Hai lagi semuanya, maaf banget ya udah lama nggak update, sempet bingung gitu mau nulis apa lagi hehe. Ini chapter 2 nya. Maaf juga chapternya pendek.


BPOV

Tidak seperti biasanya, hari ini aku tidak merasa bosan ketika menginjakkan kaki ke sekolah. Tepatnya aku tidak sabar untuk masuk kelas Biology. Lebih tepatnya lagi aku tidak sabar untuk bertemu Edward. Wait. Kenapa jadi Edward? Pikiranku pagi ini sedang kacau. Aduh, ck aku tersandung meja Tyler, dan aku bersumpah aku melihat Edward tertawa kecil. Ketika aku duduk di sampingnya, wajahnya menjadi dingin lagi. Aku sudah tidak tahan.

"Sebenarnya apa masalahmu, Edward Masen?"

Dan lalu Mr. Banner berdehem. Dari sudut mataku kulihat Edward tersenyum geli. Ah ya sudahlah aku sudah tidak peduli. Akhirnya untuk pertama kalinya benar-benar kuperhatikan materi yang Mr. Banner ajarkan. Tak peduli seberapa bosannya itu dan seberapa inginnya aku melirik Edward, aku tetap fokus pada pelajaran. Bel berbunyi, thank God. Aku menunggu semua keluar kelas, lalu beranjak dari tempat duduk.

"Hey," tiba-tiba suara Edward menghentikanku di pintu, aku menoleh tapi tidak mengucapkan apa-apa. "Maafkan aku atas sikapku selama ini, aku memang salah tapi sifat cerobohmu benar-benar menghiburku," katanya sambil nyengir.

Aku yakin sekarang pipiku merona merah. Dia terlihat menahan senyum, lalu berkata lagi "Maukah kau pulang bersamaku hari ini? Aku akan mengantarkanmu sampai rumah".

Aku tidak sempat mengendalikan wajahku, aku shock. Dan sepertinya dia menyadari itu, dia buru-buru melanjutkan "Hei aku tidak bermaksud apa-apa. Ini sebagai permintaan maafku, aku berjanji akan mengantarkanmu sampai ke rumah hidup-hidup". Aku tertawa kecil, "Baiklah".

Aku berjalan berdampingan dengannya di sepanjang koridor, dan kita tidak mengatakan apa-apa. Awkward. Super awkward 2011. "Err" "Err" dan sekarang kita mengucapkan gumaman berbarengan. Aku mencoba tersenyum, "Kau duluan". Lagipula, aku juga tidak tau mau berkata apa, tadi aku hanya berusaha membuka pembicaraan. Dia tersenyum malu, "Aku hanya mencoba membuka pembicaraan saja sebenarnya. Jadi, kamu mau ngomong apa?". Oh my God, what could be worse than this? Aku mencari topik pembicaraan secepat mungkin dan yang keluar dari mulutku adalah... "Menurutmu aku ini orang yang bagaimana?". WHAT? Bella, tarik itu secepatnya. Cepat, Bella. Namun dia sudah menjawab, "Wow, aku tidak menyangka kau akan menanyakan hal itu, hahaha. Tapi baiklah aku akan menjawab. Kau adalah wanita yang misterius, mandiri, dan suka menulis". Misterius dan mandiri, itu bisa ditebak karena dia 'terlihat' pintar. Tapi suka menulis? Aku menanyakan dia tau darimana aku suka menulis, tapi dia malah mengalihkan pembicaraan. Dan aku teralihkan, kan aku sudah bilang dia 'terlihat' pintar. Oke aku akui, dia memang pintar. Dan tampan.