan menemukanmu lagi….(pasti bisa bertemu-lah! Kalo gak artinya Mello udah mati en bahagia di Surga ato Neraka sono) jika terjadi hal itu, aku akan merasa kehilangan sekali. Karena kau-lah orang pertama yang kucintai, pujaan hatiku, belahan jiwaku, uke-ku yang perfect… " kata Matt sambil melihat telapak tangannya yang penuh percakapan romantic di sana sini (Matt: aku gugup sih…jadi aku tulis di tangan, kaki, sampai perut juga loh!)

"Matt…" kata Mello yang lemot karena tidak menyadari bahwa kata-kata gombal Matt adalah jiplakan.

Setelah itu, Matt dan Mello melangsungkan pernikahan mereka dan acara Honeymoon-nya di tempat asal Mello, yaitu Belanda sehingga dapat bertemu mami aslinya. Sementara raja dan ratu tak bisa pensiun karena takut kerajaan akan menjadi 'Game Kingdom' jika diserahkan pada Matt. Mama Light hidup berkecukupan bersama Near dan Misa. Dan akhirnya semua orang hidup berbahagia, tentram, sejahtera dan sentosa.

-THE END-

Author : selesai juga my first fic ^^ hehehe aku buat 2 chapter dalam 1 hari lho!

-plok-plok-plok-

Mello : kok aku nyanyi sih? Gak ada cara lain ya?

Author : yup! Karena pada awalnya aku kewalahan mikirin seperti apa cara terbaik nembak orang laen (jujur nieh…Author belum pernah nembak orang lowh)

Mello : gak ada yang Tanya!

Author : sewot aja! Oh iya, di chapter 3 ini aku mencoba memberi kesan romantis gitu. Bagaimana menurut kalian?

Matt : menurutku lagu-nya gak cocok semua deh (stay cool)

Author : oh soal itu… maaf pembaca, karena saya ini termasuk orang yang jarang mengingat lyric lagu, jadi agak susah saat mencari lyric yang tepat sesuai keadaannya. Jadi mohon maafkan jika ada yang tidak sesuai selera yaaa ^^

Mello : nah, untuk pembaca yang mau member kritik dan saran pada Author sialan ini, silakan review ya…

Author : benar! Tolong review dan beri saya kritik dan saran ya! Agar nanti ketika berkarya lagi, hasilnya dapat lebih baik dari sebelumnya… terima kasih telah membaca sampai akhir ^^