Sakura's True Love

Summary: Sasuke dan Sakura adalah 2 sosok manusia yang memiliki

takdir berbeda. Sakura, perempuan yang berkehidupan

mewah, sementara Sasuke berkehidupan sederhana.

Suatu saat, mereka ditakdirkan untuk bersama.

Warning: Bad summary, Rated M untuk bahasanya (atau mungkin

jalan ceritanya), Typo, bahasa tidak baku.

Main pairing: SasuSaku, SasoSaku.


Chapter 2

Naruto © Masashi Kishimoto

Sakura's True Love © Ayumu to Miyako


BLAM!

Mercedes Benz merah milik Sasori sedikit terguncang karena bantingan Sakura pada pintu mobilnya. Melepaskan earphone yang terpasang di kedua telinganya kemudian menoleh kepada Sakura dengan tatapan bertanya.

"Kau pasti ingin bertanya kenapa aku membanting pintu mobil kesayanganmu ini, kan?" sahut Sakura sebelum Sasori mengeluarkan suaranya. Sakura menatap Sasori. "Ugh, aku sedang kesal!"

Sasori tersenyum tipis. Ia merangkul pundak Sakura. "Iya, kau benar. Memangnya apa yang membuatmu sampai sekesal ini, sayang?"

Sakura menggenggam lengan Sasori yang tengah merangkulnya. Ia berkata pelan. "Karena ulah seorang laki-laki."

"Siapa?"

"Entahlah, aku tidak mengenalnya. Tapi yang penting, dia adalah seorang laki-laki brengsek yang menabrakku saat aku keluar dari Minimarket tadi. Laki-laki berambut buntut ayam dan bermata onyx," dengusnya dan menekankan suaranya saat mengucapkan kata 'brengsek'. Kemudian menggerakkan tangan kanannya ke arah pipi Sasori dan mengelusnya. "Tapi, kau tahu? Sekarang aku sudah tidak marah lagi…" ditambah dengan seringaian menggoda.

Sasori balas menyeringai. "Ya, karena ada aku kan, sayang?"

Dan kemudian mereka telah larut dalam French Kiss yang panas dan memabukkan. Sekali-kali terdengar suara desahan pelan dari bibir mereka.


"Eh? Kau sudah datang Sasuke?" terdengar suara dari dalam sebuah ruang studio musik.

Laki-laki yang dipanggil Sasuke tadi tersenyum tipis kemudian meletakkan tas gitarnya dan memainkannya sebentar. "Tentu saja, aku kan sudah berjanji padamu. Hei, kau sudah menyiapkan sebuah lagu untuk kumainkan saat di konser, Gaara?"

"Tentu saja." Laki-laki satunya yang dipanggil Gaara terlihat mengambil sesuatu dari dalam saku jaketnya dan kemudian memberikannya kepada Sasuke. "Ini."

"Thanks," ucap Sasuke bertepatan dengan tangannya yang menerima kertas tersebut dari genggaman Gaara.

Keadaan hening untuk sesaat, karena kedua laki-laki itu tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing—Sasuke tengah melihat selembar kertas berisikan sebuah lirik lagu yang akan dimainkannya saat konser, sementara Gaara tengah mengecek senar salah satu gitar yang berwarna merah.

"Baiklah. Kurasa ini lagu yang cocok. Thanks, Gaara." Sasuke menepuk bahu Gaara pelan sebagai ucapan terima kasih.

"Sama-sama Sasuke." Gaara membalasnya dengan anggukan. "Hei, kau mau coba untuk memainkannya?"

"Bukan ide buruk…"

Sasuke menyiapkan gitarnya dan kemudian mengambil ancang-ancang untuk bermain. Ia mengambil napas kemudian menghembuskannya pelan.

"Where is the moment we needed the most?

You kick up the leaves and the magic is lost

You tell me your blue skies fade to grey

You tell me your passion's gone away and I don't need no carryn' on…

You stand in the line just to hit a new low

You're faking a smile with the coffee to go

You tell me your life's been way off line

You're falling to pieces everytime and I don't need no carryn' on…"

Sasuke mengambil jeda sebentar, kemudian melanjutkan memetik gitar biru dongkernya dan mulai bernyanyi lagi.

"Because you had a bad day, you're taking one down

You sing a sad song just to turn it around

You say you don't know, you tell me don't lie

You work at a smile and you go for a ride

You had a bad day, the camera don't lie

You're coming back down and you really don't mind

You had a bad day, you had a bad day…"

Jrengg…

Sasuke mengakhiri permainan gitar solonya dengan indah. Pemuda berambut emo ini mengembalikan kembali gitar kesayangannya ke dalam tas gitar miliknya. Ia bangkit kemudian berjalan menuju Gaara—yang saat itu sedang berdiri di ambang pintu.

"Bagaimana barusan? Keren kan?" ujar Sasuke penuh percaya diri seraya membusungkan dada.

Gaara menjitak pelan kepala 'ayam' Sasuke dan terkikik. "Hihi… Pede sekali kau ini."

Sasuke tak menjawab. Ia hanya melototkan onyx-nya ke Gaara dan mengusap kepalanya yang bekas jitakan Gaara. Gaara hanya tersenyum, kemudian menangkupkan kedua telapak tangannya, tatapan melas dan berkata, "I'm sorry, Saskey-chan…"

"Hn, sekali lagi kau memanggilku seperti itu, akan kujamin kau akan segera pergi ke alam baka!" gerutu Sasuke.


"Selamat malam, Sakura sayang. Have a nice dream…" Sasori mengantar Sakura menuju ke depan pintu rumah Sakura. Memegang dagu Sakura dan memiringkan kepalanya mendekati Sakura. Untuk sesaat mereka saling berciuman panas. Lidah Sasori menyeruak masuk ke dalam mulut Sakura dan menyentuh langit-langit mulut Sakura, seraya juga mengabsen gigi Sakura satu-persatu. Sakura mendesah pelan dalam ciuman panasnya, menikmati kenikmatan yang diberikan Sasori kepadanya. Kemudian mereka menghentikan ciuman 'memabukkan' itu dengan terengah-engah.

"Hh-hh…"

"Kau hebat, sayang…" Sasori menyeringai menatap Sakura yang terengah-engah.

"Kau juga.." balas Sakura, kemudian memeluk dada bidang Sasori dan menghirup aroma tubuh pemuda berambut merah ini yang khas.

Dengan pelan Sasori melepaskan pelukan Sakura. Ia membelai rambut pink kekasihnya dan sekilas mengecup pipi putihnya. "Sayang, aku pulang dulu ya.."

Sakura mengangguk kecil kemudian Mercedes Benz merah Sasori menghilang dari pandangannya. Sakura masuk ke dalam rumahnya.

"Selamat datang, nona Sakura…" sambut para pelayan Sakura. Sementara Sakura hanya bersikap acuh tak acuh.

"Dari mana saja kamu? Kamu tau kan, sekarang sudah jam berapa?" suara lembut milik seorang wanita menyambut kedatangan Sakura. Tanpa perlu menoleh dan melihat wajahnya, Sakura sudah mengenalinya. Haruno Hana, ibundanya.

Sekaligus sosok wanita yang dibencinya.

"Cih! Bukan urusanmu kan?" ketus Sakura, tetap memandang lurus ke depan tanpa melihat wajah lembut ibunya.

Terdengar suara ibunya yang sedang menahan tangisan. "Ibu mohon Sakura. Tolong maafkan Ibu, nak…"

Tanpa ba-bi-bu lagi Sakura langsung naik ke lantai 2—menuju kamarnya. Seketika dia melirik ke arah ibundanya yang sedang menangis seraya terisak pelan, dan salah dua orang pelayannya yang bernama Ayame dan Shizune sedang menenangi Hana dan sedikit menghiburnya.

"Dasar cengeng," gumam Sakura sesaat sebelum akhirnya melanjutkan kembali langkahnya.


Seorang pemuda berwajah tampan, bermata onyx dan berambut emo sedang merebahkan diri di atas kasur apartemennya yang berukuran 1x2 meter. Ya, saat ini pemuda bernama Uchiha Sasuke ini telah menyewa sebuah kamar di apartemen sederhana bernama "Ami's Apartment".

Ia menengadahkan kepalanya menghadap langit-langit kamar apartemennya. Dan memikirkan suatu hal yang bisa membuat pikirannya menjadi gila, juga resah dan gelisah. Hatinya pun juga ikut berontak karena berdebar-debar.

Gadis berambut pink itu. Gadis muda yang tidak sengaja ditemuinya di depan Minimarket. Tentu saja, karena mereka tidak sengaja bertabrakan.

Sasuke dapat melihatnya, emerald gadis'nya' yang bersinar, kulit mulus putih—seputih mutiara dan warna rambut yang unik—merah muda. Dan juga Sasuke dapat merasakan bahwa ada suatu perasaan tersembunyi yang dapat membuat Sasuke memandang gadis itu secara istimewa dan merona saat mengingat wajah cantiknya.

Sasuke meletakkan telapak tangan kannya di atas dada bidangnya dan sedikit mencengkeram kaos putih yang dipakainya. "Aku menyukai dirinya…"


T.B.C


Balesan review-nya:

Pink Uchiha: Terima kasih udah penasaran baca fic kami... *senyum innocent*. Ini, chapter 2 sudah updet! Tapi gomen, gak terlalu panjang fic-nya T.T... Lagi stres ngerjain tugas yang 'numpuk' dari sekolah .. Review lagi yaa~ xD

Chiwe SasuSaku: Tenang saja, ini sudah pakai 'aku-kamu' kok ^w^. Lemon? Hohoho... Tunggu saja yaa *senyum misterius. Yosh~ Ini udah updet! Review again? x3

Tabita Pinkybunny: Ini sudah di-update... Review lagi ya... ^v^

1stLgirlZ: Makasih udah bilang fic kami keren~ ^w^. Chapter 2 udah update, nee~. Review lagi, ya? ^.^

iam maniez: Eh, beneran? O.o. Wah, maafkan kami T.T. Tapi asli kok, ini bikinan kami sendiri x3. Review-mu bukan termasuk flame kok :D. Review lagi ya? ;D

Astari: ASTARI...! *peluk-peluk Astari* xD. Makasih udah review... Iya, Sakura-nya sombong banget! Kami juga enggak suka kok sama Sakura di fic ini *readers: Lah, kan kalian yang bikin fic ini!*. Review lagi ya, As? xD

Greeny Uchiha: Ini udah di-update :D. Mau review lagi, kan? xD


Moshi-moshi minna … ^^

Kita bertemu kembali di sini … :D

Kita kembali dengan membawa chapter 2 fic "Sakura's True Love"

Semoga kalian (para readers) tidak bosan ya … T.T

Maaf ya, kali ini chapternya pendek lagi .

Banyak tugas dari sekolah ...

Hehe … *dihajar*

Oh iya, di fic barusan kami munculin satu lagu nih …

Judulnya 'Bad Day', penyanyinya om Daniel Powter .

Kalian tau lagu ini? XD

Review, please… ^v^

Sign,

Ayumu to Miyako