Arc 1

Chapter 1: Prologue

"Vincent! Sudah kubilang jangan pergi sendiri, kan? Bagaimana kalau kejadian dulu terulang lagi, hah?"

"Santai, kak! Penduduk kota ini baik-baik, kok! Tidak ada yang menganggapku aneh, malah ada orang yang bilang mataku bagus!"

"Itu karena kita baru tinggal seminggu di sini, jadi orang belum menganggap kita aneh! Dengar, ya! Aku tidak berniat untuk meninggalkan kota ini dalam beberapa waktu ke depan! Kalau Elliot ada bersama kita, pasti dia juga menceramahimu!"

"Iya, iya! Omong-omong, mendingan diceramahi oleh Gil daripada sama Elliot! Kalau sama Elliot, mendingan kabur aja!"

Sepasang kakak beradik tampak sedang berargumen di depan sebuah gang. Dilihat sekilas, tidak akan ada yang mengira kalau mereka adalah kakak beradik karena penampilan mereka yang berbeda. Sang kakak memiliki rambut hitam legam ikal, sedangkan sang adik memiliki rambut pirang sebahu yang sedikit berombak, mereka berdua sama-sama mengenakan pakaian lusuh khas anak jalanan. Satu-satunya hal yang mengindikasikan kalau mereka bersaudara adalah mata mereka, yang berwarna emas. Sang adik adalah seorang penderita hetechromia, sehingga mata kirinya berwarna emas sedangkan mata kanannya berwarna merah darah, yang kadang-kadang dianggap sebagai pembawa sial oleh beberapa orang. Itulah sebabnya kakaknya begitu mengkhawatirkannya, dia khawatir adiknya akan terlibat dalam masalah kalau dia tidak ada di sekitarnya melindunginya.

Sementara itu, di atas salah satu atap rumah yang berada di gang itu, tersembunyi dari pandangan kedua kakak beradik itu, dua sosok anak-anak mengamati mereka.

"Sepertinya mereka memiliki potensi untuk menjadi anggota." kata salah seorang dari mereka sembari menunjuk kakak beradik yang masih juga berargumen itu.

"Sepertinya iya, tapi kudengar Dark Sabrie juga mengincar mereka, atau kabar yang kudengar salah?" timpal sosok yang lain.

"Aku tidak tahu, kita awasi saja mereka. Kalau mereka tidak menyerang, barulah kita dekati kakak beradik itu." jawab sosok yang satu lagi.

"Diam dulu! Sepertinya si kakak menyadari keberadaan kita!" sergah yang lain. Mereka berdua pun berdiri diam dan berharap agar si kakak tidak menyadari kalau mereka telah mengawasi mereka.

Benar saja, si kakak, Gil, melihat ke belakangnya dengan curiga. Sejak pagi tadi, dia terus merasa seperti sedang diawasi, walaupun dia tidak pernah menangkap basah orang yang mengawasinya.

"Gil, ada apa?" tanya Vincent yang heran dengan sikap kakaknya.

"Eh? Tidak apa-apa, kok!" Gil tersadar dari lamunannya. Gil mengamit tangan Vincent dan menyeretnya pergi dari tempat itu.

"Ayo kita pergi, tempat ini membuatku tidak enak!"

"Gil! Santai sedikit, bisa?"

Andai saja mereka berdua tahu besok dunia yang mereka kenal akan berjungkir balik.

Sementara itu, seorang anak laki-laki berambut hitam gelap yang dipotong pendek mengawasi mereka dari pinggir jalan. Anak laki-laki itu berbisik kepada dirinya sendiri.

"Kita serang mereka besok..."

TBC

A/N:

Aoife dulu pernah ngebaca ulang PSC dari chapter 1, dan rasanya getek sendiri, akhirnya Aoife rombak lagi deh chapter-chapter awal

Oiya, sekarang Aoife bagi ceritanya menjadi beberapa arc, rencananya akan ada enam arc, tapi gak tahu bakalan ada berapa chapter. Mungkin fic ini bakalan jadi fic dengan chapter terbanyak di FPHI==a

Anyway, RnR!