Yessy : Akhirnya chapter terakhir...aku mau berterima kasih kepada readers yang sudah membaca fic ini dan yang sudah ngereview...terutama Violet-Yukko dan Pii yang ngereview paling banyak, yang lainnya juga aku hargai.

Shinichi : Uda cepetan mulai chapternya!

Yessy : Baiklah! Silakan enjoy chapter 12!


Epilog

Disclaimer : Meitantei Conan (c) Aoyama Gosho

Warning : Penuh dengan OOC, Gaje, banyak adegan dari komik, dan dapat menyebabkan penyakit ketawa sendiri.

Don't like don't read!

Shinichi membuka matanya. Dia melihat sekeliling kamarnya. Entah sudah berapa lama dia tidak tidur di kamarnya. Kejadian kemarin seolah-olah adalah mimpi. Ran mengetuk pintu kamar Shinichi dan berkata, "Shinichi kamu sudah bangun?".

"Ya..begitulah." jawab Shinichi. Ran memasuki kamarnya dan duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidurnya. "Bagaimana keadaanmu?" tanya Ran.

"Sudah baikan. Walaupun luka kemarin masih sedikit sakit. Berkat obat dari Haibara, aku sudah hampir sembuh!"

"Syukurlah!" seru Ran. "Apa?" Ran menyadari Shinichi daritadi memerhatikannya terus.

"Tidak. Hanya saja...apa yang kamu lakukan disini?"

Ran mengangkat sebelah alisnya. "Kau mau aku pergi? Ya sudah." Ran beranjak keluar kamar Shinichi. Tetapi Shinichi mencegahnya. "Hei, jangan pergi dulu. Aku bukannya mau mengusir, aku kan cuma bertanya."

"Sebetulnya, aku mau bertanya tentang sesuatu yang ingin kamu katakan waktu itu. Kau berjanji akan mengatakannya setelah semua ini berakhir kan." kata Ran.

"Memang benar aku berjanji akan mengatakannya. Tetapi mustahilkan aku mengatakannya jika aku masih memakai piyama."

"Kalau begitu, cepat ganti baju! Dan ratu Yukiko bilang kalau sarapan sudah siap. Dia meminta kita untuk sarapan."

"Mana mungkin aku berganti baju di depanmu!" ujar Shinichi. Akhirnya, Ran keluar kamar Shinichi. Setelah memastikan Ran sudah menjauh, Shinichi langsung mengganti bajunya. Lalu, dia menuju ke ruang makan dan memakan sarapannya.

"Selamat pagi Kudo. Tidur nyenyak?" sapa Kaito yang juga ikut sarapan.

"Selamat pagi Kuroba...apa maksud perkataanmu itu?" tanya Shinichi kesal.

"Entahlah...apa ya?" Shinichi memandang Kaito dengan tatapan membunuh. Raja Yusaku, yang merasa akan terjadi perang antara Shinichi dan Kaito, buru-buru melerai mereka berdua. "Sudalah kalian berdua. Kita kan habis perang. Bisakah kita makan dengan tenang?"

"Baik, ayah. Ada yang tahu dimana Ran? Kenapa dia tidak ikut sarapan?" tanya Shinichi setelah menyadari Ran tidak ada di meja makan.

"Dia sudah sarapan. Sekarang dia sedang ada di balkon yang menghadap ke taman belakang." jawab ratu Yukiko.

Setelah sarapan Shinichi meminta tolong Kaito untuk melakukan sesuatu untuknya. "Kalau bisa minta Hattori untuk membantumu." kata Shinichi. Walaupun itu permintaan yang aneh, Kaito mengerti kenapa Shinichi memintanya melakukan itu. "Serahkan saja padaku!" serunya sebelum pergi melakukan 'tugas' dari Shinichi.

Setelah itu, Shinichi langsung berlari kearah balkon yang mengarah ke taman belakang. Dia dapat melihat Ran sedang memandangi taman. "Putri Ran! Kamu ternyata ada disini." panggil Shinichi.

"Shinichi, ada apa?"

"Ayo semua orang sudah menunggu. Ikutlah denganku."

"Ikut? Kemana?" tanya Ran.

"Sudah jangan banyak bertanya." Shinichi langsung menggendong Ran (Bridal style). "Tunggu! Shinichi turunkan aku!" protes Ran.

"Tidak. Tidak akan." Shinichi berlari kerah balkon yang menghadap ke depan istana. Setelah sampai disana, Shinichi menurunkan Ran. Ran terkejut melihat hampir semua rakyat kerajaan Kudo ada disana.

Shinichi berseru pada rakyatnya, "Rakyatku semua. Hari ini aku ingin menjadikan putri Ran sebagai ratuku." terdengar sorakan gembira dari rakyatnya. "Ran, aku sudah membulatkan pikiran aku. Aku mencintaimu sejak kita masih kecil. Maukah kamu menjadi ratuku?" Shinichi berlutut dan menyerahkan sebuah cincin kepada Ran.

Ran agak terkejut mendengar pengakuan Shinichi. Akhirnya, dia bisa berkata, "Ya! Tentu saja Shinichi!" Shinichi mengenakan cincin itu ke jari manis Ran. Setelah itu, tanpa disangka-sangka Shinichi mencium Ran. Tanpa memperdulikan sorakan dari rakyat, Ran membalas ciuman Shinichi. Akhirnya putri Ran dan pangeran Shinichi bisa hidup bahagia tanpa gangguan dari siapa pun.

The End

Tamat

Fin

Owari


Yessy : Gimana? Abal? Bagus? Jelek? Gak profesional? Seru?

Shinichi : Berhubung akhirnya aku sama Ran...jadi aku bilang ini BAGUS!

Heiji : Aku tidak mau memberi penilaian sebelum fic tentang aku dipublish!

Kaito : Aku juga!

Yessy : Sabar...Sabar...nanti pasti aku ketik...Kritik dan saran silakan ketik dikotak review...ciao...bye...sayonara...sampai jumpa...