Hahaha rasanya gak abis-abis deh chapter cerita yang ini, soalnya author menemukan bagian MOE yang cocok buat AkiMitsu terus, hehehe... Walopun ada cerita yang belum selesai, yang nambah tetep cerita yang ini melulu *dihajar*...

disclaimer liat di chapter sebelumnya (males ketik lagi)

sebelum mulai cerita, maaf ya kalo gaya mengetiknya berubah, udah lumayan lama nggak nulis jadi lumayan lupa ini mestinya gimana itu mestinya gimana hahaha

dan, mungkin ceritanya lompat-lompat melulu, soalnya author cuma ambil bagian-bagian yang... you know...

terakhir, sifatnya Akihiko jadi aneh dan berubah-ubah, maaf ya...

oke, mulai aja lah

Chapter 3

3? iya, 3.. sebelumnya extra chapter! (readers: udah tau!) ooh *hiks*...

-Mitsuru-

Sebentar lagi pemilihan ketua OSIS. (author: anggap aja setiap semester ganti gitu, haha.. author bingung mau ada event apa, jadi ngikutin aslinya aja... /readers: gak kreatif! /author: maaf...) Aku dicalonkan lagi, tapi semester ini ada saingan berat, bukan badannya yang berat, tapi seimbang denganku, murid teladan yang pintar juga: Arisato Minato... (kenapa author tulis nama lengkapnya? supaya wordsnya nambah, khu khu khu... *gak penting, dihajar*)

Lalu suatu hari aku ngobrol sedikit dengan Arisato. "Yah, Arisato, kalau kau yang terpilih, aku sangat rela sih..."

Seperti biasa, dia sangat sangaaaaaaat pendiam, dia hanya mengangguk saja. Kadang aku bahkan heran, apa dia dengar apa yang baru saja kukatakan atau tidak... Tapi tumbennya, dia menjawab lagi, "Senpai mengalah?"

"Mengalah? Nggak juga sih, hanya saja kalau kau yang terpilih dan bukan aku, kurasa kau bisa memimpin murid-murid dengan baik, berhubung selama ini kau jadi leader di S.E.E.S."

Dia mengangguk lagi. Setelah itu, karena waktu lunchtime sudah hampir selesai, aku kembali ke kelas. Tapi dalam perjalananku ke kelas, aku mendengar beberapa murid berbisik: "Sebenarnya Mitsuru-senpai bisa dipilih menjadi ketua OSIS itu, apa karena Akihiko-senpai selalu bersamanya ya?" dan yang lainnya menjawab: "Mungkin iya, maybe yes maybe no, mereka memang selalu bersama sih..." Selalu? Memangnya selalu? Lagipula apa hubungannya dengan pemilihan ketua OSIS? Percakapan seperti itu tidak terlalu mempengaruhiku sih, ya, tidak terlalu mempengaruhi, bukannya tidak mempengaruhi... Jadi kuputuskan untuk memberitahukan Akihiko sepulang sekolah...

Beruntung, sepulang sekolah, di kelasku tidak ada siapa-siapa, dan seperti biasa, setelah kegiatan club, Akihiko datang menjemputku untuk mengajak pulang bersama. Jadi sebaiknya aku memberitahu Akihiko sekarang, "Akihiko, untuk sementara, sampai hari pemilihan ketua OSIS, tolong jangan dekat-dekat denganku ya."

"... Hah? Memangnya kenapa?"

"Tadi aku mendengar percakapan beberapa murid, katanya aku bisa terpilih jadi ketua OSIS itu karena kau selalu bersamaku."

"Pemilihan ketua OSIS dan kedekatan kita itu dua hal yang berbeda."

"Aku tahu, tapi untuk menghindari kesalahpahaman seperti itu, untuk sementara jauh-jauh dulu dariku, tolonglah."

"Kalau aku menolak?"

"Eksekusi."

"Walaupun kau eksekusi, aku juga tetap akan membuntutimu."

*sigh* "Apa ada cara supaya kau mau menjauhi aku untuk sementara saja?"

"Bagaimana kalau ini?" Akihiko mengeluarkan coklat pocky.

"Pocky? Kau mau apa?"

"Kalahkan aku dalam pocky game."

"Pocky game?"

"Yup, masing-masing makan sebatang pocky yang sama dari ujung yang berbeda, yang melepaskan sebelum benar-benar habis kalah."

"Baiklah- eits, tunggu dulu... Kalau makan sampai habis, berarti...?"

"Seperti yang kau bayangkan."

"Apa? Di sini? Nggak mau!"

"Kalau bukan di sini mau dong? Mau kita lakukan di dorm saja? Atau dimana?"

"Bukan itu masalahnya, tapi kan... Nggak mau!"

"Jadi boleh nih, aku tetap dekat-dekat denganmu?" Akihiko mengeluarkan senyum nakal.

"Ugh... Baiklah..."

"Baiklah apa?"

"Aku akan mengalahkanmu dalam pocky game."

"... Betulan?"

"Hah? Kau cuma bercanda?"

"Nggak, serius sih, tapi, betulan di sini?"

"Iya, mau di mana lagi? Kan lagi nggak ada siapa-siapa. Kalau di dorm, banyak yang lihat..."

"Oke, ayo sini." Akihiko menggigit salah satu ujung pocky game dan memaksaku untuk menggigit ujung lainnya. "Mulai ya."

"Iya, terserah, tapi cepatlah, aku malu..."

Dan pertarungan (?) dimulai... Dengan penuh konflik (?) dan kepanikan kalau ada yang datang...

-Minato-

Sepulang sekolah, ketika aku melihat ke dalam ruangan kelas Mitsuru-senpai, aku melihat Mitsuru-senpai dan Akihiko-senpai sedang melakukan, itu lho... Kalau aku Junpei, pasti kupotret dan kuperlihatkan ke yang lain, suatu keberuntungan untuk mereka karena aku bukan Junpei... Aku menonton mereka sebentar, tetapi setelah mereka selesai, aku langsung pergi diam-diam karena takut ketahuan... Walaupun sepertinya Akihiko-senpai menyadari keberadaanku, tapi karena sedang menikmati kebahagiaan langka di 'La La Land' jadi dia membiarkanku...

-Mitsuru-

Akhirnya pertarungan aneh itu selesai... Kutebak, pasti wajahku sudah semerah vest Akihiko.

"Mitsuru, benar-benar tidak mau orang lain salah paham ya."

Aku diam saja karena sangat malu.

"Ngomong-ngomong, aku yakin tadi ada seseorang yang melihat lho."

"Apa? Siapa?"

"Aku merasakan firasat buruk, sebaiknya tidak kuberitahu."

"Beritahu aku!" aku memaksanya karena malu.

"Tidak mau."

"Hint!"

"Apaan? Memangnya ini game detektif? Baiklah, hintnya: biru."

"Biru?"

"Itu lho, kartun lama tentang orang pelihara anjing warna biru, 'Blues Clues'..."

*sweatdrops* Dia ngomong apa sih?

"Abaikan saja, tidak usah malu, orangnya pendiam kok. Dia tidak akan menyebarkan berita seperti itu."

Pendiam? "Arisato?"

"Yeah."

*jawdrop* Gawat, wajahku ini mau disembunyikan di mana sampai di dorm nanti?

"Tidak apa-apa, Mitsuru, sudah semakin sore, kita pulang yuk."

"I-iya..."

Sebelum pulang, Akihiko memberikan kecupan di kening lagi, yang membuatku sangat malu.

"Kau- Kau ngapain barusan?"

"Lupa tuh, sudah ganti jaman. Sudah, ayo pulang. Mau jalan-jalan sebentar?"

"Tidak perlu, langsung pulang saja."

Dan begitu di dorm, tanpa menengok kiri dan kanan, aku berjalan lurus ke kamarku dan tidak keluar lagi karena sangat malu.

-Akihiko-

"Mitsuru-senpai kenapa tuh?" tanya Yukari.

"Oh, tadi habis ke 'La La Land' kali?" jawab Minato sambil menyengir dengan iseng.

"La La Land?" jawaban Minato membuat Yukari bingung. Setelah itu Yukari menatapku dengan tatapan 'apa yang kau lakukan pada Mitsuru-senpai?'.

Sial kau, Minato, kenapa kau katakan hal yang mencurigakan... Karena malas menjelaskan, aku diam saja, besok juga mereka lupa. (author: memangnya kakek-kakek? *dicakar Akihiko* astaga kukunya panjang! *dicakar Akihiko lagi*)

-Mitsuru-

Beberapa hari setelah itu, aku masih bisa merasakan- you know what, di bibirku... Wajahku terasa panas setiap kali mengingat kejadian itu dan Akihiko benar-benar menjauh. Tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan hal itu, karena hari ini hasil pemilihan ketua OSIS akan diperlihatkan. Hasilnya benar-benar menyenangkan, aku terpilih lagi!

"Selamat ya, senpai." Arisato tiba-tiba muncul.

"Terima kasih."

"Semester depan, akulah yang akan terpilih."

"Ya, berjuanglah Arisato!"

Pulang sekolah, ketika aku masih di kelasku, Akihiko datang lagi untuk menjemput setelah beberapa hari tidak melakukannya. Saat itu benar-benar tidak ada siapa-siapa lagi, aku jadi teringat tentang kejadian beberapa hari lalu. Dia sedang melakukan pelanggaran, entah kenapa, padahal jarang...

"Akihiko, dilarang makan lolipop di kelas."

"Sudahlah. Aku sudah boleh mendekat?" tanya Akihiko.

"... Yeah."

Setelah aku mengijinkannya mendekat, dia malah memelukku dari belakang. "Ini untukmu." Dia memberikanku lolipopnya, yang berarti ciuman tidak langsung. "Mitsuru juga melanggar peraturan."

"Gara-gara kau... Lagipula ini terlalu dekat..."

"Kalau nggak suka, kau boleh memintaku untuk melepaskanmu."

"Bukannya... nggak suka..." aku memegang tangannya, dan mempererat pelukannya.

"Aku juga, nggak akan melepaskanmu lagi."

-The End of Chapter 3-

Walah maaf ya kalau pendek... Pendek nggak?

Yah btw, thank you ya, paling nggak udah mau baca, hehehe :D

Lebih thanks lagi kalo nge-review juga...