Hai. Entah kenapa saya agak sulit melanjutkan fic ini, wahahaha apa lebih baik tidak dilanjutkan saja, ya? Karena saya rasa makin gaje =_=v

Warning : Mungkin OOC, OOT, yang pasti gaje. OC. Don't Like Don't Read.


Hitsugaya Toushiro's Reminiscence

Oleh : ariadneLacie

.

BLEACH

Oleh : Tite Kubo.

.


Chapter 1

"Jani Kawashinii."

Happy Reading!


"Dia!" Hitsugaya terbelalak disaat ia membaca nama yang sangat ia ingat. Nama yang terukir di nisan yang tadi pagi baru saja ia kunjungi. Jani Kawashinii.

.

Hitsugaya masih agak kaget saat membaca nama itu. Aneh sekali. Kenapa… kenapa tiba-tiba?

"Ada apa, taichou?" tiba-tiba terdengar sebuah suara dari luar jendela yang membuat Hitsugaya jantungan dan jatuh dari sofa. "Abis liat doger monyet, ya?" tanyanya dengan wajah innocent alias watados.

"Ngaco. Ya nggak, lah," kata Hitsugaya sambil bangkit lagi dan naik ke atas sofa. "Kok kau ada disini, Matsumoto? Mengagetkanku saja."

"Tidak apa-apa. Aku hanya mau mengajak taichou untuk ikut berpesta," kata Rangiku. "Ayolah taichou~ mungkin taichou bisa sekalian berdagang es serut~" Rangiku mencoba menggoda Hitsugaya.

"Gila. Ngapain coba. Udah, kau pergi saja, aku sibuk," kata Hitsugaya sambil duduk bersila dan mulai membuka-buka halaman bukunya lagi.

"Yaaah… eh? Buku apa itu, taichou?" tanya Rangiku penasaran. Ia sudah berniat untuk memanjat jendela.

"Tidak usah! Kau pergi saja. Ini privasi!" seru Hitsugaya sambil berjalan menjauhi Rangiku, menuju meja kerjanya.

"Hee… aneh sekali," gumam Rangiku. Ia pun memutuskan untuk melanjutkan pestanya saja.

.

'Baiklah, sekarang aku akan mulai membaca lagi…' batin Hitsugaya.


Mulai dari bagian ini, adalah isi buku tersebut. (Book's PoV *emang ada?)

Pagi hari yang damai di Seireitei. Memang terlihat damai, tapi hati taichou dari divisi 10 ini sama sekali tidak. Hatinya sudah panas, lelah dan jenuh terhadap seluruh pekerjaannya yang menumpuk.

"Sial, kenapa si Matsumoto harus cuti, sih?" seru Hitsugaya kesal. Ia pun beranjak dari kursinya dan memilih untuk berkeliling saja. Mencari udara segar, tepatnya.

Flashback.

"Taichou!" seru Matsumoto sambil memeluk (baca : mencekik) Hitsugaya dari belakang.

"Matsumoto…" gumam Hitsugaya kesal karena pekerjaannya jadi terganggu. Ditambah ia menjadi agak sulit bernapas, lagi.

"Taichou~ begini… aku… aku mau cuti, ya? Boleh?" kata Matsumoto dengan tampang memelas. Ia sedang mencoba menggoda taichou-nya ini untuk mengizinkannya cuti.

"Gila kau! Kerjaan kita numpuk tahu!" seru Hitsugaya.

"T-tapi! Aku disini juga tidak ada guna… aku kan Cuma bisa mengacaukan pekerjaan saja!" kata Matsumoto lagi. Kali ini ia sudah mulai memeluk-meluk kaki Hitsugaya yang membuat Hitsugaya jijik.

"Hey… hentikan, Matsumoto. Memangnya kenapa kau mau cuti? Mau cuti kemana? Aku tidak tahu kau punya pacar baru!" kata Hitsugaya sambil berusaha menyingkirkan Matsumoto.

"A-aku… aku mau ke dunia nyata! Aku mau ke Dufan! Aku mau ke Jakarta!" rengek Matsumoto. Rupanya dia MKKB alias Masa Kecil Kurang Biaya.

'A-aku juga pengen, tauk!' batin Hitsugaya kesal. "Baiklah, sebentar, kan? awas kalau kau belum kembali setelah 2 hari! Oh ya, jangan lupa oleh-olehnya, ya!" kata Hitsugaya akhirnya.

"HOREE! Taichou baik deh!" seru Matsumoto girang sambil memeluk Hitsugaya yang membuat Hitsugaya tenggelam di dada Matsumoto.

"Matsumoto… cepat pergi sebelum aku berubah pikiran…!" seru Hitsugaya kesal

End of Flashback.

"Fiuh… seharusnya tidak kuizinkan saja dia pergi waktu itu… tapi…" gumam Hitsugaya. "Ini sudah 3 hari dan dia belum kembali! Dasar Matsumoto bodoooh!" jerit Hitsugaya depresi. Untung saja tidak ada orang di koridor saat itu. Kalau ada, imej-nya pasti sudah rusak deh.

"…."

Tiba-tiba Hitsugaya mendengar seseorang sedang bernyanyi dari arah taman. Suara yang… terkesan mistis. Suara itu hanya bersenandung, menyanyi tanpa lirik. Tapi, terkesan memiliki makna yang sangat dalam. Karena penasaran, Hitsugaya pun segera berlari ke sumber suara tersebut.

Sesampainya di taman, dilihatnya taman itu menjadi agak bersalju. Padahal belum musim dingin. Dan, di tengah taman, terlihat seorang shinigami hampir setinggi dirinya, dengan rambut ungu tua, dan menggunakan selendang panjang berwarna merah tua di sekeliling pinggangnya, yang membentuk pita besar di belakangnya. Karena ia membelakangi Hitsugaya, Hitsugaya tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas. Tetapi, sudah pasti ia adalah seorang perempuan.

"Hei…" gumam Hitsugaya pelan.

Shinigami itu berhenti bersenandung, dan seketika taman itu kembali menjadi normal. Butiran-butiran salju yang dari tadi berjatuhan menghilang, dan tumpukan salju tipis juga menghilang. Rasanya salju tadi hanyalah sebuah ilusi. Dan perlahan, shinigami itu berbalik dan memperlihatkan wajahnya pada Hitsugaya.

"Ah… Hitsugaya… taichou?" katanya dengan wajah yang agak ragu.

.

"Jadi… kau diutus langsung oleh Sou-taichou?" tanya Hitsugaya sambil menyeruput lagi tehnya. 'the aroma apel… langka sekali rasanya… ini pertama kali aku mencobanya!' batin Hitsugaya.

"I-iya. Aku juga baru datang kesini hari ini… dan tersesat… hehe…" kata gadis itu sambil nyengir. Ia pun membereskan nampan yang tadi ia pakai untuk membawa the dan segera kembali pada Hitsugaya.

"Sudah, duduk saja," kata Hitsugaya. Gadis itu pun duduk dan ikut menyeruput the yang tadi dibuatnya. "Aku suka the buatanmu. Wanginya enak. Wangi apel," komentar Hitsugaya. Gadis itu hanya menjawab dengan seulas senyuman senang.

"Jadi?" tanyanya.

"Oh. Kau diutus untuk menjadi pengganti Matsumoto ak an? Baiklah. Kebetulan aku juga sedang mencari pengganti," kata Hitsugaya. "Namamu siapa?"

"Jani. Jani Kawashinii," kata Jani.

"Jani? Hmmm… baiklah. Tapi, aku ingin mengetes kemampuanmu dulu," kata Hitsugaya sambil menyeringai jahil. Rupanya ia memiliki bakat untuk menyiksa orang.

.

"Bagaimana? Sudah?" tanya Hitsugaya. Ia pun menengok ke ruangan sebelah—ruangan fuku taichou—untuk mengecek pekerjaan si Jani. Fuku taichou baru itu. "Loh? Kok orangnya tidak ada?"

Hitsugaya pun berjalan menuju meja kerja yang tampak rapi itu. Jangan-jangan tugasnya sama sekali tidak dikerjakan?

"Wah! Hebat! Selesai semua!" seru Hitsugaya girang saat melihat setumpuk paperwork yang sudah selesai. Ditambah ruangan yang menjadi lebih rapi. "Kalau begini, lebih baik Matsumoto kupecat saja!" Hitsugaya mulai berkhayal ga jelas.

"Tapi… sekarang… orang itu ada dimana ya?"

Akhir dari buku.


Normal PoV

"Yo! Toushiro!" seru Ichigo dari balik jendela, yang hampir membuat Hitsugaya jantungan untuk yang ketiga kalinya.

"Bukan Toushiro… tapi—" Hitsugaya sudah bersiap ngomel.

"Iya, iya, Hitsugaya taichou. Ah, tapi kan itu kepanjangan. Sudahlah, Toushiro saja!" kata Ichigo maksa.

"Hey, Ichigo, sedang apa kau disini? Tiba-tiba pergi dari pesta saja," Rukia yang baru saja berhasil menyusul Ichigo langsung ngomel. "Capek tahu, ngejar kau sampai kemari!"

"Iya, iya, maaf deh. Lagipula, aku kan bukan rocker yang baik. Aku juga tidak suka music rock, ya sudah, aku pergi saja," keluh Ichigo.

"R-rocker? Memangnya kalian ngapain disana? Dugem?" tanya Hitsugaya. Jangan bilang mereka malah dugem disana?

"Emangnya music dugem rock, ya?" tanya Ichigo sweatdrop. "Tau deh, mereka karaoke-an ga jelas gitu disana, telingaku sakit nih. Suara mereka jelek semua, gak kayak suaraku yang mempesona," lanjut Ichigo narsis abis.

"Nggaak! Suara aku lebih baguus!" kata Rukia tidak setuju.

"Hah, kau kan cuma modal wajah imut doang! Suara sih, nggak!" kata Ichigo.

"W-wajah imut…?" gumam Rukia pelan. Waduh, sepertinya Ichigo salah ngomong…

"Err… err… itu…" Ichigo sadar dan berusaha berkelit. "L-lupakaan! Oh ya, kau lagi baca apa sih?" tanya Ichigo mengalihkan pembicaraan.

"Oh? Ini buku… cerita," kata Hitsugaya bingung mau menjawab apa.

"Wah? Sini, aku mau liat!" kata Ichigo sambil melompat melewati jendela. Ia pun segera menyambar buku itu dan membacanya.

"Hey…! Ichigo…" kata Hitsugaya pasrah. Soalnya cerita buku itu, kan agak aneh.

"Eh? Nama ini… ini kan si Jani, ya?" kata Ichigo heran. "Oh ya, aku jadi ingat, aku pernah bertemu orang yang mirip dia di real world, di Karakura. Kalau tidak salah, dia itu murid baru di sekolahku…"

"Apa?" tanya Hitsugaya kaget. "Serius?"

"Oh, si rambut ungu? Yang namanya Lacie, ya?" tanya Rukia menimpali.

"Iya, kok kau tahu?" tanya Ichigo.

"Kau kan pernah cerita! Aku iri deh, dia punya pocket clock yang ada tulisan 'Lacie'-nya. Aku juga kan pengen…" kata Rukia malah curhat.

'Lacie? Pocket clock?' batin Hitsugaya. "Ichigo, antarkan aku ke Karakura sekarang!" seru Hitsugaya.

"Eh? Kenapa?" kata Ichigo heran. Tapi akhirnya ia mengikuti Hitsugaya yang lari dengan terburu-buru menuju senkai gate.

"Ichigo! Aku ikut!" seru Rukia sambil mengejar mereka.

'Pocket clock Lacie… pokoknya aku harus melihatnya! Tapi… mana mungkin shinigami bereinkarnasi, kan?' batin Hitsugaya.


To be Continued


Selesai, loh.

Oh iya, soal pocket clock kalau ada yang tidak tahu... itu tu jam bulet, yang biasanya hurufnya romawi, yang ada rantainya. Author pengen banget loh 8'D Terus, kan ada tulisan Lacie-nya. Itu pernah ada di anime Pandora Hearts. Tapi tidak ada hubungannya kok.

Balesan review :

for Lenalee Shihouin : M-makasih udah review, yak^^ O-oh. G-gitu ya. Wahahaha oke, saya ganti jadi Hitsugaya aja deh~XD Soal romance atau tidak... sebenernya saya juga belum tau, loh. (author gagal) Dan, soal humor, kayakny ga jadi deh 8'D (author gagal part2) yosh, ini sudah lanjut^^

.

So, Mind to review again?