Halo semuanyaa~~

Karena ini fict PERTAMA saya..

Jadi moon maap kalo jelek~ *nunduk nunduk*

I Just Want to Love You

Pairing: First: Naruto U. & Sakura H.

Second: Naruto U. & Hinata H.

Rate: T - M

Pairing: Masashi K.

Genre: Romance, Hurt/comfort.

Warning : Typo, jelek, geje, dll~

Chapter 1: Heart...Love...Sadness..

Normal POV

Pagi ini Naruto sedang siap siap untuk menuju Hokage Mansion, karena hari ini Tsunade akan memberikan misi kepada Tim Yamato, Naruto, Sakura, dan Sai. Karena merasa misi ini terlalu sulit, akhirnya tim Kurenai, Hinata, Shino, dan Kiba ditunjuk untuk membantu. Ini adalah misi memberantas ampas ampas Akatsuki, seperti Kisame dan Zetsu.

"YO! Nenek, aku sudah siap!" kata pemuda berambut pirang tersebut sambil membawa tas yang besar, Tsunade yang melihat sebagian besar isi tas tersebut adalah ramen instan, hanya geleng geleng kepala.

"Ba...baiklah..aa..aku merasa... sudah le..lengkap..Hokage kelima, ki..kita sudah..boleh berangkat?" siapa lagi yang tidak kenal suara gagap ini, yap. Hinata lah yang bertanya tentang hal itu.

"Hm, silahkan berangkat." Balas perempuan pertama yang menjadi hokage tersebut.

Naruto POV

Aku tak menyangka sama sekali. Sakura-chan! Dia pergi menjalani misi bersama aku lagi! Aku tak peduli apa apa lagi, yang jelas sekarang aku senang sekali! Sampai ketua Yamato geleng geleng kepala terhadapku yang over energic ini.

"Na...naruto-kun.." suara terbata bata nan mungil terdengar di telingaku.

"Ah, Hinata! Ada apa?" tanyaku, namun padangan mataku tetap tidak beralih ke Sakura-chan yang sedang mengambil alat-alat medis bersama Shizune.

"a...Aku cuman ingin me...memberitahu, Yamato sensei..." belum sempat ia melanjutkan omongannya, ia sudah keburu pingsan. Otomatis aku langsung menggendongnya.

"dasar aneh" gerutu ku kecil.

Oya, aku lupa memberitahu, aku dan Sakura sudah jadian loh!

Hinata POV

Memalukan! Belom selesai aku bicara, sudah terlanjur pingsan! Kami-sama, apakah dia bisa berpaling kepadaku? Kami-sama, tolong aku!

"Hinata, kamu sudah membuat kita telat 2 jam 16 menit 22 detik." Kata si penggemar anjing tersebut sambil melihati jam tangannya.

"Hi..hiyaaa, maaaf!" kataku sambil menundukan kepala-ku dalam-dalam.

"YO! Hinata sudah bangun, ayo kita berangkat Sakura-chan!" kata Naruto sambil memamerkan gigi putih dan rapihnya itu.

DEG

Hatiku menjerit ketika melihat Naruto memeluk Sakura dari belakang, dan Sakura hanya tersenyum dengan semburat merah di pipinya. Lalu hanya memegang dan mengelus-ngelus tangan Naruto yang ada di perutnya. Hatiku bagaikan terpecah belah melihat itu. Lalu, kulihat Naruto mencium leher bagian kanan Sakura, kulihat sesekali Naruto menjilat-jilat leher Sakura. Dan perempuan berambut merah jambu tersebut hanya mendesah kecil.

Ya Kami-sama...kenapa bisa seperti ini..?

Normal POV

"Sakura-sama, kamu sudah yakin semua alat medis sudah kamu bawa?" tanya perempuan berambut indigo tersebut.

"Tenang saja, Hinata. Semua sudah kupersiapkan!" Balas gadis itu dengan nada sedikit tinggi, kesal karena menganggap Sakura adalah gadis yang ceroboh seperti saat masih kecil.

"Hei, hei, Hinata. Kau pikir Sakura-chan itu gadis ceroboh apa?" tiba tiba pemuda berambut pirang ikut bergabung bersama mereka.

"Ti..tidak Naruto-kun...aku.." belum sempat gadis bermata lavender tersebut berbicara, lawan bicara dia sudah pergi meninggalkan ia sendiri.

Tak terasa butiran air bening yang sedikit asin keluar dari mata lavender gadis tersebut, terus menerus keluar hingga membanjiri gadis jelita tersebut.

"Hey, Hinata! Apa yang kamu lakukan! Cepat kesini~!" terlihat dari gerbang desa tersebut ada laki laki berambut coklat dengan anjing yang sangat besar berteriak kepadanya.

"Ya...aku siap!" kata perempuan tersebut sambil berlari kecil menuju ke arah laki laki tersebut.

**Aka Yamada**

Hinata POV

"A..apa? Naruto-kun dan Sakura-sama...sudah melakukan 'itu'?" kataku kaget setelah diberitahu Sai, teman Naruto-kun yang perut-nya kelihatan.

"Sepertinya, lihatlah Naruto. Sejak mereka bermalam di penginapan saat melakukan misi di Sunagakure, Naruto dan Sakura sering tersenyum penuh arti...berarti mereka pasti sudah melakukan...'itu'!" kata laki-laki bermuka pucat tersebut sambil tersenyum kecil.

Mu...mustahil, mustahil!

Sa...sakura-sama dan Naruto-kun...

melakukan itu?

Ke...kenapa? kenapa tidak sama aku saja? Aku rela...keperawananku hilang bersama kamu, naruto!

Sakura POV

Ok, kurasa Hinata menyebalkan! Sangat menyebalkan! Sejak aku pacaran dengan Naruto, baka orange itu...dia selalu mengincarku!

"Sa...sakura-sama.." ah si menyebalkan idiot itu muncul lagi.

"Apa maumu, gagap? Cepat beritahu! Naruto terpaksa menunggu cuman gara gara kau pingsan, bodoh!" aku membentaknya, aku sudah tidak tahan dengan sikapnya tersebut.

"A...apa kamu...sudah...me..melaku..kan i...'itu' dengan Naruto..?" kata lawan bicaraku itu.

DEG

"Apa yang kamu bicarakan?" aku membentaknya sebagai topeng penutup rasa maluku.

"Kau...melakukannya kan Sakura-sama?"

"A...aku tidak akan pernah membicarakannya, berhentilah berkhayal Hinata." Aku memalingkan mukaku ke jalan yang berbatu itu.

"Aku suka Naruto."

"A...apa?"

"Ya... Ak..aku suka Naruto.."

"Kau pikir dia akan menyukai mu jika kamu menolongnya saat ia hampir dihabisi oleh Pein, gagap?"

"SAKURA-SAMA! Aku tidak bermaksud seperti itu!"

"Lalu..."

Hei, Hinata... kau menyebalkan!

"Sakura! Ayo kesini~ Sai bilang dia mulai naksir ke Ino lho~" tiba tiba pria berambut kuning atau... pacarku datang menghampiriku dan merangkulku, mengelus punggung-ku. Hah dia memang selalu mencari kesempatan.

"A..apa? ikutaan!" aku berlari kecil ke tempat arah laki laki pucat itu. Meninggalkan perempuan lembut tersebut.

**Aka Yamada**

Normal POV

"Kau... Sakura-sama..." perlahan suaranya tersendat, seperti ingin menangis. Dan benar, dia memang menangis. Air mata keluar perlahan dari mata putih indahnya.

Yah, mimpi memang berbeda dengan... kenyataan, bukan?

.

.

.

.

.

Perempuan indigo itu-pun melanjutkan perjalanannya, tentunya bersama teman temannya, Naruto, Sakura, Sai, Kiba, Shino, Ketua Yamato, dan... guru Kurenai tidak bisa ikut dalam misi ini karena sedang menghamili anak mendiang Asuma, jadi diganti oleh ketua Kakashi. Orang yang setia dengan buku peninggalan (yang biasa dipanggil senin mesum oleh naruto) Jiraiya *Author: maap kalo salah ketik! DX* . Naruto sering bilang kalau itu adalah novel mesum, tapi siapa yang peduli?

Naruto POV

Ok, kuakui aku memang terlalu jahat. Aku membentaknya berapa kali. Dia memang sudah... menyatakan perasaannya. Namun aku tak bisa menerimanya, sama sekali tidak bisa! Karena Sakura memang sudah membuatku gila, tak bisa mengontrol diri, sama sekali tidak bisa.

Flashback...

Dimana aku dan teman temanku merayakan keberhasilan Pein dari Konohagakure, setelah teman teman pulang, jam menunjukan jam 12 malam.

"Sakura-chan, kamu tidak pulang? Teman teman yang lain sudah pulang lho, kamu berani pulang sendiri?" godaku.

"Idiot! Aku tidak bodoh~! Aku kuat!"

"hehe, seberapa kuat aku dengan ka..." belom sempat aku menyelesaikan kalimatku..

BLARR!

Petir menyambar. Lalu lampu mati seketika.

"Kyaaa!" gadis cantik jelita tersebut langsung memeluk erat punggungku, sehingga... mukanya menyentuh dadaku yang bidang.

DEG!

DEG!

DEG!

Aku dapat merasakan detak jantung perempuan ini, kenapa? Bukankah ia menyukai Sasuke?

"Sakura..." aku berbisik kecil.

"Ku...kumohon jangan melepasku.." ia membalas dengan suara yang kecil, sehingga agak susah mendengarnya karena bersamaan dengan kerasnya hujan yang turun.

"Sa..."

"Aku menyukaimu." Hanya 2 kata itu. Hanya 2 kata itu. Hanya 2 kata itu! Yang aku dambakan dari dulu.. Aku melepas pelukannya.

"Maaf..." ia berusaha keluar dari pelukannya. Kutarik mukanya, kutekukan sedikit lututku. Aku menciumnya. Ciuman pertama aku, yang berlangsung sangat manis dan indah. Bibirnya yang berasa cherry, pipinya yang halus menekan pipiku. Membuat akal sehat dengan akal pikiran seram bertarung.

"Aah.." aku mendesah kecil. Ia menjilat mulutku. Tumben sekali perempuan yang berinisiatif duluan? Lalu dengan pelan aku membuka sedikit mulutku. Lidah kami bertemu. Saling menyerang dengan ganas.

Ciuman hangat menjadi panas.

Seperti yang kalian tahu, kami hampir melakukannya, saat aku mulai memasukannya...

"Cukup Sakura.." aku mendesah kecil. Aku tidak mau, ini belum saatnya.

"Na...naruto..." ia mendesah dengan halus. Ia menutupi tubuhnya dengan selimut katun milikku. Membuatku meneguk ludah, menahan nafsu yang kumiliki.

"Na...ru.." ia memeluk leherku lagi. Rambutnya menyentuh leherku.

**Aka Yamada**

"berhenti, Sakura. Kamu bisa hamil.." ucapku perlahan.

"A...aku...tidak...pe...duli.." ucap gadis berambut pink itu.

"SAKURA!" bentakku.

Tiba-tiba, seakan dihidupkan lagi, matanya yang suram kembali hijau.

"Ah...maaf..." dia mengatakannya dengan menutup wajah jelitanya dengan kedua kakinya.

Perlahan aku merebahkan tubuhnya di bantal yang berisi bulu angsaku dengan perlahan.

.

.

.

"Oyasuminasai..."

.

.

.

~end of flashback

"Naruto, hei, Naruto!" aku disadarkan dari lamunanku oleh teman baikku, Sai.

"Ya, ada apa?" aku mengucek mataku.

"Hinata... Hinata terserang oleh Kisame!"

"A...apa?"

~To Be Continued~

Fic pertama akachan! Yosh!

Well, ONE THING:

R

E

V

I

E

W

Maap kalo jelek, new author here... ^^