~ Sama Dengan ~

- Ajaib-

Disclaimer : Eyeshield 21 belongs to Riichiro Inagaki and Yusuke Murata.

Story : Aoi Misora.

Warning : OOC, gaje, dan mengandung shonen-ai. Sekali lagi, fic ini mengandung shonen-ai. Ga suka? Ga usah baca.


Semua orang tahu, bahwa Kobayakawa Sena adalah milik Hiruma Youichi. Bahkan secara kasat mata, sudah ada peraturan yang tidak perlu dijelaskan lagi, bahwa sekali kau menggoda Sena, maka iblis dari neraka alias Hiruma akan mengejarmu sampai ke ujung dunia.

Aneh memang, dan Sena sendiri mengakuinya.

Secara ajaib, dia menerima pernyataan cinta ―yang lebih mirip ancaman― Hiruma. Silahkan menyebut Sena bodoh. Dengan senang hati dia akan menerimanya karena memang seperti itu faktanya. Sena hanya berpikir dia mencintai Hiruma, itu saja.

Pada awalnya memang terkesan aneh bagi Sena untuk membiasakan diri dengan sikap-sikap aneh Hiruma. Tapi akhirnya dia terbiasa juga. Contohnya, terbiasa dengan sikap posesif Hiruma, terbiasa agar tidak berteriak ketika melihat Hiruma menyelinap ke kamarnya malam-malam, terbiasa menghadapi Hiruma yang sedang bad mood atau sedang senang, dan lain-lain.

Ehem, kejadian di atas bisa dikategorikan sebagai keajaiban.

Tapi Sena tak peduli. Dia sudah cukup senang dengan hubungannya dengan Hiruma, dengan atau tanpa keajaiban menyertai hubungan mereka.

Ooo00ooO

"Oi, kuso chibi!"

Sena menoleh, memandangi wajah familiar yang sudah setahun ini selalu menemaninya. Seulas senyum mewarnai wajah Sena yang agak merona. Hiruma menghampirinya dengan langkah santai namun berirama. Koridor sekolah tak begitu ramai sore itu, hanya ada beberapa anak yang masih mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Sebagian besar siswa sudah pulang kembali ke rumah mereka.

"Ada apa Hiruma-san?" tanya Sena. Hiruma berhenti di depan Sena, lalu mengacak pelan rambut kekasihnya itu. Beberapa detik terlewat dalam hening, sembari mereka saling menikmati kebersamaan yang tengah tercipta.

Hiruma menyeringai. "Tidak ada apa-apa."

Sena cemberut. Dia pikir Hiruma akan mengajaknya jalan-jalan, atau apa. Minimal pulang bersama. Tapi kenyataannya? Jauh dari yang Sena bayangkan. Hiruma memang selalu seperti itu, tak pernah bisa ditebak walaupun kau adalah seorang pembaca pikiran yang hebat.

"Lalu?" kejar Sena. Masih berharap ternyata.

Kali ini tangan Hiruma yang bergerak. Tangannya menggandeng tangan Sena secara tiba-tiba, membuat wajah Sena memerah secara otomatis. "Tidak ada kelanjutannya."

Oh, oke. Sena paham kalau inilah batas perlakuan romantis Hiruma untuk Sena pada hari ini. Entah besok seperti apa, Sena tak bisa ―atau lebih tepatnya tidak berani― menebak lebih jauh. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Hiruma tak bisa ditebak.

Tapi kali ini, tak ada sikap kesal atau cemberut terlukis di wajah manis Sena. Pemuda itu malah tersenyum. Inilah yang ajaib dari Hiruma. Setidaknya Sena bisa menikmati semua perlakuan tidak biasa dari Hiruma setiap hari tanpa terlewat.

Sebenarnya hubungan mereka biasa saja, tapi Sena percaya kalau keajaiban selalu menyertai mereka. Selalu seperti itu. Semoga.


Music mode : 1234 - Plain White T's.

AN:

Saya suka lagu ini. *gak penting amat*

Yeah, pendek. Saya membuat one-shoot ini dengan perasaan desperate karena flashdisk saya masih hilang. Dan dengan demikian, usaha saya untuk melanjutkan fic 'Only You' semakin sulit. Hahahaha… *ketawa garing*

Kritik atau saran diterima. Flame? Silahkan saja. Asal anda sendiri yang menanggung dosa. LOL.

Oh ya, itu di bawah ada omake gaje. Silahkan dinikmati~

^_~
Aoi Misora.


Ketika Hiruma dan Sena sudah sampai di gerbang sekolah. Terlihatlah sebuah mobil sport merah yang mahal terparkir. Sena sudah tahu kalau itu mobil Hiruma, jadi dia biasa saja ketika Hiruma menyuruhnya masuk ke dalam mobil.

"Hiruma-san, memangnya kita mau kemana? Kenapa harus naik mobil?"

"Ke bandara."

"E―eh, untuk apa? Sebenarnya kita mau kemana?"

"Ke Paris, bulan madu."

"Hah?"