MY CUTE LADY

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Fic by : cherryharuno

Warning : AU,gaje,OOC, n Typo bertaburan.

SasuSaku Fic

Diinspirasi dari "Fairish" oleh Esti Kinasih

Genre : Romance, Drama & Humor

Summary :

Uchiha Sasuke, sang pangeran sekolah, meminta Sakura untuk berpura-pura jadi pacarnya. Sasuke yakin seratus persen bahwa dia tidak akan jatuh cinta pada Sakura yang biasa saja, miskin, bertubuh kecil, pendek, tapi imut-imut itu. Tapi kenapa Sasuke malah tidak rela saat Sakura mulai terpikat dengan cowok lain?

MY CUTE LADY

CHAPTER 1

Suasana gaduh di kelas 12 IPS 1 masih terus berkumandang hingga orang-orang yang lewat di depan kelas bisa mendengar dengan jelas keributan di kelas itu. Memang di Konoha High School yang merupakan sekolah terbaik di Konoha, kelas 12 IPS 1 adalah kelas paling gaduh. Namun, kegaduhan di kelas itu langsung berhenti begitu seorang guru berambut perak melawan gravitasi dan bermasker biru tua masuk ke dalam kelas. Tidak hanya itu, di belakangnya menyusul seorang laki-laki yang berseragam sama dengan para siswa lainnya.

Semua murid kontan ternganga, bukan karena heran karena guru mereka- yang dikenal tukang telat- hari ini tepat waktu, tetapi karena melihat seseorang yang masuk bersama sang guru. Mereka tahu dia pasti murid baru, tapi yang menarik perhatian adalah rambut raven sang cowok yang mencuat ke belakang, kulit putih yang halus, tubuh proporsional dan gagah, serta mata onyx yang menatap tajam ke segala penjuru kelas. Tiga kata untuk murid baru itu…

SANGAT TAMPAN DAN KEREN!

Sedetik kemudian terdengar bisik-bisik keras-yang sebenarnya tidak bisa dibilang bisik-bisik karena lumayan keras- para murid cewek sambil tertawa cekikikan dan menatap dengan seksama dewa tampan yang berdiri dihadapan mereka. Guru bermasker yang bernama Hatake Kakashi itu hanya bisa memutar bola matanya bosan.

'Sudah kuduga' gerutu Kakashi dalam hati.

"Ehem…!" perhatian murid-murid langsung tertuju lagi pada guru mereka. "Jangan lupa kalau Hatake Kakashi berdiri di sini. Kalian ini tidak bisa melihat yang bening sedikit ya?"

Kontan semua murid hanya bisa menahan tawa mereka melihat sensei mereka kesal sendiri. Karena selama ini Kakashi adalah guru sekaligus cowok paling ganteng di sekolah ini, setidaknya sampai murid baru misterius yang ini datang. Pasti Kakashi merasa bahwa cowok itu bakalan jadi saingan beratnya.

"Baiklah Uchiha, perkenalkan dirimu kepada teman-teman barumu!"

Murid baru itu menatap tajam berpasang mata yang juga menatapnya takjub.

"Namaku Uchiha Sasuke pindahan dari Oto."

Kakashi mengernyitkan alisnya, menatap murid barunya dengan heran. 'Nih anak dingin sekali, perkenalannya saja pendek sekali.' ujarnya dalam hati.

"Huh, ya sudahlah. Nah Sasuke, kamu boleh pilih bangku manapun yang kamu suka. Baiklah, semuanya buka buku paket kalian!"

Tapi bukannya membuka buku, murid-murid cewek malah sibuk cari perhatian dan menawarkan bangku di sebelah mereka. Seketika kelas menjadi gaduh lagi. Kakashi menghembuskan nafas dengan kesal melihat kelakuan muridnya yang seperti pedagang ikan sedang ribut menawarkan ikan.

"Sasuke-kun, duduk di sampingku saja ya!"

"Jangan Sasuke-kun, di sampingku saja!"

"Di sampingku saja!"

"Sasuke-kun…"

"Sasuke-kun…"

"Sasu-chan…"

Sasuke jadi kesal mendengar teriakan-teriakan histeris cewek-cewek genit itu. Tidak di Konoha, tidak di Oto, sama saja. Matanya menjelajah seluruh penjuru kelas, tapi yang dia lihat hanya para cewek yang cari muka dan sok over acting mengibas-ngibaskan rambut indah-menurut mereka- untuk menarik perhatian Sasuke. Ada juga cewek yang langsung mengambil alat kosmetik dari tas lalu berdandan.

Brrrr…mengerikan, gerutu Sasuke dalam hati.

Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang cewek yang duduk di baris ketiga di samping jendela. Cewek itu sama sekali tidak peduli dengannya, dia malah lebih memilih menikmati kehebohan teman-temannya di sekitarnya. Sebenarnya sudah dari tadi Sasuke melihat cewek itu, dan yang dia lihat adalah cewek itu sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan padanya. Hanya diam sambil sesekali mencoret-coret bukunya.

'Hmm…bagus' Sasuke menyeringai tipis sekali.

Sasuke mendekati cewek itu, diperhatikannya dengan seksama cewek imut di hadapannya. Penampilannya sangat biasa, rambutnya pink sebahu, matanya hijau cemerlang, keningnya lebar, tubuhnya pendek sekali, kecil, tapi wajahnya sangat imut.

"Hai!"

Cewek imut tadi sangat kaget mendengar bentakan seseorang dari arah samping bangkunya. Bentakan yang didengarnya ternyata adalah sapaan dari Sasuke.

'Wuih, cowok ini. Membentak atau menyapa?' serunya dalam hati.

Tanpa menunggu balasan dari cewek di sebelahnya, Sasuke langsung menghempaskan pantatnya di bangku di sampingnya. Cewek itu terkesiap.

"Heh, kursi itu ada orangnya. Tapi sedang tidak masuk sekarang."

Sasuke hanya menatap cewek itu tajam, sampai-sampai yang ditatap hanya bergidik ngeri. Agak lama cewek itu menunggu Sasuke mengatakan sesuatu,tapi Sasuke hanya diam seribu bahasa sambil menatapnya. Beberapa saat lamanya dia menunggu, akhirnya Sasuke buka mulut juga.

"Namamu?"

"Hah?"

"Namamu?"

"Sa-Sakura. Haruno Sakura." Sakura menjawab pertanyaan Sasuke dengan sedikit gugup.

'Benar-benar dingin nih cowok' dalam hati tentunya.

"Hn"

Sasuke tidak berkata apapun, sementara Sakura masih terbengong menatapnya seakan Sasuke alien yang tersesat dari planet Pluto. Sasuke kesal juga ditatap seperti itu. Sasuke lalu menoleh ke arah Sakura dan balas menatap Sakura dengan tatapan setajam Katana yang diperciki listrik api Chidori.

Sakura yang tersentak kaget langsung menundukkan kepala secepat kilat sambil meremas roknya. Keringat dingin perlahan menetes dari keningnya yang lebar. Sasuke menahan senyumnya melihat kelakuan Sakura. Baginya, cewek ini benar-benar imut dan lucu. Tapi tentu saja wajah Sasuke tetap terlihat datar, maklumlah, gengsi seorang Uchiha.

"Hnn…Sasuke-san…" Sakura menoleh sedikit ke arah Sasuke dengan takut-takut. Matanya bergerak liar tidak tenang, wajahnya pucat pasi.

"Hn?" Sasuke hanya melirik sekilas ke Sakura.

Sakura meneguk ludahnya sebelum berkata, "Ano…kursi itu ada yang menempati. Ta-tapi sekarang dia sedang tidak ma-masuk."

Sasuke hanya mengangkat bahu, "Tidak masalah, aku tidak keberatan kalau kita duduk bertiga di meja ini."

'What? Memangnya TK bisa duduk bertiga? Dasar cowok aneh!' gerutu Sakura, tapi dalam hatinya tentu. Mana berani dia mengatakannya pada cowok dingin di sampingnya. Diliriknya lagi Sasuke, Sakura merasa cowok itu benar-benar tampan. Tapi saat mata elang Sasuke membalas tatapannya lagi, Sakura jadi pucat dan cepat-cepat menundukkan wajah. Sakura tidak sadar kalau Sasuke tersenyum tipis melihat tingkahnya.

Dan sepanjang hari itu di sekolah, Sakura melewatkannya dengan meremas roknya hingga kusut seperti tidak disetrika satu tahun.

Dan dalam waktu kurang dari 24 jam, nama Uchiha Sasuke jadi 'buah bibir' di setiap sudut Konoha High School. Sasuke langsung jadi idola seluruh cewek, tak sedikit juga cowok yang meributkan tentang Sasuke. Jelas saja mereka takut kalau pacar mereka nantinya akan berpaling hati.

ooooooo

Sakura terbangun dan melirik jam dinding kamarnya. Pukul 04.20. Sakura lari terburu-buru ke kamar mandi. Selesai mandi dia langsung memakai seragamnya dengan ekstra hati-hati. Dia mengecek lagi penampilannya. Bagus. Setelah dilihatnya jam menunjukkan pukul 04.40, dia langsung cepat-cepat menyiapkan buku-bukunya.

"Aduh, harus cepat-cepat nih." gerutu Sakura sambil mencari peralatan sekolahnya yang bertaburan dengan berantakan di meja belajarnya. Moegi, adik Sakura yang numpang tidur di kamar Sakura jadi terbangun mendengar suara kasak-kusuk. Dia mengucek matanya dan terlonjak kaget melihat kakaknya berlarian kesana-kesini dan sudah memakai seragam sekolah.

"Huaaa…Sakura-nee! Aku telat…!" Moegi langsung secepat kilat bangun dan mencari handuk.

"Aduh, handuk dimana sih? Dimana? Dimana? Gawat, ini sudah jam berapa Nee-chan?" Moegi masih mondar-mandir mencari handuk. Handuk yang dicari ternyata bertengger dengan manisnya di pintu kamar.

"Jam lima kurang lima belas menit" ujar Sakura enteng.

Kegiatan kasak-kusuk Moegi pun mendadak terhenti. 'What? Jam lima kurang lima belas menit?' Moegi mendadak berhenti dengan posisinya yang sangat tidak elite, yaitu kaki kiri terangkat ke belakang dan tangan kanan yang terjulur hendak menyambar handuk. Mukanya bengong. Otaknya berusaha mencerna ucapan kakaknya.

Sakura masih gaduh berlari kesana-kemari sementara Moegi masih memandangi kakaknya geram dengan mata yang melotot lebar.

ooooooo

Setelah melalui 'pertempuran' tidak penting dengan Moegi, akhirnya Sakura berhasil naik bus sekolah sekarang. Saat ini masih jam setengah enam. Wow! Seorang Haruno Sakura yang terkenal suka bangun kesiangan bisa bangun jam setngah lima pagi dan berangkat ke sekolah jam setengah enam. Ada apakah gerangan?

Ternyata, usut punya usut, semua itu dilakukannya karena UCHIHA SASUKE.

Sakura boleh saja bersikap sok cuek terhadap Sasuke, tetapi bagaimanapun juga dia tetap gadis normal. Cewek normal mana yang tidak tertarik dengan pangeran gagah nan tampan bak dewa Yunani -oke, ini terlalu berlebihan- seperti Sasuke? Pasti tidak ada, kecuali dia cewek abnormal.

Sakura benar-benar tidak menyangka Sasuke memilih duduk sebangku dengannya. Padahal masih banyak cewek-cewek yang cantik di kelasnya. Tapi…Oh my god, Sasuke malah memilihnya. Dia benar-benar beruntung. Makanya hari ini dia berusaha membuat dirinya jadi sedikit lebih menarik. Tidak banyak yang dilakukannya, hanya menyisir rambutnya lebih rapi, memakai parfum, dan tidak lupa memoles wajah imutnya dengan bedak bayi. Bajunya yang biasanya agak acak-acakan kini jadi sedikit lebih rapi. Disetrika dengan ekstra hati-hati, terutama roknya yang kemarin hampir jadi rongsokan karena diremas terus.

Sakura tiba di sekolah tepat jam enam. Dia yakin pasti dia yang menjadi orang pertama yang tiba di sekolah hari ini. Tapi ternyata begitu masuk kelas, matanya membelalak. Semua cewek sekelasnya sudah ada di kelas, bahkan cewek-cewek dari kelas lain pun ikut-ikutan nongkrong di kelas. Dan yang paling membuatnya tercengang adalah perubahan yang terjadi dengan cewek-cewek itu.

Yang paling mencolok adalah rambut. Karin, cewek kaya berkaca mata dan berambut merah lurus itu, hari ini berubah menjadi keriting. Shion, dari keriting jadi lurus. Pasti pulang sekolah kemarin dia langsung ke salon untuk smoothing. Apalagi Tayuya, mukanya malah mirip tante-tante yang baru keluar dari salon, benar-benar mencolok.

"Astaga!" hanya itu yang bisa diucapkan oleh Sakura. Benar-benar luar biasa pengaruh seorang Uchiha sehingga membuat hampir seluruh kaum hawa di sekolah seperti ingin mengikuti kontes peragawati. Sedangkan Sakura sendiri, hampir tidak ada perubahan sama sekali. Kecuali bau wangi bayi yang hari ini menguar dari tubuhnya.

ooooooo

Sakura baru bisa bernapas lega begitu bel masuk berbunyi. Itu berarti cewek-cewek yang berkerumun di sekitar bangkunya dan Sasuke segera go out dari sana. Sementara Sasuke sendiri baru masuk kelas setelah bel masuk berbunyi. Mungkin dia sudah mengira hal ini bakalan terjadi. Tapi sepertinya gangguan masih saja datang.

Saat istirahat, Karin mendatangi meja Sasuke dengan langkah anggun yang dibuat-buat. Dan dengan suara yang begitu manis dibuat-dibuat, Karin menyodorkan sebuah kue tiramisu yang kelihatannya sangat enak.

"Ehn…Sasuke-kun, ini kue tiramisu untukmu. Aku membuatnya sendiri lho.." ujarnya sambil menyelipkan rambutnya di balik telinganya. Bibirnya melengkung manis membentuk sebuah senyum. Bulu matanya yang lentik menjadi semakin lentik karena maskara yang dipoles sempurna. Pokoknya penampilannya benar-benar sempurna yang ditujukan untuk Sasuke seorang.

Sasuke menatap kue yang disodorkannya, lalu mengambilnya dari tangan Karin. Karin langsung terlonjak senang. Seisi kelas pun terkejut, tidak menyangka Sasuke akan menerimanya. Tapi yang terjadi berikutnya langsung membuyarkan senyuman Karin. Sasuke mengangkat kue itu dan membawanya ke sekelompok cowok yang duduk di depan kelas.

"Kalian mau kue tidak? Ini untuk kalian saja." Sasuke menyerahkan kue itu kepada Suigetsu. Suigetsu menerimanya dengan senang hati.

"Wah, Karin! Kau baik sekali membuatkan kue untukku. Tumben sekali ya teman-teman?" ujar Suigetsu sambil mengedipkan matanya kepada teman-temannya. Kontan semua cowok di kelas itu tertawa terbahak-bahak. Suigetsu menjulurkan lidahnya ke arah Karin. Bagaimana dengan Karin? Jangan ditanya lagi, mukanya sudah merah karena malu. Dia langsung mendekati Sasuke.

"Sasuke-kun, kue itu untukmu, kenapa kau berikan kepada orang lain?" Karin bergelayut di lengan Sasuke sambil mengerucutkan bibir merahnya.

Sasuke menatap matanya tajam, lalu menghentakkan tangan Karin dengan kasar. Karin terkejut tapi dia tetap tidak mau menyerah. Karin malah menggamit lengan Sasuke lebih erat.

"Ayolah Sasuke-kun, aku susah payah lho membuat kue itu. Semalaman aku tidak tidur demi dirimu." Karin mulai meluncurkan jurus puppy eyes yang malah membuat Sasuke semakin jijik.

"Lepaskan aku!" Sasuke berkata dingin dan menatap Karin dengan marah. Tapi sepertinya tidak berpengaruh terhadap Karin. Sasuke mulai kehilangan kesabaran.

"LEPASKAN AKU!" Sasuke membentak Karin dengan keras sambil memukul meja di depannya..

Karin tersentak, wajahnya pucat bukan main. Pelipisnya mulai mengeluarkan keringat dingin. Dengan tangan yang gemetar dia melepaskan tangan Sasuke. Matanya yang sewarna batu ruby mulai meneteskan air mata, Karin langsung berlari keluar diikuti Shion dan Tayuya.

Sementara itu anak-anak yang lain hanya bisa mematung di tempat menyaksikan kejadian tadi. Begitu pula dengan Sakura, dia takut bukan main terhadap Sasuke. Apalagi dia duduk sebangku dengan Sasuke. Sasuke lalu duduk kembali di kursinya. Matanya bertemu dengan mata Sakura dan Sasuke dapat merasakan gadis itu takut terhadapnya. Tapi dia hanya diam saja. Tidak sengaja Sasuke melirik kue yang ada di dalam bento milik Sakura. Sakura yang merasa Sasuke memperhatikan kuenya langsung menarik kotak bentonya.

"Err..ini kueku, ingin aku makan sendiri. Aku tidak bermaksud menawarkanmu kue kok. Sumpah!" Sakura mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya sambil cengar-cengir gugup.

Sasuke hanya menatap datar Sakura. Sakura ternyata benar-benar menghabiskan kuenya sendirian tanpa menawarkan pada Sasuke. Tiba-tiba muncul sebuah rencana di otak Sasuke. Sasuke melirik lagi gadis berambut pink itu dan menyeringai misterius. Entah apa rencana yang akan dilakukannya.

To Be Continued

Hello…hello…!

Cherry kembali lagi dengan fic yang baru. Sebenarnya sih fic ini lebih dulu dibuat daripada The Sun In Your Eyes. Cuma file-nya ilang gak tau kemana, eh pas lagi browser mau buat tugas, file-nya ketemu. Ya udah langsung aja publish sekalian.

Maaf ya buat para reader kalau fic ini kurang memuaskan. fic ini diinspirasi dari novel roman Indonesia judulnya Fairish karyanya mba' Esti Kinasih. Tapi gak mirip" bgt kok. Cuma ide ceritanya doank n sedikit adegannya hamper sama.

Maaf ya buat mba' Esti, bukan bermaksud menjiplak tapi Cherry rasa novel mba' bagus bgt kalau disajikan dalam bentuk fanfiction.. hehehehe *dipelotot Esti-senpai*

Yosh…buat reader TSIYE ditunggu ya chapter selanjutnya…

Akhir kata mohon reviewnya *jika berkenan* n menerima flame, tapi jangan kejam-kejam ya… hohohoho (^O^)

Review Please!