Cara Senam Kelinci

Pada suatu hari, hiduplah seorang kelinci yang imut dan lucu yang bernama Bannia. Bannia tinggal di hutan

Setiap hari, para kelinci senam. Tapi, para kelinci protes pada instruktur senam. Katanya, senam kelinci itu aneh. Akhirnya, tidak ada senam kelinci lagi.

Bannia sangat kecewa. Padahal dia pikir kalau senam setiap hari, ia dan kelinci lainnya akan sehat.

Di sekolah Bannia juga tidak diadakan senam lagi. Yang ada kalu di rumah, Bannia senam seorang diri. Dia masih ingat gerakan-gerakan senam. Itupun, Bannia hanya senam sebentar. Karena jadwal Bannia sangatlah padat.

Kenapa… tidak ada senam lagi… Bannia sering mengatakan itu setiap hari di dalam hati.

Hari ini, di sekolah tempat Bannia belajar, akan ada loba lompat. Lomba lompat sama saja dengan lomba lari, bedanya Kalau lomba lari kita berlari,dan sedangkan Kalau lomba lompat kita lompat.

Bannia sudah siap-siap dan sudah latihan. Memang sih, sebelum lomba ini Bannia juga sudah sering menang.

"ih Bannia… nanti kamu juara lagi… mau pun juara satu dua atau tiga" kata salah satu teman Bannia yang bernama Mamara. "belum tentu juga kali Mam… siapa tahu malah kamu yang juara satu" ucap Bannia. "he… he…" Mamara tertawa. "hi…hi…hi…" Bannia ikut tertawa.

Lomba lompat akhirnya tiba. Para murid kelinci langsung berada di tempat masing-masing. Pluit berbunyi dengan kencang dan nyaring. Para murid berlompat-lompat. Bannia melompat dengan cepat. Sedangkan Mamara tertinggal masih ada di belakang Bannia.

Bannia tidak merasa capek, ia terus lompat dengan ceria. Sedangkan, kelinci lainnya capek dan berhenti di tengah jalan. Gila tuh… Bannia cepet banget… ucap Mamara dalam hati.

Bannia sudah melihat garis finish. Dan Bannia sekarang sudah melewati garis finish. Lagi-lagi Bannia juara pertama. Mamara sudah menyusul. Mamara mendapat juara ke empat.

"wadaw! Sudah aku bilaaaaang… kamu itu akan menjadi juara satu… aku kalah sama kamuuuuu… aku nggak nyampe tiga besaaaaar…" ucap Mamara pada Bannia. "ih kamu ini. Berkecil hati amat sih… kamu itu termasuk lima besar juga, lho…" kata Bannia. "iya sih… he he heh…" ucap Mamara tertawa. "ha ha ha" Bannia ikut-ikut tertawa.

Di rumah, Bannia mulai berfikir, bagaimana kalau senam kelinci itu lompat di tempat dan menggerakkan kepala dan bahu saja supaya tidak aneh… pikirnya. Bannia akhirnya bilang kepada instruktur senam yang paling terkenal tentang idenya.

Akhirnya, senam kelinci di terapkan kembali.

Dan, mulai sekarang Bannia adalah instruktur senam cilik. Mamara juga ikut jadi instruktur senam cilik.

Bannia senaaaang sekali. Bukan cuman Bannia yang senang, para kelinci yang lain juga senang.

Follow twitter saya,ya. tifanata

Follow my twitter, please. tifanata