A/N: Minna~! Saia kembali bawa chapter baru nih~! XD Wah, wah, sudah lama sekali ya saia tidak meng-update fic ini, sampai-sampai fic ini mendapat rekor sebagai fic terlama yang belum saia update *plak!*, buat yang menunggu fic ini, Honto ni Gomennasai! ( ), alasan saia lama meng-update fic ini adalah, karena saia gak punya ide *plak!*, udah berkali-kali saia coba membuat kelanjutannya, tapi hasilnya pasti ancur terus, sekalinya ada yang bagus, malah hilang karena buku yang saia pakai untuk menulisnya hilang entah kemana TTATT untunglah akhirnya saia berhasil membuat fic ini, dan walaupun abal-abal karena saia sedang kena WB, semoga fic ini bisa memuaskan kalian ya, oke deh! Langsung saja… HAPPY READING MINNA!

Disclaimer: Inazuma Eleven belong to Level-5, Daisuki belong to Dorama Entertainment

Warning: OOC, gaje, abal, nista, OC, de el el

Inazuma Daisuki

Pagi ini, tidak seperti pagi yang biasanya, seluruh anggota keluarga Suzuki tampak sibuk mempersiapkan sesuatu.

Bisa kita lihat, ada Nozomi yang sedang memasukkan baju-baju dan perlengkapan penting lainnya seperti perlengkapan mandi, obat-obatan, dan uang ke dalam sebuah koper besar.

Lalu ada juga Rei yang sibuk memasak berbagai macam makanan, contohnya Onigiri, Tempura, Sosis berbentuk Gurita, Cumi-cumi goreng, Karaage (Daging yang digoreng lama hingga kulitnya menjadi renyah, paling sering sih Ayam yang dimasak untuk dijadikan Karaage), dan makanan lainnya, semua makanan yang sudah jadi kemudian di tata dalam sebuah kotak Bekal yang besar.

Terakhir, ada Reina dan Himawari, yang asyik membereskan mainan-mainan Himawari, walaupun sebelum dibereskan mereka memainkannya dulu, jadinya sampai sekarang pekerjaan mereka belum juga selesai.

"Hiks… aku dilupakan…"

Ah, sepertinya aku melewatkan satu orang, duh, dia pundung lagi karena aku melupakan dia.

Oke, sekarang benar-benar yang terakhir, tampaklah Endou Mamoru, kepala keluarga Suzuki yang baru, yang tengah asyik(?) pundung di pojokkan karena tidak diberi pekerjaan sedikit pun.

"Recchii, Himawari, aku boleh bantu kalian tidak?" tanya Mamoru sambil memasang wajah memelas.

"Tidak boleh! Otou-chan kan baru sembuh, jadi istirahat saja!" seru Himawari, langsung membuat Mamoru kembali pundung.

Kalian masih ingat kan? Di chapter sebelumnya, Mamoru masuk Rumah Sakit karena demam setelah mencari Himawari ditengah guyuran hujan, dan setelah 3 hari dirawat di Rumah Sakit, Mamoru pun sudah diperbolehkan pulang, walau masih belum boleh bekerja dan melakukan hal yang melelahkan.

"Onii-san? Sedang apa kau dipojokkan seperti ini? Lebih baik Onii-san istirahat saja di sofa," kata Rei, heran melihat tingkah laku gaje Mamoru itu.

"Hiks, Reeii, biarkan aku membantu sedikit saja, aku bosan nih karena tidak ada kerjaaaaan," mohon Mamoru layaknya anak kecil yang minta permen dari Ibu(?)nya.

"Ahaha, sayang sekali, semua pekerjaan sudah selesai, sekarang kita tinggal berangkat saja deh," kata Rei yang langsung membuat Mamoru tambah pundung.

"Sudah Mamoru, jangan murung terus, lebih baik sekarang kita berangkat saja, kasian Taro-san dan Kozue-chan kalau harus menunggu kita terlalu lama," kata Nozomi.

"Ha'I Okaa-san," kata Mamoru yang akhirnya bangkit dari kemurungannya.

Hari ini, Keluarga Suzuki akan pergi berwisata ke Pemandian Air Panas bersama dengan Boss Nozomi dan Putrinya.

Karena ini adalah acara jalan-jalan bersama yang pertama bagi Mamoru, Reina, dan Himawari, mereka pun jadi bersemangat sekali dan sangat menantikan acara wisata ini.

Setelah selesai bersiap-siap, akhirnya keluarga Suzuki pun siap berangkat untuk wisata!

"Ayo berangkaaaat~!" seru Mamoru dengan semangat 45.

"Ayooooo~!" seru Reina dan Himawari tak kalah semangat, membuat Nozomi dan Rei tertawa melihat kelakuan ketiga orang itu.

Sebelum berangkat ke Onsen, pertama-tama, mereka harus pergi dulu ke kediaman Boss Nozomi, barulah mereka berangkat ke Pemandian Air Panasnya dengan menggunakan mobil milik Boss Nozomi.

Ngomong-ngomong, Boss Nozomi bernama Yamada Taro, dan putrinya bernama Yamada Kozue, istri Taro pergi meninggalkannya karena usaha Toko Mochi mereka tidak berhasil juga.

Tapi anehnya, usaha Taro malahan sukses besar setelah istrinya pergi meninggalkannya, karena itulah sekarang Taro malah bersyukur karena istrinya pergi.

"Taro-san dan Kozue-san itu sepertinya orang-orang yang baik ya, buktinya dia mengajak kita wisata dan bahkan memberi kita tumpangan dan membayari biaya jalan-jalan kita, Okaa-san beruntung ya punya Boss sebaik itu," ujar Mamoru saat mereka tengah dalam perjalanan menuju ke rumah Taro.

"Okaa-san juga merasa beruntung sekali bisa mendapatkan Boss sebaik Taro-san dan Kozue-chan, mereka benar-benar orang yang baik sekali, waktu Himawari masih bayi, mereka suka sekali memberikan baju baru dan mainan untuk Himawari, sampai aku merasa tidak enak karena kebaikan mereka itu," kata Nozomi sambil tersenyum lembut.

"Aku jadi tidak sabar deh ingin bertemu dengan mereka," ucap Mamoru.

Jarak antara rumah keluarga Suzuki dan kediaman Taro tidak terlalu jauh, jadi mereka pun memutuskan untuk berjalan kaki untuk menghemat biaya.

Dan setelah berjalan selama kurang lebih 15 menit, mereka pun sampai di kediaman keluarga Taro.

Mereka pun segera berjalan menuju ke pintu rumah, dan Nozomi langsung memencet bel rumah itu.

"Taro-san, Kozue-chan, ini aku Nozomi, apa kalian di dalam?" seru Nozomi.

Tiba-tiba saja dari dalam rumah, mereka mendengar suara piring yang pecah, juga teriakan 2 orang yang sepertinya sedang bertengkar.

"Dasar Kakek tua tak tau diri! Sudah punya anak masih saja mimisan melihat artis cantik di TV, harusnya kau lebih sadar diri dong!" bentak suara seorang perempuan, membuat keluarga Suzuki jadi sweatdrop mendengar kata-kata perempuan itu.

"Kau sendiri berteriak-teriak seperti orang gila saat ada actor tampan yang muncul! Sudah biarkan saja aku melihat apapun yang aku mau! Aku ini Duda! Jadi boleh kan aku melirik wanita lain, siapa tau nanti kau bisa dapat ibu baru-"

"Siapa yang mau Ibu Baru hah?! Dasar Kakek tua mesum!"

"Beraninya kau memanggil ayahmu seperti itu! Dasar tidak sopan!"

"Mesum!"

"Tidak sopan!"

"Mesum!"

"Tidak sopan!"

"TARO-SAN! KOZUE-CHAN! BERHENTI BERTENGKAR!" bentak Nozomi dari luar, membuat Taro dan putrinya Kozue yang bertengkar tadi pun segera sadar kalau orang yang mereka tunggu sudah tiba.

Kozue pun buru-buru membereskan penampilannya dan pergi ke pintu depan untuk membukakan pintu untuk keluarga Suzuki.

"Ah, maaf ya kalau kami tidak sopan, apa kalian menunggu lama di luar tadi? Ayo duduk dulu," kata Kozue dengan sopan sambil mempersilakan keluarga Suzuki masuk.

Keluarga Suzuki pun segera duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Kozue pergi ke dapur untuk membuatkan teh buat mereka.

"Wahaha, maaf kalian jadi harus menunggu di luar karena pertengkaran kami tadi, Putriku itu memang tidak sopan dan gampang marah sekali, jadi kalau ingin dia menurut, harus pakai kata-kata yang keras dulu," kata Taro sambil duduk di sebuah sofa yang kosong.

"Tidak apa-apa kok Taro-san, kami juga baru saja sampai, lagipula aku sudah biasa mendengar kalian bertengkar, ah ngomong-ngomong, perkenalkan, dia Endou Mamoru, ayahnya Himawari yang kuceritakan padamu itu," kata Nozomi sambil menunjuk Mamoru yang langsung membeku saking gugupnya.

Taro memperhatikan Mamoru dari atas sampai bawah, dari ujung rambut sampai ujung kaki, ekspresi wajahnya serius sekali.

Lalu Taro berjalan ke arah Mamoru, dan memperhatikan wajahnya dengan serius, sampai Mamoru jadi gugup sendiri karenanya.

Saat Mamoru tengah bergugup ria, tiba-tiba saja, Taro mengulurkan kedua tangannya ke arah Mamoru, dan…

"NYUUUUUUT"

Taro mencubit pipi tembem(?) Mamoru, lalu menariknya kedua sisi hingga Mamoru meronta kesakitan.

"Wahahaha! Pipimu empuk juga ya! Wajahmu juga manis sekali, yakin kau itu laki-laki? jangan-jangan kau itu perempuan lagi, Wahahaha!" tawa Taro terbahak-bahak, sementara Mamoru hanya bisa tertawa kecil sambil mengusap pipinya yang perih.

"Oyaji, jangan ganggu dia, kasian dia ketakutan tuh karena tampang yakuza mu, dasar kakek tua," ejek Kozue yang baru datang dari dapur.

"Siapa yang Yakuza hah?! Kau sendiri juga Yankee kan!"

"Aku bukan Yankee Kakek tua bodoh!"

"Sudah, sudah, jangan bertengkar, bagaimana kalau kita berangkat saja sekarang?" usul Nozomi, berhasil menghentikan Taro dan Kozue yang tadi hampir saja perang mulut lagi.

"Benar juga ya, baiklah, aku akan keluarkan mobilku dulu, kalian minum saja dulu teh kalian sembari menunggu ya," kata Taro sambil berjalan menuju garasi dan meninggalkan keluarga Suzuki bersama Kozue.

"Silahkan diminum tehnya, ini Apple Tea lho, rasanya dijamin enak!" kata Kozue sambil tersenyum.

"Arigatou Kozue-chan," kata Nozomi sambil meminum tehnya, diikuti oleh anggota keluarga Suzuki yang lain.

Dan saat itu juga, seluruh anggota Suzuki merasa diri mereka melayang saat merasakan betapa lezatnya teh yang dibuat Kozue.

"Enaknyaaa~," puji Mamoru sambil memegangi kedua pipinya yang memerah karena rasa tehnya yang begitu nikmat itu.

"Enaaak~," puji Reina dan Himawari sambil ikut-ikutan memegang kedua pipi mereka.

"Teh buatan Kozue-chan memang benar-benar enak ya, kau pintar sekali membuat teh," puji Nozomi.

"Haha, arigatou~, sebenarnya aku ingin sekali membuka kedai tehku sendiri, tapi Baka Oyaji itu tidak memperbolehkan aku melakukannya," kata Kozue sambil bersungut-sungut.

"Mungkin dia belum siap kalau Putrinya pergi dan meninggalkan dia sendiri, Taro-san kan sangat menyayangimu," kata Nozomi.

"Cih, aku tidak mau disayang olehnya," kata Kozue ketus, membuat seluruh anggota keluarga Suzuki sweatdrop.

Setelah mobil milik Taro siap, mereka pun langsung berangkat menuju ke Pemandian Air Panas.

XxDaisukixX

Butuh waktu kira-kira 1 jam untuk bisa sampai ke Pemandian Air Panasnya, jadi selama perjalanan, Keluarga Suzuki dan Yamada pun melakukan banyak hal.

Mulai dari bermain Shiritori, main kartu, bernyanyi bersama, dan lain-lain.

Saat itu merupakan saat-saat yang menyenangkan bagi Mamoru.

"Himawari, nanti di Pemandian Air Panasnya, Himawari mau melakukan apa saja?" tanya Mamoru pada Himawari yang asyik bergelayut manja di pelukannya.

"Hmm… Himawari mau mandi air panas! Terus Himawari mau makan, terus Himawari juga mau jalan-jalan! Semuanya harus sama Otou-chan dan Okaa-chan!" jawab Himawari dengan polosnya.

Mamoru yang mendengar kata-kata Himawari pun langsung merasa terharu, bahkan menitikkan air mata, yah… air mata Ayah yang Daughter Complex sih.

"Hiks… Otou-chan sangat terharu! Himawari benar-benar anak yang baik dan manis, pokoknya Himawari harus sama Otou-chan terus! Takkan Otou-chan biarkan kau direbut laki-laki lain! Pokoknya kau tak boleh menikaaaah!" seru Mamoru sambil memeluk Himawari erat-erat.

"Hei, hei, kasian Himawari kan kalau begitu, hahaha, reaksimu sama sepertiku saat Kozue masih kecil ya, tapi sekarang sih aku ingin dia cepat-cepat kawin," kata Taro sambil melirik ke arah Kozue, sementara Kozue pura-pura cuek dan tidak mendengar hal itu.

"Oh iya, Pemandian Air Panas ini kan dekat sekalo dengan Fuji-Q land, bagaimana kalau kita pergi kesana besok?" usul Kozue.

"Kalau tidak salah, Roller Coaster yang ada di Fuji-Q land itu kan Roller Coaster terbesar se-Asia, wah, jadi ingin mencobanya~," kata Mamoru.

"Hahaha, aku pernah naik Roller Coaster itu, walau agak seram, tapi seru lho, nanti kita naik sama-sama ya Onii-san," kata Rei sambil tersenyum senang.

"Ayo, ayo! Recchii dan Himawari mau ikut?" tanya Mamoru.

"Mauuu~!" seru Reina dan Himawari bersemangat.

"Reina dan Himawari tidak boleh, wahana itu kan seram sekali, kalau kalian ketakutan bagaimana? Kalian naik wahana yang tidak menyeramkan saja," kata Nozomi tegas.

"Eeeeh? Tapi Reina dan Himawari mau coba naiiik," rengek Reina.

"Sekali tidak tetap tidak," kata Nozomi lagi.

Reina dan Himawari pun bersiap-siap untuk menangis, tapi sebelum mereka sempat melakukannya, Kozue buru-buru mengatakan.

"Nanti kita jalan-jalan ke tempat makanan dan oleh-olehnya yuk, kalian boleh makan dan beli apapun sesuka kalian lho~," kata Kozue.

Mata Reina dan Himawari langsung berbinar-binar begitu mendengar hal itu, mereka pun lalu ber-yey ria di dalam mobil.

Akhirnya, mereka pun sampai di Pemandian Air Panas itu.

Pemandian Air Panas itu bernama Macha Onsen, dinamakan begitu karena mereka memakai Macha (Teh Hijau) sebagai bahan untuk seluruh makanan yang mereka hidangkan, juga untuk fasilitas perawatan kulit yang mereka miliki.

Setelah mendaftar di resepsionisnya, keluarga Suzuki dan Yamada pun segera pergi ke kamar mereka masing-masing dan membereskan bawaan mereka.

Mereka memesan 2 kamar, satu untuk keluarga Suzuki, satu lagi untuk keluarga Yamada.

"Habis ini kita langsung pergi berendam yuk!" usul Mamoru.

"Ayoooo~!" seru Reina dan Himawari yang dari awal fic kebanyakan kebagian dialog pendek yang barengan.

"Hei Author! Kasih Recchii dan Himawari lebih banyak dialog dong!" protes Mamoru ke Author.

"Gak janji ya~," kata Author yang buru-buru kabur sebelum di tangkap oleh Mamoru dengan menggunakan God Hand.

"Baiklah kalau begitu, ayo kita berendam," kata Nozomi, yang langsung disambut oleh seruan "HOREEE~!" dari Mamoru, Reina, dan Himawari.

…Rei dialognya dikit sekali ya *plak!*

Dengan penuh semangat, Mamoru, Reina, dan Himawari pun berlarian menuju ke kolam air panasnya, sementara Nozomi dan Rei hanya bisa menghela nafas melihat keluarga yang terlalu bersemangat itu.

Untung saja ada kolam air panas campuran, jadi Mamoru, Reina, dan Himawari pun bisa berendam bersama-sama.

Tapi mereka itu sepertinya tak bisa membedakan bagaimana cara menikmati Kolam Air Panas dan cara menikmati laut di pantai.

Dilihat dari Mamoru yang membawa peralatan menyelam lengkap juga mainan-mainan yang biasanya dimainkan di laut.

Untunglah Nozomi segera menyuruh Mamoru menyimpan barang-barang itu, menyisakan mainan Himawari saja seperti bebek-bebekkan dan lumba-lumba dari kayu.

"Bebek Kwek, Kwek, Kwek~, Bebek Kwek, Kwek~," nyanyi Himawari sambil memainkan bebek-bebekkannya, pemandangan yang manis itu pun langsung membangkitkan jiwa Daughter Complex Mamoru yang mengakibatkan Mamoru mengalami nosebleed.

"Ukh, putriku memang manis sekali, benar-benar manis, rasanya jadi ingin kutaruh dia di kotak kaca dan takkan kubiarkan dia diambil siapapun," kata Mamoru sambil tersenyum-senyum gaje.

"Kalau begitu nanti akan kukeluarkan Himawari dan kau yang kumasukkan ke kotak kaca," kata Nozomi dingin, membuat Mamoru langsung pundung di pojokkan.

"Himawari~, main lempar bola yuk~," ajak Reina sambil membawa bola plastik miliknya masuk ke kolam.

"Main bola~!" seru Himawari senang sambil berenang secepatnya ke arah Reina.

"Aku juga ikut~!" seru Mamoru yang buru-buru berenang juga ke arah Reina.

Tapi sebelum Himawari dan Mamoru sampai di tempatnya, Reina langsung melempar jauh-jauh bolanya dan berenang mengejar bola itu.

"Yang dapat bolanya duluan yang menang~!" kata Reina sambil terus berenang mengejar bolanya.

"Aku tak akan kalah dari Recchii!" seru Mamoru sambil berenang dengan kecepatan kilat menuju ke arah bolanya.

"Himawari juga gak akan kalah!" seru Himawari yang langsung berenang mengikuti kedua orang tuanya itu.

"Daripada orang tua dan anak, mereka lebih terlihat seperti teman sepermainan ya," kata Nozomi sambil sweatdrop melihat keluarga yang kekanakkan itu.

"Aku setuju dengan Okaa-san," kata Rei yang juga sweatdrop.

Setelah balap-balapan, akhirnya Mamoru yang berhasil mendapatkan bola itu, dan cepat-cepat dia kembali melempar bola itu jauh-jauh dan mengejarnya, diikuti oleh Reina dan Himawari.

Walaupun yang mereka mainkan ini adalah mainan anak-anak, tapi Mamoru, Reina, dan Himawari sangat bahagia sekali, karena saat ini, mereka dapat bermain dengan keluarga yang mereka cintai.

Nozomi dan Rei yang melihat hal itu pun dapat merasakan kebahagiaan itu, dan mereka pun tanpa sadar tersenyum karenanya.

"Okaa-san! Rei! Ayo ikut main juga!" seru Mamoru.

Nozomi dan Rei pun langsung berenang ke arah mereka dan ikut bermain dengan mereka.

XxDaisukixX

"Teh Hijau nya enaaak~!" seru Mamoru.

Setelah bermain bola to the extreme(?), kini Keluarga Suzuki tengah asyik menikmati Teh Hijau sambil berendam dengan santai, ah, suasana yang rileks sekali…

Tiba-tiba saja, suasana itu terganggu karena suara pintu geser yang disebabkan oleh…

"Ara, kalian ada disini rupanya, padahal tadi aku ingin mengajak kalian berendam bersama, tapi kalian sudah duluan disini," kata Kozue sambil berjalan ke arah kolam dan masuk ke dalamnya.

"Ternyata Kozue-san ya, kok baru berendam sekarang?" tanya Mamoru.

"Tadi aku pergi ke tempat perawatan kulit dulu, makanya baru berendam sekarang, wah, ada teh hijau ya? Aku boleh minta?" tanya Kozue.

Rei pun segera mengambil segelas teh hijau dan memberikannya pada Kozue, setelah mengucapkan terima kasih, Kozue langsung meminum teh hijaunya.

"Enak sekali~, teh hijau buatan Macha Onsen memang lezat~," puji Kozue.

"Setuju~, memang benar-benar enak~," kata Mamoru sambil meminum kembali tehnya.

Setelah itu, suasana kembali hening karena masing-masing orang tengah menikmati kenikmatan teh hijau yang mereka minum.

"Okaa-chan, Okaa-chan, Himawari ngantuk…" kata Himawari sambil mengucek-ucek matanya.

"Ngantuk yaaa? Ya sudah deh, Reina dan Himawari duluan yaaa~," kata Reina sambil menggendong Himawari keluar dari kolam dan pergi kembali ke kamar.

"Ah, aku juga jadi mengantuk, aku pergi juga ya," kata Nozomi yang ikut keluar dari kolam dan kembali ke kamar.

"Wah, aku baru ingat kalau aku harus menelepon temanku, aku permisi dulu ya," kata Rei yang juga pergi dari kolam.

Kini tinggallah Mamoru dan Kozue saja di kolam itu.

Meskipun sedikit, Mamoru merasa agak gugup juga, karena bagaimana pun, Kozue kan perempuan, baru kenal lagi, jadi rasanya pasti aneh kalau berenang dengan perempuan yang baru dikenal.

"…A-aku permisi du-"

"Tunggu dulu."

Ketika Mamoru akan keluar dari kolam, Kozue buru-buru mencegah Mamoru untuk pergi, membuat Mamoru langsung membeku di tempat.

"Y-ya?" tanya Mamoru gugup.

"…Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu," kata Kozue, nada suaranya terdengar serius.

Mamoru langsung terdiam mendengar hal itu, membiarkan Kozue memulai pembicaraannya.

"Aku sudah mendengar cerita tentangmu dari Nozomi-san, dan aku mengerti kalau kau pergi meninggalkan Reina dan Himawari demi impianmu, tapi tetap saja, aku tidak bisa terima karena kau lebih mendahulukan mimpimu daripada Reina dan Himawari yang lebih membutuhkanmu," ujar Kozue tegas, membuat Mamoru menjadi terpukul mendengar kata-kata itu.

Kozue menatap wajah Mamoru sebentar, kemudian melanjutkan kata-katanya kembali.

"Apa kau tau, rintangan seberat apa yang dialami Reina demi membesarkan Himawari?" tanya Kozue.

Mamoru hanya diam mendengar pertanyaan itu, tidak tau harus menjawab apa, karena dia memang tidak tau jawaban dari pertanyaan tersebut.

"…Saat keluarganya mengetahui kalau Reina hamil, awalnya Nozomi-san menentang keras keinginan Reina yang ingin membesarkan Himawari sendiri dan bermaksud untuk menaruh Himawari di panti asuhan," ujar Kozue.

Mamoru terdiam mendengar hal itu, tak terpikirkan sama sekali dalam otaknya kalau Nozomi melakukan hal itu dulu.

"Tapi berkat kemauan Reina yang keras, Nozomi pun mengijinkan Reina merawat Himawari, bahkan dia ikut membantu Reina membesarkan Himawari," cerita Kozue lagi.

Mamoru tetap diam saja dan terus mendengarkan cerita Kozue.

"Tapi sudah dapat ditebak, dengan Ibu yang memiliki cacat mental, pastilah membesarkan seorang anak akan jadi hal yang sulit, pernah saat Himawari baru berusia 3 bulan, Reina tanpa sengaja meninggalkan Himawari di Shinkansen, pernah juga ada orang dari Pusat Perlindungan Anak yang ingin mengambil Himawari karena tidak yakin Reina bisa merawat Himawari, lalu ada juga saat Reina harus bekerja sambilan demi mendapatkan hadiah ulang tahun untuk Himawari, juga ketika Reina susah payah mencari TK untuk Himawari, semua tantangan itu tidaklah mudah, namun Reina berhasil melewatinya, apa kau tau karena apa?" tanya Kozue sembari menatap ke arah Mamoru.

Mamoru menggelengkan kepalanya.

"…itu karena, dia selalu mengingat dirimu," kata Kozue.

Mamoru langsung membelalakkan matanya mendengar hal itu.

"K-kenapa dia bisa melakukannya karena mengingat aku?" tanya Mamoru yang akhirnya bicara setelah terus diam sejak tadi.

"…Reina sering bercerita kepadaku, kalau Ayah Himawari adalah orang yang sangat bersemangat dan pantang menyerah, dia pasti bisa menyelesaikan masalah seberat apapun dengan senyumannya yang ceria dan hangat, karena itulah, dia selalu mengingatmu, agar dia dapat melewati berbagai macam rintangan yang ada dengan senyuman, seperti dirimu," jawab Kozue panjang lebar.

Mamoru kembali diam, otaknya kini terus mengulang kata-kata yang tadi diucapkan oleh Kozue.

Dan saat itu juga, dia menyadari…

…kalau Recchii nya itu adalah orang yang benar-benar kuat…

Mamoru pun tersenyum begitu memikirkan hal itu, membuat Kozue menjadi heran karenanya.

"Memang benar, aku membiarkan Recchii mengalami banyak kesulitan demi mencapai impianku, tapi… aku yakin, Recchii-ku adalah orang yang kuat, dan bisa melewati apapun yang menghadangnya, hal itulah… yang membuatku jatuh cinta padanya…" kata Mamoru sambil tersenyum lembut.

Sebuah senyuman yang hanya akan dia berikan pada gadis yang amat dia cintai itu, dan senyuman itu takkan pernah hilang dari bibirnya, karena cintanya pada Reina pun tak akan pernah hilang untuk selamanya.

Kini ganti Kozue yang tertegun mendengar kata-kata Mamoru, tapi kemudian dia tersenyum lalu menepuk pundak Mamoru.

"Sekarang aku tau, kenapa Reina sangat menyukaimu, aku percayakan Reina padamu ya, tapi kalau kau sampai melakukan hal yang membuatnya terluka, aku takkan segan-segan menghajarmu, karena Reina sudah seperti adikku sendiri, takkan kubiarkan seorang pun membuat adikku sedih," ancam Kozue dengan tampang ala yakuza, membuat Mamoru jadi merinding disko karenanya.

"Nah, aku duluan ya, aku tidak kuat berendam lama-lama, sampai nanti," kata Kozue sambil keluar dari kolam pergi meninggalkan Mamoru sendirian di tempat itu.

Mamoru menghela nafas panjang lalu menyenderkan tubuhnya di bebatuan besar yang ada di tempat itu.

"Kozue-san… ternyata menyeramkan ya…"

XxDaisukixX

"Itadakimasu~," ucap seluruh anggota keluarga Suzuki dan Yamada, sebelum mereka menyantap makan malam mereka dengan lahap.

"Waah~, ternyata teh hijau bisa dibuat menjadi makanan seenak ini ya~," kata Mamoru yang asyik menyantap kue bolu dari teh hijau.

"Otou-chan, aaa~," kata Mamoru sambil menyodorkan sesendok es krim dari teh hijau pada Mamoru, bermaksud untuk menyuapi Mamoru.

"Aaaa~," Mamoru pun menyantap es krim yang disuapkan Himawari padanya, rasanya kini dia tengah melayang di atas langit karena putrinya yang manislah yang menyuapinya.

"Mamo-tan~, aaaa~," Reina yang tidak mau kalah pun ingin menyuapi Mamoru dengan daging lobster, tapi bukannya masuk ke mulut Mamoru, daging itu malah masuk…

…ke hidung Mamoru.

"HATCHUUUUH!" seru Mamoru yang bersin karena ada sebuah benda asing (daging lobster) masuk ke hidungnya.

"AAAH! MAMO-TAN DAIJOUBU KA?!" teriak Reina khawatir melihat Mamoru bersin-bersin karena daging lobster itu.

"Ti-tidak apa-apa kok, arigatou ya Recchii~," kata Mamoru sambil menepuk kepala Reina.

"Waaaii~! Mamo-taaan~!" Reina yang senang pun tanpa pikir panjang langsung menerjang ke arah Mamoru dan memeluknya erat.

Mamoru pun membalas pelukan Reina sambil tertawa, meskipun punggungnya sakit karena terbentur dinding saat Reina memeluknya (posisi duduk Mamoru paling pojok di samping dinding).

"Hei kalian, kalau mau mesra-mesraan nanti saja, sekarang cepat habiskan makanan kalian," kata Nozomi.

"Ha'iii~," seru Mamoru dan Reina yang langsung melanjutkan makannya.

Diam-diam, Mamoru menatap Reina yang tengah memakan makanannya dengan ceria, dan tanpa sadar, Mamoru pun tersenyum karena hal itu.

"Yosh! Setelah makan malam, kita akan langsung tidur agar besok bisa bangun pagi dan kita akan bersama-sama pergi ke Fuji-Q Land!" seru Taro bersemangat.

"HA'I~!" seru semua orang yang ada di tempat itu tak kalah semangat.

Jadi setelah menghabiskan makan malam mereka, mereka pun pergi ke kamar masing-masing dan bersiap untuk tidur.

"Kalian tidak boleh diam-diam bangun tengah malam ya, pokoknya setelah kumatikan lampunya, kalian harus langsung tidur, mengerti?" tanya Nozomi.

"Iyaaa~!" seru Mamoru, Reina, Himawari, dan Rei.

"Kalau begitu, Oyasumi," Nozomi pun langsung mematikan lampunya, dan tidur.

Rei dan Himawari pun langsung tidur begitu lampu dimatikan, yang belum tidur kini tinggal Mamoru dan Reina.

"…nee Recchii," ucap Mamoru.

"Apa Mamo-tan?" tanya Reina.

"…Recchii wa…Daisuki…" ucap Mamoru sambil tersenyum lembut, senyuman yang sama seperti yang dia tunjukkan di kolam air panas tadi saat dia mengingat Reina, bahkan kini senyuman itu lebih indah, karena Reina yang dicintainya ada dihadapannya.

Mendengar kata-kata itu, Reina langsung tersenyum bahagia dan memeluk Mamoru dengan erat.

"Mamo-tan mo Daisuki!" seru Reina dengan keras sambil mencium pipi Mamoru.

Mamoru pun tertawa senang dan balas mencium kening Reina.

Dan ketika pandangan mata mereka bertemu… perlahan, Reina menutup kedua matanya, begitu juga Mamoru, lalu wajah mereka pun makin mendekat, dekat, dan semakin dekat…

"Kenapa kalian masih bangun?! Ayo cepat tidur!" seru Nozomi yang terbangun karena teriakan Reina tadi.

"Ha'i!" seru Mamoru dan Reina yang buru-buru tidur kembali di futon mereka, dan mereka pun akhirnya tertidur… dalam keadaan merengkuh erat tubuh pasangan mereka masing-masing…

TO BE CONTINUE

A/N: Wahahaha! Sasuga author WB, fic nya luar biasa gaje! *ketawa sambil nangis*, hiks… gomen nee minna, semoga kalian tetap menyukai fic ini ya, dan jangan lupa tinggalkan review kalian disini XD

Oke, balasan review!

The Fallen Kuriboh: Arigatou~, Wahaha, emang family yang keren keluarga mereka itu XD, …saia hanya cinta pada Ichirouta seorang *plak!*, sekali lagi arigatou! Ini juga berkat nasihat Dika-san kok nyo! Ah, saia emang belum terlalu bisa mengekspresikan karakternya, tapi semoga di chapter ini hal itu pun sudah berkembang nyo! Mereka OC kok, Reina itu nama artis kesukaan saia, dan Himawari adalah nama anak yang ada di drama "Daisuki", wahaha, saia baru tau nama asli Ulvida itu Reina setelah bikin chapter kemarin lho XD dan iya ya, adik Shinchan kan namanya Himawari nyo *baru inget*, gak gaje kok~ baca and review fic ini lagi ya~

echinesia: Lohaaa~ saia sebenarnya suka senyum-senyum sendiri lho saat bayangin Mamoru jadi guru TK XD mana saia nemu gambar dimana Mamoru beneran jadi guru TK lagi, manis banget saat dia dikelilingi para chibi anggota Inazuma Japan~ XD, Saia kasih nama Sasuke karena waktu bingung mau namain gurunya apa, saia ngeliat gambar Sasuke dari Naruto di sprei tempat tidur saia, jadi ya udah deh saia kasih nama Sasuke aja XD, Baca and Review chapter ini ya~

Yue Curtiss: Nggak kelewat kok, saia kan nge-update chapter 4 dan 5 sekaligus, jadi Yue nggak lewatan kok, tenang aja, Arigatou~, ukh, drama Daisuki yang aslinya lebih kerasa lho, saia sama temen saia yang nonton aja nangis sambil pelukan bareng saking terharunya, Honto ni Arigatou! Ini udah update dan maaf lama, baca and review fic ini lagi~

Tsuyokaze Yukio-san: Ah, itu typo nyo, saia baru nyadar saat baca reviewnya, maaf ya nyo (_ _), arigatou~ baca and review chapter ini ya~

Sekian dulu dari saia, sampai ketemu di chapter selanjutnya~

Our Heart will Always be a Syncron

Kimagure 'Aya' Author