Disclaimer : 'Bleach' punyanya Tite Kubo.. *sembah-sembah

Warning : Ancur, tidak jelas, dan bla blab bla -_-"

Spik dari Author kikuk : Yahooo pembaca! ini Fanfic saiya yang ketiga.. sembari mengetik kelanjutan dari Fanfic sok Romance saya yang ke-2, saya update Fanfic baru.. Fanfic saiya kali ini bertemakan pairing Orihime ama pangeran saiya yang tampan Ulquiorra hehe..

Saiya harap kalian suka.. silahkan dibaca.. yuk mari... :D


Love or Money

By : Mrs Goldeweek

"Drap.. drap.. drap..."

Dimalam yang sudah semakin larut ini, samar-samar terdengar suara langkah kaki besar yang tergesa-gesa. Sang pemilik langkah itu menatap jalan yang ia tempuh dengan bimbang. Keringat mengucur deras di kening dan juga tangannya. Wajahnya terlihat pucat seperti habis melihat hantu. Nafasnya yang memburu, membuktikan bahwa dia sudah lama berlari. Namun seketika langkahnya terhenti di gang sempit, sepi dan gelap. Matanya tercengan melihat apa yang ada di depannya. Lalu perlahan-lahan dia berusaha berjalan mundur. Kakinya terlalu gemetaran untuk dilangkahkan sekarang. Pandangannya sedikit kabur akibat terlalu banyak meminum alcohol.

Ditatapnya dengan hati-hati sosok pria misterius yang memakai kemeja hitam dengan rompi abu-abu. Juga mengenakan celana pendek selutut dan menggunakan sepatu boots hitam kulit sebagai alas kakinya. Wajahnya sedikit tertutup topi vedora hitam yang ia kenakan. Pria misterius itu sedang duduk di pagar batu tinggi yang berada di depannya. Di bawah naungan bulan, Pria misterius itu menyapanya ;

"Selamat malam Tuan muda Ggio Vega.."Ujar pria misterius itu. Ggio hanya bisa terdiam saat sosok Pria itu menyapanya.

"Well, kenapa tadi kamu langsung lari terburu-buru begitu melihatku di bar tadi?"Ujar Pria misterius itu lagi.

"I..itu.. karna kamu pasti datang untuk.. membunuhku kan?"Ujar Ggio, tubuhnya mendadak jadi super gemetaran dan pucat. Sebaliknya, Pria misterius itu malah menyeringai.

"Sepertinya tujuanku menemuimu sudah kau ketahui.."Ujar Pria misterius itu dengan tenang.

"Jangan bercanda! memangnya aku punya salah apa padamu? mengenalmu saja tidak!"Ujar Ggio berusaha memberanikan diri.

"Mungkin kamu tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu.."Ujar Pria itu datar.

"Ku..Kumohon.. jangan bunuh aku.. akan ku berikan seluruh uangku asal kamu mau membiarkanku hidup.."Ujar Ggio berusaha mengemis nyawa pada Pria misterius itu.

"Begitu ya? Namun sayang sekali.. Kalau kau mati, aku bisa mendapatkan lebih dari jumlah uangmu itu.."Ujar Pria itu seraya mengeluarkan pistol silver yang mengkilap dari saku rompinya.

"Please.. kumohon hentikan!"Ujar Ggio memelas.

"Maaf... Tolong jangan dendam padaku.."Ujar Pria Misterius itu menembakkan pluru ke arah Ggio tepat di dadanya. Seketika Ggio ambruk dan tak bernyawa.

Pria misterius itu turun dari pagar batu yang tinggi itu dengan melompat. Lalu Ia mendekati tubuh Ggio dan memungut kembali pluru yang berhasil menembus Jantung Ggio. Di raihnya ponsel dari saku celananya dan menekan beberapa nomor.

"Sudah selesai.. besok di berita juga bakal muncul.."Ujar pria itu.

"Ya.. aku tau kalau polisi sedang sibuk mencariku.. ini sudah mau pulang, lagi nunggu di jemput.."Ujar Pria itu lagi

"Target berikutnya?"Tiba-tiba Pria itu sedikit terkejut.

"Ok nanti aku akan tunggu.."Ujar Pria itu seraya menutup ponselnya.

Sembari menunggu jemputannya, Pria misterius itu menarik dasi dan melepas rompinya. Tak lupa dia melepas kemeja hitamnya, Lalu dia memasukan semua bajunya termasuk vedoranya kedalam ransel yang tergeletak dekat bak sampah. Sekarang dia menggunakan kaus oblong hitam dan menggunakan kacamata berjalan menuju jalan raya. Dilihatnya mobil Nissan Skyline hitam berhenti di seberang jalan. Setelah memasuki mobil itu, Sang supir membawanya pergi dari tempat itu.

Beberapa saat setelah pria itu pergi, terlihat siluet hitam seseorang berdiri di depan

tubuh Ggio yang sudah tak bernyawa. Dia menatap tubuh tak bernyawa itu dengan kecewa. Setelah mendengar suara-suara mendekat ke arah tempat itu, Dia menghilang.

WWWWW

Pagi hari menjelang, suara burung yang bersaut-sautan dan sinar matahari yang menerobos masuk jendela kamar membuat sang penghuni kamar terbangun. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu menatap langit-langit kamarnya yang super luas. Mata hijau emeraldnya menatap jam weker antik yang berada di .08. ini dia bangkit dari ranjangnya dan menyimbak selimut yang sendari tadi menutupi tubuhnya. Tubuhnya yang putih pucat dan sexy sangat jelas terpapar karna dia hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan. Diliriknya foto wanita yang terpajang di mejanya ;

"Morning mom.. How are you today?"Ujarnya seraya menatap foto bisu itu.

"Like you are see now, I'm fine... Today, I'll going to school and hang out with my friends like yesterday..."Tiba-tiba wajah cowok itu menjadi sedih dan menunduk. Lalu dia kembali menatap foto bisu itu setelah beberapa saat termenung.

"Well, I'm still didn't believe you're gone.. and I'm really missing you..."Ujar cowok itu seraya mengecup foto bisu itu.

Foto yang sendari tadi diajaknya berbicara ternyta foto Ibunya. Sudah hampir 10 tahun semenjak kematian Ibunya, cowok itu masih tetap merindukan sang Ibu berada di dekatnya. Lalu cowok itu menyambar handuk dan memasuki kamar mandi dan berganti baju dengan seragam sekolahnya. Setelah siap dengan seragam dan tas ranselnya, dia menuruni tangga nan megah rumahnya. Diliriknya Tv plasma yang berada di ruang tamu, Dia memutuskan untuk menonton Tv sebentar sebelum Ia berangkat. Dia mengganti-ganti channel untuk mendapatkan siaran Tv yang dapat menghiburnya.

"Gerimis? Yoo wiiss..."

Pip.

"Bintang tamu kita pada hari ini...Justin Bleber..."

Pip.

"Pertama-tama panaskan minyak.."

Pip.

"Sayanggg.. jangan tinggalkan aku.."

Pip.

Sudah banyak channel dia ganti-ganti, namun tidak ada satupun yang menarik minat cowok ini. Namun dia berhenti ketika dia melihat siaran berita pagi ini;

"Jumat malam, Kota karakura kembali di hebohkan oleh penemuan jenazah anak pengusaha obat china, Ggio Vega. Polisi menduga dia di bunuh oleh sang pembunuh berantai 'Black vedora'.."

Cowok itu memandang Tv dengan serius, Dia tersenyam-senyum sendiri begitu mendengar kata 'Black Vedora'. Sedang asik menonton siaran berita itu. Tiba-tiba dia dikagetkan oleh Pelayan tua yang sedang membawa nampan dengan teko dan cangkir.

"Selamat Pagi Tuan Muda Ulquiorra.."Ujar pelayan itu seraya menuang secangkir kopi.

"Pagi Luis.. kau sudah nonton berita yang menghebohkan pagi ini?"Ujar Ulquiorra seraya menyesap kopi yang sudah di tuang pelayannya Luis, Luisenbarn Barragan lebih tepatnya.

"Ya, sudah tuan.. lagi-lagi ulah 'Black Vedora'.."Ujar Pelayannya seraya tersenyum.

"Dia kan yang ke-99.."Ujar Ulquiorra seraya menaruh cangkir kopinya.

"Iya saya tau.. ngomong-ngomong tuan muda, tadi tuan besar mengirimkan mobil baru dan pesannya ada di dalam mobil.."Ujar Luis seraya membereskan kembali cangkir dan teko kopi yang tadi ia sajikan.

"Terima kasih Luis, Aku kebelakang dulu.."Ujar Ulquiorra seraya berjalan menuju ke garasi mobil yang terletak di belakang rumahnya.

"Iya, hati-hati Tuan muda Ulquiorra si 'Black Vedora'.."Goda pelayannya.

"Jangan sebut-sebut nama itu.. bisa bahaya nanti.."Ujar Ulquiorra seraya berjalan menjauh

Setibanya di depan pintu metal mengkilap yang besar, dia menekan tombol di remot kecil yang ia genggam. perlahan tapi pasti pintu metal itu terbuka. Ulquiorra melihat mobil asing yang menangkring di sebelah mobil-mobilnya yang lain. Di hampirinya mobil itu ;

"Mercedes benz?"Ujarnya datar.

Lalu dia mengambil kunci mobil yang berada di lemari kecil di seberangnya. Setelah ia membuka pintu mobil barunya, Ulquiorra duduk di kursi depan.

"Well, kita lihat pesan papa hari ini.."Ujar Ulquiorra seraya meraih amplop coklat yang ada di dashboard mobil barunya. Di raihnya secarik kertas di dalamnya, beginilah isinya ;

Untuk ; Ulquiorra.

Kerja yang bagus nak, tadi pagi papa sudah nonton beritanya..

Akhirnya papa berhasil menyingkirkan penerus terakhir keluarga vega.

Sebagai hadiahnya, Papa sudah membelikan Mercedes benz dengan model yang kau taksir.. bagaimana kau suka?

Well, kembali ketopik utama.

Targetmu berikutnya cukup sulit, dia adalah ;

Orihime Inoue.

Anak dari pengusaha software komputer yang sekarang menjadi orang terkaya pertama di Jepang. Papa sudah berkali-kali mengajukan kerja sama, namun di tolak.

Dekati dia, lalu... kau taukan apa yang harus kau lakukan?

Di dalam ampop ini masih ada foto dan biodata gadis itu.

Setelah kau berhasil, jangan lupa untuk melapor.

PS : Bakar Pesan ini begitu selesai di baca.

Dari ; Kousuke Aizen

Setelah Ulquiorra selesai membaca pesan dari ayahnya, dia menatap foto gadis yang akan menjadi targetnya dengan seksama. Mata emeraldnya mendadak menyipit setelah beberapa saat menatap foto gadis itu. Lalu dia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.

"Well, apa tidak terlalu di sayangkan gadis seperti ini menjadi targetku?"Ujar Ulquiorra bingung. Baru kali ini dia mendapat target seorang perempuan.

"Tapi kalau memang demi masa depan bisnis keluargaku, akanku lakukan.."Ujar Ulquiorra seraya membakar pesan ayahnya dan kembali memasuki mobil. Di kendarai mobil barunya menuju sekolahnya tercinta.


Spik dari Author Kikuk : Bagaimana ceritanya? hehe.. *speechless nih.. hehe.. ^^"

Jangan lupa buat kirimkan Kritik, saran dan komentarnya ke PO BOX 'REVIEW'.. aku selalu menunggumu.. cup cup muach.. :*

Sampe ketemu lagi bye.. ~ :)