Special Present

Disclaimer : Meitantei Conan (c) Aoyama Gosho

Pairing : Kaito and Aoko

Warning : Penuh dengan OOC, Gaje, banyak adegan dari komik, dan dapat menyebabkan penyakit ketawa sendiri.

Don't like don't read!

Kaito sedang tertidur dengan nyenyaknya dikamarnya. Tiba-tiba dia dibangunkan oleh "bisikan" Aoko. Sebelum dia mengambil napas terlebih dahulu. Baru dia berkata, "KAITO! Bangun! Sekarang sudah siang!"

Alhasil, Kaito pun terjatuh dari tempat tidurnya. "Apa yang kamu lakukan Aoko!" balasnya.

"Aku kan hanya membangunkanmu. Karena kata ibumu kamu belum sarapan, jadi aku membuatkan sarapan untukmu. Ini." Aoko meletak nampan sarapan Kaito di atas meja. Tanpa basa-basi, Kaito langsung melahap habis sarapannya itu. Dalam hitungan detik sarapannya telah habis. "Terima kasih Aoko." kata Kaito setelah selesai makan.

"Sama-sama." kata Aoko sambil tersenyum, "Karena kamu sudah menghabis sarapan yang aku buat. Kamu harus menemani aku berbelanja!"

"Haah? Kenapa?" seru Kaito malas.

"Kita kan harus membeli kado untuk Conan. Dua hari lagi dia akan berulang tahun yang pertama kan? Jangan bilang kamu sudah lupa! Sekarang cepat ganti baju." Aoko keluar dari kamar Kaito sambil membawa kembali sisa sarapannya Kaito. Mau tak mau, Kaito mengganti bajunya. Tak lama kemudian, dia menghampiri Aoko yang menunggu di depan kamarnya. Setelah itu mereka berdua pun pergi untuk membeli kado untuk Conan.


Aoko dan Kaito telah sampai di sebuah Fancy Shop. Aoko sibuk mencari kado yang tepat untuk Conan sementara Kaito hanya memerhatikan Aoko. "Sudahlah Aoko, ayo kita belikan saja dia buku cerita." ujar Kaito setelah setengah jam lamanya dia menunggu.

"Tapi Kazuha-chan bilang dia sudah membelikan buku cerita untuk Conan. Bagaimana kalau ini?" Aoko menunjuk sebuah Snowdome.

"Jangan kalau nanti pecah, bisa-bisa dia terkena serpihan kacanya."

"Kalau kaleidoskop ini?" tanya Aoko.

Kaito meneliti kaleidoskop itu sebentar. "Mungkin bisa"

"Baiklah ini saja! Kaito tolong bayar ini ya."

"Kenapa aku?" protes Kaito.

"Kalau begitu, biar aku saja yang membayar tapi nanti aku akan meminta koki untuk memasakan masakan ikan untukmu." kata Aoko.

"I..ikan?" kata Kaito ketakutan, "Baiklah aku yang bayar." Kaito menuju ke kasir untuk membayar kaleidoskop itu. Setelah itu, mereka berdua keluar dari Fancy Shop. Aoko mengajak Kaito untuk berbelanja sebentar. Sebelum mereka kembali ke istana, Aoko sempat melihat sebentar sebuah kalung di etalase toko. "Kenapa kamu tidak membelinya?" tanya Kaito.

Aoko menggeleng, "Aku harus berhemat. Ayo kita pulang."


Malamnya, Kaito tidak begitu bisa tertidur. Dia dikeluar dan memutuskan untuk jalan-jalan. Saat dia melewati kamar ibunya, dia mendapati ibunya tidak ada disana. Ternyata ibunya masih ada di perpustakaan. Dia tertidur saat mengerjakan urusan kerajaan. Kaito tak tega melihat ibunya kesulitan seperti itu. Kaito mengambil selimut dan menyelimuti ibunya. "Maafkan aku bu. Aku pasti akan membuat kerajaan ini menjadi kerajaan yang hebat."


Keesokan harinya, Kaito dan Aoko pergi ke istana Shinichi bersama-sama. disana diadakan pesta ulang tahun pertama Kudo Conan. Kaito mungkin tidak mau ikut kalau bukan karena ini adalah ulang tahun anak sahabatnya. "Otanjoubi Omedetou Conan-kun!" kata Aoko saat dia sampai disana.

"Terima kasih." kata Ran yang sedang menggendong Conan. "Ayo, Conan bilang terima kasih pada bibi Aoko."

"Ma..acih.." kata Conan. Ran dan Aoko tertawa melihat Conan yang berusaha mengucapkan kata "terima kasih".

"Ran!" panggil Shinichi, "pestanya tidak akan bisa dimulai kalau yang sedang berulang tahun tidak hadir kan?" Ran menurunkan Conan dari gendongannya. Conan langsung berlari-lari kecil kearah Shinichi. "Pa..pa.." katanya sambil memeluk kaki Shinichi.

"Ayo jagoan, saatnya pesta dimulai." Shinichi menggendong Conan.

"Hee...Jagoan ya? Kudo, tak disangka kamu bisa menjadi ayah yang baik ya?" sindir Kaito.

Shinichi membalas sindiran Kaito, "Paling tidak aku tak seperti seseorang yang punya kebiasaan melihat celana dalam pacarnya sendiri." bisik Shinichi ke Kaito.

Muka Kaito memerah. "Aoko bukan pacarku! Lagipula sekarang aku tidak pernah melakukan itu lagi." Shinichi menghiraukan Kaito dan menuju ke ruang pesta.

Tak lama kemudian, pesta dimulai. Pertama, Conan meniupkan lilinnya dibantu oleh Ran dan Shinichi. Lalu, pesta berlanjut ke acara makan-makan. Kaito mengambil segelas air putih dan meminumnya. Dia memerhatikan Conan yang sedang bermain dengan Ai, ketika Heiji menyapanya. "Kuroba! Lama tak jumpa!"

"Hattori! Benar juga. Kemana saja kamu? Aku tidak mendengar kabar darimu setelah kamu dan Kazuha menikah beberapa bulan yang lalu."

"Ya...aku kan sibuk. Untuk menghadiri pesta ini saja sudah sulit. Lalu, bagaimana dengan kamu dan Aoko?" tanya Heiji.

"Apa maksudmu dengan aku dan Aoko?"

Shinichi tiba-tiba muncul disebelah Heiji. "Benar juga kata Hattori. Diantara kita bertiga, cuma kamu yang belum menikah. Aku saja sudah mempunyai anak. Kapan kamu akan melamar Aoko?"

Tanpa sadar, Kaito mengenggam hadiah yang sudah ia siapkan untuk Aoko dalam kantongnya. "Aku sudah punya rencana, tapi aku belum mempunyai waktu yang tepat."

"Kalau masalah waktu yang tepat, aku tahu sesuatu yang pas untukmu. Bagaimana kalau..." Shinichi membisikan sesuatu ke Kaito. Setelah mendengarkan itu, Kaito mengangguk, "Itu ide yang bagus! Terima kasih Kudo!"


Aoko sedang bermain dengan Conan saat Ran memanggilnya, "Aoko-chan! Kamu bisa ke taman belakang? Ada seseorang yang menunggumu."

"Siapa yang menungguku?" tanya Aoko.

"Entahlah. Shinichi hanya bilang padaku kalau seseorang sedang menunggumu di taman belakang." jawab Ran.

Tanpa basa-basi, Aoko langsung menuju ke taman belakang. Dia penasaran, siapakah orang yang sedang menunggunya itu. Saat tiba di taman belakang, dia tidak menemukan seorang pun. Saat Aoko melihat sekeliling, dia melihat mentari senja terbenam dengan indahnya. "Indah bukan?" kata seseorang dibelakang Aoko.

Aoko membalikan badan dan melihat siapa yang menunggunya, "Kaito! Apa yang kamu lakukan disini? Jangan-jangan orang yang menungguku itu...kamu?"

"Benar. Aku menunggumu karena ingin memperlihatkan mentari senja ini yang indah ini." kata Kaito.

"Benar-benar indah!" seru Aoko.

"Aku akan memberikan sesuatu yang lebih indah. Tutuplah matamu sebentar." Aoko menutup matanya. Tak lama kemudian Kaito berkata, "Sekarang kamu boleh membuka matamu."

Aoko membuka matanya. Didepannya Kaito memegang sebuah cermin. Saat Aoko melihat dirinya dicermin, dia menyadari bahwa Kaito baru saja mengenakannya sebuah kalung. "Ini kan..."

"Kalung yang waktu itu ingin kau beli. Aku pikir kalau aku membelikannya untukmu kamu akan senang." jelas Kaito.

"Apa hanya karena itu kamu membelikanku kalung?"

"Bukan...karena aku..aku mencintaimu Aoko. Sudah sejak lama aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi ratuku?" Kaito berlutut didepan Aoko sambil menyerahkan sebuah cincin kepada Aoko.

"Kaito..." Aoko tersentuh dengan perkataan Kaito. "Tentu saja! aku akan sangat bahagia bisa menjadi ratumu." Kaito mengenakan cincin ke jari Aoko. Kelak kerajaan Kuroba akan mendapat seorang ratu yang baru. Benar, Aoko akan mendampingi Kaito memimpin kerajaan Kuroba.

The End


Yessy : Akhirnya selesai! Dengan ini cerita Legend Comes True telah benar-benar selesai! (tepuk tangan)

Kaito : Akhirnya! Aku suka endinginya...karena aku sama Aoko!

Heiji : Aku juga! Aku juga! Syukurlah aku bisa sama Kazuha.

Shinichi : Sama! Akhirnya aku bisa sama Ran! Bahkan sampai punya anak!

Yessy : Syukurlah semuanya senang!...aku terharu...Bagaimana menurut pendapat readers? Bagus? Jelek? Aneh? Silakan ketik pendapat kalian di kotak review!