iNi fanfic ketiga, yang akhirnya setelah mendapat koreksi dari sang kakak tercinta yang baru saja ketemu tadi. Syukurah karena cerita ini masih lebih mendingan dibanding dengan yang sebelum-sebelumnya. Yah,,, boleh aku katakan hancur total. Aku yakin sekarang juga masih hancur karena masih tak sesuai dalam syarat cerita per-fanfic-an

woiii kapan kau mulai ceritaku?(Hinata)

Iya sabar! Mau perkenalan dulu.

Cepetan!(Hinata)

Argghhhhh, gadis yang akan aku ceritakan meminta untuk mempercepat pembukaannya, jadi selamat membaca, mohon review (jika bisa)

Summary: aku menyukainya. Walaupun rasa sukaku itu hanya dapat aku ungkapkan dengan menatapnya setiap hari kejauhan

Disclaimer: Naruto©Masashi Kishimoto

Warning: OC, ARA (sepertinya hanya bisa yang ini.)

Rate: M

~^ Cerita hati Hinata ^~

_chapter 1_

Aku menyukainya. Sangat suka dengannya, walaupun Aku hanya bisa menatapnya setiap hari dari kejauhan karena aku tak memiliki keberanian untuk mendekatinya, bahkan bertegur sapa saja aku tak mampu. Entah sampai kapan aku harus seperti ini, hanya melihat orang yang aku cintai dari baik tiang yang berdiri disetiap jalan di desa konoha. Entah sampai kapan, sampai aku bisa menatapnya dan tersenyum padanya tepat dihadapannya. Bukan dibelakangnya seperti ini.

Dia selalu saja sendiri. dia tak memiliki teman, sejak dulu aku terus memperhatikannya. Aku ingin berada didekatnya, namun aku tak memiliki kekuatan. Sewaktu dia masih kecil, dia selalu saja sendiri. Aku tak tahu kenapa dia seperti itu, apakah karena dia tak memiliki kedua orang tua lagi sehingga dia sangat membutuhkan kasih sayang, ataukah karena dia adalah seorang Jinchuriki yang keberadaannya sangat tidak disukai oleh orang – orang konoha karena kyubi yang bersemayam dalam tubuh Naruto sekarang pernah merusak dan memporak – porandakan seluruh desa. Aku tak tahu pasti, namun laki – laki yang menjadi sepupuku memperingatkanku akan keberadaan Naruto, bahwa dia adalah orang yang tak pantas untuk diajak berteman.

Aku senang kok jika dia ingin mengajakku berteman, tapi apakah aku bisa betah berlama – lama dihadapannya? Apakah aku tidak akan pingsan ketika aku berhadapan dengannya? Ataukah aku tidak akan melakukan hal konyol ketika ada didekatnya?

Akhh itu adalah pertanyaan yang tak bisa aku jawab

hanya bisa menjawab bahwa Hinata malu dan grogi berhadapan dengan Naruto (answer's author)

*ditimpuk gulungan oleh para pemain yang mungkin pembaca juga akan melakukannya*

Naruto beralasan bahwa kenakalan yang dia kerjakan karena ingin mendapat perhatian dari warga yang menghindarinya. Aku sadar akan hal itu, karena memang hampir seluruh warga tak menyukai Naruto. Tentu saja tak semua, karena aku suka kok dengan Naruto, dan aku mengakui keberadaannya. Aku mendukung apapun yang dilakukan Naruto. Bahkan mendukung untuk membakar desa Konoha pun akan aku dukung (dikeroyok habis-habisan oleh massa + reader)

.

.

.

hari ini kami semua diuji untuk mendapatkan ikat kepaa lambang bahwa kami adalah ninja sejati, ninja yang diakui oleh semua warga yang ada di desa konoha ini. Semua telah selesai menampilkan kekuatan andalan masing – masing. Anak laki – laki yang dipuja – puja oleh para kaum hawa itu sukes membuat kaum hawa semakin tergila – gila padanya

"cih, mengganggu saja" ungkapnya ketika para kaum hawa berteriak histeris memperhatikan kesuksesan Sasuke yang memang sejak dulu sebelum keluarganya dibantai adalah seorang ninja yang hebat. Neji pernah bilang padaku bahwa Clan Uchiha adalah clan yang paling dihormati dan sederajat dengan clan hyuga, karena memiliki kekuatan yang benar-benar hebat. Tapi biar bagaimanapun, hatiku telah memilih Naruto, cowok yang sekarang dikenal dengan berandalan desa.

Ketika tiba giliran Naruto, dia sukses membuat para gadis tertawa. Karena hal yang diakukannya benar – benar bertolak belakang dengan apa yang dilakukan Sasuke. Dia gagal pada ujian ini, padahal semua murid tahun angkatan kami lulus dan mendapatkan lambang ninja Konoha. Satu – satunya kemahiran yang dia buat adalah merubah dirinya menjadi seorang gadis cantik. Namun luka yang ada di kedua pipinya dan warna pirang rambutnya itu tetap melekat di pipi gadis cantik nan seksi jelmaan dirinya itu. Mata biru langit yang dimilikinya semakin membuatku suka padanya.

Biru langit kan bagus,,, (author answer)

Perubahannya yang seperti itu Tentu saja Guru Iruka larang habis-habisan walaupun sering mengabaikan larangan itu dan tetap menggunakan harem jutsu tersebut. Guru Iruka memiliki alasan yang kuat, yang ku fikir karena itu adalah jurus yang hanya akan membuat para laki – laki mesum tergila-gila padanya, dan mungkin saja guru Iruka juga, karena Guru Iruka selalu mimisan jika mendapati Naruto tengah memakai jurus tersebut. Tak jarang Naruto mendapatkan pukulan setiap kali dia menggunakan itu, yang kuyakin juga karena Guru Iruka tak ingin kehabisan darah karena mimisan hebat oleh perubahan Naruto yang super cantik nan seksi.

Hasil ujian keluar, dan kami semua mendapatkan nilai bagus, lambang, dan juga pujian dari orang tua kami. Tapi lain halnya dengan Naruto. Dia sendiri lagi. Dia bermain diatas ayunan dan memperhatikan setiap orang yang memuji anaknya sendiri. kesendirian Naruto memang tak bisa ku hapuskan dengan berada didekatnya. Karena aku memiliki penyakit menghindar seribu langkah (apaan nih? Author bikin perumpaan ngasal banget)

Maklum, aku baru dalam dunia per fanfic-an jadi seperti inilah hasilnya(author said)

Tapi aku akan berusaha menjadi bayangan yang akan mengikutinya. Yang tak disadari namun ada dan hal itu tak dapat dipungkiri.

.

.

.

Hari ini seperti biasa, keadaan kelas di desa konoha sedang ramai-ramainya. Naruto yang tak ingin dikatakan pecundang oleh Sasuke balik membalas dengan mengatainya sesuatu yang lebih pedas dibanding kata pecundang. Ino dan Sakura yang memang sejak dulu mengincar, tergila-gila, dan suka serta jatuh hati pada Sasuke protes pada Naruto dan mereka berdua memukul telak kedua pipi Naruto sehingga wajahnya lebam akibat pukulan kedua gadis yang memiliki tenaga yang lebih besar dibanding Naruto (ditimpuk tas Naruto-_-) Guru Iruka masuk dan membawa sebuah buku serta seorang guru lain yang tak lain dan tak bukan adalah Guru Kakashi, guru yang sangat dingin terhadap siswa yang diajarnya. Guru Kakashi memiliki kenangan yang…

yakin semua pasti tahu masalahnya kan jadi gak usah dijelasin (author said again)

Aku harap-harap cemas menunggu. Kira-kira Aku akan dibagi dalam kelompok mana, dan siapa guru pendamping dan pembimbingku. Aku berharap bisa bersama Naruto

Kakashi: kelompok tujuh! Sakura!

Sakura: Iya!

Kakashi: Naruto!

Naruto: YES!

Naruto bangkit dan tersenyum serta berteriak histeris. Ternyata hasratku yang ingin sekelompok dengan Naruto harus kuabaikan ya?

Kakashi: Sasuke!

Sasuke tak merespon namun Sakura dan Naruto merespon dengan sangat baik. Entah apa yang ada dalam pikiran Naruto saat ini, aku hanya bisa menebak bahwa dia tidak suka sekelompok dengan cowok sombong macam Sasuke sekelompok dengannya. Sementara Sakura terlihat senang sekali, berbeda dengan ekspresi Naruto. Sasuke dengan cara khasnya duduk sambil menopang dagu dan mengepalkan tanggannyan, tatapannya lurus kedepan

Mohon maaf karena disini lupa, siapa yang pertama disebut, yang kedua dan seterusnya. Jadi jika terjadi kesalahan itu adalah karena aku lupa dengan hal tersebut (jelas author)

Kakashi: Kelompok delapan. Inuzuka Kiba, Hyuga Hinata, Aburame Shino.

Pembacaan kelompok selesai, aku segera pulang. Namun sebelum itu, aku selalu menyempatkan diri untuk melihat dia yang sedang berjalan. Dia memiliki tiga anak buah, yang salah satunya adalah cucu hokage ke tiga.

Aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku pada cowok berambut pirang itu. Namun aku tak pernah memiliki kekuatan. Mungkin suatu saat nanti, aku bisa berakrab ria dengannya, tanpa harus menghindar ataupun melakukan hal-hal yang memalukan.

Itu kamunya saja kali yang malu. Yang lain kan pada ketawa (author said again)

Sudah lah... author ngajak berantem! Jadi males buat ngelanjut cerita. Oke deh arigato minnasan

Akhh,,

Kasih end sajalah,, gak tau gimana mau lanjutin,,,

Ahh salah, kasih to be continued saja,,,mungkin punya niat buat lanjutin…

Hahaha

Aku ini apa-apaan sih?

Hufhhhh~

Oke sayonara in the next episode

Mohon reviewnya ya,,,, ~^_^~