A/N:

Mencoba membuat fic Humor/Romance dan lagi mau fic pendek... jadi maaf berat kalau jayus... V.V dan saya akan membuat fic KHR dan Kuroshitsuji juga dengan tema yang sama... dasar author gak kreatif XP dan yah... saya emang lagi pengen bikin fic-fic pendek

Oh, btw, ini AU


dheeSafa presents:

Sampul Majalah: Naruto

A Naruto oneshot with NaruHina pairing


"Eep!" pekik Hinata sambil melompat kaget saat melihat sampul sebuah majalah diatas meja. Dia berada disana, didalam majalah, bersama Naruto.

Sakura berlari mendatanginya dan menepuk bahu sahabatnya. "Ada apa, Hinata? Kok, teriakanmu kenceng banget, sih?"

"I-Itu...," kata Hinata gugup sambil menunjuk ke arah majalah yang tadi ia pegang. Sakura mengambil majalah tersebut dan mulai membaca. "Pasangan paling romantis di Konoha."

"Eep..." kata Hinata pelan dan gugup.

Sakura menoleh ke arah Hinata dan mengangkat alisnya. "Jadi apa yang salah dengan ini, Hinata?"

"A-Aku dan Na-Naruto-kun berada di halaman depan... Itu yang salah! Da-Dan, semua orang nanti akan berpikiran kalau aku dan Naruto-kun berpacaran!" teriak Hinata histeris setengah mati.

"O—Ha? Kalian tidak berpacaran?" kata Sakura terkejut.

"TIDAK!" jerit Hinata panik. "I-Ini 'kan cuma buat sa-sampul majalah. Ke-Kenapa kau bi-bisa berpikiran seperti itu?"

Sakura menghela nafas panjang. "Bukankah itu mengejutkan? Kau itu dekat sekali sama anak rambut duren itu."

"E-Eh? !" jerit Hinata, lagi. Membuat Sakura harus menutup telinganya. "Se-Sejak kapan?"

"Ya Tuhan, Hinata... Kau ini terkadang emang gak peka, ya?" desah Sakura sambil menggeleng-geleng kepalanya. Dia memang terkadang bingung dengan tindakan salah satu sahabatnya itu."

"E-Eh... Aku tak tahu apa maksudmu," Hinata mendesah. "Ma-maksudku, Na-Naruto-kun itu punya hero complex..."

"Di tempat tidur," tambah Kiba yang tiba-tiba masuk dan bergabung dengan pembicaraan mereka. Wajah Hinata langsung seperti kepiting rebus, memerah. Sedangkan, wajah Kiba malah babak belur, ditonjok habis-habisan sama Sakura.

"Kalau anak rambut duren itu sudah mengambil keperawanan Hinata, akan kuhajar kau dan dia, Kiba!" Sakura bersumpah.

"Kenapa aku juga yang kena?" tanya Kiba agak emosi.

"Karena kau yang mengawalinya, gila," Sakura mengkerutkan dahinya.

"Te-Teman-teman...," kata Hinata, berusaha meleraikan dua orang yang sedang beradu tatapan dengan latar listrik di belakangnya (?).

"HINATA!" sahut seseorang dari ambang pintu gedung luas itu. Naruto. Dan dia sedang menggenggam majalah yang membuat Hinata panik. "Kita berada dihalaman depan, loh!"

Kiba memandang sekilas ke arah Sakura sebelum memindahkan tatapannya ke arah Naruto dan memberinya tatapan 'kau-akan-dibunuh-oleh-si-Jidat-Lebar-itu-Naruto'. Sakura memang sangat bersemangat untuk mempertanyakan soal 'keperawanan' Hinata.

"Sudah kubilang, Sakura, AKU TIDAK BERPACARAN DENGAN NARUTO-KUN!" teriak Hinata menyadarkan Sakura juga pada orang-orang yang sedang sibuk melihat majalah baru terbit itu.

Terjadi keheningan sesaat...

"Eh? Kita tidak pacaran? !" ujar Naruto dalam keterkejutan.