-0w0-

Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya

Niccolò Machiavelli © God, who create him

Story © Me~

Warning:

Black!Feli in the end, gaje, cerita berbelit-belit

-0w0-

Note:

Meskipun ini settingnya tahun 1500-an, tapi tolong bayangin Feliciano yang sudah dewasa, bukan Chibitalia, Ok? ;D

-0w0-

Feliciano berjalan-jalan di sekitar 'rumah' Medicci, tidak bisa dibilang 'rumah' juga untuk tepatnya karena terlalu besar. Dan Feliciano sendiri lebih sering menyebutnya dengan kata 'istana'.Dan Feliciano melihat orang itu, membawa beberapa perkamen yang membuatnya kelihatan susah, dengan semangat, Feliciano mendekatinya.

"Niccolò, apa kau butuh bantuan?" Tanya Feliciano sambil tersenyum

"Ah,tentu-tentu, terimakasih!" Orang yang bernama Niccolò itu terlihat senang sekali mendengar Feliciano berkata seperti itu.

Dengan sigap, Feliciano mengambil beberapa perkamen dari Niccolò, meskipun Feliciano adalah salah satu nation yang paling ceroboh, tapi dia masih bisa membawa perkamen-perkamen itu tanpa menjatuhkan ataupun merusaknya.

Tapi, Feliciano juga seorang nation yang ingin tahu, jadi dia bertanya sembari membawa perkamen-perkamen itu,

"Niccolò, boleh aku bertanya?"

"Tentu, asal saya bisa menjawabnya,"Kata Niccolò, tersenyum, sambil merapihkan topi hitam yang dipakainya

"Apa isi perkamen-perkamen ini?"Tanya Feliciano langsung

"Ah itu… Ini semua adalah hasil pemikiran-ku,"Niccolò terlihat berpikir sejenak saat menjawabnya

"Dan aku berniat untuk menjadikannya sebuah buku,"Lanjutnya,sambil berjalan

"Itu bagus sekali, memang apa judulnya?" Tanya Feliciano lagi sambil berjalan beriringan dengan Niccolò

"IlPrincipe" Niccolò dengan tenang menjawabnya

"Il Principe?"

"Apa itu cerita anak-anak?" Dengan polosnya, Feliciano berkata seperti itu

"Feliciano Vargas, jangan bodoh," Niccolò tertawa mendengar kepolosan Feliciano itu

"Baiklah, jadi itu buku tentang apa?"

"Tunggu-tunggu, apa ini tentang keluarga Medici, Niccolò?" Feliciano menebak

"Hampir benar, tapi sebenarnya, yang kumaksud adalah semua penguasa,"

"Begitu, lalu?" Feliciano mempererat pelukannya terhadap perkamen-perkamen itu

"Dan aku menggagas sesuatu,"

"Begini, kau tahu bukan, bahwa sekarang pembunuhan dianggap biasa?" Niccolò menjelaskan dengan hati-hati agar Feliciano bisa lebih mengerti

"Ve, akhir-akhir ini pembunuhan sering terjadi," Feliciano terlihat sedih

"Betul, dan kau tahu siapa yang paling sering memerintahkan seseorang untuk dibunuh?"

Feliciano menggeleng lemah begitu mendengar pertanyaan Niccolò

"Para penguasa," Niccolò-lah yang akhirnya menjawab pertanyaan-nya sendiri

"Kenapa mereka melakukannya?" Tanya Feliciano bergetar, ketakutan

"Itulah mereka, Feliciano, aku sendiri juga tidak mengerti mengapa mereka melakukan itu," Niccolò meperlambat langkahnya, baju hitam yang dipakainya terkena sinar matahari begitu mereka melewati taman dalam istana

"Karena itulah, aku berpikir bahwa semua penggunaan kecurangan, kebohongan, dan tipu muslihat yang mereka lakukan bisa diterima,"

"Tapi Niccolò, bukankah itu terdengar mengerikan?"

"Kenyataan-nya malah jauh lebih mengerikan dibanding yang kutulis," Niccolò tersenyum padanya, dan bagi Feliciano, itu bukan senyum kebahagiaan, sebuah senyum kepuasan, entah karena apa

"Begitukah?" Feliciano benar-benar bingung dibuatnya

"Sudahlah Feliciano, kau tidak perlu berpikir sejauh itu,"

"Dan terimakasih sudah membawakan perkamen-perkamen ini," Kata Niccolò sambil mengambil perkamen-perkamen yang dibawa Feliciano

"Tentu, aku senang bisa membantumu," Feliciano tersenyum senang

"Satu lagi Feliciano,"

"Selama kau masih tinggal di lingkungan ini, di lingkungan keluarga Medici," Niccolò mempertegas suaranya

"Kau harus melakukan segala sesuatunya dengan hati-hati,"

"Dan juga pintar," sambungnya

"B-baiklah," Jawab Feliciano dengan gugup

"Baguslah, aku pergi dulu Feliciano, semoga harimu menyenangkan," Katanya sambil melambai, dan sudah berjalan jauh dari Feliciano

Feliciano membalas lambaiannya

"Kau harus melakukan segala sesuatunya dengan hati-hati dan pintar," Gumam Feliciano, mengikuti kata-kata Niccolò, yang memiliki nama lengkap Niccolò Machiavelli.

"Dan diatas itu, licik,"

"Bukankah itu yang kau lakukan Niccolò?" Feliciano tersenyum sinis sambil melihat ke arah Niccolò pergi

"Kau pikir aku tak tahu kalau kau melakukan itu, idiot?" Feliciano pun pergi menjauh ke arah yang berlawanan.

-0w0-

Niccolò Machiavelli yang merupakan seorang diplomat dan politikus, memang benar membuat buku berjudul Il Principe, atau bahasa Indonesia-nya, Sang Pangeran.

Tapi, dia hanya memberi tahukan ini pada orang-orang dekatnya, dan bukunya sendiri baru diterbitkan setelah dia meninggal...

Di bukunya, memang ditulis pemikiran seperti itu, ada yang bilang dia jahat (gara-gara pemikiran-pemikiran yang dia tulis di bukunya), tapi ada juga yang bilang dia seorang yang realistis, akhirnya…. Saya pilih yang 'jahat' aja~

Buat lenih lengkapnya, silakan cari orang ini di Wikipedia tersayang! :3

-0w0-

OKE…. Saya tau itu gaje, aneh, dan cerita yang berbelit-belit…(bener gak?)

Maaf Minna-san, saya tetep nekat publish!

Saya pikir…. Saya bakal bikin project ini, Chara APH yang berinteraksi sama "orang-orang terkenal"!

Jadi… ada yang mau request?

Review is a must! *dilempar batu*

For helping me to improve~ *begging*

-0w0-