Diplomasi dan Teror

(Diplomacy and Terror)

Sementara itu di Daerah yang Terlupakan, Elan,

Sebelum bangsa Accretia, Cora dan Bellato datang, para elf telah ada dan memiliki kekuasaan yang luas. Dengan berkembangnya kekuasaan mereka, para elf mulai bertikai satu dengan yang lainnya hingga mereka pecah menjadi Metal Elf dan High Elf. Para Metal Elf mendalami pengolahan logam dan penggunaan senjata, sementara para High Elf mendalami ilmu sihir.

Kini kejayaan para elf hanyalah bayangan masa lalu saja. Setelah kedatangan Tiga Bangsa, mereka didesak hingga daerah pedalaman. Berbeda dengan Metal Elf yang menentang secara terbuka, para High Elf bersikap pasif. Namun para Accretia, Cora dan Bellato bersikap bijak dengan membiarkan mereka.

-###-

Kini Treysca dan Freysca mendarat kembali di daerah tersebut, dimana para elf tinggal. Misi mereka adalah meyakinkan ratu para High Elf, Narwen Idisil bergabung dalam Persekutuan Novus. Putri Calliana itu berujar,

"Kakak, ini tidak mudah! Kudengar Ratu Idisil itu bijak dan juga ahli sihir. Mungkin ia tidak mau bergabung dengan kita…"

"Aku tahu itu," tukas Caliana yang lebih tua, "Namun kita harus mencoba…mereka harus bergabung dengan kita dengan cara apapun!"

Freysca terkesiap mendengarnya, "Maksud Kakak? Dengan cara paksa?" tanyanya lagi.

Ratu Caliana itu menjawab, "Itu hanya cara terakhir…" Pembicaraan mereka terhenti ketika mereka turun dari pesawat Kartella. Para elf telah berkumpul di lapangan, seraya memperhatikan kedatangan para Calliana tersebut. Treysca melihat seorang wanita bergaun hijau-putih dengan wajah cantik dan bertelinga lancip. Sebuah kerudung putih menutupi rambutnya. Disebelahnya, sebuah makhluk raksasa berzirah besi berdiri dan didampingi oleh Pangeran Neto yang nampak gugup,

"Selamat datang di Daerah Yang Terlupakan, Ratu Treysca!" sambut wanita tersebut, "Saya adalah Ratu Narwen Idisil. Di sebelah saya, adalah Tetua Kwelersokum…"

Kwelersokum membungkuk, "Senang bertemu dengan Anda, Ratu…"

Treysca menganggukkan kepalanya, "Kehormatan bagi saya untuk bertemu dengan Ratu Idisil yang legendaris…"

Ratu High Elf itu menyahut, "Anda terlalu memuji…sebaiknya kita masuk ke dalam balairung untuk membicarakan hal penting," Kedua Calliana itu mengangguk sebelum mengikuti iring-iringan tersebut menuju balairung,

-###-

Di Bellato HQ,

Para partisipan Chip War kembali dengan lemas. Sistem PA bergaung,

"Federasi Bellato sangat kecewa dengan kekalahan ini! Kalian tidak berusaha keras! Bagi mereka yang melalaikan tugas, akan mendapat tindakan disipliner dari Komando Tertinggi! Hukuman akan diberikan!" Tak lama kemudian, nada PA berganti:

"Para pejuang Chip War berikutnya, berjuanglah sekuat tenaga! Masa depan Federasi berada di tangan kalian! Kejayaan bagi Bangsa Bellato!"

Di sebuah pub, Ranskye hanya menundukkan kepalanya dengan lemas. Ia baru saja mendengarkan 'ceramah' Crescendo atas kegagalan mereka memenangkan Chip War. Setidaknya, tidak seorangpun yang tahu hubungannya dengan Clytemnestra. Lalu terdengar seseorang mengomel,

"Hu-uh, lagi-lagi dikuliahi Komandan!" omel Armbold.

"Wajarlah," celetuk Brood yang sedang membaca sebuah buku tua, "Kita'kan kalah lagi dalam Chip War untuk kesekian kalinya. Komandan sendiri sepertinya ditegor oleh Archon Kai dan Warchon Veritas…"

Shield Miller itu menukas, "Jadi Komandan melampiaskannya kepada kita?"

Hidden Soldier itu mengangguk, "Begitulah, yang jelas Komando Tertinggi sangat tidak puas dengan performa kita," Ran yang duduk tak jauh dari mereka lagi-lagi mengiyakan. Armbold menjatuhkan dirinya ke tempat duduk,

"Benar-benar hari sial! Orang macho sepertiku malah ketemu dengan…banci dari Cora! Itu benar-benar menghina martabatku!" Kali ini Brood hanya diam saja, meneruskan bacaannya. Ranger muda di sebelahnya bertanya,

"Brood, buku apa sih yang kau baca? Sepertinya asyik sekali…"

Yang ditanya menjawab, "Oh, ini buku dari Bumi kuno…aku menemukannya di pasar loak. Ceritanya menarik sekali…"

"Tentang apa?"

Hidden Soldier itu berpikir sebentar, "Mmm…kalau tidak salah judulnya…Harry…Pott…" Sebelum Brood sempat menjawab, tiba-tiba ia dipeluk oleh seorang gadis,

"Naah, ketemu kau!" seru gadis itu girang.

"Vernitz?" Gadis Bellato yang bernama Vernitz itu berkata, "Aduh, Brood…rajin sekali kau! Baca-baca melulu…Tunggu sebentar, bukankah itu koleksi bukuku?"

Dengan menyeringai, Brood menjawab, "Aku pinjam sebentar…" Vernitz hanya mencibir,

"Yah, kumaafkan kali ini!" jawab Armor Rider tersebut, sebelum berpaling kepada Armbold, "Armbold, mengapa wajahmu masam sekali? Apakah karena insiden banci itu?"

"Bukan urusanmu!" tukas Shield Miller itu galak. Gadis Bellato itu tertawa,

"Aduh, kok galak sekali sih?" Kemudian ia mengarahkan pandangannya kepada Ranskye, "Dan kamu, Ran? Mengapa tidak bersama Maya?"

"Aduh bagaimana ya?" jawab yang ditanya cengegesan, Vernitz menatap Ran dengan tajam,

"Sebaiknya jangan terlalu lama, cinta itu tidak menunggu…" Tak lama kemudian, suara PA berbunyi dan sebuah panggilan datang:

"Perhatian! Perhatian! Peleton Crescendo diharap segera berkumpul!"

"Yaa," keluh Armbold, "Padahal baru sebentar santai…"

"Apa boleh buat," timpal Brood, seraya mengangkat bahunya, "Kita harus pergi! Vernitz, ini bukumu!" Ia menutup buku yang dibacanya dan memberikannya pada Armor Rider wanita itu,

"Tidak apa-apa," ujar Vernitz, "Nanti kutraktir! Ayo, Ran!" Maka mereka semua meninggalkan pub tersebut.

-###-

Kembali ke Elan,

Kedua Ratu nampak sedang berbicara empat mata di dalam balairung. Freysca menunggu di luar dengan beberapa Calliana Atroc, sementara para Elf warrior dan warlock menunggu. Kwelersokum dan Neto memutuskan untuk kembali ke tempat mereka. Freysca nampak gelisah; ia khawatir kakaknya akan bertindak gegabah.

-###-

"Jadi begitulah tujuan Persekutuan Novus, Ratu Idisil…" ujar Treysca menerangkan, "Saya harap Anda mau mempertimbangkan kembali," Ratu High Elf tersebut diam sejenak, sebelum berkata,

"Saya mengerti, Ratu Treysca. Namun kami memutuskan untuk tidak bergabung dalam persekutuan tersebut. Para High Elf sudah lama hidup tenang; Tiga Bangsa tidak menganggu kami…selain itu yang sulit kami terima adalah Anda bergabung dengan para Herodian, musuh kami. Bahkan Yggdrasil masih dapat terlihat di daerah ini,"

-###-

Di tempat lain,

Sebuah pohon yang tinggi besar dan rimbun berdiri di atas bukit yang menghadap ke sebuah ngarai dimana para High Elf berdiam. Di batang pohon tersebut, nampak sesosok tubuh yang menyembul. Wajah makhluk itu sudah sama seperti kulit pohon tersebut.

"Apa kabar, Yggdrasil?" sapa seseorang. Makhluk yang dipanggil Yggdrasil mengangkat kepalanya dan melihat Wazir Herodian di bawahnya. Ia ditemani oleh Warrior dan Spell Lazhuwardian.

"Lama tak bertemu dengan Anda…rupanya Anda sudah menjadi Wazir…" komentarnya acuh,

"Tentu," ujar Herodian muda itu, "Apakah kau menikmati pemandangan ini?"

Yggdrasil menggeram, "Aku akan lebih menikmatinya bilamana para High Elf sialan itu hancur…kutukan merekalah yang membuatku di sini! Sebaiknya kau bebaskan aku!"

Seraya tersenyum, Wazir itu menjawab, "Sabar, aku ingin sekali membebaskanmu! Tetapi demi rencana besar kita, kau harus bersabar…akan tiba waktunya bagi para Elf itu,"

"Tetapi kita mungkin memerlukan mereka, itupun tergantung dari diplomasi Ratu Treysca…"

-###-

Di Balairung High Elf,

Sementara mendengarkan alasan Idisil, hati Treysca menjadi panas. Wanita Elf ini seenaknya saja memintanya untuk melupakan balas dendam. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melupakan kenangan dimana Tiga Bangsa membantai orang tuanya dan menyisakan Freysca dan dia untuk hidup. Ia sadar bahwa tidak ada keinginan dari High Elf untuk bersekutu dengan mereka. Namun ia tidak sependapat! Di belakang punggung Treysca terselip sebuah belati tajam.

-###-

"Demikianlah Ratu Treysca! Saya harap Anda tidak tersinggung dengan penolakan saya…" ujar Idisil mengakhiri pembicaraannya, seraya bangkit dari kursi.

Treysca menjawab, "Tentu saja, posisi Anda dapat dimengerti!"

"Kalau begitu, mari kita bersalaman…" Begitu keduanya mendekat, Ratu Calliana segera mencabut belati yang terselip di pinggangnya dan…langsung menikam Idisil di hadapan orang banyak. Freysca terkejut melihatnya.

Idisil hanya bisa menatap Treysca dalam keadaan sekarat, "Mengapa…?" tanyanya lirih,

Treysca menjawab dingin, "Bawa nasihatmu ke neraka! Tidak mungkin aku membiarkan Tiga Bangsa begitu saja! Tidak setelah apa yang mereka lakukan kepada bangsaku! Tak ada yang boleh menghalangiku, termasuk kau!" Tubuh wanita High Elf itu jatuh ke lantai…

-###-

Di tempat lain,

Para Cora yang telah mengikuti Chip War sebelumnya tertunduk lemas; sebuah suara berbicara di benak mereka:

Ini tidak bisa diterima! Apakah kalian tidak malu menyebut diri kalian pengikut DECEM? Kalian hanya membuat malu Persekutuan Suci Cora!

Mendengar itu, Clytemnestra mendesah. Semua juga mendapat teguran dari Quiane Khan, termasuk Archon Astra. Tak lama kemudian, seseorang mendatanginya. Ia berbalik,

"Oh, ternyata Anda Pendeta Teiresias," ujarnya lega. Dark Priest buta itu tersenyum,

"Tuan Putri terlalu memuji…sepertinya Anda sedang risau,"

Cly menjawab, "Aku sedih karena kita kalah lagi dalam Chip War ini…sepertinya itu salahku,"

"Tuan Putri jangan terlalu menyalahkan diri sendiri," kata wanita Cora yang lebih tua, "Kalah atau menang itu biasa. Kita semua punya peranan dalam peperangan dan semua telah menjalankannya sekuat tenaga,"

"Tetapi, Pendeta! Aku gagal dalam misi tersebut! Artinya aku tidak bisa membuktikan diriku pada Persekutuan…itu hanya membuat malu nama Keluarga Ladenus,"

"Hentikan!" tegur Teiresias keras, sehingga Summoner muda itu terdiam. Pendeta wanita itu melanjutkan,

"Janganlah berkata bahwa Tuan Putri mempermalukan nama keluarga…mungkin bukan saatnya untuk itu. Tetapi akan ada waktu lain…percayalah!"

Clytemnestra mengangguk, "Pendeta benar! Aku tidak boleh putus asa; aku harus berjuang!"

Teiresias memuji, "Ini namanya semangat!" Lalu Alcyone bergabung dengan mereka,

"Cly! Pendeta! Pemimpin Bangsa dan Archon telah menugaskan sesuatu kepada kita, Legiun Force…" katanya menginformasikan, "Katanya ini penting…"

"Oh? Aku akan menghubungi mereka," ujar Dark Priest itu, yang kemudian terdiam sesaat. Kemudian ia berkata,

"Cly! Alcy! Ikut aku…kita akan menemui para Kartella!"

-###-

"Ratu Treysca, apaka Anda mendengarkan saya?" Suara tersebut mengejutkan Ratu Calliana itu dan ia melihat…Idisil masih hidup dan sehat walafiat di depan matanya. Rupanya tadi itu hanya lamunannya saja. Dengan kecewa, ia berkata,

"Ya, teruskanlah Ratu Idisil…" Wanita High Elf itu mengangguk,

"Demikianlah, Ratu Treysca! Sebenarnya kami tidak ingin bergabung dengan Persekutuan anda," ia melanjutkan, "Akan tetapi…para magi kami telah melihat tanda-tanda yang tidak baik di masa mendatang. Mereka menganjurkan agar para High Elf harus…membuka diri. Undangan persekutuan ini lebih dari sekedar kebetulan. Setelah menimbang dan membicarakannya dalam musyawarah, aku, Narwen Idisil memutuskan…untuk bergabung dalam Persekutuan Novus,"

Hal itu membuat Treysca terkejut setengah mati. Ia tidak mengharapkan hal ini, tanpa usaha apapun para High Elf bergabung dengan mereka. Setengah tercekat, Calliana itu berkata,

"Sungguh…bagus, Ratu! Kami ucapkan…selamat datang di Persekutuan Novus…"

Idisil membungkukkan badannya, "Adalah kehormatan bagi kami untuk berjuang bersama Anda!"

Treysca berkata, "Kalau begitu, mari kita berjabat tangan…" Kedua ratu tersebut berjabat tangan dengan disaksikan oleh semua orang. Freyscapun menarik nafas lega!

-###-

Sementara di Bellato HQ,

Peleton Crescendo telah bergabung dengan Divisi Baja ke-4. Zephyr dan Novem terlihat bersama-sama Crescendo. Ran baru saja datang dan sempat melihat Maya di antara yang lain. Ketika semua telah datang, berserker veteran itu mulai angkat suara,

"Semuanya! Lupakan tentang kekalahan di Chip War! Baru saja ada tugas dari Komando Tertinggi Bellato pada kita!"

"Lima jam yang lalu, penjara militer Federasi telah dibobol! Dua tawanan telah meloloskan diri; yang pertama adalah Accretia dengan kode As02-R1-409518 dan yang lain adalah Cora! Misi kita adalah menangkap kedua buronan tersebut hidup atau mati!" Lalu Brood mengangkat tangannya,

"Pak, mengapa bukan petugas keamanan saja yang menangkap buronan tersebut?"

Zephyr segera menjawab, "Rakyat sipil tidak perlu terlibat! Selain itu buronan Cora tersebut merupakan prioritas utama, walau buronan Accretia tersebut sama pentingnya! Paham?"

Semua menjawab, "Paham!"

Crescendo menambahkan, "Sekarang, semua bubar! Kita akan memulai pencarian kedua buronan tersebut sekarang!" Selagi semua orang pergi, Maya memanggil Ran, "Ran!"

Ranger muda itu menoleh,"Hei,ada apa?"

Gadis Bellato itu berkata, "Aku Cuma ingin bertanya kabarmu? Aku tidak melihatmu di Chip War waktu itu…"

"Aku…" tekur Ran, "…sedang ada misi…begitulah!"

"Ya, sudah…" ujar Maya kembali, "Kukira kau bertemu dengan dia…"

"Ah, mana mungkin?" elak Ran, "Tidak mungkin gadis itu kembali ke medan perang…ia pasti trauma setelah bersama dengan kita," Maya menjawab dengan sengit,

"Aku tidak mengkhawatirkannya! Aku cuma khawatir dengan kamu! Sudahlah, kita punya misi yang harus dijalankan! Ayo!" Maka mereka berduapun pergi,

-###-

Di Cora Colony,

Clytemnestra, Alcyone dan Ysmar bergabung dengan Legiun Force, yang menuju Terminal Pesawat Kartella. Meskipun anti-teknologi, Cora menoleransi Kartella karena merekalah yang mempunyai transportasi antar planet. Kartella sendiri tidak begitu disukai karena dianggap mencari untung di tengah-tengah peperangan. Setibanya di sana mereka melihat Syrissa berdebat dengan seekor Kartella bernama Meaty.

"Apa maksudmu dengan pesawat ini tidak beroperasi?" tanya Warlock wanita itu sengit.

Makhluk berbulu tebal dan berbadan bulat di depannya menjawab dengan nada tinggi, "Pokoknya tidak ada transportasi ke Ether sampai permintaan kami dipenuhi! Titik!" Kemudian mereka melihat tiga Cora berjalan ke arah mereka. Cly memberi hormat,

"Warchon, adakah yang bisa kami bantu?"

Syrissa mengangkat tangannya, "Entahlah! Para Kartella menolak untuk membawa kita ke Ether, sampai permohonan mereka dikabulkan!"

Gadis itu memandang kepada agen Kartella yang hanya membuang muka, lalu ia berkata,

"Mungkin saya bisa bantu…Warchon Syrissa,"

Warlock Cora itu berkata, "Silahkan! Aku tidak mau berdebat dengannya lagi!" Clytemnestra mengangguk dan segera mendekati Meaty,

"Salam, nama saya Clytemnestra Ladenus…" katanya memperkenalkan diri,

Meaty menoleh, "Ah, kau dari Keluarga Ladenus…setidaknya lebih beradab daripada wanita tadi…panggil saja 'Pak Meaty' atau 'Meaty' saja.'

Gadis itu mengangguk, "Begini, Pak Meaty! Sebenarnya ada masalah apa sehingga Bapak tidak mau menjalankan transportasi ke Ether,"

Meaty menceritakan, "Hanya hal sepele…Persekutuan tidak memenuhi bagiannya dalam perjanjan bisnis dengan Kartella! Mereka seharusnya menyediakan daging Rex Cannibal sebagai komoditi, tetapi beberapa bulan ini pengiriman tersebut bermasalah. Maka Kartella memutuskan untuk menghentikan transportasi sampai pengiriman dilakukan kembali! Itu saja! Kok begitu saja repot?"

Kembali Clytemnestra mengangguk, "Hanya itu saja, Pak Meaty?"

"Ya! Begitu pengiriman Rex Cannibal pulih, kami akan melakukan transportasi kembali! Itu janjiku!" sesumbar agen Kartella itu.

"Terima kasih banyak, Pak Meaty!" ucap gadis Cora itu, Setelah itu, ia kembali kepada yang lain. Begitu ia menjelaskan, Syrissa berkata,

"Hanya itu saja? Kalau tahu begitu aku tidak perlu bertengkar dari tadi!"

"Aiiih, buang-buang waktu saja!" timpal Ysmar, "Untung eik yang bicara…ya sudah, kita berburu Rex Cannibal biar cepat beres masalah ini," Lalu Warchon itu berpaling kembali kepada Cly,

"Kerja yang bagus, Clytemnestra!" celetuknya. Cly sendiri mengangguk; ia berhasil membuktikan dirinya kali ini.

-###-

Di tempat lain,

Ranskye, Maya dan beberapa Berserker berhasil memergoki buronan Accretia, As02-R1-409518 sehingga terjadi pertarungan sengit. Accretia tersebut melawan dengan habis-habisan. Ranskye menghujaninya dengan panah,

"Double Shot!" Tembakan panah beruntun menancap di zirah Accretia tersebut.

"Wind Heal! Blind Sight!" Maya ikut membantu dengan serangan Force-nya.

"Double Crash!" Bunyi besi remuk bergema di medan perang tersebut, tetapi cyborg musuh menolak untuk jatuh meskipun nyaris rusak berat. Akhirnya, Ranskye menarik panahnya dengan kekuatan penuh dan berseru,

"Destructive Shot!" Panah dengan kekuatan penuh meluncur ke sasarannya dan menembus leher Accretia tersebut. Kilatan-kilatan listrik keluar dan akhirnya buronan Accretia itupun roboh ke tanah.

"Phew, kukira bakalan tidak jatuh…" ujar Ranger muda itu mengusap peluhnya, "Persis seperti…" Iapun terdiam ketika mengenang pertempurannya dengan Gungnir. "Lupakan saja…"

Maya mengatakan, "Kamu tambah kuat, Ran! Kurasa kali ini Komando akan memperhatikanmu…"

"Yaah, aku sih hanya menjalankan tugas!" Merekapun mendekat pada bangkai buronan tersebut. Begitu mendekat, tiba-tiba Accretia tersebut bangkit sehingga semuanya terkejut,

CONTOH KESADARAN UNIT:

Scanning…

Subyek Primer: Ranskye dari Bellato

Buronan itu berkata, "Ranskye dari Bellato…ada pesan untukmu…"

Dengan gagap, pemuda Bellato itu bertanya, "P-pesan…dari siapa…"

Accretia yang setengah mati itu menjawab, "Maeve…dan…Nobuseri…titip…pesan…untukmu…' akan…ada…bahaya…besar…di…'" Mendadak, Accretia tersebut mengalami shutdown dan jatuh berkeping-keping di hadapan Ranskye dan Maya. Keduanya masih gemetar atas kejadian tersebut,

"A-apa maksudnya, Ran? Bukankah mereka itu Pemberontak yang kita pernah temui?" tanya gadis Bellato itu ketakutan,

Ran sendiri berujar, "Aku sendiri tidak tahu…apa maksudnya dengan 'bahaya besar'?"

-###-

Di sisi lain,

Brood, Vernitz dan Armbold berhasil menyudutkan buronan Cora. Itupun dengan susah payah. Kemudian Shield Miller itu berkata,

"Brood, hubungi Komandan! Kita sudah mendapatkan buronannya!"

Hidden Soldier itu mengiyakan, "Baik!"

Buronan itu bangun dan berkata,

"Kalian terlambat! Bomnya sudah kutanam di tempat yang takkan kalian temukan…"

Armbold terkejut mendengarnya, "Apa maksudmu?"

Cora tersebut mencibir, "Huh, kalian orang-orang kafir telah membuat sesuatu yang membuat DECEM murka! Maka DECEM memutuskan agar kalian binasa dengan peralatan kalian sendiri. Aku telah mencuri sebuah bom nuklir dan mengaktifkannya…ha ha ha!"

"Kau!" teriak Shield Miller itu, "Tunjukkan dimana bomnya atau kuremukkan wajah gantengmu itu!" Buronan itu tertawa terbahak2,

"Terlambat! Bom akan meledak 10 menit lagi! Sebaiknya kalian lari dari sini…ini adalah kehendak dari Persekutuan Novus…hahahahahahaah, selamat tinggal!"

"Tunggu!" teriak Vernitz, tetapi dicegah oleh Brood yang berkata,

"Biarkan dulu! Aku baru saja menghubungi Komandan dan Mayor Zephyr; mereka mengonfirmasikan adanya bom itu! Untuk sekarang, kita harus melacak bom itu!"

"Tetapi Brood, buronan itu…" protes Armbold,yang segera dipotong oleh Hidden Soldier itu,

"Biarkan saja kataku! Serahkan itu pada Ranskye dan Maya, sementara kita harus melacak lokasi bom tersebut. Kalau tidak, kita tidak punya tempat untuk melapor!"

"Ayo, naik ke MAUku!" ajak Vernitz. Kedua Bellato itu segera menaiki RMAU-nya dan mulai menyisir daerah sekitarnya, tetapi mereka tidak sendirian! Nampak seluruh koloni dipenuhi oleh MAU yang melakukan perintah yang sama.

-###-

Di Elan,

Treysca tengah menikmati segelas minuman di pesawat Kartella, puas atas keberhasilannya.

"Ini hal yang tidak disangka, Kak! Persekutuan kita bertambah kuat dengan bergabungnya High Elf!" celetuk Freysca.

"Ini baru sebagian kecil, Freysca," jawab Ratu Calliana itu, "Kita akan melihat musnahnya Bellato lebih dulu. Itupun harus berterima kasih pada para Pemberontak,"

"Maksud Kakak?" tanya Putri Calliana itu tidak mengerti,

"Rencana kita sudah dimulai!" ujar Treysca…

-###-

Catatan: Hehe, maaf klo baru update fanfic ini .Abis cuti, langsung ada pekerjaan seabrek! Jadi agak 'writer's block'. Beberapa bagian cerita ini diambil dari misi dalam 'Legend of Elven'

Adegan Treysca menusuk Idisil itu hanya imajinasi semata. Selamat menikmati!