Yessy : Akhirnya aku selesai mengetik fanfic ini! Maaf ya kelamaan.. ini bisa dibilang sekuel dari fanfic aku terdahulu Legend Comes True...

Heiji : Bagus! Aku memang harus sama Kazuha!

Kaito : Cepatan ketik fanfic tentang aku dan Aoko ya!

Yessy : Sabar-sabar...oh ya terima kasih bagi yang sudah mereview Legend Comes True ama Misunderstanding! Baiklah ayo kita mulai fanfic ini!

Balesan Review Legend Comes True :

Violet-Yukko : Aku tidak mungkin membuat Shinichi mati kan? Ini fanfic HeijixKazuha...KaitoxAoko akan menyusul...

Pii : Huft...untung gak ditabok...aku juga gak sabar membuatnya (Loh?)

Edogawafirli : Ya...hehehehe...karena inspirasi cerita ini dari situ...aku masukan saja scenenya.

Namiko CherryRan Mieko-chan : Ah~ jangan manggil aku senpai..umurku masih 14 tahun...aku jadi malu (Maksud seneng)...hai! Ganbarimasu! (Bener gak tulisannya?)

Edogawa Luffy : Makasih...aku juga suka fic ini...


Dance

Disclaimer : Meitantei Conan (c) Aoyama Gosho

Pairing : Heiji and Kazuha

Warning : Penuh dengan OOC, Gaje, banyak adegan dari komik, dan dapat menyebabkan penyakit ketawa sendiri.

Don't like don't read!

Kazuha sedang termenung di depan jendela kamarnya. Ditangannya ia memegang surat undangan pernikahan. Dia tidak menyangka hari ini akan tiba. Hari dimana sahabatnya, Mouri Ran akan menikah. Walaupun Kazuha senang sahabatnya akan menikah dengan pria idamannya, Kudo Shinichi, tapi dia juga sedih. Dia akan kehilangan sahabatnya yang selalu dia jaga selama ini. Tanpa terasa air mata Kazuha mengalir ke pipinya.

"Kazuha!" panggil Heiji sambil mengetuk pintu. "Aku masuk ya!" Heiji membuka pintu kamar Kazuha. "Kamu belum siap? Kita harus segera ke gereja kan?"

"Ya! Aku mau ganti baju dulu. Cepat keluar dari kamarku!" kata Kazuha sambil menyembunyikan air matanya. Tetapi terlambat, Heiji melihat sebutir air mata mengalir ke pipi Kazuha.

"Kenapa kamu menangis?" kata Heiji seraya menghapus air mata Kazuha dengan jarinya.

"Tidak kok. Aku hanya bahagia karena akhirnya Ran-chan bisa bahagia dengan Kudo-kun setelah dia lama menunggunya," jawab Kazuha asal.

"Aku juga bahagia. Kau lupa sahabatku juga menikah? Tapi kalau kita tidak segera bersiap, pernikahannya bisa mulai loh!" kata Heiji sebelum dia keluar dari kamar Kazuha supaya Kazuha bisa berganti baju. Tak lama kemudian, Kazuha sudah siap. Dia langsung menghampiri Heiji. "Maaf menunggu lama." kata Kazuha.

"Lama sekali kau..." Heiji baru memerhatikan Kazuha. "Kau terlihat cantik," katanya malu-malu.

"Terima kasih!" Mereka berdua bergegas menuju ke gereja, tempat dimana Shinichi dan Ran akan menikah. Sesampainya mereka disana, mereka langsung menuju ke ruang ganti sahabatnya masing-masing.


Kazuha berjalan menuju ke ruang ganti Ran. Sesampainya di depan ruang ganti Ran, dia menghela napas dulu. Setelah itu barulah ia mengetuk pintu. Tok..Tok.. Kazuha mengetuk pintu. "Silakan masuk!" terdengar suara Ran dari dalam.

Kazuha membuka pintunya. "Permisi." Dia terkejut melihat sahabatnya. Memang sahabatnya itu cantik, tapi sekarang dia sudah melebihi dari kata cantik. Ran mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan pita di belakang pinggangnya. Di rambutnya dikuncir sanggul yang angun dan wajahnya telah dirias sehingga membuatnya bertambah cantik. Wajahnya tampak penuh bahagia. "Kazuha-chan! Kamu datang!" kata Ran dengan gembira.

"Tentu saja! Aku tidak mungkin melewatkan pernikahan sahabatku sendiri kan? Ran kamu cantik sekali! Kudo-kun sangat beruntung bisa mendapatkanmu!" kata Kazuha sambil tersenyum.

Perkataan Kazuha membuat wajah Ran bersemu merah. "Terima kasih. Aku merasa gugup. Bagaimana ini."

"Tenang saja. Semua akan berjalan lancar. Bayangkan beberapa menit lagi kamu akan menjadi Nyonya Kudo Shinichi," kata Kazuha berusaha menyemangati Ran.

"Ran! Sebentar lagi waktunya." Aoko datang memberitahu. "Kazuha-chan, ayo kita juga harus bersiap."

"Jangan gugup ya Ran. Semua pasti berjalan lancar!" kata Kazuha sebelum meninggalkan Ran.


Sementara itu, Heiji juga menuju ke ruang ganti sahabatnya. Sesampainya disana, dia langsung membuka pintunya tanpa mengetuk terlebih dahulu. "Hai Kudo!" serunya.

"Hattori! Jangan membuatku terkejut kenapa!" kata Shinichi.

"Jangan diambil hati Hattori." kata Kaito dibelakang Heiji. "Dia hanya gugup saja."

"Terima kasih banyak Kaito!" kata Shinichi dengan nada marah.

"Sama-sama. Itu gunanya sahabat kan? Ngomong-ngomong, Kudo kamu harus segera ke altar, kalau tidak Ran akan menikah dengan orang lain." Mereka bertiga langsung menuju altar, tempat Shinichi dan Ran akan mengucapkan janji setia mereka.

Heiji mencari Kazuha. Katanya dia telah berjanji menyediakan tempat duduk untuk Heiji. Dia akhirnya menemukan Kazuha dan duduk dikursi kosong disebelahnya, sementara Kaito duduk disebelah Aoko. Tak lama kemudian, Ran datang digandeng dengan ayahnya. Mereka berjalan menuju altar. Setelah Kogoro memberikan Ran ke Shinichi, terlihat wajah mereka berdua tampak bahagia sekali. "Aku bersedia." kata-kata yang diucapkan oleh Shinichi dan Ran. Pendeta akhirnya menyatakan mereka berdua sebagai suami istri. Shinichi mencium Ran dan semua tamu pun bertepuk tangan.

Acara berlanjut ke acara resepsi. Shinichi dan Ran adalah yang pertama kali memeriahkan lantai dansa. Tamu yang lain pun juga ikut berdansa. Heiji juga tak mau kalah. Dia mengajak Kazuha berdansa. "Kazuha, maukah kamu berdansa denganku?" kata Heiji sambil mengulurkan tangannya. Tentu saja, Kazuha menerima uluran tangan Heiji. Mereka berdua mulai berdansa. Semua orang yang melihat mereka pasti sudah mengira mereka berdua adalah pasangan yang serasi.

Sesuai tradisi, Ran dan Shinichi berdansa dengan yang lain. Ran berdansa dengan Heiji, sementara Shinichi berdansa dengan Kazuha. "Hattori-kun, kapan kamu akan mengatakannya ke Kazuha?" tanya Ran saat mereka berdansa.

"Apa maksudmu?" Walaupun sebenarnya Heij mengerti maksud Ran.

"Kamu suka sama Kazuha-chan kan. Kazuha-chan juga menyukaimu kau tahu? Jangan sampai kau membuatnya menunggu lama. Bisa-bisa nanti Kazuha-chan direbut oleh orang lain." kata Ran. Setelah itu Ran berdansa dengan Kaito,meninggalkan Heiji termenung dengan perkataan Ran.

Akhirnya Heiji memutuskan sudah saatnya dia mengatkan perasaannya kepada Kazuha. "Kazuha, bisa ikut aku sebentar?" ajak Heiji. Kazuha mengangguk. Dia mengikuti Heiji sampai ke tepi sungai tempat pertama kali mereka bertemu.

"Kazuha apa kamu masih ingat tempat ini?"

Kazuha mengangguk. "Tentu saja. Ini tempat pertama kali kita bertemu kan?"

"Benar. Sejak saat itu kita berteman baik. Ya...walaupun kadang-kadang kita sering bertengkar," kata Heiji. "Kau tahu? Saat aku pergi ke Akademi Ksatria, kamu selalu mengirim surat ke aku kan. Walaupun aku malu mengakuinya, tapi setelah membaca suratmu, aku menjadi semangat lagi. Tapi aku juga merasa kangen dan ingin bertemu denganmu."

"Aku juga! Aku juga merasa begitu. Haha..ternyata kita juga memiliki kesamaan ya!"

Wajah Heiji menjadi serius dan merona merah. "Kazuha..sebetulnya aku menyukaimu! Sudah sejak lama sekali aku menyukaimu."

"Heiji..." Kazuha tertegun. "Heiji...maaf aku tidak menyukaimu...tapi aku mencintaimu!"

Heiji menjadi gembira. "Benarkah?" Kazuha menggangguk. "Syukurlah." Kata Heiji sambil memeluk Kazuha. "Aku kira kamu akan menolakku."

"Aku tak menyangka kamu yang akan mengatakannya duluan. Mungkin yang Kuroba-kun bilang ada benarnya. Kita berdua memang saling menyukai," kata Kazuha. Heiji tidak membalas perkataan Kazuha, dia mencium Kazuha.

Tak lama kemudian, mereka berdua kembali ke ruang pesta. Shinichi dan Ran bisa menebak apa yang terjadi setelah melihat mereka berdua kembali sambil berpegangan tangan. "Akhirnya kamu mengatakannya juga." kata Shinichi.

"Selamat untuk kalian!" ujar Ran. Kazuha dan Heiji hanya tersenyum mendengar pujian sahabatnya. Ini adalah permualaan indah untuk Kazuha dan Heiji.

The End


Yessy : Gimana? Maaf ya kalau gak bagus...

Heiji : Gak kok bagus! Walaupun di naskah awal aku gak mencium Kazuha, tapi aku suka!

Yessy : Terima kasih! Kritik dan saran silakan ketik di kotak review!