Maafkan saya yang telat update dan gak bisa update kilat lagi! waktu itu soalnya lagi liburan, jadi bisa ol kapan aja. sekarang? huhu

maaf juga buat review yg gak dibales!

aduh, lady kacau nih! gomenasai!

eh, eh, vote dong poll baruku! menentukan ending fic ini nih. nanti aku lihat yg terbanyak mana~

Happy reading :D


Disclaimer: Masashi Kishimoto

Raja Gombal: Lady Harumi Aika

Terinspirasi dari: anjinggombal :3


Chapter 3: Hari sial

"Sasuke-kun..."

"Hm? Ino-chan? Ngapain kamu tengah malam gini ke kamar aku?"

"Aku—aku hamil Sasuke-kun,"

"HAH?"

SREK!

Cuma mimpi? Untung aja gue belum hamilin anak orang beneran. Hah, mimpi gue gak realistis amat sih? Kenapa mimpinya pas dia udah ngandung anak? Kenapa gak pas lagi buatnya aja? -smirk-. Gue berjalan turun keluar kamar tengah malam, leher gue kering. Haus banget. Gue akhirnya mulai agak berlari ke dapur. Kenapa ya perasaan gue gak enak? Kayak ada yang ngikutin gitu. Lama-lama, lari gue makin cepet aja. Gue komat-kamit.

"Kaa-san! Kaa-san!" gue mulai teriak-teriak gak jelas. Berharap Kaa-san denger gue. Tapi nihil.

"Kaa—GYAAAAAAAAAAAAA!" teriakan gue makin kenceng pas gue liat suatu makhluk sedang berdiri di belakang gue. Kulitnya putih pucat dengan rambut panjang dan keriput di wajahnya. Eh? Keriput?

"Itachi?"

"Berisik deh," ujar makhluk itu lalu berjalan ke arah toilet meninggalkan gue yang masih bengong di tempat.

-000-

BRUG!

Ah, sudah yang keberapa kali bunyi itu terdengar? Bodo amat lah.

"Hai," sapa gue pada seorang cewek. Dan entah sudah berapa kali gue melontarkan kata-kata itu.

"Eh? H—hai, Sasuke-kun..."

"Senyummu manis banget," kata gue gombal. Cewek itu langsung nge-pink.

"Eh? Ari—arigatou,"

"Aku jadi gak bisa bedain gelap dan terang, karena saat mataku merem pun aku masih bisa liat kamu tersenyum."

BRUG!

Oke, bunyi itu terdengar lagi. Sudah yang ke-7 kalinya suara itu muncul hanya karena gue mengucapkan kalimat per kalimat andalan gue. Nanya kenapa gue pake ngitung? Gue jago matematika. Kenapa gak digunain? Yap, suara itu adalah suara orang jatuh pingsan. Hn, biarin aja deh, paling juga bentar lagi ambulance dateng. Gampang kan?

Gue mulai berjalan menyusuri koridor sekolah, tapi tiba-tiba bel berbunyi.

Kriing!

Bagus. Gue menutup telinga, rutinitas setiap bel berbunyi. Setelah sampai di kelas, ya gue duduk di tempat gue yang biasa. Tepatnya di sebelah Gaara. Gue malas menoleh ke arah Naruto dan orang di sebelahnya. Wo! Kakashi-sensei curang!

"Ohayou," Kakashi-sensei datang. Aku mendesah malas. Masih ngambek.

"Ehm, kita absen dulu ya." Ujarnya. "Chouji Akimichi?"

"Hadir,"

"Hinata Hyuuga?"

"Ha—ha... di—"

"Oke, Ino Yamanaka?"

Krik.

Loh?

"Ino Yamanaka?" ulang si ubanan sekali lagi. Gomen, gue kesel sama dia.

"Gak masuk?" tanyanya. Gue sontak mengedarkan pandangan ke penjuru kelas, tapi memang tidak ada perempuan berambut pirang panjang, kecuali Naruko. Kemana Ino?

"Ehm, Kankuro?"

"Hadir,"

Shit. Kemana Ino? Kenapa dia gak masuk? Apa sakit? Sakit apa? Loh, kebalik.

Oke, oke, sekarang yang ada di pikiran gue cuma Ino. Kemarin dia baik-baik aja, kenapa sekarang gak masuk? Apa bolos? Jangan-jangan dia itu adalah detektif yang sedang menyamar untuk memata-matai sekolah ini? Ngawur. Akh!

"Sasuke Uchiha? Sasuke?"

"Ah, eh?" gumam gue gak karuan. Ternyata sedari tadi Kakashi-sensei sudah manggil nama gue berkali-kali.

"Gak masuk? Yasudah,"

"Masuk woy! Masuk!" teriak gue spontan. Gak sopan emang. Teman-teman ngeliatin gue dengan tampang sinis. Apa? Ngajak ribut?

"Kenapa gak ngomong dari tadi?" tanya Kakashi-sensei.

"Males,"

"Kamu ngambek, Sasuke?" pertanyaannya terlontar begitu saja. Bodoh, gak lucu banget murid ngambek sama gurunya.

"Hah? Ngambek? Cih, ngambek? Ahaha, aku gak mungkin ngambek cuma gara-gara Kakashi-sensei gak nempatin Ino di sebelahku,"

Hening.

Damn. Kata-kata apa tadi yang gue ucapin? Anjrit, otak gue terbang kemana? Balik kesini dong, gue perlu lo...

"Saya tidak bilang kamu ngambek gara-gara itu. Oh, jadi benar ya?" ujarnya menggoda. Gak seksi, sumpah. Jelas, gue bukan gay.

"Aku mau ke toilet!"

Dan, untuk kedua kalinya hal seperti tadi terjadi lagi. Akhirnya pasti gue bakal berangkat ke kamar mandi.

-000-

"Ino kemana? Ino kemana?" sedari tadi hanya kata itu yang keluar dari mulut gue, selama kurang lebih 10 menit sejak gue keluar kelas dan berjalan muter-muter sekolah.

"Sepi banget hari ini rasanya..." dan kelebay-an gue masih berlanjut. Hingga,

Dug.

Gue gak sengaja nabrak—ralat, NGINJEK orang.

"Aw!" ringis orang yang gue injek itu. Spontan gue langsung jongkok liat dia lah.

"Lo gak apa-apa? Ma—eng... sorry ya," kata gue minta maaf. Tapi jujur, di kalangan para Uchiha, kata 'Sorry' itu lebih gampang diucapin dari pada kata 'Maaf' jadi ya gitu deh.

Lama-lama, orang itu nengok ke arah gue, otomatis gue juga nengok ke dia.

Jantung gue keluar! Jantung gue keluar!

"What the heck?" umpat gue keras dan disengaja. Orang itu juga kelihatan kaget.

"Lo siapa sih?"

"Gue? Sasuke Uchiha. Jelas lo gak kenal, kuper."

"Ngapain lo di sini?" tanyanya nantangin. Mengabaikan sindiran tajam gue yang tadi. Gue melotot.

"Jalan. Lo kira ngapain? Buta lo?" jawab gue balik nantangin. Dia keliatan geram. Cewek itu adalah si rambut pink dari kelas 11.B.

"Oh," balasnya santai. Sangat santai. Eh? Balesan itu terlalu santai buat omongan kejam gue!

"Kok lo gak marah?" tanya gue. Pertanyaan bodoh.

"Buat apa?" dia nanya balik. Ya Rabbi, gemes gue. Eh, gue punya ide~

"Kamu ngelamar kerja di PLN gih, senyum kamu yang nyetrum pasti bisa ngatasin krisis listrik." Kata gue sambil tersenyum menggoda.

"Berhenti,"

"Matahari ditakdirkan terbit di sebelah timur dan kamu ditakdirkan terbit dimataku."

"Stop,"

"Siang ini panas banget ya? Tapi gak tau kenapa pas liat wajah kamu jadi adeeeem deh,"

"Cukup,"

"Kalau kamu vampire, aku mau kamu gigit aku di bibir aja deh."

Setelah kata-kata terkahir gue itu, dia keliatan kaget. Matanya membulat hendak keluar. Gue membuat seringai. Lama-kelamaan gue mendekatkan bibir gue ke bibir dia. Dia menutup mata, ingin menolak, tapi...

"EHEM!"

Shit.

"Dilarang mempertontonkan kemesraan di sekolah. Sakura, Sasuke, ikut saya ke kantor."

Sial. Sial. Sial. Itu Tsunade-sensei, dia kepala sekolah disini. Wadow, gimana nasib gue nanti?

-000-

"SASUKE UCHIHA...!"

"UAH! AMPUUUUN!"

"LO GAK AKAN GUE MAAFIN!"

Bak! Bik! Buk! Buagh! Meow~

Badan gue memar. Tangan, kaki gue hampir patah. Kepala gue ancur, gak bisa mikir. Hawa disini membunuh, aura panas, neraka buka cabang ya?

Sakura Haruno, cewek yang paling bikin gue penasaran itu menganiaya gue sekarang. Cuma gara-gara gue mau cium dia, terus dipanggil ke ruang kepsek, dimarahin deh sama ortunya. Cuma gitu doang dia marah! Gue kan cuma pengen bikin dia terpesona gitu. Oke, wajar sih dia marah... tapi gak perlu gini juga. Gila, di depan gue sekarang udah ada penjaga neraka lari-lari ngejer gue, man. Sedangkan gue jalan mundur-mundur.

Tuhan, hamba belum menikah, masih mau hidup...

"Sakura! Gue kan udah minta maaf!" teriak gue marah. Dia melotot dengan background api yang membara-bara bagaikan di gurun sahara. Loh?

"SEJAK KAPAN GUE BILANG UDAH MAAFIN LO?" jawabnya nyolot aabiiieezzzszsz.

"Gue kan ngomong baik-baik!"

"Kok jadi lo yang sewot sih?" bentaknya. Gue kicep. Dalam kata lain, mingkem.

"Eh... kan gue becanda." Balas gue sambil ketawa-ketiwi gak jelas. Dia diem. Lah, kok diem?

"Wowowowow, santai~" gue berusaha membuatnya tenang setelah dia siap membuat ancang-ancang. Cewek itu tetep masang tampang horror sambil berjalan mendekat.

"Sini lo, Uchiha..."

Mencekam. Ya, itu yang gue rasa sekarang. Dia kalau diliat-liat, mirip sadako ya?

"UCHIHA..." katanya dengan nada mistis. Sekarang malah mirip kuchisake onna.

Drap... drap...!

Uaaah! Dia lari!

"GYAAA!" gue teriak sekenceng-kencengnya, berusaha menghindar dari cewek yang menurut gue udah gak waras itu.

"GROAAAA!"

"Sakura! Ampun!" gue berusaha memohon. Cih, harga diri gue jatoh.

"GROAAAAA!" kapan dia berhenti teriak kayak gitu? Ilfeel liatnya, sumpah.

"Eh, Sakura, Sakura! Mata hijau kamu bagus ya? Kayak..."

"Kayak apa?" dia nyolot.

"Kayak... uaaah! Sak! Sak! Ampun!" gue jerit-jerit pas dia melayangkan tangannya ke arah muka gue. hampir aja, untung gak kena.

"KAYAK... APA...?" tanyanya. Horror abis.

"Eng... kayak... sawah?"

Hening.

"LO GAK AKAN PERNAH GUE AMPUNIN!"

"UAAAAAAAAAH!"

-000-

"Aw! Aw! Pelan-pelan, baka aniki!"

"Udah untung gue mau ngobatin!"

Hn, sekarang gue udah di rumah, tangan gue yang bonyok lagi diobatin sama baka Itachi ini. Tadi, gue dilarikan ke UKS dalam keadaan tak sadarkan diri, alias pingsan. Serem ya? Hih, tu cewek makan apa sih?

"Aw! Aw—"

Plak!

"AW! Loh, kok gue ditampar?" tanya gue gak terima setelah dapat tamparan mentah dari aniki sendiri.

"Lo berisik sih!" bentaknya. Kalau gak niat ngobatin gue mah gak usah kali. Bikin tambah stress aja.

"Udah ah, gak becus!" akhirnya gue pergi dari tempat itu dan berjalan menaiki tangga.

"Bayar," ujar Itachi enteng.

"Sorry amat." Jawab gue dan berlari ke atas. Kudengar, Itachi mendecih pelan.

O.O

"Hellow yellow!" sapa Naruto saat gue udah sampai sekolah. Gak banget sumpah, apaan tuh 'Hellow Yellow'?

"Hn,"

"Eh, teme, teme! Gue udah jadian loh sama Hinata!" ujarnya semangat. Gue cuma ber'oh' ria. Udah ketebak.

"Teme, kok diem?" tanyanya. Gue menunduk. Dia loncat-loncat.

"Aha!"

Idih?

"Pasti ada masalah ya? Cerita dong," pintanya. Gue meletin lidah.

"Ngapain?"

"Kita kan sahabat, ayo dong teme..." rayunya dengan mata cihuahua.

"Hn,"

"TEME...!"

"Maksa deh," keluh gue kesal.

"Biarin, ayo cerita..."

"Hah, gini... kemarin Ino gak masuk, terus gue digebukin Sakura. The end," jawab gue singkat. Dia cengo.

"Kok gak nyambung? Gara-gara Ino gak masuk, lo digebukin Sakura anak 11.B itu?" tanyanya. Gantian, gue yang cengo sambil garuk-garuk rambut.

"Nanti aja ceritanya," kata gue.

"Oke, tapi janji ya? Cantelan." Balasnya sambil menjulurkan jari kelingking tangan kananya. Gusti, jaman kapan nih terakhir gue cantelan? Daripada lama, mendingan gue nurut aja lah. Gue cantelin tuh jari kelingking gue ke jarinya.

"Yes! Ayo, ucapkan sandi persahabatan!"

"Hah?" gue bingung. Apaan tuh sandi persahabatan?"

"Masa lo lupa sih? Gini ya, ikutin! Saya berjanji, tidak akan—hmph!" gue ngebekep mulutnya. Habis berisik.

"Udah udah, dobe. Nanti juga gue ceritain."

"Jan—"

"JANJI!" teriak gue pake toa yang entah darimana asalnya.

"Oke, ayo masuk kelas." Ajaknya. Gitu kek dari tadi.

O.O

"Gerakan titik materi secara keseluruhan, dapat diamati jika posisinya..."

"Bla... bla... bla..." gue menggumam. Jujur aja, gue paling gak suka pelajaran fisika atau biologi. Apalagi dengerin Kurenai-sensei ngomong panjang lebar. Dia emang cantik sih, seksi pula. Cuma omongannya ngebosenin, jadi enek gue. Lagian, gue udah pinter, jadi ngapain belajar? Buang-buang waktu aja.

"Coba Sasuke, jawab soal yang ini," ujar Kurenai-sensei. Gue mendongak lalu berdiri dan maju ke depan dan mengerjakan soal yang ditunjuknya tadi.

"Hm..." Kurenai-sensei menggumam setelah gue selesai mengerjakan soal. "Ya, benar!" lanjutnya. Gue tersenyum bangga. Ini sih anak TK juga bisa!

"Kembali ke tempat duduk," perintah Kurenai-sensei. Gue menurut.

"Kita lanjutkan ya... jadi, jika—"

Teng! Teng!

Wushhh!

Krik.

Kurenai-sensei yang sedang mengajar di kelas pun melongo dengan mulut mangap melihat semua muridnya nyuekkin dan segera pergi keluar kelas setelah bel berbunyi. Gue ngakak. Kocak banget mukanya.

"Teme! Katanya mau cerita!" jerit Naruto tiba-tiba. Gue mendengus.

"Nanti, dobe..." gue berusaha sabar.

"Nanti, nanti terus! Wooo!"

Plak!

Gue tampar Naruto. Kejam ya?

"Sakit, teme!" keluhnya.

"Gomen, ke kantin yuk," ajak gue tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.

"Loh? Kok watados gitu? Liat nih muka gue merah-merah! Punya rasa—"

"Gue bayarin," potong gue cepat.

"Oke."

Cih, dasar matre.

.

"Teme, ngomong-ngomong Ino kemana ya? Kok gak masuk lagi?"

Pik.

Telinga gue serasa membesar. Iya ya? Dari tadi gue gak liat Ino. Hn, kemana sih dia?

"Kok diem?" tanya Naruto.

"Hn, gue juga gak tau dia kemana." Balas gue. Sial, gue harus ketemu Ino hari ini! HARUS!

To Be Continued

Nyeh, aneh? abal? gaje? tuangkan saja. jujurlah padaku~

kalo nyampah bilang ya :)

IKUT POLL BARU AKU YA! menentukan ending fic ini loh~ *maksa

Makasih ya buat:

aya-na rifa'i g login

Miz Dindol

Hydrangea Amutia

Youichi Hikari

miss hakuba

Jeevas Revolution

4ntk4-ch4n

Kaze or Wind

Uchiha Kazuma Big Tomat

Amakusa Natsumi

Nanako Haruna

Maaf ya belum bisa dibales lewat PM!

ARIGATOU GOZAIMASU!