Hallo ini Fic Ayame dan Yuri :D … cerita ini dari anime Spiral : Suiri no Kizuna !

Disini, ada OC dari Kami berdua fufufu XD

Disclaimer : Kyo Shirodaira & Eita Mizuno,

Warning : OC, OOC, typo, gaje, garing dll

Oh iya ! tiga hal yang ingin kami beri tahu ! Kanone milik kami berdua ! Eyes milik Yuri dan Hizumi milik Ayame !


The Girl with a thousand mysteries.

Seorang pria sedang berjalan menuju pesisir pantai yang pasirnya berwarna putih, pandangannya meluas melihat hamparan air yang begitu jernih. Betapa tenangnya Ia menatap hamparan birunya laut yang ada dihadapannya. Tiba-tiba, seorang gadis menghampirinya. Keduanya begitu mirip, mungkin mereka bersaudara ? akh tidak …. ! mereka memang bersaudara.

"Aniki… !"

"Hanon … lihat , betapa indahnya dunia ini … "

"aah … Aniki bicara apa ?"

"tidak … bukan apa-apa …"

Sang pria pun meninggalkan Hanon, yang diketahui sebagai adik kesayangannya itu. Hanon terdiam melihat perubahan Aniki-nya, Kanon Hilbert. Sang adik tidak menyangka sang kakak dapat berbicara seperti itu. Sang adik mengikuti langkah kakaknya. Langkahnya terhenti ketika melihat setangkai bunga yang hampir ia injak.

"bunga … Iris ?"

Bunga itu kelihatan masih segar dan baru dipetik. Bunga berwarna merah muda yang indah itu diambil oleh sang adik.

Bunga yang indah, siapa yang membuang bunga ini ? di pantai lagi ? pikir Hanon.

Hanon, melirik kesana kemari mencari orang yang kira-kira membuang bunga Iris yang cantik itu. Matanya terhenti ketika melihat seseorang yang memandanginya dengan tatapan tajam. Seorang gadis yang memiliki rambut bergelombang berwarna sama dengan warna bunga Iris yang ia pegang. Gadis itu memandangi Hanon dengan tersenyum. Tetapi, ada aura aneh yang ada pada gadis itu, namun bukan aura yang sama dengan para blade children.

"Bunga Iris itu …. Dapat diartikan …." Ucap gadis yang memperhatikan Hanon itu.

=Hanya dengan memberikan bunga ini, maka anda bisa mengatakan "Saya ingin
menjadi lebih dari sekedar sahabat". Bunga ini juga berarti bahwa anda sangat peduli dan siap sedia kapan pun dibutuhkan.=

.

.

"Narumi-kun !" sapa Hiyono yang segera berlari menghampiri Ayumu yang sedang berjalan di lorong sendirian.

"Ada apa ?" Tanya Ayumu dengan begitu santainya.

"Narumi-kun a-ano …." Hiyono menjawab dengan sedikit gugup, ia seperti menyembunyikan sesuatu dibalik tubuhnya, tiba-tiba kedua tangannya menyodorkan sesuatu pada Ayumu, "Selamat Hari Valentine ! i-ini kumohon diterima !"

"….. Un-untukku ?" oke, kini giliran Ayumu yang gugup, keduanya ber-blushing ria.

Hari ini tanggal 14 February. February, bulan yang identik dengan hari valentine, coklat, cinta dan lain-lain. Seseorang yang lahir dibulan ini pun diberkahi oleh sang penghubung Bumi dan Surga, Dewi Iris. Karena itu, bunga di bulan February adalah bunga Iris.

Bunga Iris sangat cantik dan mempunyai banyak warna, yang seringkali ditemukan adalah Iris berwarna biru, sedangkan yang lain sangat sukar. Iris mempunyai arti tersendiri. Iris dalam bahasa Yunani berarti Pelangi, Iris diambil dari Dewi penghubung Surga dan Bumi. Selain itu, Iris adalah nama dari bunga yang memiliki arti Aku ingin menjadi lebih dari sekedar sahabatmu, dan juga, keteguhan hati, kebijaksanaan dan kepedulian.

Bunga ini begitu suci.

KYAAAA !

Seorang gadis berteriak dari arah belakang sekolah, Ayumu dan Hiyono segera berlari ketempat kejadian. Mereka menemukan kerumunan siswa-siswi dan guru disana, entah apa yang terjadi. Terlihat para Blade Children dan Hanon berada disana, mereka memperhatikan seorang gadis yang terkapar penuh darah, naas memang. Tak diduga diatas tubuh gadis itu terdapat bunga Iris. Sang gadis menggenggam bunga tersebut.

"Mengenaskan." ucap Hiyono yang berjalan dibelakang Ayumu.

"Apa yang terjadi ?" Tanya Ayumu pada yang lain.

"saat kami berlari kesini, semuanya telah terjadi.." jawab Rio yang sedang memeriksa mayat gadis itu.

"Aku benci darah …. Kenapa harus ada orang yang berbuat seperti ini sih?" lanjut Hanon yan menutupi hidungnya karena bau darah yang begitu menyengat dan memalingkan mukanya dari sosok gadis yang sudah tidak bernyawa itu. Badannya sedikit bergetar.

"Padahal hari ini hari valentine yang suci, masih ada saja orang yang bunuh diri." Simpul Kousuke.

"bisa saja ini bukan bunuh diri 'kan ? jangan cepat menyimpulkan !" sahut Ryoko yang kemudian memukul kepala Kousuke.

"Bunga Iris .. bunga kelahiran February…" gumam Hiyono , "Gadis itu … lahir di bulan February ! namanya Aiko Kishimoto"

"Darimana kau dapat informasi itu ? dia saja baru ditemukan… dan bulan kelahirannya … kau dapat dari mana ?" Tanya Ayumu sambil ber-sweatdrop ria.

"Rahasia perusahaan fufufu … Hiyono-chin mempunyai semua informasi tentang murid-murid di sekolah ini fufufu" Jawab Hiyono dengan santai.

"Aku ingin pergi dari sini !" ucap Hanon, ia melirik kearah bunga yang digenggam sang gadis, Bunga Iris berwarna merah muda. Ia tersentak seakan ingat sesuatu, ya sesuatu. Iris merah muda itu mengingatkannya dengan sosok wanita.

~Flashback~

"Siapa kau ?" Tanya Hanon pada seorang gadis yang berada di hadapannya itu.

"Tidak ada alasannya untukku memberitahu tentang diriku padamu, Hanon Hilbert."

"Kenapa kau bisa tahu namaku ?"

Gadis itu tersenyum dan tertawa kecil.

"Apa yang lucu ?"

"Semua orang mengetahui dirimu 'kan ? Hanon Hilbert, ah … sudah saatnya aku pergi, aku yakin.. kita akan bertemu lagi, Hanon Hilbert"

~Flashback end~

"Hanon ?" Tanya Eyes pada Hanon.

"A-ano … tidak apa-apa Onii-chan" jawab Hanon dengan manis. "ng … Onii-chan ! kenapa ya ? padahal hari ini 14 february, tapi masih ada aja orang yang gak sayang nyawa …" Tanya Hanon dengan polosnya, mungkin dia tidak sadar padahal Eyes dan Aniki-nya tukang bunuh orang #Author ditusuk Eyes.

Eyes hanya memandangi Hanon dan mengelus-elus rambut Hanon yang lembut itu. "mungkin karena masalah yang tiada akhir"

"tapi … setiap masalah pasti ada penyelesaiannya 'kan ?"

"Semua itu tergantung dari orangnya, Imouto"

.

.

Dewi Iris, berikan aku kekuatan untuk mengubah dunia ini…Dunia ini penuh dengan kesalahan yang tiada akhir, orang-orang yang menjadi sumber masalah harus lenyap dari muka bumi ini. Ya aku lenyapkan saja mereka, dan membangun kembali dunia ini, dunia tanpa kesalahan, dunia tanpa kebohongan, dengan kata lain mereka yang menjadi sumber masalah harus mati, manusia-manusia yang tidak berguna dan tentu saja para anak-anak itu.. blade children.

Seorang gadis berdoa ditengah hamparan bunga-bunga cantik yang bermekaran, berwarna-warni membuat suasana hati menjadi cerah. Disamping taman itu terdapat sebuah rumah antik yang luas. Gadis itu tetap berdoa tak peduli siapa yang datang disampingnya.

Seorang laki-laki menghampiri gadis tersebut, ia menyapa gadis itu.

"Masih tetap pada keyakinanmu itu, Nona Weisheit ?" Tanya Lelaki tersebut.

"Kau, yang berbeda denganku takkan mengerti.. Semua masa laluku itu adalah kesalahan maa dari itu aku harus melenyapkannya bersama dengan sumber masalah yang lain di dunia ini."

"Aku ingatkan nona Weisheit. Para Blade Children tidak akan mudah untuk dilenyapkan, lagi pula, mereka mempunyai hak untuk hidup sama seperti manusia lainnya, seharusnya kau tahu itu. Dan seharusnya kau mengetahui betapa berharganya nyawa manusia, berhentilah membunuh dengan alasan tidak jelas"

"Kau salah, aku membunuh mereka karena mereka manusia tidak berguna dan merupakan sumber masalah, pergilah dari sini, aku tidak akan mengubah pendirianku, Tuan. Yang aku tahu Para Blade Children adalah sumber masalah terbesar di dunia, mereka hidup dengan kebohongan dan tanpa di berkahi oleh Tuhan."

"Kau sangat keras kepala, Nona. Aku ingatkan sekali lagi, Kau sama sekali tidak mengerti betapa pentingnya nyawa manusia itu."

Setelah berdebat, sang Lelaki meninggalkan sang gadis di taman yang sangat cantik. Tidak terasa senja telah mengetuk pintu hari itu. Sang gadis bergegas pergi memasuki rumahnya. Mengganti baju, ia hendak pergi.

.

.

Eyes dan Hanon bersiap diruangan ganti ini, terdapat Kanon dan para blade Children lainnya. Mereka –Eyes dan Hanon, menggelar konser perdana mereka berdua. Setelah sekian lama menjadi rival, mereka menggelar konser kolaborasi. Kanon sangat mendukung Imouto dan sahabatnya itu.

"Semangat ya, Hanon, Eyes !" kata Kanon sambil tersenyum.

"Entah kenapa aku gugup sekali, Aniki …" sahut Hanon sambil memegangi dadanya.

"mungkin ini konser yang benar-benar hanya berdua dengan Eyes , hahaha" ledek Ryoko yang ditimpali dengan lirikan tajam Rio.

"Hanon, kita berusaha bersama, ya ?" ucap Eyes yang menepuk teman sepermainannya itu.

"n-ng !"

"by the way … Narumi dan Yuizaki kemana ya ? mereka belum kelihatan batang hidungnya.." kata Kousuke mengawali pembicaraan kembali.

"…. Sampai saat ini … itu masih misteri !" sahut Rio sok misterius.

.

.

Terdengar suara alunan Piano nan merdu, semua orang bertepuk tangan dengan sangat meriah melihat kedua pianis idola mereka berada di satu panggung nan megah. Eyes dan Hanon duduk berdampingan di satu piano yang menyatukan mereka.

"Eyes … kakkoi !" puji Rio dengan mata yang berbinar-binar.

"ng ! Hanon pun tidak kalah bercahaya dengan Eyes !" timpal Kousuke yang diikuti oleh anggukan Ryoko.

Kanon tiba-tiba meninggalkan para blade children yang lain, terdengar Kousuke memanggilnya namun ia menghiraukannya. Apakah ia cemburu ? yang jelas hanya Author yang tahu #plakk!

Kanon menatap langit malam itu, banyak bintang yang bersinar dan berkelap-kelip, betapa berbinarnya malam itu. Pikirannya melayang entah kemana, memikirkan sang Imouto ? mungkin saja. Atau memikirkan Sahabatnya, itu juga mungkin saja.

"Hilbert … Kanon-san ?" terdengar suara gadis yang memanggilnya, Kanon segera menoleh, didapati seorang gadis dengan beberapa tangkai bunga Iris yang dihias dengan cantik ditangannya.

"Iya ?" sahut Kanon dengan singkat.

"Kakaknya Hanon Hilbert, apa aku salah ?"

"Tidak , kau benar."

"A-ano … Tuan Hilbert bisakah aku menitip bunga iniuntuk adikmu ? aku sangat mengagumi adikmu, Tuan."

"Boleh saja."

Sang gadis memberikan bunga-bunga itu pada Kanon. Kanon pun menerimanya.

"maaf, sebelumnya, siapa namamu ? akan kuberikan bunga-bunga ini pada adikku dan kusertai namamu."

"namaku , Iris, Iris Antoniousse ! Sebelumnya terima kasih banyak. Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu, Tuan." Iris menunduk dalam-dalam.

"senang bisa membantu."

Iris, gadis yang mempunyai rambut berwarna merah muda yang panjang itu meninggalkan Kanon. Kanon memandanginya hingga ia menghilang dari tatapannya.

"Iris, nama yang sama dengan bunga ini. Namanya yang indah, nama dewi Iris yang berarti pelangi."

.

.

"Aniki dimana ?" Tanya Hanon pada Ryoko.

Belum sempat Ryoko menjawab, Kanon telah menunjukkan batang hidungnya.

"Hanon, ada titipan dari fans-mu, namanya Iris … Iris Anto … apa ya ? lupa deh." sapa Kanon sambil tersenyum.

"wuaaah .. cantiknya .." puji Hanon sambil mengambil bunga itu dari tangan Kanon.

"sayangnya bukan dari Anikinya, Aniki-nya sungguh nggak romantis" celetuk Eyes sambil meneguk air mineral.

"bukan urusanmu, Eyes !" sahut Kanon sedikit bête.

"wah … gitu aja Kanon cemburu …" kata seseorang yang menghampiri mereka, roman-romannya suaranya sangat dikenal para blade children, yaitu …

"Narumi-kun !" sapa Hanon.

"kemana saja kau ? baru muncul setelah konser selesai !" cela Eyes.

"Sorry bro, tadi aku baru saja menemukan titik terang kejadian tempo hari."

"tentunya dengan bantuan Hiyono-chin doong !" seru Hiyono dengan semangat disebelah Ayumu.

"tempo hari ? maksudmu … anak perempuan yang menjatuhkan diri dari atap itu ?"

"ng ! tak salah lagi, itu bukan bunuh diri …"

"lalu ?"

"Seseorang yang telah mendorongnya hingga jatuh…"

"Apakah itu ulah blade children ?"

"Tidak Hanon, tidak mungkin begitu…"

"lalu siapa ? atas dasar apa dia menjatuhkan Kishimoto-san ?"

.

.

Ayumu dan Hiyono berjalan bersama di lorong, mereka sama-sama memegang buku, bedanya, Hiyono mencatat,Ayumu membaca. Ayumu berpapasan dengan seorang gadis dengan rambut berwarna merah muda. Ayumu tersentak pikirannya melayang yang ingin menemukan kebenaran . warna rambutnya berwarna merah muda sama dengan warna bunga di TKP tempo hari.

Ayumu beralih memperhatikan gadis itu dari belakang. Hiyono pun langkahnya terhenti dan berbalik melihat Ayumu.

"Narumi-kun ?"

"Apa kau bisa mendapatkan data gadis yang baru lewat itu ?"

"Ah, anak perempuan yang berambut merah muda itu ? serahkan pada Hiyono-chin !"

Di lain sisi, gadis tadi , menoleh sedikit memperhatikan mereka yang telah jauh. Tersenyum licik, ya , ia tertawa kecil melihat gerak-gerik mereka berdua. Kemudian gadis tadi kembali berjalan.

Hanon keluar dari kelasnya, ia ingin pergi ke kelasnya Rio. Tiba-tiba, Ia menabrak gadis yang baru saja berpapasan dengan Ayumu. Buk ! sang gadis terjatuh di depan Hanon.

"A-ah … gomen, apa kamu tidak apa-apa ?" Tanya Hanon yang kemudian mengulurkan tangannya.

"A-aku tidak apa-apa .. AH ! Hanon Hilbert !" tunjuk sang gadis tadi.

"Ah iya … "

"Ke-Kenalkan ! Aku Iris Antoniousse " Iris segera berdiri dan mengajak Hanon berkenalan.

Sekilas Iris mirip dengan orang yang ia temui saat di pantai, tidak …, memang terlalu mirip , namun .. ada aura berbeda dengan gadis yang berada di pantai.

"Kau , anak baru ya ?" Tanya Hanon lagi.

"I-Iya … aku baru 3 hari disini .. aku pindahan dari Berlin" jawab iris.

"Berlin ? Jerman ya ?"

"Iya …"

Hanon kembali menatap Iris dan mencocokan dengan gadis yang ia temui di pantai. Ia ingin menanyakannya namun, itu Iris bukan gadis itu pikirnya. Namun, hati kecilnya tetap saja penasaran, daripada terus-menerus penasaran , Hanon mencoba menanyakannya.

"Ano … Antoniousse-san … "

"Panggil saja Iris. Hilbert-sama"

"Kau juga bisa memanggilku Hanon."

"Baiklah, Hanon-sama"

"a-are' ? tidak usah pakai 'sama' ."

"ng … tapi … ada apa ?"

"Sebelumnya , apa kita pernah bertemu sebelumnya di pantai ?"

"….. Hanon-sama, ini pertama kalinya aku bertemu denganmu …"

"Begitu ya ?"

"aku … harus kembali ke kelas, Hanon-sama, aku duluan ya … ng … Bye !"

Iris berlari meninggalkan Hanon disana, namun Hanon masih menyisakan seribu tanya. Hanon kembali pada tujuannya untuk bertemu dengan Rio.

Iris menuju atap sekolah, disana terdapat sosok laki-laki yang mirip dengan Hanon, siapa lagi kalau bukan Kanon Hilbert. Kanon terlihat sedang menatap langit. Entah kenapa, Iris memundurkan langkahnya dan berniat kembali ke kelas.

"Sudah kuduga kita bertemu lagi, Nona Antoniousse."

"Aa-ah … Hilbert-sama … terima kasih telah menyampaikan bunga-bunga Iris itu."

"panggil aku Kanon, sama seperti kau memanggil adikku."

"Kalau begitu, panggil aku Iris saja, sama seperti saat itu."

"Apa Maksudmu ?"

"Blade Children. Bisa melupakan kejadian waktu itu ?"

"Dari mana kau tahu .. ?"

"…. Ng … ano… Blade Children itu … aku tahu dari dongeng-dongeng … hehe"

"Kau berbohong … jadi , kau mengetahui Blade Children ?"

"memang Blade Children itu apa ?"

"Kau berbohong ! … Bicaramu aneh, siapa kau sebenarnya ?"

"Aku … aku hanya siswi biasa, maaf aku telah menyinggung perasaanmu … maaf … !"

Iris berniat berlari dari sana. Namun Kanon menatapnya tajam tak seperti waktu itu. Merinding memang, ada aura lain dari Kanon. Kanon tahu bahwa Iris adalah salah satu orang yang mengetahui tentang Blade Children.

Waduh … kelepasan … kalau rahasiaku terbongkar disini …

"Kanon ?" seseorang memanggil Kanon dan membuat Kanon beralih pandang kearah sumber suara.

"Eyes ? tumben sekali kau kesini !"

"Aku ingin menemui Hanon. Sedang apa kau disini ?"

"Itu … " kanon mengalihkan pandangannya dari Eyes menuju Iris namun apa yang ia dapatkan, "sudah pergi."

.

.

"BODOH ! BODOH ! KENAPA BISA AKU KELEPASAN SEPERTI ITU ? KALAU SUDAH BEGINI, SI KANON SIALAN ITU AKAN CURIGA PADAKU !"

Iris mondar-mandir di kamarnya, mengacak rambutnya sesekali.

"HUAAA ! BAGAIMANA RENCANAKU NANTI ! MEMBALASKAN DENDAM AYAH-IBU PADA ORANG ITU !"

Kemudian ia menjatuhkan diri diatas kasur yang berwarna pink, dan dekorasi kamarnya, semua dihiasi warna-warni bunga Iris.

"Kalau … Kalau Kanon sialan itu tahu … bahwa aku anak dari keluarga Weisheit yang ia bunuh.. bagaimana ?"

Iris menatap langit-langit kamarnya. Ia memikirkan sesuatu pandangannya semakin menjauh.

Blade Children yang telah membunuh orang tua angkatku … siapa ?

~TBC~

Selesaaaai … by the way …. Review-nya yaaaah :D

Makasih sebelumnya ….

Fufufufu … ceritanya memang akan aneh.. aneh banget … kadang susah dimengerti XDXD

Hei … bagi yang belum menonton anime Spiral, dimohon untuk nonton … soalnya … spiral dipenuhi oleh cowok-cowok kereeeen XDXD fufufu #promosi

oh iya bagi yang ingin tau tentang Hanon, silahkan mampir ke akun milik Yuri Oohara :D