Akatsuki Menjadi Alim

Rated: k+

Genre: Humor

Disclaimer: Punya ku tentunya *Plak*, iya-iya! Punya Kishi-san.

Summary: Akatsuki adalah geng ternakal di KHS, semua murid pada takut. Tapi bagaimana jika Akatsuki menjadi alim?

Warning: Non muslim dilarang baca, kecuali yang mau...

Di pagi yang cerah terlihat siswa KHS sedang….err….. ketakutan? Ada apa dengan siswa itu? Mari kita lihat. "Eh, duit lo mana? Cepet kasih." Pinta anak bercadar, Kakuzu.

"A-aku tak punya uang k-k-k-k-" Kata anak yang dipalak kakuzu.

"K-k-k-k kenapa?" Tanya Kakuzu.

"Kancing baju senpai terbuka. Tuh duitnya pada jatuh." Kata anak itu lancar, kakuzu pun melihat kebawah.

"Ya ampun! Maafin mami ya, sayang, mami telah meletak'kanmu dibawah lantai." Kakuzu menangis lebay, anak yang dipalak Kakuzu langsung kabur.

.

"Heh! Mana buku bokep yang lo janji'kan?" Tanya Pein kepada Naruto.

"Suer! Bukunya udah dibuang ama emak gue." Kata Naruto takut.

"Kenapa dibuang? Kau tau itu hidup gue kan?" Kata Pein.

"Masa senpai belum tau? Ya sudah, aku jelasin." Kata Naruto. "Ehem, hari ini adalah hari suci, dimana semua umat islam berpuasa. Puasa itu adalah, tidak makan, minum, dan harus menahan hawa nafsu." Jelas Naruto seperti seorang ustad mengajar muridnya.

"Hawa nafsu? Berarti hanya kaum wanita yang menahan nafsu." Gumam Pein.

"Bukan hanya wanita! Tapi juga kaum pria, kalau kau melanggarnya, kau akan dapat siksaan hidup."

Pein hanya memasang wajah –artinya?-

"kita tidak boleh makan ataupun minum, itu yang namanya hawa nafsu!" Kata Naruto tegas.

"Oh." Kata Pein, padahal dia gak ngerti sama sekali. "Jadi apa maksudnya?" Tanya pein dengan tampang bodoh, terpaksa Naruto harus mengulangi kata-katanya.

.

"Sasu-chan~, aku minta makanan donk! Tadi mama tidak memberiku sarapan, terus kantin tutup!" Kata Itachi lebay.

"Kakak lupa hari inin hari apa? Ini bulan puasa kak!" Teriak Sasuke dingin.

"Bulan puasa itu apa?" Tanya Itachi dengan tampang blo'onnya.

"Puasa itu adalah-"

"Puasa itu menahal lapar dan minum! Kakak ingat sekarang!" Kata Itachi seperti anak TK, Sasuke hanya sweetdrop.

.

"Wah~, Lollipop! Senpai-senpai! Tobi mau lollipop!" Teriak Tobi pada Deidara yang jelas-jelas ada di sebelahnya.

"Jangan hari ini Tobi, liat donk, tokonya sedang tutup." Kata Dei yang masih menutup telinganya.

"Yah~, padahal Tobi anak baik mau lollipop….." Kata Tobi kecewa.

Cklekk

"Wah~, ada orang ternyata, apa kau mau beli lollipop untuk buka nanti?" Kata seorang bapak-bapak.

"Buka? Maksud bapak apa?" Tanya Dei bingung.

"Dari pada kalian diluar mending masuk yuk." Kata Bapak itu menyuruh Dei dan Tobi masuk.

.

"Ehem, Buka puasa itu adalah, kita makan setelah adzan magrib. Asal kau tau, puasa itu nikmat."

"Nikmat ya pak? Aku jadi kepingin, un."

"Kepingin apa Senpai?"

"Jadi kepingin makan….." Kata Dei udah membayangkan hal rate M.

"Puasa itu adalah… kita menahan lapar dan minum."

"Jadi itu yang namanya bulan puasa?" Tanya Tobi.

"Hmmm…. Menarik, emang puasa itu harus dilakukan setiap manusia, un?

"Awalnya begitu, tapi setelah banyak agama didunia ini, jadi hanya umat islam yang melaksana'kannya."

"Tapi apa mengapa kita harus puasa?" Tanya Tobi bingung.

"Biar kita merasa'kan apa yang dirasa'kan umat miskin."

"U-umat miskin, Tobi anak kaya gak mau jadi miskin!"

"Sejak kapan lo jadi kakuzu, tob?" Tanya Dei.

"Hehehehe….." Gila!

_Sepulang sekolah, tepatnya di markas Akatsuki_

"Pengumuman sodara-sodara!" Teriak Pein.

"Ada apa senpai?" Tanya Tobi yang melihat Pein jadi presiden

" Mulia besok kita akan berpuasa! Kita ini sudah besar, dan orang sebesar kita sudah harus bisa berpuasa satu hari penuh!"

"Leader! Di kitab Jashin tidak ada yang namanya 'puasa'" Protes Hidan.

"Itu'kan kitabmu, kita akan menjadi alim! Berdua dimulai!" Kata Pein sambil meletak'kan tangannya didepan mukanya.

"Tapi gimana doanya, un?"

"Iya juga yah, kita sewa aja ustad!"

"Iya! Kebetulan aku dapat brosur tentang agama!" Teriak zetsu sambil memengang brosur.

CEPAT! DAPAT'KAN UZTAD GRATIS!

NO TELP: 081477XXXX

USTAZD YANG BAKAL MENJADI'KAN ANDA ORANG ALIM!

"Gratis! Berarti kita tidak perlu minta uang kepada 'king of money'" Kata Pein senang.

"Sudah cepet! Telepon!" Suruh Konan. Pein pun mengambi hp nya lalu mekan tombol momornya ia tuju.

Tuut Tuut…

"Hallo?"

"Hai, apa benar ini tempat sewa ustad?"

"Benar, bapak mau pesan berapa ustadnya?"

"Satu, pokoknya hari ini harus datang." Kata Pein lalu menutup telponnya.

Ting Tong!

"Cepet banget tuh ustad datangnya." Kata Dei tak percaya.

Ting Tong

"Iya-iya bentar!" Kata Pein lalu berjalan menuju pintu.

Cklekk

"Pizza Hot disini!" kata orang yang ngebel. "Pizza dengan super extra tomat, pesanan anda."

"Saya itu memesan ustad bukan pizza!"

"Anda benar'kan pak, Pein bin nagato bin jelak nan banget?"

"Bukan! Mungkin salah alamat kali!"

Blam!

Pein langsung membanting pintu.

Ting Tong

"Apa lagi!" Tanya Pein setelah membuka pintu yang kedua kalianya.

"Astafirruloh'alazim, tidak baik marah-marah seperti itu pada bulan puasa nak." Kata orang itu.

""Ustazd ya?"

"Iya, nak. Kenalkan, nama saya adalah Orochimaru nan seksi." Kata ustazd yang dipanggil Orochimaru

'Dih, ini ustazd atau bukan? Nama yang aneh.' Pikir Pein. "Silah'kan masuk Ori-sama." Orochimaru pun masuk.

.

"Jadi apa yang belum kalian ketauhi tentang agama ini?"

"Saya sih sudah hapal semua juz dan juga artinya." Kata Hidan santai.

"Kalau kau sudah tau, kenapa panggil saya?"

"Ori-sama, dia ini ikut alira DJ, dewa hip hop." Bisik Sasori yang berada disebelahnya.

"Inalilahhi…."

"Siapa yang meninggal Ori-sama?" Tanya Itachi yang sedikit tau dengan agama.

"Sebelum kita belajar, baca basmallah."

"Baca buku apa, Oro-sama?" Tanya Tobi (Dasar Autis! *diserang pake lollipop ama Tobi*)

"Bila saya bilanga 'baca basmallah', kalian harus membaca kata 'Bismillah hiroma nirohim.'"

"Ohhh." Akatsuki hanya ber'oh ria.

"Oh ya, bagi yang cewek, kau harus menutup aurat mu."

"Urat'kan ada di dalam, gimana cara nutupnya?"

"Bukan urat sayang~, tapi a-urat."

"Enak aja panggil ayangku 'sayang', dia ini pacarku bukan pacar lo." Kata Pein sambil meluk-meluk Konan.

"Ambil ini dan pakai." Kata Orochimaru sambil mengasih Konan mukena.

.

"Wah~, Konan-chan cantik ya!" Puji Pein setelah Konan memakai mukena yang diberikan Ori-sama. "Oro-sama, itu baju model jaman apa?"

"Itu baju mukena, itu untuk sholat."

"Sholat itu apa?" Tanya Akatsuki.

'Nih anak, udah gede juga. Gak tau apa-apa tentang agama sedikit pun, kemana sih ibunya?' Batin Orochimaru.

"Jadi Sholat itu adalah ….bla…..bla…..bla….." Oro-sama mulai menjelas'kan apa itu sholat.

.

"Sampai sini pelajarannya ya, anak-anak." Kata Orochimaru. "Assalamualaikum."

"….." Akatsuki hanya diam.

"Kok diem sih? Jawab donk."

"Yang Oro-sama bilang itu apa?" Tanya Dei bego.

"Sabar….Sabar…" Gumam Oro. "Jika aku bilang 'Assalamualaikum' kalian haru jawab 'Waalaikumsalam.'" Jelas Orochimaru.

"Oh, Waalaikum salam sensei!"

"Dah~." Kata Oro lalu pergi.

T B C

Hehehehehe….. Rossi-chan hadir!

Gimana? Humornya kurang ya? Atau terlaluuuu garing?

Apa pun pendapat reader, kuterima.

REVIEW! BOLEH KALAU MAU NGE-FLAME!