YOOOO EVERYBODY...

Back with me Qana. So wats up everybody.

Okay, gw mulai bosen.

Katanya ulqui mau dihidupin kembali, K.A.P.A.N...KAPAAN?

Saya peansara...aya naon etah ama ulqui? Si borokokok jadi bad ass ieu?...

We don't know...

Man, I`m so stuck with this.

Ulqui : sabar aja

Me : lo kalo bilang sabar sekali lagi, gw geplak lo pake geta

Ulqui : ya terus lo mau gw bilang apa? Gw emang gak di takdirin idup dan bersama hime, gitu?

Me : no way...I won`t say that.

Ulqui : ya udah terima aja

Me : ulqui

Ulqui : hmmn?

Me : entah kenapa gw kayaknya pingin geplak seseorang pake geta nya Geisha yang tebel nya kayak gitu

Ulqui : tanggal berapa ini?

Me : gak tahu...gw bukan tukang kalender

Ulqui : -liat kalender- wah...tanggal 13...pantes

Me : apa nya yang pantes?

Ulqui : lo belom dapet ya?

Me : lo ngapain nanya gw belom dapet apa gak?

Ulqui : udah jawab aja

Me : belom, mang napa?

Ulqui : Lo kena PMS

Me : heh?

Ulqui : pra menstruasi sindrom bodoh

Me : oho iya ya...pantes aja dari tadi gw maunya ngamuk mulu. Gak tahu alasannya apa –sheepish smile-

Ulqui : ...( pantes aja, grimm dari kemaren di marahin mulu, untung dia sabar...apa gak berani ngelawan ya? )

Me : kok lo tahu yang begituan sih ?

Ulqui : gw kan udah jadi suaminya onna, jadi iseng aja pas ada waktu luang gw nanya –nanya

Me : gak nyangka lo punya ketertarikan dengan yang begituan

Ulqui : yah itu juga kan bagian dari Onna gw juga

Me : that's very true...GRIIIIMMM MANA ES KRIM GW

Grimm : -ngacir ke tempat qana- apa sih, kayaknya gak usah teriak deh

Me : mana es krim gw, rasa strawberry –demanding look-

Grimm : ( oh shit, gw lupa kalo dia minta es krim )

Me : Mana~-ngerengek-

Grimm : lupa

Me : HUAAAAAAAAAA AKU MAU ES KRIMM MAU ES KRIIMMM MANA ES KRIMM –ngerengek mode-

Grimm : iya-iya...ntar gw beliin. Tapi tulis dulu ni cerita nya

Me : iya...

Bleach is not mind...mati kesamber petir, kejatohan tiang, di tabrak mobil dah kalo gw bilang iya.

Ulqui : itu...sumpahan diri sendirinya banyak banget

Me : bodo amat. Terima gak lo, gw gampar lo pake geta Geisha

Ulqui : dia ngamuk...


Ulquihime Omake

HONEYMOON IN BALI

Hari pun sudah pagi, dan salah satu dari mereka masih belum ada yang bangun.

Di luar, burung pun berkicau dengan sangat meriahnya, khas kicauan pada pagi hari.

Dan dengan itu, Orihime pun terbangun.

Di lihatnya sang suami yang masih tertidur pulas di sebelahnya. DIa pun hanya tersenyum dan membiarkan sang suami tidur dengan lelapnya.

Tidak mau sang suami bangun, dia pun memperhatikan langkahnya keluar dari tempat tidur.

Setiap dia melakukan suatu gerakan, di selalu melihat ke arah sang suami. Berharap dia tidak bangun dan berbuat lagi apa yang dia lakukan tadi malam.

Gerakan demi gerakan Orihime lancarkan dan pada saat itu juga dia selalu melihat kearah sang suami.

Sedikit bunyi akan membangunkannya.

Dia berjalan timit-timit, langkah demi langkah dia perhitungkan.

Dan akhirnya dia keluar juga dari area tempat tidur.

' huft...hampir saja 'pikir Orihime seray melihat kearah suaminya.

Di lihatnya sang suami masih tertidur dengan damainya.

Setelah keluar dari area tempat tidur, dia pun mengobrak abrik kopernya untuk mencari baju ganti yang pas untuk hari ini.

Ini adalah hari ke dua mereka di Bali, dan mereka akan melakukan banyak hal hari ini.

' Coba kita lihat...Kata Leo-san, kita akan pergi mengunjungi sesuatu yang khas di Bali, berarti aku memakai pakainan yangbiasa saja ' Kata Orihime di benaknya.

Setelah dia sudah mempersiapkan apa yang akan di pakainya nanti, dia pun mengabnti, dia pun melihun melihatmeja dekat tempat tidur.

lihat ke arah jam tangan rada di meja kecil di sebelah jari ini.

il jam tangan Ulquiorra yang ia taruh di atas meja dekat tempat tidur.

Dia pun kaget, ternyata sudah jam 8.15 dan restaurant di hotel yang dia tinggali buka hanya sampai jam 9.

Lalu dia pun membangunkan Ulquiorra agar bersiap- siap untuk beraktivitas.

" Ulquiorra bangun, sudah 8.15, ayo bangun. Nanti kita tidak kebagian makan " Katanya seraya menggoyangkan badan Ulquiorra.

Ulquiorra pun hanya menggerang sebagai balasan nya.

" Ayo Ulquiorra, bangun...nanti keburu tutup sesi breakfast nya.." Kata Orihime memohon kepada sang suami.

Dan akhirnya Ulquiorra pun bangun.

Lalu Ulquiorra pun melihat kearah Orihime seraya berkata, " Kamu lapar? "

" Iya, makanya ayo bangun.."

" Ya sudah "

Kemudian Ulquiorra pun bangun dari tempat tidurnya.

Dengan sedikit meregangkan badan Ulquiorra pun duduk di pinggir kasurnya, seraya melihat Orihime jalan kesana-kemari. Merapikan kopor nya.

Kemudian Ulquiora mengambil jam tangan nya lalu melihat kearah Orihime.

" Kamu mau mandi duluan? "Katanya seraya menunjuk kearah perlengkapan mandi Orihime.

" I-iya "

" Sepertinya kalau giliran waktunya tidak akan cukup. Kita harus mandi berdua kalau ingin mengejar sesi makan pagi " Kata Ulquiorra seraya pergi menuju kopor nya lalu mengambil perlengkapan mandinya.

Orihime yang mendengar itu agak speechless.

Otaknya pun mulai mengeluarkan pertanyaan- pertanyaan yang membuat mukanya merah dalam sekejap.

Mandi bareng? Aku dan Ulquiorra? Kalau mandi bareng, berarti melihat tubuh Ulquiorra lagi? ( Me : Ya iyalah bodoh )

Ulquiorra yang melihat muka Orihime memerah dan melihat kebawah saja, dia pun menghampiri Orihime.

" Ada apa Onna, tadi kamu bilang mau ikut sesi breakfast kan? "

" I-iya...tapi kan...m-mandi berdua...itu..."

Ulquiorra yang mendengar itu pun hanya tersenyum kecil akan kepolosan istrinya ini. Walau mereka sudah melalui nya semalam, tapi tetap saja, sang istri masih polos seperti biasa. Tapi itu lah yang dia suka dari istrinya yang unik ini.

Beda dari yang lain, sama seperti dirinya.

" Orihime Inoue, kamu masih polos seperti biasa. Kita sudah suami istri, ingat ? "

Orihime pun hanya bisa memelas mendengar apa yang di katakan Ulquiorra. Dia pun hanya bisa berkata, " T-tapi kan..

" Tapi apa? Ayo, katanya kamu tidak mau ketinggalan sesi makan pagi hotel ini "

" Y-ya sudah lah "

Lalu mereka pun menuju kamar mandi yang tersedia.

Disana mereka membuka baju masing. Sebetulnya Ulquiorra yang membuka baju, Orihime terlihat masih malu-malu.

' OH AYOLAH ORIHIME. DIA SUDAH JADI SUAMIMU, UNTUK APA SUNGKAN, TOH KAMU SUDAH MELAKUKANNYA ' katanya di benak nya.

Dan memang benar. Ulquiorra sudah jadi suami Orihime, untuk apa sungkan atau malu di hadapannya. Toh dia sudah pernah melihat seluruh tubuh Orihime di malam pertama mereka sampai di Bali. Jadi untuk apa di tutup- tutupi lagi.

Ulquiorra yang sekarang telanjang dada pun mulai curiga. Kenapa Orihime tidak membuka baju.

" Onna, apa yang kamu lakukan. Ayo buka bajumu, Kamu tidak akan mandi dengan baju kan " Kata Ulquiorra di balik punggung nya yang tegap.

" I-iya "

' Oh ayo lah Inoue Orihime, Tegarkan dirimu. Kamu sudah jadi milik Ulquiorra Schiffer, jadi untuki apa sungkan dihadapannya ' Kata Orihime membatin untuk memberanikan diri untuk membuka bajunya.

Selama Orihime mebuka bajunya, Ulquiorra pun mulai menggosok giginya.

Dia pun melihat Orihime dari kaca yang tersedia di kamar mandi itu. Orihime yang malu-malu membuka bajunya, entah kenapa di pikiran Ulquiorra sangat erotis.

Tidak kuat dengan apa yang di lihatnya, Ulquiorra pun langsug memalingkan padangannya dari kaca tersebut. Lebih tepatnya dari pandangan Orihime sedang buka baju.

Setelah menggosok gigi, dia pun masuk ke bathub duluan.

Di lain tempat, Orihime akhirnya berhasil membuka bajunya. Lalu dia pun membalut badannya dengan handuk yang tersedia.

Masuklah dia ke tempat bathub.

Disana Ulquiorra sudah membenamkan badannya, sehingga yang terlihat hanyalah bagian atas dari badannya.

Entah mengapa jantung Orihime berdetak semakin kencang sesaat dia melihat Ulquiorra dengan rambut dan badan yang basah.

Dengan malu-malu, Orihime pun masuk ke dalam bathub bersama itu.

Orihime pun sedikit menjaga jarak dari badan Ulquiorra. Entah kenapa dia melakukan itu. Sepertinya dia masih sungkan walau dia sudah sah di nyatakan suami istri. Maklum masih pengantin baru mungkin.

Di lain pihak, Ulquiorra tahu bahwa sang istri menjaga jarak dari dirinya. Takut menyentuh bagian yang intim dari dirinya.

Tapi Ulquiorra tidak peduli, dia malah mengingin kan itu.

Lalu dia merentangkan tangannya lalu merangkulkannya di perut Orihime dengan tujuan menarik Orihime mendekat kearahnya.

Dan benar saja, Orihime mendekat ke tubuhnya.

Orihime yang merasa ada tangan yang melilit di perutnya pun langsung melihat tangan itu. Tentu saja itu milik laki-laki yang selalu ada di sampingnya, Ulquiorra.

Tangan itu pun menarik dirinya kedalam pelukan Ulquiorra.

Lalu Ulquiorra pun menyandarkan kepalanya di leher Orihime seraya berkata, " kenapa kau menjaga jarak, Onna ? "

Suaranya yang berat dan dalam itu seakan membuat Orihime terhipnotis. Dan terlebih lagi, dia mengatakannya di dekat kuping Orihime.

Dan dalam sekejap, muka Orihime pun memerah dua tingkat.

" A-aku..."

" Kamu takut kalau menyentuh ku? "

" T-ti-tidak "

" Lalu kenapa? "

Orihime sudah kehabisan kata, dia malu mngatakan kalau dia takut menyentuh bagian tertentu Ulquiorra. Dan bila dia mengingat – ingat kejadian semalam...

' FOKUS ORIHIME, FOKUS '

Dan dengan begitu, Orihime pun kembali ke pemikirannya yang semula.

Dia harus mengatakannya yang sejujurnya kalau dia memang takut atau mungkin lebih tepatnya malu menyentuh bagian tertentu Ulquiorra.

" S-sebtulnya...a-aku ..t-t "

Sebelum Orihime bisa menyelesaikan kata-kata nya, Ulquiorra sudah menyelanya terlebih dahulu. Orihime bersyukur dengan sikap Ulquiorra yang tidak terlalu suka bertele-tele, karena dia terlalu malu mngatakannya semua.

" Kamu takut ? "

Orihime pun hanya mengangguk bertanda benar dengan apa yang di katakan Ulquiorra.

Ulquiorra yang mendengar itu hanya bisa tersenyum. Istrinya benar-benar polos, terlalu polos. Tapi entah mengapa dia sangat suka dengan sifat unik istrinya yang kadanga terlalu kekanak- kanakan dan kadang juga bisa dewasa.

Sungguh unik.

Ulquiorra pun semakin erat memeluk Orihime. Itu mengakiatkan tubuh mereka saling bersentuhan satu sama lain.

Orihime bisa merasakan hangatnya badan gigai Ulquiorra dan bidangnya dadanya.

Ulquiorra juga bisa merasakan hangat dan halus badan Orihime. Warna yang tidak terlalu pucat seperti dirinya. Perbaduan antara warna putih dan orange dan semburat pink di wajah Orihime, membuat Ulquiorra ingin mencium Orihime.

Kemudian Ulquiorra mencium bau rambut Orihime yang seperti buah strawberry, sangat menyenangkan.

Air hangat dicampur dengan gelembung sabun yang mengelilingi mereka mebuat suasana menjadi sangat hangat. Mengingat suhu di Bali sedikit dingin dan di tambah Ac di luar kamar mandi, membuat suasana di sekeliling mereka sangat nyaman.

Waktu pun seakan berhenti untuk beberapa menit sesaat mereka seperti itu.

Setelah 10 menit berlalu, mereka pun keluar dari bathub. Mereka mulai mengeringkan badan masing-masing, lalu berpakaian.

Setelah berpakaian, mereka pun menuju restaurant hotel untuk mengambil jatah makan pagi mereka.

Stelah sampai di restaurant, sang resepsionis pun menyanyakan nomor berapa kamar mereka.

Setelah mendapatkan Infornasi yang di butuhkan, sang resepsionis pun mengambil daftar tamu.

" Ah Kamar XXX atas nama Mr dan Mrs Schiffer. Meja kalian sudah di sediakan "

Lalu sang resepsionis pun menunjukkan jalan di mana meja mereka berada.

Dan benar saja, mereka meuju meja yang mempunyai pemandangan di pagi hari yang sangat menawan.

' Bagus juga selera si kembar itu ' Kata Ulquiorra membatin.

Setelah mereka mendapatkan makan pagi dan beberapa pesanan yang mereka pesan, mereka pun menuju tempat parkir mobil.

Disana terlihat Leo, sang supir yang di utus si kembar untuk menemani mereka berdua selama 4 hari kedepan sedang bercengkrama dengan sesame supir lain.

Leo pun menyadari keberadaan mereka berdua, lalu menyapa mereka.

" Selamat pagi Ulquiorra, Orihime. Apa breakfast kalian menyenangkan? " Katanya sambil tersenyum melihat keduanya mesra seperti pasangan penagtin baru kebanyakan.

" Ya sangat menyenangkan. Katakan kepada Grecia-chan dan Erica-chan bahwa makanan dan suasananya sangat indah. Mereka sudah repot-repot mencarikan tempat yang seindah ini. Benarkan Ulquiorra? " Kata Orihime seraya tersenyum kearah Leo lalu kearah Ulquiorra.

Ulquiorra pun hanya mengangguk lalu berkata, " Benar itu. Kami sangat berterima kasih " dengan nada dingin seperti biasa.

Leo yang sudah terbiasa dengan nada bicara pamannya si kembar yang lebih dingin dari pada Ulquiorra pun hanya tersenyum kembali.

" Berterima kasihnya nanti saja, kalian masih belum melihat semua tempat yang Grecia-sama dan Erica-sama pesankan untuk kalian. Mungkin kalau Erica-sama mendengar ini, dia mungkin akan berkata, ' Ah, itu belum seberapa, kalian belum lihat yang lebih bagusnya ' "

Orihime yang mendengar itu hanya tertawa dan Ulquiorra pun hanya diam saja seperti biasa.

" Kalau begitu mari saya antar ke mobil " Kata Leo seraya menunjukkan jalan kepada sang penganti baru.

Sesampainya di tempat mobil mereka berada, Leo pun langsung memencet kendali otomatis sang mobil untuk membuka kunci mobil.

Lalu Leo mempersilahkan mereka masuk ke mobil.

Hari ini mobilnya adalah Maybach 62 sedan.

Setelah mereka masuk ke mobil, mobil pun di nyalakan. Setelah di nyalakan, suasana di mobil pun terasa nyaman, karena Leo sang supir memasang lagu klasik dari jaman barokh sampai jaman romantis.

Sungguh indah dan menyejukkan hati.

" Anu...Leo-san. Aku tidak tahu kamu suka lagu klasik " Kata Orihime seraya menggandeng tangan Ulquiorra.

Nada yang di alunkan di lagu itu sangat damai dan romantis, sangat menyejukkan hati.

" Oh ini? ini adalah koleksi Erica-sama untuk mobil ini. Dan untuk mobil lain ada lagi dan juga, saya suka lagu klasik " Kata Leo seraya melihat kearah jalan di depannya.

" Jadi sebetulnya Grecia-chan dan Erica-chan tinggal di mana? Sepertinya mereka memiliki rumah yang banyak "

" Hmmnn..iya, mereka mempunyai rumah yang banyak. Seperti rumah cabang. Itu karena...mungkin bisa di bilang ini mereka mendapatkan warisan dari orang tua mereka yang sudah meninggal. Setelah Mr. Tsukishiro dan Mrs Ferranov meninggal, saham dan barang berharga yang di tinggalkan mereka di serahkan kepada Mr. Dragunov, Paman si kembar dari keluarga Mrs. Ferranov sepertiga nya untuk kepentingan mendesak kalau-kalau ada sesuatu terjadi diantara kedua kakak si kembar dan si kembar sendiri. Dan selebihnya di berikan kepada si kembar dan kakak-kakannya " Beber Leo seraya menyetir.

" Eh kakak-kakaknya? Aku tidak tahu kalau Grecia-chan dan Erica-chan punya kakak "

" Ya mereka merahasiakannya tentang mereka, karena ini demi kepentingan kakak-kakanya dan si kembar. Kakak-kakanya adalah seorang detektif yang sangat jenius, sejak kecil sudah di kirim ke sekolah untuk anak jenius. Walau waktu mereka bayi sampai mereka kelas 5 SD si kembar tak pernah bertemu denan kakak-kakak mereka, Mereka tetap yakin bahwa kedua kakak mereka akan kembali. Lalu pada suautu saat.."

Flashback

" Yoo Anybody home? Gees they where are they ? " Kata seorang laki-laki yang mempunyai hair style Bob berwarna kuning, mengenakan jaket kulit dan beberapa aksesoris Gothic terlihat di pakainannya.

" Mana refrigatornya, semoga saja ada es krim " Kata seorang laki-laki di belakang pria berambut kuning itu.

Rambutnya berwarna Hitam kelam bagai malam dan style nya yang acak-acakan, membuat Si kembar ketakutan.

Grecia dan Erica yang masih berumur 8,5 tahun takut menghadapi orang itu.

Biasanya paman mereka lah yang akan mengusir orang asing yang tidak di kenal yang berniat menyakiti mereka, tapi karena paman mereka sedang ada tugas di tempat militer nya, mereka pun harus menghadapinya sendiri. Tapi mereka terlalu takut.

' Kemana bibi Laurent...kami takut? ' kata mereka membatin menanyakan kemana bibi mereka yang biasanya mendampingi mereka.

Setelah beberapa lama Bibi mereka tidak kunjung keluar, mereka pun terlalu takut untuk menghadapi mereka. Jadi mereka mempunyai ide.

" Grace, aku dapat ide " Kata Erica dengan berbisik kearah kakanya.

" Apa itu? "

" Rangkaian air "

"Ide Bagus, Aku ambil air "

"Aku yang merangkai ya "

Setelah semenit kemudian.

Sang lelaki berambut kuning pun terkena balon air tepat di kuping nya, sehingga satu kupingnya yang terkena balon air jadi bindeng, tidak bisa mendengar.

" HOY, SIAPA YANG MELEMPAR TUH. KURANG AJAR " lalu dia pun meraba pinggang nya.

" Sial, aku tidak membawa senjata "

Kemudian sang pria berambut kuning itu pun berjalan mencari handuk untuk mengeringkan mukanya dan rambutnya.

Lalu tanpa sang pria menyadari, dia pun menyenggol seutas benang bangunan yang kuat.

GUDUBRAK!

Lalu terdengar suara, " JATUUUUU..H "

Lalu sang lelaki berambut kuning pun melihat keatas.

Ternyata diatas sang lelaki itu ada se baskom besar air yang akan menimpa kepala sang lelaki.

BYUUUUR

Sang lelaki pun basa kuyup.

" FUCKING SHIT, HEH KELUAR LO BANGSAT...JANGAN MAIN DI KANDANG DOANG "

Lalu lelaki yang berambut hitam pun mendekati sang lelaki berambut kuning seraya berkata, " Heh, berisik banget sih. Bisa tenang gak sih "

Sang lelaki berambut kuning pun memberi death glare kearah lelaki yang berambut hitam. Lalu berkata, " lo liat kan gw basah kuyup kayak gini gara-gara si brengsek yang main di kandang doang ini "

Lalu Sang lelaki berambut hitam pun mencium bau dari cairan yang berada di lelaki kuning.

" kamu kena pemutih "

" WHAT? Pemutih? Anjing banget sih nih orang "

Setelah selang beberapa waktu, cairan ketiga pun di lancarkan.

Sesaat setelah sang lelaki kuning berusaha untuk berdiri, di bantu oleh pria berambut hitam, cairan hitam pun dilancarkan menuju kolam renang.

Sang pria berambut kuning itu pun tergelincir karena cairan itu dan itu juga mebuat sang pria berambut hitam ikut jatuh.

Dan mereka tergelincir menuju kolam renang.

" WAAAAAH "

Dan mereka pun terjatuh ke kolam renang.

Setelah mereka muncul kepermukaan.

" Butset dah...hah..hah..hah..tadi itu oli ya? " Kata pria berambut kuning.

" Iya...ini orang piter juga, tapi dari caranya kemungkinan ini karya anak kecil. Tapi anak kecil yang membuat ini..."

Lalu pria berambut Hitam pun menoleh kearah pria berambut kuning seraya berkata, " jangan-jangan mereka "

Pertamanya sang pria berambut kuning tidak terlalu mengerti apa yang dimaksudkan si pria berambut hitam.

" Mungkin juga..."

Kemudian suara ketawa anak kecil pun keluar dari balik bayangan sinar ruangan tadi.

Kemudian dua sosok anak kecil pun terlihat sedang tertawa, menertawai mereka.

" Hahahahaha kita berhasil grace, kita membuat mereka tak bisa keluar dari kolam renang "

" Jaga sikap mu Er, mereka kan tamu tak di undang kita. Walau begitu kamu harus jaga bicaramu "

Dua pria itu pun speechless melihat apa yang mereka lihat.

Dan pandangan itu di sadari oleh Erica.

" Apa yang kamu lihat, Kamu melihat keanehan kakak ku yang berambut putih hah ? " Katanya dengan lagak preman kecilnya.

" Erica...sudah. Tidak perlu dibahas lagi, aku sudah terbiasa kok " Kata Grecia seraya tersenyum kepada adik kembarnya.

" Tapi kak.."

"Sudah lah Erica...biar aku yang bicara" Lalu Grecia pun menoleh kearah kedua orang yang terlihat diam saja dari tadi.

" Kalian siapa? Mau apa kalian kemari ? kalau kalian berniat ingin menyandra kami, kami sudah mengepung kalian di kolam renang itu. Kami sudah pasang lem super di sekeliling kolam. Kalian tak akan bisa keluar "

Lalu sang pria berambut hitam pun mulai berkata, " ini kediaman tuan Dragunov kan? "

" Benar " Kata Grecia.

" Dimana Tuan dan nyonya pemilik pertama kediaman ini? "

" Mereka sudah meninggal karena kecelakaan. Apa kau bodoh, beritanya sudah tersebar luas kan? "

" Tidak di Inggris, tepatnya di sekolah St. Quil "

Dengan begitu, Grecia dan Erica pun mulai menyadari nama sekolah itu, sekolah yang orang tuanya dulu saran kan. Sekolah anak jenius.

Grecia pun menyadari siapa-siapa yang berada di sekolah itu. Kakak-kakaknya.

" Siapa nama orang tua kami ? " Kata Grecia.

Erica yang mendengar itu sedikit kaget, lalu berkata, " Grace? "

Tapi Grecia menghiraukan perkataan Erica.

"Jawab pertanyaan ku "

" Carl James Tsukishiro dan Sisca Ferranov "

" Siapa kakak pertama dan kedua kami ? "

" Luke Leonid dan Mikhail Kirill "

Mendengar itu, Grecia pun langsung menengok kearah Erica seraya berkata, " Er...mereka..kakak kita "

" Huh? "

" Mereka kakak kita...Kak luke dan kak Mike. Kau dengar sendiri kan tadi... "

Mendengar penjelasan tadi, Erica dan Grecia pun langsung berlari kearah kolam renang lalu menceburkan diri ke Kolam renang.

Mereka tidak peduli dengan keadaan basah mereka nantinya, mereka hanya menginginkan pelukan dari kedua kakak tersayang mereka yang tak pernah mereka temui. Dan sekarang mereka temukan.

" KAKAAAAK HWAAAAA KENAPA BARU PULANG SEKARANG HUEEEE..." kata Erica seraya memeluk kedua kakaknya seraya menangis.

" Hueee...k-kenapa kakak tidak pulang " Kata Grecia sesegukan seraya memeluk kakak pertama dan keduanya, Luke dan Mikhail.

End Of Flashback

" ...Mereka sangat kangen dan mereka menghabisakan waktu mereka di kolam renang dengan kakak-kakak mereka sampai paman mereka menemukan mereka berada di kolam renang. Mr. Dragunov sampai memarahi mereka karena apa yang mereka lakukan dengan kolam renang Dan juga Tuan muda Luke dan Tuan muda Mike sampai kena marah karena asal masuk ke rumah tanpa memberitahu pihak rumah. Tapi pada akhirnya, Mr. Dragunov memberi salam selamat datang kepada mereka lalu menjelaskan semuanya " beber Leo kepada Orihime.

Orihime yang mendengar itu pun Antusias karena cerita kehidupan Si kembar yang unik.

" Lalu, apa kabarnya Luke-san dan Mike-san ? "

" Mereka sudah tiada, di bunuh oleh penjahat yang bersangkutan dalam case yang mereka selidiki. Tuan muda Luke meninggal setengah tahun setelah itu, di bulan November dan Tuan muda Mike meninggal di awal tahun 2010. Si kembar sangat Shock sesaat setelah mereka mendengar kakak-kakaknya meninggal, tapi yang paling shock adalah Erica, sesaat setelah mendengar Tuan muda Mike meninggal. Tuan muda Mike adalah kakak sekaligus idola kedua setelah paman nya di keluarga kami. Tuan muda Mike lah yang sering menjemput Erica dari sekolahnya dan Tuan muda Mike juga yang mengenalkan pacarnya ke pada Erica, hanya Erica. Mereka sangat akrab dan sifat mereka hampir sama... " Beber Leo dengan muka sedikit sedih tapi di paksakan untuk senyum.

Kemudian Leo pun meneruskan kembali perkataannya.

" Kalau tidak ada Tuan Dragunov, mereka sudah sebatang kara. Tidak ada yang bisa merawat dan mejaga mereka "

Orihime yang mendengar itu hanya terlihat sedih dan merenung.

Betapa menyakitkannya kehidupan si kembar.

Di tinggal orang tua meninggal.

Di tinggal Kedua kakak yang mereka sayangi.

Sungguh malang nasib mereka.

Leo yang melihat raut wajah Orihime yang menggambarkan dia ingin menangis, menceriakan keadaan kembali.

" Tapi tenang saja Orihime-san. Si kembar adalah anak yang kuat, tidak pantang menyerah. Sama seperti kakak-kakaknya. Their spirit always be with them "

Orihime yang mendengar itu pun hanya kaget mendengar seorang supir bisa berbahasa Inggris juga.

" Leo-san bisa bahasa inggris? "

" Ahahahaha, saya bisa bahasa Inggris, Rusia, Jepang,Prancis dan Spanyol. Semua Pelayan di kediaman Dragunov bisa berbahasa Inggris, Rusia, Jepang dan Prancis. Dan karena saya dari Spanyol, maka saya bisa bahasa Spanyol "

Orihime pun hanya terpukau mendengar kelebihan yang dimiliki oleh juga anggota di kediaman Dragunov itu.

' Pasti semua orang yang berada di kediaman itu di seleksi sangat ketat dan memiliki tingkat akademik yang bagus '

Setelah beberapa Menit kemudian, Sampailah mereka di pusat pembuatan batik tenun khas Bali.

" Iyak. Disini tempat kita singgah untuk hari ini. Disini kalian akan tour bersama tour guide dan kalian bisa berbelanja di traditional market di sebelahnya " Kata Leo.

" Oke, terima kasih banyak " Kata Orihime seraya menggandeng Ulquiorra.

" Ya, selamat bertamasya. Dan oh iya, ini ada kamera yang di belikan untuk kalian dari Tuan Dragunov "

" Ah tidak perlu repot-repot " Kata Orihime seraya melambaikan tangannya, menolak.

" Ah sudah, terima saja. Hadiah ini adalah hasil dari jerih payah si kembar untuk membuat pamannya membeli hadiah untuk kalian. Dengan begini kalian bisa memajang kenang-kenangan di rumah baru kalian "

" T-tapi..."

" Oh sudah lah, ambil dan gunakan. Kalian tidak mau waktu kalian berdua tidak dikenangkan? Setidaknya ini untuk mengingatkan seperti apa Indonesia itu, khususnya Bali "

Dengan helaan nafas, Orihime pun mengambil kamera itu seraya berkata, " Baiklaaah "

Lalu mereka pun pergi meninggalkan mobil yang merek tumpangi.

Disana, mereka di sambut oleh tour guide yang sangat ramah dan yah lumayan cantik khas Indonesia.

Sang tour guide pun memperkenalkan diri kepada para tourist nya.

Stelah meperkenalkan diri, sang tour guide pun memulai guide nya. dari macam-maca batik, jenis-jenisnya dan sebagainya ia sebutkan dan jelaskan. Dari Makna dan corak ia jelaskan dan juga dari legenda nya dan siapa- siapa saja yang biasanya memakai batik atau tenun tertentu.

Di sela-sela penjelasan, biasanya ada sesi tanya jawab.

Di sana, Ulquiorra dan Orihime mebdapatkan pelajaran tentang bagaimana menjadi suami istri yang baik dan benar.

Dan mereka akhirnya tahu, ada beberapa batik yang memiliki makna romantic dan sebagainya.

Setelah acara guide nya sudah selesai, tinggalah mereka berduaan melalang buana di tempat itu.

Akhirnya mereka pun selesai meilihat-lihat pembuatan Batik tenun, mereka pun menuju ke tempat kerajinan perak.

Perjalanan pun terasa sebentar, karena jarak pembuatan batik tenun dan kerajinan perak lumayan tidak jauh.

Sesampainya mereka disana, pertama kali mereka melihat berbagai macam bentuk perak dan juga sebagainya yang terbuat dari perak.

Di sana juga tersedia tour guide, disana mereka diajak berkeliling menuju tempat pembuatan perak dan sebagainya.

Orihime pun terlihat sangat senang dan entah kenapa, Ulquiorra juga terlihat senang.

Mungkin karena ini menyangkut hal baru, maka dia ingin mempelajarinya lebih dalam, tentang Bali dan se isinya.

Selama sang tour guide menjelaskan pembuatan perak dan juga bagaimana perak bisa di karyakan, Ulquiorra dan Orihime sangat antusias. Sampai-sampai sang tour guide nya sweatdrop melihat pasangan ini sangat antusias.

' Pasangan yang serasi ' batin sang tour guide.

Setelah mereka melewatkan sesi tour, mereka pun memasuki area market.

Disana Orihime melihat hasil dari pembuatan perak yang dia lihat tadi menjadi barang-barang yang cantik dan sangat mengagumkan.

Setelah Orihime melihat-lihat stock yang ada, matanya pun tertuju kepada kalung yang bertuliskan " Ties of Love pedant " dari Swarovski di rak khusus International Stock.

Lalu dia melihat harg yang dicantumkan di kalung itu.

Dan harganya selangit dan tidak bisa di jangkau oleh uang yang Orihime punya.

Dan dia tidak mungkin meminta uang Si kembar lagi. Mereka sudah membantu mereka lebih dari cukup.

Dia tidak mau menyusahkan mereka lagi.

Di lain pihak, Ulquiorra melihat muka sang istri muram lalu menghela nafas. Matanya tertuju pada kalung yang berwarna merah Rubi itu.

Dia pun berjalan menuju Istrinya seraya berkata, " Kamu mau? "

Orihime pun hanya menjawab dengan anggukan. Lalu berkata, " Tapi uang ku tidak akan cukup untuk membeli ini " seraya menghela nafas. Mengingat harganya yang terlalu mahal untuk Orihime.

Lalu dengan santainya, Ulquiorra merogoh kantong celananya untuk mengambil dompetnya.

Lalu dia memanggil penjual yang menjaga stock itu.

" Iya bisa saya bantu tuan? "kata sang penjual kepada Ulquiorra.

" Ini berapa harganya? "Kata Ulquiorra seraya menunjuk kearah kalung yang di inginkan Orihime.

" Ini harganya $90 "

" Saya beli. "

Orihime yang mendengar itu hanya kaget.

" Ulqui, kamu mau membelikannya? "

Seraya merogoh dompetnya, Ulquiorra pun berkata, " Iya, kamu mau kan? "

"Mau, tapi dari mana uang nya? " Kata Orihime bingung.

Dan memang benar, Ulquiorra selama ini belum mulai bekerja. Walau dia sudah di terima di beberapa perusahaan ternanma seperti Qatar Shell, tapi kontrak kerjanya belum di mulai. Dia akan mulai bekerja sebulan setelah Bulan madu ini berakhir.

Ulquiorra sambil memberikan sebuah kartu ATM. ( huh ATM? Emang di hueco mundo ada ATM? )

Orihime jelas bingung Kartu ATM macam apa yang di berikan kepada sang penjual itu.

"Ulqui kartu apa itu? Aku tidak tahu hueco mundo ada ATM? " Kata Orihime bingung dengan kartu yang tidak jelas asalnya dari mana itu.

" Ini memang kartu ATM, tapi bukan kartu ATM aku. Ini kartu ATM Aizen yang di titip kan padaku. Kamu tidak berpikir selama kamu berada di Hueco Mundo, makanan selalu ada seperti sulap kan? " Kata Ulquiorra dengan nada dingin seperti biasa.

Kalau di pikir-pikir, perkataan Ulquiorra benar. Tidak mungkin semua makanan yang aku makan selama di Hueco Mundo ada dengan natural di sana. Dan tak pernah ada kasuk Stock makanan habis disana.

' Aku baru tahu kalau Aizen punya ATM disini...sungguh mengejutkan ' kata Orihime mebantin.

Dan memang benar, sungguh tidak mungkin kalau semua makanan yang dia makan dan minuman yang diaminum ada di Hueco Mundo. Jadi ini rahasianya ya...

Setelah membayar semua yang harus di bayar disana, akhirnya Ulquiorra mendapatkan apa yang di ingingkan nya.

Ulquiorra pun membuka bungkus kalung tersebut, berncana memasangkannya di leher sang istri nya yangmanis itu.

" Kemarikan leher mu " Kata Ulquiorra Seraya memegang kalung yang akan di pakaikannya ke Orihime.

Orihime pun mengangkat rambutnya dan mempersilahkan Ulquiorra memasangkan kalung tersebut.

Tapi sepertinya kalung yang dia ingin pasang, tempat untuk mencantolkan nya susah untuk di pasangkan.

' kok susah sih? ' kata Ulquiorra membatin.

Akhirnya Ulquiorra mendekatkan matanya ke sang cantolan kalung tersebut. Akibatnya, nafas Ulquiorra terkena tengkuk Orihime.

Bulu kuduk Orihime mulai meremang akibat nafas Ulquiorra yang dingin itu dan juga muka Orihime mulai memerah satu tingkat dari biasanya.

' Sabar Orihime, Sabar '

Setelah Ulquiorra berhasil mencantolkan cantolan yang kecil itu, dia pun mengajak Orihime pergi ketempat lain karena mereka sudah selesai disini.

Setelah mereka menemukan Leo, mereka pun langsung pergi ketempat wisata lainnya.

Selama di jalan Orihime menyandarkan kepalanya ke bahu Ulquiorra seraya berkata, " Ulquiorra, terima kasih ya "

Lalu tangan Ulquiorra bergerak kearah pundak Orihime lalu merangkul Orihime.

Dia pun berkata, " juntos, amada esposa ".

Dari kaca supir, Leo bisamelihat betapa sayangnya Ulquiorra kepada Orihime dan juga sepertinya Ulquiorra adalah orang spanyol.

Sesama orang spanyol, dia bisa mengartikan apa yang Ulquiorra katakan.

' Sungguh romantis ' katanya membantin.

Selama di perjalanan, Orihime sangat senang dengan hadiah yang diberikan Ulquiorra.

Dia selalu memaikannya, memengangnya, merabanya tanpa sepengetahuan Ulquiorra.

Setelah sampai di tempat wisata Goa gajah, mereka pun keluar dari mobil.

" Iyak ini adalah Goa Gajah, dari sini aku yang akan meng-guide kalian ",Kata Leo memakirkan mobilnya lalu mengunci mobil dengan remote otomatis.

Setelah menuruni tangga yang tersedia, tibalah mereka ke pekarangan Goa gajah.

Disana Leo mulai menerangkan semua yang dia ketahui dari asal muasal mengapa dinamakan Goa Gaja, dan menunjukkan satu persatu patung yang tersedia dan juga peninggalan siapa ini dan sebagainya. Dari sejarah nya dia ungkap semua.

Seperti kebanyakan Tour Guide, dia mengadakan sesi Tanya jawab. Disini mereka mendapatkan pemandangan yang sangat menarik dan menawan.

Kemudian Orihime ingat tentang kamera yang diberikan nya dari paman si kembar.

Dia pun membuka tempatnya lalu mulai mengambil beberapa foto dari tempat tersebut.

" Ulquiorra ayo lihat sini "Kata Orihime seraya mengembangkan senyum bahagianya.

Ulquiorra pun menengok dengan tatapan biasanya.

Orihime pun tanpa membuang-buang waktu mengambil foto dari Ulquiorra tersebut.

" Whiew Ulquiorra kamu memang ganteng. Mau di lihat dari sudut mana pun, tetap ganteng " Kata Orihime menggoda Ulquiorra.

" Onna..." Kata Ulquiorra mengalihkan pandangannya kearah lain.

" Hahahahaha kamu tersipu ya Ulquiorra "

" Tidak "

" Ahahaha kelihatan sekali bohong nya " Katanya Orihime seraya meraih tangan Ulquiorra lalu menariknya mendekaiti dirinya.

Ulquiorra pun kaget mendapati dirinya mendekat kearah Orihime.

" Hey Leo, tolong foto kami " kata Orihime.

" Tentu "

Lalu Orihime menyerahkan kamera yang ada di genggamannnya itu ke Leo.

Leo pun mengambil beberapa foto Ulquiorra dan Orihime yang sedang merangkul, mincium pipi dan juga Mencium bibir.

Setelah sesi foto dan sesi guide selesai, sekarang saatnya untuk makan siang.

Karena hari sudah mulai siang, dan perut mereka sudah mulai berbunyi terlebih Orihime.

Lalu mereka pun pergi meninggalkan Goa Gajah dan menuju Kintamani untuk makan siang.

Setelah sesampainya di Kintamani, mereka pun mencari restaurant yang bagus yang sudah di pesan oleh Si kembar.

Setelah mereka menemukan nya, mereka pun mencari tempat parkir. Selagi Leo mencari parkir, Leo menyarankan kepada Ulquiorra dan Orihim euntuk makan terlebih dahulu. Karena Leo orang Spanyol, dia tidak terlalu suka makan nasi. Jadi dia sudah menyediakan makanannya sendiri yaitu roti selai dan Cheese burger.

Ulquiorra dan Orihime mengikuti apa yang disarankan Leo. Mereka pun pergi menuju restaurant tersebut.

Disana, mereka langsung di sambut dengan hangat oleh sang pelayan dan menunjukkan tempat reservation mereka.

Disana, mereka melayani diri sendiri. Buffet.

Mereka pun mengambil apa yang mereka ingin makan.

Ada ayam goring, nasi goring, teriyaki, sushi dan sebagainya.

Setelah mereka mengambil apa yang mereka ingin makan, mereka pun pergi menuju meja mereka yang menghadap persis pemandangan Gunung Batur yang menakjubkan.

Mereka pun sangat takjub melihat Gunung tersebut dari posisi yang sangat mengeksplosit kan Gunung Batur tersebut. Khusus nya Orihime.

Mereka pun makan dengan santai dan nyaman.

Sesekali mereka jeda dengan pembicaraan kecil seperti memuji bagaimana Indonesia atau bagaimana Aizen bisa mempunyai Kartu ATM yang tidak jelas itu dan sebagainya.

Setelah mereka makan, mereka pun membayar apa yang mereka makan.

Karena ini buffet, atau kata lainnya bisa makan sepuasnya dan juga Si kembar yang sudah membayar makanan mereka. Mereka pun langsung pergi ke tempat mobil mereka berada.

Dengan Leo yang siap siaga, mereka pun langsung pergi ke tempat selanjutnya, ke Pura Tirtha Empul di Tampak Siring.

Di sana daerah pegunungan, jadi daerah disana sedikit dingin dan jalannya menanjak.

Karena baju Orihime yang terbuka di daerah punggung nya, punggung nya pun merasa dingin.

Ulquiorra pun mengetahui bahwa Orihime kedinginan, jadi dia membuka jaket hitamnya lalu menberikannya ke Orihime seraya berkata, " bodoh, seharusnya kamu bawa jaket tadi "

Orihime pun hanya tersenyum kearah suaminya seraya berkata, "terimaka saih Ulquiorra "

Senyum itu selalu membuat Ulquiorra seperti meleleh, entah kenapa.

Sesampainya mereka Pura Tirtha Empul, Orihime pun langsung memakai jaket Ulquiorra karena udara di situ lumayan dingin.

Lalu mereka pun memasuki daerah pura tersebut.

Mereka pun berfoto-foto ria, khusus nya Orihime yangmemaksa Ulquiorra untuk berfoto denganya.

Mereka pun menjelajahi tempat tersebut. Setiap mereka Orihime melihat sesuatu yang menarik, dia pun langsung mem foto objek tersebut.

Udara yang menyegarkan dan tempat yang penuh pepohonan, mereka seperti kembali ke masa prasejarah yang ada di sana.

Kembali ke alam.

Ulquiorra yang jarang melihat ini semua atau mungkin tidak pernah sama sekali, Sangat antusias melihat ini semua. Begitu juga dengan sang istri.

Dan kebetulan juga, ada acara mandi disana.

Mereka pun langsung menghampiri tempat mandi untuk para penganut Hindu di sini.

Dari kalangan pria maupun wanita, mereka berdoa di salah satu kuil. Setelah mereka selesai berdoa, mereka pun memasukkan badannya di kolam yang di namakan kolam Tampak Siring.

Mereka berdua melihat cara umat Hindu di Bali berdoa.

Dan Orihime pun memotret mereka.

Hari pun sudah sore, mungkin hampir menjelang malam.

Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu lalu menuju tempat selanjutnya.

Tempat selanjutnya adalah Ke Garuda Wisata Kencana, melihat tari Kecak Api.

Setelah sampai di tempat tujuan, mereka pun menghampiri tempat resepsionis. Disana mereka di berikan kertas khusus untuk memudahkan mereka mengetahui jalan cerita dari tari kecak ini.

Tari kecak ini adalah Tari yang berdasarkan makna wayang atai lebih mudahnya cerita legenda yang di tarikan.

Ceritanya tentang Seorang dewi yang bernama Shinta yang sedang bermain di hutan lalu menemukan se ekor rusa emas.

Dia pun igin mengambilnya, tapi sang rusa pergi lari dari dirinya.

Shinta terus mengejar sang rusa tersebut.

Setelah ia berhasil menangkapnya, ternyata sang rusa adalah jebakan Rahwana, sang raja dari makhluk jahat untuk menculik Shinta dan membuat Shinta menjadi miliknya, menikahinya.

Shinta pun bersedih, dia tidak mau kalau berpisah dengan Rama sang suaminya.

Tapi Rahwana tidak peduli dengan perasaan Shinta yang bersedih. Dia pun membawa Shinta ke istananya.

Di sana Shinta sangat sedih dan gunda dan di lain tempat, Rama pun sangat marah atas kejadian ini.

Rama pun bertekat untuk menolong Shinta dan membunuh Rahwana yang berani menculik dan berniat membuat belahan hatinya menjadi miliknya.

Rama pun meminta bantuan raja para kera, Anoman untuk membantunya.

Anoman pun setuju untuk membantu Rama.

Dia pun memanggil bala bantuan seperti tentara keranya dan Garuda untuk membantu Rama.

Di lain tempat Shinta sangat sedih dan gundah. Dia pun terus menangis di tempatnya.

Tapia da Janur kuning yang membuatnya sedikit ceria dan meberi kabar baik kepada Shinta.

Shinta pun sedikit terhibur mendengar bahwa sang suami pergi menolong nya.

Akhirnya dia bisa bertemu dengan Sang suami lagi.

( Author note : mari kita sekip acara bertarungnya )

Dan karena Rama tidak berhasil mengalahkan Rahwana, Anoman pun yang bertindak.

Setelah Rahwana mati di tangan Anoman, Anoman pun menghampiri kedua suami istri itu. Lalu membebaskan mereka.

Dan mereka pun hidup bahagia selamanya.

( Author note : Back to the real story )

Tarian kecak pun sudah di mulai.

Para penari sangat gemulai memaikan perannya dan tarian yang harus seperti ini dan itu.

Dandanan mereka pun unik unik. Untuk Rahwana, mereka mendandani nya dengan cukup mengerikan. Cukup untuk menakuti tikus di kolong-kolong.

Untuk Anoman, mereka mendandani nya dengan costum monyet dan sang penari pun bergaya layaknya monyet. Loncat kesana kemari.

Dan sebagainya.

Gerakan para pemain pun sangat luwes dan halus, sesuai dengan karakter mereka masing-masing.

Ulquiorra dan Orihime pun sangat menikmati acara tersebut.

Mungkin bisa dibilang sangat menikmati nya.

Ulquiorra, sesekali memainkan rambut Orihime.

Tidak cukup dengan memainkan rambut Orihime, dia pun merangkul Orihime, membuat Orihime sedekat mungkin.

Orihime pun sebagai gantinya menyandarkan kepalanya ke bahu Ulquiorra.

Walau mata Ulquiorra kearah tarian kecak, tapi sebetulnya dia melihat ke arah sang istrinya yang cantik ini.

Dua jam kemudian, acara pun berakhir.

Mereka pun menghampiri tempat parker, mencari Leo. Tapi tanpa di cari, Leo sudah menghampiri mereka.

Sekarang hari sudah malam, ini saatnya makan malam.

Di mobil, perut Orihime terus berbunyi. Dan itu membuat Orihime malu.

Leo yang melihat muka Orihime mulai memerah dua tingkat dari biasanya, hanya tertawa seraya berkata, " hahahaha pasti kalian berdua lapar. Sekarang saat nya dinner. Jadi tidak heran. Aku akan membawa kalian ke seafood restaurant di Jimabaran. Tempatnya bagus dan cocok untuk pasangan pengantin baru seperti kalian. Sama seperti sebelumya, ini sudah rencana Si kembar "

" T-terima kasih. Maaf merepotkan " Kata Orihime malu-malu.

" Ahahaha sama-sama "

Sesampainya di Jimbaran seperti biasanya, mereka pun langsung ke restaurant yang di tunjuk Leo.

Di sana, Ulquiorra dan Orihime di sambut hangat oleh pramusaji disana, lalu di tunjukkan meja reservation mereka.

Dan ternyata sang pramusaji menunjuk kearah Meja no XI yang persis di atas pantai putih. Atau bisa di bilang, pas di tengah pantai.

Memang disana sangat mengagumkan, bisa melihat pantai di malam hari dan tema makan malam kali ini adalah Candle light.

Sangat mengagumkan.

Dan juga suasana Pinggir laut yang sangat mengagumkan.

Begitu Indah.

Kemudian sang pramusaji pun menawarkan menu yang ada di situ.

Setelah Ulquiorra dan Orihime memilih apa yang mereka inginkan untuk makan malam kali ini. Akhirnya Sang pramu saji pun pergi untuk menyiapakan pesanan mereka berdua.

Selama masa penantian pesanan berlangsung, Orihime pun memutuskan untuk berbincang-bincang tentang tarian Kecak Api tadi.

Tentang menariknya pertunjukkan tadi dan sebagainya.

Ulquiorra pun meng iyakan apa yang di katakan Orihime dan memeberi beberapa statement tentang sendra tari tadi.

Tidak lama kemudian, pesanan mereka pun diantar oleh sang Pramusaji tadi.

Mereka makan dengan sangat nyaman dan di iringi oleh lagu yang romantis yang di mainkan oleh staff restaurant tersebut.

Berbagai macam lagu mereka nyanyikan dan di saat yang bersamaan angina laut pun mengiringi juga.

Sungguh malam yang indah dan di langit terlihat beberapa bintang bertaburan.

Makan malam bertema Candle light, di iringi alunan musik indah, di bawah langit berbintang, di pinggir pantai berpasir putih.

Siapa yang tidak mau makan malam yang seperti itu?

Tapi ini lah yang diterima pasangan pengantin baru, Ulquiorra Schiffer dan Orihime Schiffer.

Setelah mereka makan malam dan berbincang-bincang. Mereka pun bilang kepada sang pramusaji bahwa semua tagihan di serahkan kepada orang yang bernama Grecia Fedenov dan Erica Cassanov.

Setelah mereka mengurus pembayaran, mereka punpergi ketempat parker Lalu pergi ke Hotel untuk Istirahat.

Hari ini sangat menyenangkan dan mengesankan untuk mereka berdua.

Dan Makan mala mini sangat lah indah.

Rencana si kembar sangat lah brilian dan bernuansa sangat romantis.

Besok, apa lagi yang akan membuat mereka kagum akan Bali ya?


OOOOH GOD...FINALLY I`M DONE

Sumpah gw gak tahu harus ngomong apa, Chap ini sangat panjang.

Gw akuin itu.

Ya Tuhan...gw cape nulis nih, tangan gw udah gempor kayak apaan tahu...

Oh ya untuk flashback dan cerita tentang keluarga OC saya di dasari dari Death note.

Luke Leonid = L Lawliet

Mikhail Kirill = Mihael Keehl

Mr/Tuan Dragunov = Sergei Dragunov dari Tekken ( paman ku X3 )

Mereka adalah tokoh fav saya dan gw nganggep mereka sebagai keluarga saya.

Dan apa yang terjadi dengan OC saya adalah kejadian yang saya alami setelah tahu mereka mati. ( Tch, dasar Kira bangsat )

Gw ubah namanya karena ini bukan cerita Crossover, jadi gw gak mau melanggar aturan.

Yah mengikuti apa kata kakak ( ngarep )

Btw, Ulqui di sini jadi romantic ya?

Yah biarkanlah, gw lagi pingin liat sisi romatis mereka. Jadi inget pas di ceritain mas pacaran nya Ortu. Malu gw dengernya Xp

Yah pada intinya begitu...

Kalau ada yang mau di tanyakan lagi tentang ke tidak mengertian cerita ini dan sebagainya, bisa Rivew atau tanya di PM

Oke untuk sekali lagi, saya minta maaf tentang cerita OC saya. Gw sebetulnya bermaksud untuk membuat itu sebagai topic pembicaraan Orihime dan Leo aja, tapi ke terusan. Jadi nya begini dah

Dan juga tentang Ulquiorra, saya lupa memberitahukan kalian semua kalau Ulqui di dalam gigai, BUKAN jadi manusia.

Kalo manusia vers nya mah buat SG doang.

Gomene Minna –sujud-sujud ke reader-

Grimm : wih...panjang banget dah...

Me : makanya grimm, aku cape nulisnya

Grimm : kok nuansa sexnya cuman sedikit sih, kebanyakan cuman jalan-jalan doang?

Me : Oh itu...ehh..gimana ya...Oh ya, itu untuk Chap selanjutnya. Oke mari kita beri teaser dulu. Nanti akan ada adegan sex di kapal pesiar. Tapi itu untuk next chap.

Grimm : whieh...bagus tuh ( lumayan buat teasing si kalong kalo gw punya fotonya )

Me : lo punya niat buruk ya

Grimm : gak kok...gak, biasa aja –pure smile-

Me : mencurigakan _

Grimm : yah sudah lah...lupakan. lo mesen Es krim kan? Nih –ngasih es krim-

Me : wah es krimm? Horay...makasih griimm –glomping grimm-

Grimm : -kena glomp- i-iya dah...( ah sebetulnya gw mau minta hentai ama ni anak satu, tai...gara-gara seseorang ngalangin gw, gw jadi gak jadi deh...eh tunggu, gw kan udah naroh obat tidur dosis lumayan tinggi. Jadi pas tidur gw bisa...) –senyum-senyum licik-

Me : Oke semuanya...tolong RnR ya –ngomong sambil makan- souya meumbwutuhkun nyua yao

Grimm : enak?

Me : enak kok –mulai ngerasa ngantuk- huaaaahm kk aku ngantuk ya...apa karena aku laper ya..

Grimm : -nyamperin qana lalu ngegendong qana- sini, gw gendong lo ketempat tidur ( gw )

Me : mnnn makasih...huaaahm badan kamu enak, empuk aku jadi tamba~h...-bener tidur-

Grimm : -senyum iblisnya keluar- sekarang saatnya...tidurlah yang nyenyak putri salju, gw akan melakukan sesuatu yang menarik pada kamu –di bawa ke kamarnya-

~Sesampainya di kamar Grimm, pintu langsung di kunci, di gembok dan sebagainya biar gak ada yang ganggu~

Grimm : Finally, I`ll have you...

Me : ...-tidur dengan nyenyaknya-...RnR ya...Aku mau tidur...cape..RnR yang...banyak ya...-ngigo-

Grimm : iya-iya...nah sekarang gw mulai dari mana ya...( anda semua tahu maksud saya disini kan )