Mizlonly

Namaku Vanilla Ruufage, aku adalah gadis yang pendiam dan culun. Semua orang memanggilku Mizlonly karena aku tak punya teman dan hanya main otak saja. Sedangkan adikku,Riqueen Ruufage di panggil twin princess karena sangat cantik dan populer. Sayangnya, dia suka menghamburkan uang dengan membeli baju segala macam.

"Waahhh... Ini bagus banget. Ma ma! Aku mau beli ini donk!" sahut Riqueen. "Jangan! Mending kamu beli buku," sahutku.

"Kakak aja yang beli buku Wekkk! Dasar Mizlonly" balas Riqueen kasar.

"Uhhhh... sebal" gumamku. "Kakakmu benar, Riq. Mulai sekarang,kamu harus hemat. Kan uangnya juga buat spp les lesan nya kakak. Kamu jangan egois gitu." sahut mama menenangkan.

"Kenapa? Bajuku kan lebih guna daripada les, Ma. Lagipula, Mizlonly itu kan udah pinter! Ngapain Dilesin lagi?" teriak Riqueen. "Kalo kamu mau mama beliin baju ini, Kamu harus bisa nandingin nilai kakak kamu! Ngerti!" balas Mama. "Itu nggak mungkin kan? Mama pasti sengaja biar aku gak bisa beli baju!" seru Riqueen. "Nilai kamu itu makin menurun tau! Pokoknya Mama nggak mau tahu. Kamu harus dapet nilai 100 dalam pelajaran matematika! Baru kamu bisa mama beliin baju." kata Mama. Aku puas mendengar kata kata Mama.

Mama emang bener. Nilai Riqueen makin turun. Nilai paling maksimal yang bisa ia dapatkan cuma 35. Kalo kayak gitu, dia kan nggak bisa lulus.

"Mama,gini, aku mau buku ini, boleh nggak?" tanyaku. "Boleh aja, Sayang." jawab Mama. Buku yang aku minta itu buku Bahasa Inggris. Dari dulu aku pengen punya buku itu, tapi mahal banget.

Mendengar percakapanku dengan mama, Riqueen langsung pergi ke kamarnya dengan moodmeter yang bad, alias badmood. Kalo Riqueen udah kayak gitu, pasti baru bisa reda setelah 1 bulan...

Satu minggu berlalu, besok, ada lomba fashion show antar kelas. Kelasku diwakilin sama Riqueen. Meskipun kami kakak adik, dia 1 kelas ma aku.

Gimana,ya? Padahal Riqueen masih badmood...