Kuro Hitsuji

Kuroshitsuji by Yana Toboso

Fanfiction by BlackKiss'Valentine

A/N : Udah, baca aja... Ntar nyesel lho? *kicked*

Warning : Crack everywhere yang disengaja, bikin ketagihan sekelas Keong Racun! *punched*


Pagi hari di Manor House-nya Phantomhive yang berukuran super dan bikin ngiri ; Butler dodol gosong [1] tercinta umat fandom Kuroshistuji, Sebas, yang ketampanannya gak jauh beda dari Author itu kini sedang menyiapkan snack jam 10 di ruang bersantai bossnya. Tapi Sebas gelisah, goyang kanan-kiri, joged caramelldansen sambil pirouette [2], menatap jam sakunya yang berkilau sambil mencari artian didalamnya.

"Ih, ini jam berapa sih bacanya?"

Lo gak bisa baca jam, nyet? Anjrooott! jerit Author sambil ngetik (bakal dihajar fans Sebas neh). Bercanda... Sebas melihat ke dalam jamnya, namun tidak jadi sodara-sodara, karena benda yang membuatnya cemas sudah datang.

Dan benda itu... adalah... *Je-Je-Jeeeng*

Ciel Phantomhive.

"Tadaima, Sebastian." kata Ciel dingin, seperti biasa. Cih, dasar bocah sok cool *goroked*

"Syukurlah tuan sudah kembali dengan selamat sentosa, menghantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur~" kata Sebas heboh. Gini nih, kalo Author masih aja pengen ikut lomba makan kerupuk di tujuhbelasan. Ngaco.

"Hush, aku gak pergi buat perang gerilya. Aku kan cuma pergi nengok Ratu yang katanya kena cacar aer... Apaan, ternyata cuma digigit nyamuk aja! Dasar nenek-nenek hedonis!" ucapnya ketus kayak lagi PMS. Maklum, Ciel lagi pada masa pemberontakannya sebagai anjing penjaga yang jarang-jarang dimandiin 'tuan'nya...

Ciel langsung duduk dikursi dimana dihadapannya terbentang (?) meja bundar yang tertutup piring-piring berisi roti, coklat, dan krim ditiap sudutnya. Sebas ambil posisi untuk menggeserkan kursi Ciel, betapa gentleman, sebelum pada akhirnya ia melihat 'sesuatu' diatas paha tuannya.

Ih, Sebas cabul *killed*

Benda itu hitam, bulat, keriting, dan bergerak-gerak. Bulu kuduk Sebas yang setan pun ternyata bisa berdiri takjub gara-gara itu.

"Apaan itu, tuan?" tanyanya takut-takut. Ciel yang baru saja akan menyuap sesendok Choco Mouse menghentikan gerak tangannya, menengok kebelakang dimana butler dodol gosongnya bertanya-tanya. Butler dodol gosong itu menunjuk pada 'sesuatu' yang bertengger di pahanya, dan ia menjawab sambil memungut 'sesuatu' itu, memperlihatkannya pada Sebas agar ia dapat pahami, 'sesuatu' apakah itu.

"Mbeeeek..."

Sebas cengo.

"Paham?" tanya Ciel.

"Apanya?" tanya Sebas balik, masih mangap gaje.

"INI DOMBA, DODOL!"

"WHAT! ? DOMBA, TUAN! ?"

Baik Butler maupun tuannya sama bego n histeris gak jelas. Skip to the next scene, Ciel berkata,

"Ratu menitipkan anak domba hitam ini untuk kupelihara sampai 'cacar aer'-nya sembuh karena takut ini domba ketularan. Sebenernya aku mau menolak, tapi..." Ciel menimang-nimang domba gosong (yang gosong-gosong di Manor House bertambah neh!) itu dan Sebas bisa melihatnya...bersemu.

Bo'onk tuh... Pasti gak ditolak karena kesengsem sama imut tu makhluk...pikir Sebas.

"Kutolak kok!" bantah Ciel. Lah, dia bisa baca pikiran yak?

"Iya, iya..." kata Sebas nyerah sambil ngeberesin piring-piring bekas makan Ciel. Kapan makannya? tanya Author. Sebelum Sebas beranjak pergi, Ciel memanggilnya.

"Sebastian!"

"Ya, nyah?" [3]

"Nama domba ini..."

.

"Ya?"

.

.

"Alexander."

.

"..."

.

"..."

.

"...?"

.

.

"Udah, sana beresin piringnya. Gak usah sweatdrop-speechless gitu."

"Baik, tuan."

Mendadak cuaca menjadi buruk, mendung dan berpetir diluar Manor House. Sebastian menatap keluar jendela, berhenti dalam langkahnya, dan menangkap sosok yang sangat disukainya -si Keti [4] lagi nemplok di pagar tembok, gak peduli sama hujan yang mungkin akan datang dan membuatnya masuk angin. Sebastian tersenyum gaje, tidak menyadari bahwa cuaca buruk dan semuanya akan dilanjutkan oleh author di chapter berikutnya saja...


Indeks Pemahaman :

[1] Biasanya Sebas digambarin sebagai sosok yang tetep cool kan? Sori, gw mau menghancurkan karakter ini sampe sebego n selebay Italy dari Hetalia! *gaploked* Selain itu, dia pake item-item terus, makanya namanya jadi Butler Dodol Gosong. Udah, gak usah nanya-nanya lagi...

[2] Caramelldansen tuh jogetan paling top buat chibi anime deh. Silakan googling karena gw gak bisa ngejelasinnya (lo bakal bingung, sumpah). Kalo Pirouette itu 'jurus' berputar dalam tarian ballet, pasti tau dong?

[3] Sebastian Michaelis Betawi mood On. Another crack XD

[4] Ada yang tau nama kucing item yang digilai sama Sebas? Karena gak tau gw kasih nama Keti aja (tapi ini nama kucingnya si Saras 008). Kalo ada yang tau, kasih tau gw ya!

Judul ini fic kalo gak salah (?) artinya Domba Item. Oke, yang udah baca wajib review kalo gak pengen gw kame-hame-ha. Chapter berikut lagi dipikirin. Dadah! Review lho! Review! *gema*