Ampunn~ jangan bunuh ane~ karna ane telat update mulu~ *sujud-sujud* ane punya beberapa alasan karna ane telat update :

Karna tidak adanya fasilitas buat ngetik, seperti komputer maupun laptop pribadi. Makanya readers sekalian, sumbangin laptop buat ane *geplak!*

Tidak adanya waktu, ini aja nyicil-nyicil ngetiknya diwarnet

Hilangnya semangat (?) *ditimpuk readers*

Adanya halangan, seperti perbaikan jalan *readers :alasan!* ehem… maksudku ujian hikssss hikssss…


Tittle : Between Love And Hate

Author : Uchiha Uzumaki Hatake Hotaru *panjang LOL

Genre: Romance And Humor (?)

Pair : Udah mau habis ya tentu dunk SasufemNaru XD

Warning : Gaje, OOC, OC, Abal, Ngaco DLL

Disclaimer : Kalo Naruto punya ane, udah ane jadiin Naruto menderita seumur hidup bwahhahahaahahahahaha! *tertawa nista* *dihajar Om Kishi beserta asistennya* Natsuo sama Daichi punya ane loh *dihajar Sasu*

Chapter 15

.

.


"Gyaaa! Sasuke! Apa yang kau lakukan!" Teriak Naruto saat Sasuke membuka gaunnya. "Membuka gaunmu…," kata Sasuke santai dan terus melanjutkan pekerjaannya yang menyenangkan -bagi Sasuke-

Sasuke terus meraba-raba punggung Naruto untuk mencari resreting gaunnya. 'Ah… ini dia..,' batin Sasuke senang saat ia berhasil menemukan resreting dan langsung menariknya sampai terbuka. Naruto hanya memejamkan matanya merasakan apa yang Sasuke lakukan. Sasuke yang masih menindihnya mulai menjelajahi leher Naruto dengan lidahnya dan meninggalkan jejak-jejak kemerahan yang diketahui itu adalah sebuah kissmark. Naruto hanya menggeliat saat Sasuke melakukan kegiatannya. Selesai melakukan kissmark, Sasuke langsung menarik turun gun Naruto yang model mengembang itu kebawah dan melemparnya ke lantai. Sekarang Naruto hanya menggunakanbra tanpa tali dan selembar celana dalam berwarna hitam, senada dengan branya.

Sasuke terdiam sebentar, melihat Naruto dari kepala sampai ujung kaki tanpa berkedip. Rambut panjang Naruto yang berantakan tapi meninggalkan kesan seksi, dengan bra dan celana dalam warna hitam, yang dipandang hanya terdiam ditambah wajah yang merah merona. "A-apa yang kau pandang Sasuke?" Naruto berusaha menahan rasa malunya karna dipandang Sasuke seperti itu. Tanp basa basi lagi Sasuke langsung menyerang bibir ranum Naruto dan melumatnya. Naruto hanya mengerang tertahan saat Sasuke melumat bibirnya sekaligus meremas dada kanannya. Tangan kiri Sasuke, Sasuke gunakan untuk mendorong kepala Naruto supaya ciuman mereka lebih dalam, tangan Naruto mencengkram jas Sasuke kuat. Sasuke menjilat bibir bawah Naruto, meminta jalan masuk. Naruto langsung membuka mulutnya dan saat itu juga lidah Sasuke menerobos, menekan-nekan lidah Naruto meminta lidah Naruto bermain bersamanya. Naruto mencoba menggerakkan lidahnya dan melayani permainan Sasuke –dan tentunya Sasuke yang menang- setelah lima menit lidah mereka bertautan, Naruto menggigit pelan lidah Sasuke. Paru-parunya sudah meminta pasokan oksigen, karna Sasuke tak ingin Naruto kehabisan nafas, akhirnya Sasuke melepaskan ciumannya dan membirakan Naruto mengambil nafas.

"Hahh..hahh…," Naruto mencoba mengambil nafas, dengan saliva yang masih menetes dan mata sayu, itu membuat hasrat Sasuke memuncak. Ia kembali melumat bibir Naruto. Lidahnya menerobos masuk dan kembali memelintir lidah Naruto. "Ngg… uh…," erang Naruto. Kemudian Sasuke melepaskan ciuman mereka dan menatap bola mata biru sapphire Naruto lekat-lekat. Naruto membalas tatapan Sasuke, menatap bola mata Sasuke yang sehitam malam itu.

Naruto POV

Kenapa ia menatapku begitu? Entah kenapa, aku sangat merindukan warna matanya. Warna mata yang sekelam malam namun begitu hangat. Mata itu… mata itu mengingatkanku pada saat-saat yang lalu. Selama 3 tahun ini, banyak hal yang terjadi. Menghilangnya Sasuke lalu ia kembali. Ya… ia kembali menjemputku, dengan ketulusan hatinya ia memjemputku. Aku sangka ia meninggalkanku, sampai-sampai hampir tiap malam tak jarang aku terbangun karna memimpikan kenanganku bersamannya. Dari yang menyedihkan sampai yang menyenangkan.

Aku membingkai wajahnya, sepertinya ia kaget. Aku mengelus-ngelus pipinya, aku sangat ingin menyentuhnya. "Kau curang sasu…," aku mengalihkan pandanganku ke jasnya yang masih utuh. Ia mengerti apa yang ku maksud, lalu ia menyeringai. Aku sudah terbiasa dengan seringaiannya. Ia mulai menanggalkan pakaiannya, mulai dari jas, dasi, dan kemeja. Sekarang ia hanya menggunakan celana panjang hitam dengan memperlihatkan dada bidangnya. Membuat wajahku serasa panas sampai ke telinga. Meskipun aku sudah pernah melihatnya tapi aku belum terbiasa.

Normal POV

Sasuke kembali memulai aksinya, ia kembali melumat bibir Naruto. Mengajak lidah Naruto bermain, menekan-nekan lidah Naruto kebawah.

"Ngg…,"

Selang beberapa menit, Sasuke melepaskan ciuman mereka. Membiarkan Naruto bernafas sejenak.

"Hah..hah..hh..ah..,"

"Rasamu tetap enak Naru-chan….," kata Sasuke sambil menjilati saliva Naruto yang mengalir ke dagu.

"ngghhh…,"

Sasuke mulai menjilati leher Naruto, menelusuri leher Naruto sambil meninggalkan jejak-jejak kemerahan.

"Ah..ng..uhh…ahh…," desah Naruto.

Sasuke terus menjilati leher Naruto sampai pada dada Naruto yang masih terbungkus bra, Sasuke menyusupkan tangan kanannya ke punggung Naruto dan membuka pengaitnya sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menopang berat tubuhnya. Lalu Sasuke menarik bra Naruto sampai terlepas dan membuangnya ke sembarang arah. Sasuke meremas dada Naruto sambil memainkan nipple. Dipelintir dan ditekan-tekan membuat Naruto mendesah keenakan. Tangan kiri Sasuke sudah tidak lagi menopang berat tubuhnya, tapi ia gunakan untuk masuk kedalam celana dalam Naruto dan memainkan klitorisnya.

"Hmm… Naru… rupanya kau sudah 'basah' ya…," kata Sasuke sambil memainkan klitoris Naruto dengan lihai.

"Sshhh… ahh… sasuke…," desah Naruto sembari meremas sprei kasur mereka yang sudah mulai berantakan.

Duet diatas ranjang pun semakin panas *author kipas-kipas (?)* Sasuke mulai memasukan jari telunjuknya kedalam lubang Naruto, tangannya berputar-putar didalam sana, keluar masuk dan membuat Naruto bergerak-gerak.

"Ah… Sasu..argghh!" Naruto mencapai puncak kenikmatannya, Sasuke mengeluarkan jari telunjuknya dan menjilatnya.

"Hmm… lumayan Naru-chan….," kata Sasuke.

"Hah? Apa?" tanya Naruto dengan nafas yg terengah-engah.

"Tidak, kita mulai puncaknya saja ya?" kata Sasuke sambil membuka celana hitam panjangnya beserta dalamannya.

Naruto hanya diam sambil mengambil nafas, Sasuke memegang kedua paha Naruto dan lebarkannya. Ia mulai memasukkan kepala penisnya kedalam liang Naruto.

"Ngghhh ahh…," Desah Naruto.

Setelah seluruh penis Sasuke masuk, Sasuke diam sebentar. Membiasakan Naruto merasakan dirinya ada didalam. Sasuke mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan tempo pelan. Semakin lama semakin cepat, Naruto mendesah makin menjadi-jadi. Selang beberapa menit Sasuke mengubah posisi Naruto menjadi tengkurap dan melakukan gaya doggy-stlye.

"Ahh.. Sasu… ugaahh!" desah Naruto saat Sasuke semakin cepat menusukkan kepala penisnya ketitik terdalam Naruto.

Sasuke meremas-remas dada Naruto dan memilin-milin nipplenya. Naruto mendesah keenakan.

"Argghh! Sasuke! Ahhh!" Naruto menumpahkan apa yang ia ingin keluarkan dari tadi.

"Naru, ugh.. aku akan, ughhh…. Ahh!" Sasuke menumpahkan semua sarinya didalam Naruto. Ia terjatuh dengan menindih naruto dibawahnya. Lalu Sasuke mencabut penisnya dari dalam liang Naruto.

"Masih mau lanjut?" tanya Sasuke sambil menyeringai.

"Hah..hah..hah…," Naruto mencoba mengatur nafasnya yang kacau.

Naruto diam.

"Ok, itu aku anggap iya. Kalo gitu kau mulai duluan Dobe..," kata Sasuke dengan nada memerintah.

'A-apa katanya? D-dobe!' Naruto mengomel dalam hati.

"Tidak Teme! Aku nggak mau!" Teriak Naruto lalu duduk dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal.

"Ssttt… kau benar-benar Dobe!' kata Sasuke langsung menutup mulut Naruto dengan tangannya.

"taphiiumm puahh! Teme!" kata Naruto setelah Sasuke melepaskan tangan Sasuke dari mulutnya.

"Mau atau tidak Dobe?" sepertinya Sasuke punya panggilan baru untuk Naruto.

Sasuke langsung melumat bibir Naruto.

"Hmm… nggg…,"

Sasuke melepaskan ciuman mereka.

"Mau Dobe?" Tanya Sasuke dengan nada lembut dan seperti ingin mencium Dobenya lagi.

"Tidak Teme! Aku lelah!" kata Naruto yang langsung melesatkan kepalanya ke atas bantal dan tidurm tak lupa selimut tebal ia pakai.

"Hei Dobe!" panggil Sasuke.

"Tidak Teme! Aku mau tidur! Besok mesti mengantar Natsuo dan Daichi ke PlayGroupnya…," kata Naruto sambil memejamkan matanya.

"Hah… kau keras kepala Dobe…," akhirnya Sasuke ikut terlelap dalam tidurnya.

Sebelum tidur, Sasuke memainkan rambut pirang Naruto dan mengatakan

"Aishiteru Dobe…,"

'gyaaa! Apa yang dikatakan Teme?' jerit Naruto dalam hati. Naruto belum tidur sepenuhnya.

Akhirnya mereka terlelap bersama.

The End


Amppuunnn readers TuT

endingnya aneh! nggaaakkk! #frustasi

entar ane buat squel multichap #kalo ad ide# #ditimpuk

mohon direview ya readers XD

saya ga terima flame -9

mohon bantuannya ya (?)

Review XD