Diclaimer : ©Takashi Rumiko©

Title: Thanks For Everything

Pairing : Inuyasha X Kagome

All Stars :

Kagome, Inuyasha, Kouga, Sesshomaru, Shota, Nenek Kaede, Shippo, Sango, Kohaku, dll.

Genre : Tragedy, Romance

Rate : T

Author : Hwarang Ichikurasaki

Chapter 3

'Kouga! Tunggu pembalasanku, kau akan menyesal telah mengeroyokku!' batin Inuyasha dalam hati.

Inuyasha terlihat sangat membenci orang yang bernama Kouga. Dialah yang telah membuatnya babak belur seperti ini. Inuyashapun tidak tahu kenapa Kouga dan teman-temannya tiba-tiba memukulinya.

-Dirumah Kagome-

Hari ini hari sabtu, jadi sepulang sekolah Kagome tidak bekerja. Karena hari sabtu jadwalnya libur bekerja.

"Inuyasha kemana kak?" tanya Shota yang baru pulang sekolah.

"Dia sudah pulang!" jawab Kagome singkat.

"Apa kakak yang mengantarkannya?" tanya Shota kemudian.

"Dia pulang sendiri," jawab Kagome.

"Syukurlah kalau begitu, aku jadi tidak susah-susah mengantarkannya!" ucap Shota lega.

"..."

"Oh iya! Bukankah besok pagi kakak akan lomba maraton?" tanya Shota kemudian.

"Iya, memangnya kenapa?" jawab Kagome sembari bertanya.

"Tentu saja aku akan menyemangati kakak!" ucap Shota semangat.

"Kau ini bisa saja!" kata Kagome sambil tersenyum lebar.

Kagome terlihat senang karena adiknya sangat mendukungnya. Kagome berharap orang tuanya juga akan mendukungnya di alam sana.

-Esok paginya-

Pagi-pagi sekali Kagome dan Shota berangkat menuju tempat start perlombaan maraton. Ternyata disana Sango dan Miroku sudah menunggunya.

"Kagome! Kami disini?" teriak Sango dari kejauhan.

Mendengar panggilan Sango, Kagome dan Shota kemudian menghampirinya.

"Kau juga kesini, Miroku?" tanya Kagome.

"Iya, aku ingin menyemangatimu! Iya kan, Sango?" jawab Miroku.

"Betul 100%, kita kesini untuk menyemangatimu! Aku yakin kalau kau akan mendapat juara, Kagome!" imbuh Sango.

"Iya, aku percaya kakak akan menang!" imbuh Shota.

Kagome mengulum senyum bahagia melihat adik dan sahabatnya menyemangatinya.

"Oh iya, Kagome! Ini, aku membawakan madu untukmu! Kata ibuku madu bagus untuk menambah stamina, kau minum ya?" ucap Sango sambil menyerahkan madu itu.

"Hmm... terimakasih Sango! Aku akan meminumnya!"

Kagome menerima madu dari Sango, dan kemudian meminumnya. Sango yang melihat Kagome menerima pemberiannya terlihat sangat bahagia.

"Sebentar lagi dimulai! Aku harus segera berkumpul dengan peserta yang lain. Aku titip Shota ya?" kata Kagome sambil mengamati peserta lomba yang lain.

"Baiklah, Shota akan aman bersama kami!" jawab Miroku kemudian.

"Kakak ini apa-apaan sih? Aku kan sudah besar. Tidak perlu mengkhawatirkan aku seperti itu," ucap Shota tidak terima dengan ucapan kakaknya.

"Iya, kakak percaya! Kakak kesana dulu ya?" ucap Kagome.

"Iya!" jawab Shota.

"Semangat, Kagome!" kata Sango semangat 45.

Kagome merasa sangat beruntung mempunyai teman seperti mereka. Teman yang selalu bisa mengerti dirinya.

Dan beberapa saat kemudian terompet pun dibunyikan. Itu artinya lari maraton akan segera dimulai. Kagome berlari dengan semangat dan antusias. Dia tidak ingin mengecewakan adik dan teman-temannya.

Disaat yang sama Inuyasha melewati jalan tempat perlombaan maraton itu berlangsung. Inuyasha menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya.

"Didepan ada apa? Kenapa terlihat ramai sekali?" tanya Inuyasha pada sopirnya.

"Hari ini ada lomba maraton, tuan!" jawab sopir itu.

"Aku turun disini, kau pulanglah kerumah," perintah Inuyasha.

"Tapi, tuan! Tuan Sesshomaru menyuruhku untuk mengantarkan tuan kemanapun," ucap sopir itu berusaha mencegah Inuyasha.

"Tidak apa-apa! Nanti biar aku yang bicara sama kakak!" ucap Inuyasha.

"Baiklah kalau itu yang tuan inginkan," jawab sopir itu.

Inuyasha turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju kerumunan orang disana. Dari kejauhan Inuyasha melihat Shota sedang berteriak-terian tidak jelas. Inuyasa berjalan menghapiri Shota. Setelah hampir dekat dengan Shota, Inuyasha baru sadar kalau ternyata Shota sedang berteriak menyemangati Kagome.

'Kagome? Jadi Kagome mengikuti lari maraton ini?' batin Inuyasha.

Inuyasha terlihat mencari-cari sosok diantara para peserta lomba yang sedang berlari. Matanya tertuju pada perempuan dengan rambut terikat ke belakang. Ya, akhirnya Inuyasha menemukan Kagome. Inuyasha terus berjalan di trotoar mengikuti para peserta lari itu. Saat Inuyasha bertemu dengan penjual minuman, ia membeli air mineral dan kemudian melanjutkan perjalanannya mengikuti para peserta lari itu. Inuyasha memotong jalan biar cepat sampai pada garis finish. Dengan waktu yang tidak lama, Inuyasha sampai di sana.

Waktu berjalan begitu cepat. Para suporter menyemangati jagoannya masing-masing. Dari kejauhan terlihat seorang peserta yang berlari dengan sangat gigihnya. Dia juga berlari di barisan terdepan.

"Kagome! Bersemangatlah!"

Tanpa sadar Inuyasha menyemangati Kagome. Saat Kagome semakin dekat dengan garis finish, Inuyasha semakin melebarkan senyumannya. Inuyasha terlihat senang.

"Aku berhasil!" teriak Kagome puas.

Kagome berhasil memenangkan lomba itu. Saat Kagome mengatur nafasnya, tiba-tiba dia disodori minuman oleh seseorang. Kagome mendongakkan kepala melihat orang yang memberinya minum.

"Kau?" ucap Kagome terkejut.

"Terimalah, kau terlihat kehausan," kata Inuyasha sambil meletakkan minuman itu di tangan Kagome.

"Terimakasih!"

Kagome langsung meminumnya, karena memang Kagome sangat kehausan. Dia tidak tahu kenapa Inuyasha bisa ada di tempat ini.

"Selamat ya, kau berhasil memenangkan lomba ini," ucap Inuyasha kemudian.

"Terimakasih!"

Kagome melemparkan senyumnya ke arah Inuyasha. Ternyata Inuyasha memang orang yang baik.

"Kakak!" teriak Shota dari kejauhan.

Teriakan Shota membuat Kagome menoleh ke arah suara itu. Dia melihat Shota berlari dengan sangat gembira. Di belakangnya terlihat Miroku dan Sango. Mereka juga terlihat bahagia.

"Shota?"

"Akhirnya kakak berhasil!" ucap Shota gembira.

"Aku bangga padamu, Kagome!" imbuh Sango.

Sango dengan siratan bahagia segera memeluk Kagome, begitu pula Shota.

"Sudahlah, kalian ini apa-apaan sih?" ucap Kagome yang merasa risih dengan perlakuan Sango dan Shota.

"Kagome, selamat atas kemenanganmu ya?" ucap Miroku sambil menjabat tangan Kagome.

"Terimakasih telah mendukungku, Miroku!" jawab Kagome kemudian.

"Kakak, kau benar-benar hebat!" imbuh Shota.

"Iya, kau benar-benar hebat Kagome!" timpal Sango.

Terdengar Shota dan Sango memuji Kagome.

"Kau siapa?" tanya Miroku pada Inuyasha.

Miroku mulai bertanya pada pemuda yang berada di samping Kagome. Sango dan Shotapun kemudian mengalihkan pandangannya pada Inuyasha.

"Inuyasha!" ucap Shota tidak percaya.

Shota mulai mendekati Inuyasha dan memperhatikannya baik-baik.

"Iya!" jawab Inuyasha singkat.

"Hmm... lukamu sudah sembuh! Jangan-jangan semalam kau hanya berpura-pura!" tanya Shota kemudian.

"Nani? Hah, terimaksih untuk yang semalam itu!" ucap Inuyasha.

"Dia siapa Kagome? Kelihatannya Shota sudah mengenalnya?" tanya Sango pada Kagome.

"Dia yang kuceritakan tempo hari itu, Sango. Namanya Inuyasha!" jawab Kagome.

"Oh, jadi dia orangnya?" tanya Sango lagi.

"Iya!" jawab Kagome singkat.

Miroku memperhatikan Inuyasha. Dia seperti tak asing lagi pada Inuyasha.

"Aku masih ada urusan, aku duluan ya?" ucap Inuyasha sambil berlalu.

"Kau mau kemana?" tanya Shota.

"Apa kau mau ikut, Shota?" tawar Inuyasha.

"Tentu saja tidak, aku hanya bertanya!" jawab Shota membuang muka.

"Sampai ketemu di lain waktu!" ucap Inuyasha sambil berjalan menjauhi mereka.

Inuyasha pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah mereka sedikitpun.

'Dasar orang misterius!' batin Kagome.

Kagome hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang dilakukan Inuyasha. Datang tiba-tiba dan pergipun tiba-tiba.

-Di tempat lain-

Di ruang kerjanya Sesshomaru menatap fotonya bersama keluarganya. Di sana ada dirinya, Inuyasha, ayah, juga ibu Inuyasha. Foto itu diambil saat mereka liburan di kota Yokohama. Waktu itu Inuyasha masih berumur 10 tahun dan Sesshomaru berumur 16 tahun.

"Ayah, Ibu! Kenapa kalian begitu cepat meninggalkan kami? Bukakanlah jalan pikiran Inuyasha, agar dia tidak membenci dan menyalahkanku seperti ini," ucap Sesshomaru sedih.

Saat ini Sesshomaru lah yang menjadi direktur di perusahaan menggantikan ayahnya. Sesshomaru menjadi seorang pemuda yang sangat sibuk. Dia harus mengurusi perusahaan besar. Dia berjanji akan melanjutkan keinginan ayahnya memperluas perusahaannya. Dia akan meneruskan impian ayahnya.

Inuyasha duduk ditepi sungai. Di sana dia bisa menikmati pemandangan alam yang sangat indah. Di sinilah Inuyasha biasa menghabiskan waktunya setelah kepergian orang tuanya.

Inuyasha mengeluarkan ponselnya. Dia melihat album foto di ponselnya. Melihat foto-foto ibu dan ayahnya, dia menjadi sangat rindu pada mereka. Saat sampai di salah satu fotonya, Inuyasha menghentikan tatapannya sejenak. Di dalam foto itu ada dirinya, ayahnya, ibunya, juga Sesshomaru. Nuansa foto itu memperlihatkan kedekatan dan kebahagiaan di antara mereka. Di sana terlihat jelas gambar Sesshomaru yang sedang memeluk dirinya dari belakang.

"Kakak!"

Hati Inuyasha tersentuh sesaat melihat gambar itu. Tiba-tiba Inuyasha dikagetkan dengan adanya cahaya putih yang bersinar. Cahaya itu semakin mendekatinya, dan Inuyasha dapat melihat sosok yang dirindukan selama ini.

"Ibu? Benarkah ini ibu?" tanya Inuyasha tidak percaya.

"Inuyasha anakku!" panggil wanita itu.

Perempuan itu meraih tangan Inuyasha dan memeluk Inuyasha. Ia merasakan kehangatan di dekapan ibunya. Kerinduannya selama ini terwujud ketika wanita itu memeluk erat Inuyasha.

"Aku sangat merindukan ibu, ibu kemana saja?" ucap Inuyasha pada Ibunya.

"Ibu berada di tempat yang menyenangkan bersama ayah!" jawab ibu Inuyasha.

"Aku ingin tidur di pangkuan ibu!"

Inuyasha melepaskan pelukan ibunya dan kemudian tidur di pangkuan ibunya.

"Sekarang kau sudah tambah besar, Inuyasha!" puji ibu Inuyasha.

"Dan ibu terlihat semakin cantik!" puji Inuyasha pada ibunya.

Ibu Inuyasha membelai lembut rambut anaknya.

"Inuyasha, kenapa kau benci pada kakakmu?" tanya Ibu Inuyasha.

"Karena... karena kakak membuatku kehilangan ibu dan ayah!" jawab Inuyasha dengan nada semakin lirih.

"Kau sama sekali tidak kehilangan ibu dan ayah, setiap manusia pasti akan kembali kepada Sang pencipta! Dan saat itulah jalan bagi ibu dan ayah untuk kembali kepada-Nya! Jadi kau tidak boleh menyalahkan kakakmu seperti itu," ucap ibu Inuyasha.

"Ibu!"

"Inuyasha, kakakmu sangat menyayangimu! Kau jangan seperti itu padanya, kakakmu sama sekali tidak bersalah," ibu Inuyasha mulai menasehati anaknya.

"Tapi?"

"Ayah dan ibu akan bahagia di sana kalau melihatmu dan kakakmu saling menyanyangi. Kalian ini adalah saudara! Tidak seharusnya kau membencinya," jelasnya lagi.

"Ibu!"

Inuyasha tidak bisa menahan butiran air mata yang tak terasa mengalir begitu saja. Perlahan ibunya mengusap air mata yang keluar dari mata Inuyasha.

"Ingatlah saat-saat dimana kalian selalu bersama, ingatlah saat-saat membahagiakan itu," ucap ibu Inuyasha.

"..."

"Ayah dan Ibu sedih melihatmu tidak akur dengan kakakmu! kalau kau ingin ayah dan ibu bahagia, minta maaflah pada kakakmu. Karena dia sangat menyayangimu!" ucap ibu Inuyasha.

Perlahan-lahan wajah ibunya menghilang dari pandangan Inuyasha. Inuyasha berusaha menggapai tangan ibunya. Tapi Inuyasha tidak bisa mengapainya. Dari kejauhan, Inuyasha hanya melihat senyum ibunya yang semakin lama akhirnya semakin hilang. Inuyasha sendirian ditepi sungai itu. Inuyasha berteriak sangat keras.

"Ibuuuuu...!"

Inuyasha mengepal erat tangannya, dia menangis! juga sangat sedih.

"Benarkah ibu dan ayah sedih melihat aku membenci kakak? Apa yang aku lakukan? Kenapa aku tidak bisa berfikir jernih? Seharusnya aku tidak menyalahkan kakak! Karena kakak memang tidak bersalah!" ucap Inuyasha.

Inuyasha akhirnya menyadari kesalahan yang telah dibuatnya, menyakiti perasaan kakaknya. Kakak yang sangat ia sayangi, kakak yang selalu melindungi dan selalu mengkhawatirkannya. Inuyasha menekan contact diponselnya. Dia mencoba menghubungi seseorang.

"Jemput aku di dekat sungai!" perintah Inuyasha kepada orang yang ditelponnya.

"Baik tuan muda!" jawab orang itu.

Tut... tut... tut...

Inuyasha menutup ponselnya, ibunya sudah membukakan jalan pikirannya yang selama ini tertutup oleh kebencian.

"Ibu, terimakasih telah menyadarkanku!"

Tidak beberapa lama Inuyasha menunggu, akhirnya sopirnya datang menjemputnya. Dengan segera Inuyasha masuk dalam mobil, dan menyuruh sopirnya menjalankan mobil.

"Kita mau kemana, tuan?" tanya sopir itu.

"Antarkan aku ke kantor!" jawab Inuyasha.

"Baiklah, tuan!"

Mobil itu melesat menuju kantor keluarga Inuyasha yang sekarang ini dipimpin oleh Sesshomaru. Tidak beberapa lama mobil itu sudah memasuki wilayah kantor. Kantor yang begitu besar. Sudah lama Inuyasha tidak datang ke kantor setelah kepergian orang tuanya.

Saat Inuyasha keluar dari mobil, semua mata tertuju padanya. Para karyawan terlihat heran akan kedatangan Inuyasha, karena Inuyasha memang jarang datang ke kantor.

"Tuan muda?" sapa salah seoarng karyawan.

"Iya!"

"Ada yang bisa saya bantu?" tawar karyawan itu.

Terlihat salah satu pegawai menawarkan diri membantu Inuyasha.

"Aku ingin bertemu dengan tuan Sesshomaru, apakah dia ada di ruangannya?" jawab Inuyasha sambil bertanya.

"Iya, apakah saya perlu memberi tahu kedatangan tuan muda pada tuan Sesshomaru?" tawar karyawan itu.

"Tidak perlu! Saya langsung keruangannya saja!" ucap Inuyasha.

"Baiklah!"

"Terimaksih!" ucap Inuyasha sambil berlalu.

"Sama-sama, tuan muda!" jawab karyawan itu.

Inuyasha berjalan menuju ruangan Sesshomaru yang berada dilantai 8. Inuyasha memasuki lift menuju ke lantai 8. Tidak beberapa lama lift itu terbuka, dan Inuyasha segera melangkah keluar. Di lantai 8 terlihat sepi, karena di lantai itu memang hanya orang-orang yang penting saja yang dibolehkan masuk.

Inuyasha sudah berada di depan pintu ruangan direktur. Dengan agak ragu Inuyasha mengetuk pintu itu.

Tok... tok...tok...

"Masuklah!"

Inuyasha segera membuka pintu itu. Dia bisa melihat jelas apa yang sedang dilakukan kakaknya. Ternyata kakaknya sedang sibuk dengan setumpuk berkas.

"Apa aku mengganggu?" tanya Inuyasha pada Sesshomaru.

Sesshomaru sangat mengenali suara itu. Dia langsung melihat siapa orang yang baru saja datang.

"Inuyasha?" ucap Sesshomaru tidak percaya.

Inuyasha hanya tersenyum lebar mendengar kakaknya memanggilnya. Inuyasha berjalan menghampiri kakaknya.

"Apakah tuan perlu bantuan?" tawar Inuyasha.

Inuyasha menawarkan bantuan pada kakaknya dengan gaya sekretaris.

"Kau ini ada-ada saja!" jawab Sessomaru bahagia.

Sesshomaru sangat kaget melihat adiknya datang secara tiba-tiba, dan dengan kehangatan yang selama ini sangat diharapkan oleh Sesshomaru. Sesshomaru terlihat sangat gembira. Hal itu bisa terlihat saat Sesshomaru menanggapi guyonan adiknya.

"Aku hanya ingin minta maaf pada kakak! Selama ini aku terlalu bodoh!" ucap Inuyasha menunduk.

"Inuyasha!"

"Aku minta maaf telah menyakiti kakak!" ucap Inuyasha lagi.

"Sudahlah Inuyasha! Aku sudah melupakannya, melihatmu berubah seperti ini saja kakak sudah cukup senang!" ucap Sesshomaru.

"Apa kakak tidak membenciku?" tanya Inuyasha.

"Mana mungkin aku membenci adikku sendiri!" ucap Sesshomaru.

"Kakak!"

Inuyasha memeluk Sesshomaru. Inuyasha tidak menyangka kalau kakaknya akan memaafkannya.

'Ayah, Ibu, terimakasih! Kau telah mengembalikan Inuyasha seperti dulu,' batin Sesshomaru.

Mendapat pelukan dari Inuyasha, Sesshomaru tidak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terima kasih pada sang Pencipta karena telah membukakan hati adikknya yang selama ini tertutupi kebencian.

~~~~ T B C ~~~~

Hyaa... akhirnya aku update juga...

sepertinya terlalu lama, dan garing pula...wkwkwkw

maaf yak semuanya...

DAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANNYA...