Disclaimer: Naruto never can be mine, but always be Masashi Kishimoto's manga.

Genre: Adventure/Friendship/Romance/Angst

Rated: T

~The End Of War~

Onyxnya yang kelam tanpa cahaya itu menatap tajam ke bawah ke arah Sakura, seakan telah membuang perasaannya, Sasuke menarik sesaat pedangnya dan dengan kecepatannya ia hunuskan ke arah Sakura. Sakura membelalakkan matanya lebar-lebar seakan mau keluar, ia tidak percaya dengan apa yang akan dilakukan Sasuke tersebut.

Tepat sebelum pedang itu menusuk Sakura sebuah tendangan kaki menendang pedang itu hingga nyaris terlepas dari tangan empunya. Dengan kecepatan yang luar biasa kaki satunya lagi sudah bersiap menendang wajah Uchiha berambut raven tersebut, namun Sasuke tak kalah cepatnya untuk menghindar dan melepaskan lengannya dari Sakura yang langsung jatuh terduduk dan melompat menjauh ke belakang dengan keseimbangan yang sempurna, benar-benar pertarungan taijutsu tingkat tinggi ditampakkan oleh kedua orang itu.

"Lee!" teriak Sakura yang terkejut melihat kedatangan Rock Lee, salah satu temannya yang beralis tebal itu makanya tidak heran jika gerakan yang ditampilkan sangatlah cepat. Dengan wajah yang masih serius dan tangan ancang-ancang masih mengepal Lee memandang Sasuke dengan tajam, lalu ia menatap Sakura sekilas sambil tersenyum, "Sakura kau tidak apa-apa? Tenang saja aku akan melindungimu!" ujar Lee dengan semangatnya seperti biasa.

Sakura menghembuskan nafas panjang lalu membalas senyuman Lee dengan senyuman manisnya, "tenang saja, aku tidak apa-apa." Jawab Sakura terdengar mantap meski masih badannya masih sedikit beregetar. Kini mereka berdua fokus menatap Sasuke yang membalas menatap mereka dengan pandangan mencela dari onyx yang penuh kegelapan itu. Sakura menyiapkan sebilah kunai di tangannya yyang dengan susah payah ia usahakan untuk menggemgam kunai tersebut agar tidak jatuh. Setelah merasa cukup kuat Sakura kembali berdiri dan mengambil posisinya untuk bersiap bertarung seraya memegang kulit tengkuknya yang berdarah dan mengobati luka tersebut dengan ninjutsu medisnya.

"Sasuke! Kenapa kau tega menyerang Sakura? Bukankah ia temanmu? Sakura… Sakura dia itu sangat mencin…" Lee memotong ucapannya sendiri yang nyaris teriakan itu, Sakura menatap Lee dengan heran kemudian wajahnya memerah mendengar kata-kata terakhir Lee yang terpotong itu, "Bukankah kalian rekan satu tim? Tapi kenapa kau mencoba membunuhnya?" imbuh Lee lagi dengan geram, mungkin ia marah karena gadis yang dicintainya hamper bahkan sudah dilukai oleh orang yang sangat dicintai Sakura dan lelaki yang sudah ia anggap sebagai rival dan teman sejak dulu.

Sasuke tertawa, bukan benar-benar tertawa karena tawanya terdengar menyeramkan, tawa mengejek yang benar-benar merendahkan, Sakura sudah beberapa kali mendengar tawa seperti ini dari Sasuke tiap kali mereka menyebut diri mereka teman dan rekan satu tim, sama seperti yang ia tunjukkan pada Kakashi saat terakhir mereka bertemu. Berapa kalipun didengarnya tawa Sasuke yang tak seperti Sasuke yang ia kenal dulu itu tetap tak mengubah keterkejutannya dan miris hatinya.

"Cukup!" teriak Lee marah seraya berlari dengan cepat ke arah Sasuke untuk menyerangnya yang dengan mudahnya dihindari Sasuke. Betapapun Lee mencoba menyerang Sasuke dengan taijutsunya yang luar biasa cepat dan kuat itu namun tak satupun mengenai Sasuke yang masih belum menggunakan sharingannya. Sakura hanya bisa terdiam di tempatnya, ia yakin jika ia bergabung dalam pertempuran keduanya, ia takkan bisa mengikuti kecepatan Sasuke dan Lee yang artinya ia hanya bisa menyusahkan Lee, maka ia menyiapkan dirinya untuk ninjutsu medis saja jika diperlukan.

Dengan segenap fokus ia kerahkan pada Lee dan Sasuke yang bergerak sedikit lebih lambat dari kilat cahaya, sangat sulit untuk mengikuti pergerakan keduanya namun lama-kelamaan matanya bisa juga mengikuti gerakan mereka. Ketika ia dapat memperhatikan baik-baik keadaan pertarungan mereka, ternyata hanya Lee seoranglah yang memberikan serangan sementara Sasuke hanya meghindar dan tak menyerang sama sekali seakan mengejek Lee.

Namun pada akhirnya ketika Sasuke mulai terdesak Sakura dapat melihat Sasuke mengayunkan kusanaginya, Sakura yang menyadarinya beberapa saat sebelum Sasuke akan melukai Lee, ia langsung bergerak cepat ke arah Sasuke dan melemparkan tinjunya ke tanah ketika sadar ia tak akan tepat pada waktunya. Untunglah ia tepat pada waktunya karena Sasuke dan Lee sama-sama menjauh dari masing-masing dan melompat dari tanah yang rusak karena tinjuan kuat Sakura.

"Lee…!" Sakura berlari mendekati Lee, tampaknya lelaki itu sudah mulai kelelahan karena nafas Lee yang naik turun dengan cepat.

Tampaknya mereka tak punya kesempatan untuk beristirahat karena Sasuke sudah menyerang mereka kembali, Sakura dan Lee menghindar bersamaan mereka hampir mendekati tempat pertempuran lain yang tampaknya masih belum selesai juga. Sakura yang melihat sekilas keadaan di sana berteriak ke pada Lee, "Lee jangan sampai kita mengganggu pertempuran di sana! Kau mengerti kan?" Lee mengangguk padanya.

"Lee awas belakangmu!" pekik Sakura ketika matanya menangkap Sasuke yang menyerang Lee dengan tiba-tiba. "Terlambat." Gumam Sasuke sebelum kusanaginya menembus dada Lee, mata Sakura melebar begitu pula dengan Rock Lee yang merasakan dinginnya pedang itu di tubuhnya bersama hangatnya darah yang mengalir, begitu menyadarinya Lee sudah terjerembam jatuh. Sakurra berlari sekuat tenaga mendekati Lee, air matanya mulai turun ketika ia meraih tubuh Lee yang sudah bersimbah darah.

Tanpa membuang waktu Sakura memberikan pengobatan pada Lee dengan ninjutsu medisnya pada bagian vital Lee yang terluka tersebut, "bertahanlah Rock Lee…" pinta Sakura sambil menangis pelan. Sasuke menatap mereka dengan sebelah mata onyxnya tajam, "sudah kubilang terlam…" Sasuke menghentikan kata-katanya ketika melihat Lee mulai bernafas normal lagi dan dilihatnya luka Lee yang ia buat mulai menutup, ia membulatkan mata tak percaya, ia yakin sudah menusuk bagian vital Lee tadi namun tampaknya nyawa Lee masih tertolong oleh Sakura.

"Begitu ya. Tampaknya aku sudah meremehkan ninjutsu medismu Sakura, sepertinya kau selama ini sudah banyak berubah dari sebelumnya ya." Gumam Sasuke pada Sakura sambil mendengus, Sakura hanya menatap Sasuke sementara kedua tangannya masih ia gunakan untuk memberikan penyembuhan untuk Lee. Baru saja Sasuke hendak kembali menyerang kemudian terdengar langkah kaki yang cukup banyak terdengar mendekat, Sasuke berdecih lalu menghentikan kakinya yang tadi bergerak mendekati Sakura.

"Sampai nanti Sakura." Ujar Sasuke dingin seraya pergi menjauh berlari ke arah hutan, tangan Sakura bergetar ingin rasanya ia pergi mengejar Sasuke tetapi dilain pihak ia tidak mungkin meninggalkan Lee yang sedang terluka. Tiba-tiba tangan Sakura dipegang oleh Lee, Sakura menatapnya dengan terkejut lalu tersenyum senang dan lega pada Lee yang juga tersenyum lemah seakan mencoba membuat Sakura agar tak khawatir padanya. "Sakura… kejarlah Sasuke… pergilah Sakura…" ujar Lee lemah.

Sakura menatap Lee dengan berbagai emosi yang tak dapat ia jabarkan, "Sakura! Rock Lee!" Panggil seseorang yang datang bersama rombongan. Sakura menatap mereka yang mendekat, ternyata Shizune yang mendatangi mereka, entah kenapa kedatangan membuat Sakura lega. Ia lega karena ia bisa meninggalkan Lee pada mereka, pikiran bodoh memang namun ia lebih suka menjadi orang bodoh daripada harus kehilangan jejak Sasuke lagi, ia yakin Naruto juga pasti akan memilih jalan yang akan ia pilih sekarang ini.

Sakura menatap Lee penuh arti, seakan mengerti Lee mengangguk pada Sakura yang dibalas dengan anggukan mantap pula oleh gadis berambut merah muda tersebut kemudian menatap Shizune yang sudah dekat dengan mereka, "Shizune-san, tolong jaga Lee. Pendarahannya sudah berhenti, lukanya pun sudah menutup. Kuserahkan dia padamu Shizune-san!" ujar Sakura terburu-buru sambil berlalu pergi.

"Aku mengerti. Tapi kau mau ke mana Sakura?" Tanya Shizune setengah berteriak pada gadis emerald itu karena dilihatnya Sakura yang mulai menjauh, namun Sakura tak menjawabnya sama sekali. "Tenang saja, Sakura tak akan kenapa-kenapa aku yakin." Lee menjawab pertanyaan Shizune dengan suaranya yang optimis seperti biasa, Shizune hanya menatap Lee dan Sakura yang mulai menghilang dari pandangannya dengan khawatir dan bingung.

To be Continued.

Hwaaa! Maapkan daku karena kelamaan update, gara-gara kebanyakan tugas jadi gak sempet ngirimnya… gomen.

Ripiunya juga belum aku balas, tapi arigatou minna! Tetep ripiu dan baca punya saya ini ya… :D

Oh ya, buat ngejawab review kalian yang chapter kmaren pendek itu dikarenakan saya bingung mau motong yang pas dimana jadi mending ane potong di situ aja deh. Tapi dodolnya saya gak sadar tpi kalo chapter yang kemarin itu pendek. Hehe…

See you in the next chapter. And mind to R&R?