Disclaimer: Amano Akira owns Katekyoushi Hitman Reborn!, GUST-BANPRESTO owned Ar Tonelico series. Plot, gajeness owned by saya selaku pencetus ide ini.

Warning: Sekali lagi maaf kalau characternya OOC. Dan ingatlah ini FULL AU. Don't like, don't read~

Terima kasih review dan dorongannya, yah, setidaknya harap saja saya masih punya cukup ide agar cerita ini bisa terus berlanjut.


Ar Tonereborn: Melody of Mist

2011 (c) Kuroi-Oneesan


Phase 3.3 Ideal World

Setelah satu rangkaian pendek Dive yang dilakukan Byakuran kepada sang partner sementara Mukuro, Mir dengan baiknya menyediakan minuman untuk para tamunya tersebut. Ya, walaupun tak tampak tetapi Croix tahu bahwa di raut wajah Mir sudah tersirat bahwa ia ingin menulis sebuah cerita—yah, itu hobinya—mengenai kedua vanguard-partner tersebut.

Kali itu Mukuro sedang melakukan tes Dive bersama Mir dan Croix, Byakuran menunggu di luar dengan Mir.

"Apa yang dia lakukan disini? Menikmati kebebasannya?" ucap Mir yang sedaritadi menyilangkan tangan.

"Mukuro-kun sebenarnya amnesia, Mir-san." jelas Byakuran. "Oleh karena itu ia ikut denganku sampai dia menemukan seluruh ingatannya."

"Amnesia...?" Mir sampai menaikkan alis. "Ternyata Reyvateil sekuat dia punya kelemahan juga."

Byakuran tampak ingin menarik info, "Kau tahu sebanyak apa tentang Mukuro-kun, Mir-san?"

"Maaf saja tapi sebaiknya ia yang beritahu, bukan aku," Mir tertawa kecil. "Kuberitahu saja, Mukuro itu walaupun keras tetapi ia suka sekali dimanja."

Senyum Byakuran makin meluas, "...Akan kuingat itu."

/

Api, persilangan pedang,

Entah berapa lama sudah Yamamoto dan Gokudera mulai bosan dengan monotonnya pertarungan dengan Lambo tersebut. Tetapi sang teman kecil mereka itu sama sekali tidak terlihat lelah ataupun ingin menarik kakinya keluar dari pertarungan.

"Kalian ingin menemui FALSE=ANSUL lain, kan? Kalian harus melewatiku dulu," ujar Lambo. "Atau stasiun takkan terbuka untuk kalian..."

"Cih—"

Daurnya kembali sama, Gokudera melayangkan api dan Yamamoto menghalangi dengan pedangnya.

"Oi, Yakyuu-baka! Apa kita tidak suruh saja dua orang itu pergi duluan?" seru Gokudera.

"Panggil saja mereka kemari! Lambo takkan membuka stasiun bila kita tidak mengalahkannya—"

"Bisa nanti saja ngobrolnya? Kalian mengacaukan pertarungan~" seru Lambo yang mulai melemparkan granat ke medan pertarungan.

Gokudera menangkis granat tersebut sebelum meledak dengan salah satu song magic Dynamite-nya. "Cih, dari dulu kau selalu saja keras kepala, Lambo!"

"Heh, song magic kecilmu itu takkan bisa mengalahkan granatku lagi, Gokudera-kun~"

/

"Voi, Xanxus..."

"Hn? Ada apa, sampah?"

Kali ini bergulir ke Sol Infel Tower, Xanxus dan Squalo tengah berada di ruangan utama, memantau setiap segi Sol Infel dengan berbagai bala bantuan. Sejauh ini Sol Infel dalam keadaan damainya, kurang lebih setelah kejadian pemberontakan pada saat itu.

"Sepertinya ada keadaan aneh di Shimon City, voi." Squalo berpangku tangan. "Kudengar Giotto tengah menugaskan Byakuran, reyvateil semu itu, dan beberapa temannya menuju Shimon City untuk mencari FALSE=ANSUL milik Sol Infel tower."

"Oh, jadi awalnya kau bukan kandidat utama Origin tower ini, sampah?" Xanxus hanya menaikkan kaki di atas singgasananya tanpa bergerak banyak. "Siapa dia? Kenapa Giotto repot-repot mengutus orang mencarinya?"

"Kalau tidak salah namanya...Luche, voi." Reyvateil Origin itu berdehem. "Tapi untuk apa Luche ada di Shimon City? Bukannya kota itu sudah hancur lebur?"

"Hmm, sepertinya menarik juga." Xanxus berdiri dari singgasananya. "Ayo ke Shimon City, biarkan saja pengawasan tower pada Reyvateil researcher sampah itu—"

"Maaf, Xanxus-sama, tapi saya bukan sampah," muncul seorang wanita dari balik pintu geser, nametag bertuliskan Miura Haru bertengger di sekitar jas putihnya. "Ya sudahlah, silahkan anda pergi tetapi jangan sampai Pioggia-sama kenapa-kenapa..."

"VOI! AKU TAKKAN MUDAH MATI KOK!"

/

"Tidak ada jejak dari Gokudera-chan dan Yamamoto-chan..." Byakuran mengutak-atik Telemo-nya. "Croix-san juga sudah melakukan cek pada seluruh Ala Alba."

Setelah serangkaian obrolan, para pesinggah hendak lepas landas menuju tempat berikutnya. Tetapi, di tempat yang sudah dijanjikan Yamamoto dan Gokudera, mereka tidak ada disana. Mereka juga tidak dapat di kontak dengan Telemo, bagaikan hilang sama sekali.

Croix dan Mir ikut membantu mencari, tetapi hasilnya nihil.

"...Aneh sekali, mereka menghilang—"

PIP PIP PIP

Telemo Byakuran berbunyi, itu dari Yamamoto.

"Yamamoto-chan, dimana kau?"

"Datanglah ke kantor stasiun...aku ada disana..." suara Yamamoto terdengar statis. "Tapi...Lambo—dia membawa pergi Gokudera—"

"Gokudera-chan dibawa kabur—tunggu, dia juga mengincar FALSE=ANSUL?"

"Ta-Tampaknya begitu..."

Mendengar pembicaraan tersebut, Mukuro terkekeh. "Kufufu, sepertinya misi ini tidak mudah..."

/

"Apa yang sedang kau lakukan, Luche?"

Seorang Reyvateil wanita kala itu tengah berdiri di tengah sayup-sayup angin yang mengarah utara, di atas sebuah gedung yang berada di rentetan bangunan yang masih utuh di sana, mata hitamnya memperhatikan awan yang berarak pelan. Ya, Shimon City memanglah sudah usang akibat perang beberapa waktu silam, tetapi bukan berarti kota itu berakhir.

Kalau saja ada seseorang seperti dia, kota sehancur apapun bisa dibangun kembali.

"Mendengarkan angin...memang kenapa, tuan?"

"Sudahlah, tak usah seformal itu. Kita kan teman kecil, lagipula, kita hanya berdua disini." Pria berpakaian serba hitam dengan cambang yang cukup panjang muncul mendekati wanita itu.

"Baik, Reborn..." wanita itu mendengus. "Kenapa? Tumben kau menyusuliku kemari."

"Tidak, bukan apa-apa." Ia tersenyum. "Hanya saja...aku ingin bertanya."

"Hmm? Tidak biasanya kau sentimentil, kau menginginkan sesuatu?"

"Sudah kubilang, bukan apa-apa," tukas Reborn. "Apa yang akan kau lakukan bila aku bisa mewujudkan dunia yang sering kau impikan?"

"Aku tak pernah ingin apapun dari dunia ini, Reborn." Luche mendesah. "Semua ini sudah cukup..."

Reborn masih saja tidak percaya, "Begitukah?"

Luche menatap mata Reborn, dengan sedikit aba-aba ia mulai menyanyikan sebuah lagu, jawaban untuk Reborn.

.

Wee yea ra hymme celetille ciel.
Wee yea ra fountaina fane oz shen.
Was yea ra hymme presia rre omnis manaf bexm yehah!
Wee yea ra accrroad omnis manaf.
Wea yea ra accrroad sos hartes yor.
Was yea ra wearaquewie quen khal fane
ar manaf ware omnis ciel!


(I am happy to sing for this beautiful world
I am happy to fill this world with the light of love
Please sing with me the happiness of all lives being born!
I am happy to give life to everything
I am happy to give life to my beloved you
May I wish for birth of eternal love
to those entire one and only lives in this world!)

.

"Jadi itu keinginanmu...hm?" ia hanya bisa menghela nafas sebagai jawaban. "Baiklah, aku mengerti."

"Sebenarnya, apa yang ingin kau lakukan, Reborn?" Luche bertanya. "Kau menemuiku entah ratusan tahun lalu ketika aku sudah tidak diperlukan lagi bagi administrasi Sol Infel, lalu, apa yang kau inginkan?"

"...Itu..." Reborn terdiam sejenak, ia berbalik badan dan pergi dari hadapan Luche. "urt ratinaa siary faur sieerr."

"...Dunia ideal yang pernah aku beritahukan...?" Luche menangkap makna ucapan hymmnos tersebut. "Memangnya aku pernah bilang apa padamu?"

.

To be continued.


A/N: Hymn yang dinyanyikan Luche itu potongan dari hymn Ar Ciel, Ar Dor. Lalu kata-kata Reborn diambil dari lirik pembuka Ec Tisia ~Tarifa~, keduanya dari album Ar Ciel, Ar Dor yang dinyanyikan Shikata Akiko.

Nah, untuk chapter-chapter selanjutnya, saya akan mengusahakan biar lebih banyak dan berisi lagi setidaknya. Nah, akhir kata, review, masukan dan apapun diterima!