SEMUA MANUSIA.

BPOV

Aku menghembuskan nafas. Tibalah aku di tempat yang menurutku membosankan, sekolah. Well, tapi dibandingkan di rumah, sekolah lebih baik. Aku turun dari truk oranyeku dan berjalan menuju kelas. Kelas Biology. Seperti biasa aku duduk sendiri, tapi itu tidak terlalu menggangguku karena aku bukan tipe orang yang suka bergaul, dan aku memang baru seminggu sekolah di sini. Aku melihat ke jendela, hari ini lagi cerah, hmm cuaca dan suasana hatiku tidak kompak. Suara orang duduk di sebelahku mengalihkan perhatianku. Hah? Edward Masen? Sejak kapan dia ikut kelas Biology? Kemarin-kemarin aku tidak melihatnya. Dia menengok juga padaku. Aku mencoba tersenyum, dia menengok lagi ke depan. Dasar orang tidak tau sopan santun. Aku tidak terlalu mendengarkan apa kata Mr. Banner. Aku terlalu sibuk memikirkan seseorang. Lebih tepatnya orang yang duduk di sebelahku. Yang aku tau dari observasiku selama seminggu, semua orang tau Edward Masen. Dia selalu bergaul dengan 4 orang yaitu Jasper, Emmett, Rosalie dan Alice. Aku juga tidak terlalu mengerti kenapa. Mungkin dia sama sepertiku, tidak suka bergaul? Tapi setidaknya aku tidak pilih-pilih teman. Edward dan teman-temannya itu sangat kaya dan menawan. Orang tua Edward adalah Carlisle dan Esme. Mereka orang yang sangat baik, romah dan sopan. Apakah Edward benar-benar anak mereka?

"Bella," ujar seseorang tiba-tiba membuyarkan semua pikiranku. Edwardkah yang berbicara padaku? Mungkinkah ia tau namaku? Tapi memang dia.

"Apakah kau butuh kertas?" tanyanya, kali ini sopan. Oh, Mr. Banner menyuruh kami mengerjakan tugas di selembar kertas.

"Eh tidak terima kasih, aku sudah ada," jawabku lalu merobek selembar kertas dari buku tulisku. Aku mengerjakan 5 soal essay itu, dan sudah selesai. Aku tidak tau harus berbuat apa, aku sudah tidak mood memikirkan dia lagi.

"Kau tau namaku?" hah tiba-tiba pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku. Edward yang juga sudah selesai mengerjakan menatapku.

"Sepertinya iya, ada yang salah?" tanyanya bingung, alisnya bertaut. Aku tertawa kecil, raut wajahnya menunjukkan ia makin bingung.

"Aku bukan menertawakanmu, aku hanya kaget karena ada orang yang tau namaku, apalagi orang yang tau namaku itu Edward Masen," jawabku menyindirnya. Ia tidak merespon dan langsung menengok ke Mr. Banner lagi. Astaga, apakah orang ini memiliki dua kepribadian?

"Hei!" Tanya memanggilku. "Ada apa?" Tanya adalah salah satu murid di Kelas Sejarah, kita belum pernah berkenalan secara langsung, tapi ya sudahlah.

"Bagaimana tadi kelasmu?" tanya Tanya. Aku sedikit bingung karena aku dan Tanya belum pernah mengobrol, "Hmm begitulah". Tanya mengalihkan pandangan, seperti sedang ragu-ragu ingin menanyakan sesuatu padaku. Aku hanya menunggunya, buat apa memaksa? Akhirnya ia membuka mulutnya, "Mm, eh, well apakah ada murid baru di kelas Biology mu? Oh ya tapi dia murid lama di sekolah ini". Apakah ia berbicara tentang Edward?

"Edward Masen maksudmu?" aku langsung to the point saja. Ia mengangguk malu, oh pasti Tanya naksir dia. Tapi aku tidak heran, hampir semua cewek di sekolah ini naksir dia, kecuali aku tentu saja. "Sampai nanti, Della!" Tanya beranjak pergi, aku memutar bola mataku dan berteriak "Sampai nanti, Tanya! By the way its Bella!". "Whatever," katanya menengok lalu berjalan lagi. Sikapnya agak kasar, tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Dan sekarang aku tertawa kecil memikirkan lucunya fakta bahwa Tanya saja tidak tau namaku tapi seseorang seperti 'Edward Masen' tau namaku. What a weird day.

So that's it for chapter 1. PLEASE REVIEW :) MORE REVIEWS, UPDATE FASTER ;)