Ore no Decoy

chapter 2 by Peto Okazaki

Disclaimer : not mine. Honey Bee's


-Hoshizuri KoutaroxMizushima Iku no Baai-


Dentingan tuts piano kembali terdengar. Melodinya terdengar pelan, seakan ingin menguji ketenangan pendengar satu-satunya. Sementara itu, si pianis kembali memainkan lagu bernada sedih. Kedua matanya terlihat sayu dan agak bengkak, dapat terlihat dia sedang menahan air mata yang setiap saat siap untuk membanjir keluar. Kacamata yang dipakainya mengembun, layaknya dia juga tidak rela memperlihatkan bahwa majikannya sedang tidak berada pada kondisi sempurnanya.

Satu-satunya pendengar lagu sedih itu adalah seseorang yang sudah dianggap kakak kandung oleh si pianis. Lelaki berambut hijau emerald itu kembali membetulkan posisi scarfnya, kedua matanya masih menatap sedih ke arah belakang punggung pianis, berharap agar dia berhenti bermain.

Sementara kedua tangannya memainkan tuts piano, mulut kecilnya yang agak bergetar berusaha mengucapkan sepenggal-dua penggal lirik lagu yang dihapalnya. Sesekali dia berhenti, berusaha mengatur napasnya yang makin memburu.

"Bisakah semua ini segera berakhir? ", pertanyaan itulah yang diajukan pada Hoshizuki Koutaro ketika mengunjungi seseorang yang sudah dianggap sebagai adik kandungnya sendiri.

"A-Apa maksudmu, Iku?" Hoshizuki mengerjap bingung. Tak mengerti maksud pemuda di depannya.

Mizushima Iku menatapnya seakan ingin menangis. Dia tahu bahwa lelaki di depannya ini mempunyai hubungan yang sudah tidak sama lagi dengan dahulu.

"Kou-nii..", dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya, "Jangan menatapku seakan kau menatap Neesan.." sahutnya pelan.

Hoshizuki Koutaro tersentak. Dia tidak pernah menyangka kata-kata itu akan keluar dari mulut Mizushima. Benarkah selama ini dia melakukan hal itu?

"A-Aku tidak bermaksud begitu, Iku" Hoshizuki membela diri. Dia menatap mata Mizushima—kali ini dengan tatapan meyakinkan.

Mizushima tersenyum—cukup samar. Dia bangkit dari tempatnya duduk dan menuju piano yang berada di pojokan kamarnya, meninggalkan Hoshizuki yang masih berusaha memberikan banyak alasan.

Mizushima memainkan tuts piano dengan pelan dan seksama. Berusaha memberikan penampilan terbaiknya pada seseorang yang telah menemaninya semenjak kematian kakak kembarnya. Dia tidak bisa melakukan hal yang istimewa, namun dia akan dengan senang hati membuat lelaki itu terhibur


Mengo lama sekali tidak mengupdate. Saya sedang susah ide dan kelupaan pass di ffn D: