Disclamer: SasuNaru selalu setia dengan Masashi-sensei... XP

Rated: T

Genre: Romance selalu menghiasi fic-ku...hehe

Pair: Apalagi kalo gak SasuNaru...

Warning: Sho-Ai, OOC, OC(karena ada Fi disini sebagai Nishikawa Fi) MissTypo, AU, Garing, Gaje, Alur Super Duper Cepat, Kebanyakan dialog dari pada deskripsinya. Hehe...

A/N: Bila ada keanehan dalam cerita, mohon maaf! Dan Fi rasa, judulnya agak aneh atau emang aneh? =.='' Dan maaf juga kalau Fi masuk kedalam fic ini. Hehe... Jujur saja, Disini Naruto tidak terlalu pendek kok...

Don't Like? Don't Read

Electric Love Stings

(By: Fi suki suki)

Normal POV

Di sebuah sekolah bernama Konoha High School, terdapat acara festival musim panas. Sungguh ramai keadaan disiang hari itu. Banyak murid-murid yang sedang membuka stand, membuat acara panggung, acara kontak jodoh, dan acara-acara lain yang ada didalam gedung maupun luar gedung sekolah. Dan diantara banyaknya orang-orang yang ada di lapangan yang ramai itu, terdapat sesosok pemuda bertumbuh pendek yang tengah termenung disana. Dan segera mucul seorang yang menghampirinya.

"Naruto, Okaasan cari-cari kamu dari tadi, kamu kemana sih?" tanya seorang wanita dewasa berambut merah bernama Kushina yang tepatnya adalah orang tua dari pemuda yang dipanggilnya bernama Naruto.

"Ah itu... Ano.. Tadi aku habis dari tempat peramal," ucap pemuda pirang bermata biru langit dan laut. Kira-kira berumur seperti anak SMP kelas 1(13 tahun) yang sebenarnya berumur 16 tahun, berkulit tan, memiliki tiga garis halus dikedua pipinya dan bertubuh pendek(Sebenarnya sih tidak terlalu pendek) yang tepatnya bernama Namikaze Naruto yang baru tersadar dari renungan hatinya(?).

"Peramal? Untuk apa kau ketempat peramal?" tanya Kushina memandang heran kearah Naruto.

"Tadi aku dipaksa masuk oleh peramalnya," ucap Naruto terus terang dengan tampang polos.

"Kau disuruh bayar?"

"Ti-tidak!"

"Oh, ya sudah, ayo kita keruang kepala sekolah. Kau kan harus mendaftar menjadi murud baru disini," ucap Kushina sambil menarik tangan Naruto.

Naruto yang ditarik oleh Kushina hanya diam sambil mempertahankan badannya agar tidak berpindah dari tempat itu. Naruto mendongakkan kepalanya dan memandang Kushina yang dibalas tatapan heran oleh Kushina sendiri.

"Okaasan, benarkah aku harus pindah kesini?" tanya Naruto dengan tampang memelas.

"Iya Naruto. Kau harus mencoba bersosialisasi dengan anak-anak yang lain. Kaasan tidak senang kamu tidak mempunyai teman di homeschooling-mu yang sudah 2 tahun ini. Cobalah kau mengerti kaasanmu ini," jelas Kushina sambil memegang pundak sang anak dengan sedikit erat, yang dibalas tatapan sendu dari sang anak(Naruto).

"Hai' kaasan," ucap Naruto sambil sedikit berfikir dengan kata-kata peramal yang tadi ia temui.

FLASHBACK ON

"Aduh, dimana ini? Kaasan kemana sih?" gumam Naruto dengan resah sambil melirik kesekeliling yang seperti anak kecil yang hilang dari orang tuanya.

Saat Naruto yang resah dan kebingungan itu, ada seseorang yang menyentuh pudaknya pelan. Sontak Naruto yang resah itu langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menyentuhnya tadi. Terlihat seorang wanita yang memakai jubah yang menutupi rambut dan separuh wajahnya yang masih dapat dikenal kalau itu seorang wanita.

"Hai pemuda pirang. Ada apa denganmu?" tanya wanita berjubah itu dengan ramahnya.

"A-aku tersesat," jawab Naruto ragu-ragu. "Kau siapa?"

"Aku? Aku seorang peramal! Kalau kau mau, ayo kau masuk ketenda ramalku," ucapnya sambil menarik pelan tangan Naruto dan memasuki tenda.

"Silahkan duduk,"

"Hai'"

"Boleh kutahu, siapa namamu?" tanya peramal tadi sambil duduk dikursinya.

"Na-Naruto. Namikaze Naruto,"

"Oh. Nah Naruto-kun, mau kuramal? Aku menemukan sesuatu yang menarik dalam dirimu," ucap peramal itu sambil tersenyum.

"Ta-tapi aku harus bayar berapa?" tanya Naruto.

"Kau tidak perlu membayar. Karena kau menarik," ucap peramal itu sambil tersenyum lagi. 'Me-menarik?' batin Naruto bingung.

"Kau nanti akan bertemu jodohmu,"

"Jodoh?"

"Ya, jodohmu dimasa-masa nanti. Tapi, perlu kuberi tahu, jodohmu itu seorang pemuda juga sepertimu,"

"Pe-pemuda?"

"Ya, Pemuda. Kau tidak dapat lepas dari ikatan itu. Benang merah sudah menghubungkan antara kau dengannya,"

"Ba-bagaimana aku tahu kalau aku akan bertemu dengan jodohku itu," tanya Naruto heran.

"Kau sudah kuberi mantra sejak kutepuk pundakmu tadi. Mantra itu sudah ada didalam dirimu dan dirinya. Bila kau bertemu dan lebih tepatnya kau bersentuhan dengannya, kau akan merasakan sengatan listri darinya,"

"Sengatan? Berarti aku tidak dapat menyentuhnya dong?" heran Naruto.

"Tidak, kau dapat menyentuhnya. Karena sengatan ini beda dari yang lain. Sebuah sengatan penuh arti. Aliran listrik yang saling membutuhkan satu sama lain,"

"Hah?" jujur saja, Naruto tidak mengerti apa yang dimaksudkan peramal ini.

"Singkatnya, kau dan dia tidak akan tersiksa karena sengatan itu. Justru kau akan merasa nyaman dan hangat, juga tenang saat kalian bersama. Tidak akan ada yang merasa sakit. Bila kalian sudah bersentuhan dan muncul sengatan itu, kalian merasa ingin terus merasakan sengatan itu!" jelas peramal itu panjang lebar.

"Heeh? Hontou?"

"Yup. Tentu saja. Tapi, saat ini jodohmu itu sudah memiliki pasangan,"

"Pasangan? Jadi kau tau siapa pemuda itu?" tanya Naruto tidak percaya.

"Ya. Saat pertama kali melihatnya, dikelingkingnya sudah mencul benang merah takdir kalian. Dan saat kucari arah benang merah itu, ternyata benang merah itu menyambung pada kelingkingmu," ucap peramal itu sambil menunjuk kelingking kanan Naruto.

"Bagaimana caranya kau tahu?" tanya Naruto masih bingung dan terkejut.

"Karena aku melihatnya. Jodohmu itu sudah kuberi mantra yang sama denganmu. Kalian dapat merasakannya satu sama lain,"

"Ja-jadi, kau sudah bertemu dengannya?" tanya Naruto lagi dengan takjub.

"Hm,"

"Bo-boleh kutahu ciri-cirinya seperti apa?" tanya Naruto agak malu.

"Wah, sayang sekali. Aku tidak dapat memberi tahukan itu padamu. Kau harus menemukannya sendiri," jawab peramal itu sambil tersenyum.

"Ba-baiklah,"

"Tapi, jodohmu itu tidak tahu kalau kau dapat menemukannya lewat sengatan juga. Dia hanya tau kalau jodohnya itu seorang laki-laki juga,"

"Oh begitu,"

FLASHBACK OFF

~~Fi suki suki~~

Mereka berdua mulai berjalan dilorong sekolah itu. Sungguh ramai sekali dalam sekolah. Banyak siswa yang ber-cosplay dengan cosplay yang macam-macam. Dan cukup banyak anak perempuan mencubit muka Naruto yang kelewat imut itu dan manis itu. Tentu saja Naruto yang dibegitukan hanya diam dan cemberut yang tentunya, muka cemberutnya itu malah membuat wajahnya makin imut sampai membuat perempuan-perempuan lain berteriak kesenangan dan membuat laki-laki yang melihat wajah Naruto itu, menutup hidungnya agar tidak mengeluarkan darah karena saking imutnya wajah Naruto.

Banyak juga siswa-siswa sekolah lain yang datang ke KHS itu menganggap Naruto sebagai anak SD yang sedang diajak jalan oleh sang ibu karena Naruto terus digandeng oleh Kushina. Sungguh malu, kesal, takut, dan bingung karena peramal tadi. Takut. Kenapa takut? Naruto sedikit takut dengan siswa-siswi yang banyak sekali ada di KHS ini. Sungguh, Naruto kembali mengingat traumanya dengan sekolah formalnya dulu. Naruto dulu sering sekali mendapat perlakuan Bullying. Dan perlakuannya sangat sangat kasar. Naruto sering tersentak kaget dan sedikit takut bila ada siswa yang menyenggol atau tidak sengaja menabrak dirinya. Kejadian bullying semasa dulu itu mulai berputar-putar dikepala Naruto karena banyaknya siswa-siswi yang berkeliaran disekolah ini. Oh, sudahlah. Jangan membuat pemuda pirang itu sengsara.

Back to story

Naruto sedang berjalan sendiri. Lagi-lagi dia hilang dari kaasannya. Sungguh malang. Naruto hanya berjalan sambil melamun karena mengingat kata-kata peramal yang iya temui tadi di luar gedung sekolah. Mengingat bahwa dia akan bertemu dengan jodohnya sebentar lagi. Sungguh penasaran bahwa siapa yang ternyata akan menjadi jodohnya. Dan Naruto tidak melihat bahwa ada delapan murid sekolah KHS –yang diketahui dari seragamnya- sedang berjalan berhadapan dengannya yang tentu saja jarak mereka agak jauh dengan Naruto.

"Cih. Menyebalkan. Apa maksudnya peramal tadi. Dia bilang kalau Sasuke itu akan menemukan jodohnya lewat sengatan. Dia bilang kalau aku tuh bukan jodohnya. Cih menyebalkan," ucap seorang perempuan berambut pink, bermata emerdal, bertubuh sedang-yang lebih tinggi 2cm dari Naruto tentunya- bernama Haruno Sakura,dengan kesalnya.

"Sudah diam saja kau Sakura. Memang kau tidak cocok kok dengan Sasuke. Iya kan Sas?" sahut pemuda berambut warna coklat, memiliki tato berbentuk segitiga terbalik berwarna merah, bernama Inuzuka Kiba sambil melirik kearah temannya yang berkulit pucat, berambut warna hitam kebiruan berbentuk seperti pantat ayam, bertubuh tinggi dan gagah, dengan mata hitam onyx-nya yang tajam dan wajah tampannya yang dapat membuat wanita maupun pria dapat terpesona oleh tampangnya yang dapat dikenal dengan nama Uchiha Sasuke.

Sasuke yang ditanya pun hanya diam sambil sedikit memejamkan matanya. Karena Naruto dan Sasuke tidak melihat pada jalan...

BUG(bukan serangga lho)

SREAK

Terasa seperti sebuah sengatan listrik dipundak Naruto maupun Sasuke saat mereka bertabrakan. Sontak Naruto yang sedang melamun dan Sasuke yang memejamkan matanya tadi langsung menghadap kearah orang yang mereka tabrak tadi-walau jarak mereka agak jauh karena sambil berjalan.

Langkah Sasuke dan Naruto terhenti. Mereka memandang satu sama lain karena tabrakan dan sengatan tadi. Onyx bertemu Saphire. Hitam bertemu biru. Langit gelap bertemu langit cerah. Mereka berdua saling memandang satu sama lain. Dari Naruto maupun Sasuke, sepertinya tidak ada yang berniat melepaskan pandangan itu. Entah kenapa, pandangan itu seperti pandangan seorang sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu dan ingin melepas rindu. Sungguh mereka berdua seperti berada dalam planet yang hanya ditempati oleh mereka berdua. Pandangan mereka terhenti saat ada sebuah panggilan untuk mereka berdua tentunya dari pihak yang berbeda-beda.

"Naruto," panggil Kushina, kaasan Naruto.

"Sasuke" panggil seorang laki-laki berambut merah yang memiliki tato merah bertuliskan AI didahi kirinya, dan bermata emerdal dan memiliki lingkaran hitam disekitar mata seperti panda, bernama Sabaku no Gaara.

Mereka tersadar dari pandangan indah tadi. Badan mereka langsung berbalik untuk mencari asal suara panggilan itu berasal.

"Kaasan," ucap Naruto sambil menghampiri ibunya

"Hn," sahut Sasuke datar sambil menghampiri Gaara yang berada agak jauh darinya.

"Kau ini kenapa selalu hilang sih?" tanya sang ibu, Kushina memandang cemas kerah Naruto.

"Hehehe~ Maaf kaasan," jawab Naruto sambil tertawa kecil.

"Kau ngapain sih Sas?" tanya laki-laki berambut panjang coklat bermata ungu putih yang tidak memiliki pupil, bernama Hyuuga Neji.

"Hn. Bukan apa-apa," jawab Sasuke datar sambil berjalan lambat kearah temannya.

'Jadi, nama laki-laki pirang pendek bermata indah itu Naruto ya,' batin Sasuke sambil sedikit tersenyum tulus tapi tipis.

'Jadi, nama pemuda tinggi itu Sasuke ya,' batin Naruto sambil menyunggingkan sebuah senyum tipis.

"Hei Sasuke, cepatlah sedikit," ucap Nara Shikamaru lelaki berambut hitam dikuncir seperti nanas itu dengan malasnya.

"Hn,"

"Ayo kita pergi Naruto," ucap Kushina sambil memegang tangan Naruto.

"Hai' kaasan,"

Tanpa menoleh dan tanpa seorang pun tahu kecuali mereka sendiri bahwa, mereka berfikir bahwa mereka ingin merasakan sengatan itu berkali-kali.

~Fi suki suki~

Kushina POV

Aneh. Sungguh aneh. Kulihat wajah Naruto yang tersenyum sendiri. Sungguh wajah Naruto yang sangat sangat senang ini jarang sekali ditunjukkan kecuali kalau ia mendapatkan makanan kesukaannya yaitu Ramen. Entah kenapa aku merasa senang sekaligus aneh.

"Naru sayang, kamu kenapa? Kok senang gitu?" tanyaku lembut sambil melirik Naruto yang tersenyum senang.

"Naru tidak kenapa kenapa kok," ucap Naruto masih sambil tersenyum.

"Tapi kok senang gitu? Habis dapet apa nih?" tanyaku lagi sambil tersenyum.

"Eh. Naru gak dapet apa-apa kok kaasan," ucapnya masih sambil tersenyum.

"Lalu kenapa? Memangnya kau habis ngeliat apa?"

Senyumnya terhenti, lalu ia mendongakkan wajahnya menghadapku dan lalu tersenyum lima jari lagi dan berkata,"Hehehe~ rahasia."

"Dasar! Yasudah kalau begitu,"

Kami sampai didepan pintu rudang kepala sekolah. Kuketuk pintu ruangan itu.

Tok Tok Tok

"Masuk," sahut suara didalam ruangan itu.

"Sumimasen," ucapku sambil memasuki ruangan itu bersama Naruto.

^Dilain Tempat Sasuke dan kawan-kawannya^

Gaara POV

Aneh. Ada yang aneh dengan Sasuke. Sasuke yang jarang tersenyum dengan muka yang datar dan dingin, sekarang terlihat lebih hangat. Kalau diperhatikan baik-baik, aku dapat melihat kalau temanku yang satu ini, sedang menyunggingkan sebuah senyum tipis di bibirnya. Auranya juga sedikit menghangat. Sangat aneh tapi muncul perasaan senang. Senang karena perubahan suasana hati Sasuke, dan aneh karena tiba-tiba saja, suasana hati Sasuke berubah.

"Sas, kau kenapa?" tanyaku dengan suara agak pelan sambil berbisik.

"Hn, apanya?" tanya Sasuke sambil memandangan datar tapi dari cara bertanyanya, dia sedikit bingung apa yang kumaksud.

"Kau kenapa? Kenapa kau tersenyum?" tanyaku lagi masih berbisik.

"Tersenyum? Kenapa aku harus tersenyum?" tanyanya dengan wajah datar dengan balas dengan suara berbisik.

"Sasuke. Aku dapat membedakan kau tersenyum atau tidak. Kau kira aku kenal kau itu sejak kapan? Kita sudah dua tahun menjadi teman, pasti aku tahu sifatmu seperti apa," jawabku datar.

'Walaupun kau jarang membuka isi hatimu pada kawan-kawanmu ini,' tambahku dalam hati.

"Hn, hanya ada yang sedikit istimewa saja," balasnya datar.

"Ya sudah,"

"Hei, kita jadi pulang kan?" tanya seorang temanku berambut sedikit kecoklatan, berkacamata hitam, bernama Aburame Shino dengan tampang tanpa ekspresi.

"Ten-tentu saja Shino-kun," balas pacarnya-temanku juga-berambut ungun panjang, bermata seperti Neji, bernama Hyuuga Hinata.

"Tentu saja kita pulang. Aku sudah malas berada disini," ucap Sakura masih kesal.

"Hn," balas Sasuke singkat sambil mengikuti teman-teman yang lain yang berada didepannya.

^Kembali ketempat Naruto dan Kushina^

Naruto POV

Tok Tok Tok

"Masuk," sahut suara didalam ruangan itu.

"Sumimasen," ucap kaasanku sambil memasuki ruangan itu yang diikuti olehku.

"Lho, Kushina. Sedang apa kau disini?" tanya wanita kepala sekolah itu yang terlihat muda yang ternyata terpaut tua, sambil memandang heran kearah kaasan yang kuperhatikan baik-baik kalau aku pernah melihatnya.

"Hehehe, sudah lama tidak bertemu, Okaasan," balas kaasan sambil nyengir.

Ah, aku inget, dia adalah ibu dari Otousanku. Wanita tua yang bertampang muda itu adalah Tsunade.

"OBAASAN?" teriakku kaget.

Tsunade-baasan dan okaasan yang medengar teriakkanku langsung menutupi telinganya.

"Hai' hai' Naruto. Jangan berteriak begitu," ucap Tsunade-baasa masih menutupi telinganya.

"Ke-kenapa Baasan ada disini?" tanyaku tidak percaya dengan apa yang kulihat.

"Lho? Kok kenapa? Baa-san kan kepala sekolah disini," ucap Tsunade-baasa sambil tersenyum.

"Eeeeh?"

Tsunade-baasan yang tidak lagi mempedulikan kekagetanku, langsung menghadap kaasan sedikit tajam sambil tersenyum.

"Jadi, ada apa kau dan Naruto kesini, Kushina?"

"Oh. Ano... aku ingin medaftarkan Naruto ke sekolah ini,"

Tsunade-baasa yang medengar kata-kata kaasa, langsung memasang tampang kaget dan tidak percaya.

"Ka-kau serius Kushina? Tapi, Naruto kan-,"

"Karena itu. Aku ingin menghilangkan traumanya terhadap sekolah formal," ucap kaasan sambil melirik kearahku dan tersenyum.

"Apa kau setuju, Naruto?" tanya Tsunade-baasa sambil melirik kearahku, yang kubalas dengan anggukkan mantap.

"Se-sebenarnya sih tadi aku tidak mau-karena masih takut-, tapi~ ada sesuatu yang membuatku menjawab semantap ini. Hehe," jawabku sambil tersenyum lebar.

Tsunade-baasan yang melihatku hanya tersenyum maklum dengan kepolosanku yang aneh ini.

"Baiklah, besok kau sudah dapat mulai sekolah disini. Nanti akan kuberikan seragam untukmu,"

"Arugatou baasan," balasku sambil tambah tersenyum.

'Besok, akan kupastikan. Kalau lelaki yang bernama Sasuke, benar-benar jodohku,' batinku semangat.

YOSH

TBC

Fic Multychap keduaku...

Hehehe... Aneh ya?

Padahal tadi mau bikin One-shot , tapii...

Gak bisa...hiks hiks (TToTT)

Aku..hiks...tau..hiks...pasti..hiks...review-nya dikit..hiks... (TToTT)]

Tapi, aku akan terus berjuang...hiks...membuat fic ini... (TT^TT)

Aku mohon doa para senpai-senpai, kohai-kohai, dan reader-reader yang mau membaca dan me-review fic ku ini.. Mungkin Publish chap 2 nya agak lama...

Di fic ini (chap 2) ada OC lho... Ada Fi sama temen Fi yang namanya Key...hehe

Key-chan minta Fi buat masuk di fic ini... Maunya tadi Key-chan minta jadi hantu, tapi, Fi gak mau ada hantunya...

Fic Keangkeran Sekolah aja belom di ketik... Apalagi ada Rukia-san yang minta dibikinin Fic angst tentang pair Sho-ai... Dan lagi, Fi juga belom bikin fic straight yang angst juga... Argh... DX

Banyak banget... XO

Oke...

Mungkin ini jadi Two-Shot...Kalo gak Two-Shot, paling banyak hanya Three-Shot... hehe...

Mohon Review Or Flame-nya... Met Puasa...^^