My boys friend is Evil

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing: Sasu_femnaru

Genre: Romance/ Drama

Rating: M

Warning : OOC, Typo, Gaje , Alur cepat dll

Enjoy the last story ^_^

- ooo0oooo -

Pagi hari di Konoha University….

Nampak begitu banyak pasang mata yang tidak percaya menyaksikan kemesraan antara Naruto dan Sasuke yang sekarang sedang berjalan pada lorong kampus. Sesekali mereka nampak bercanda dan saling mencubit satu sama lain. Sasuke suka sekali meledek Naruto dan membuat Naruto menggembungkan pipinya, tapi setelahnya Sasuke kembali merangkul mesra Naruto, benar-benar pemandangan yang tidak pernah ditampakan sebelumnya oleh pasangan tersebut, walaupun status mereka bertunangan pikir orang-orang yang melihatnya. Akhirnya mereka berdua berpisah di kelas masing-masing.

"Wah! Apa yang sudah terjadi pada kalian?" tanya Sakura pada Naruto.

"Mungkin kami sedang jatuh cinta," jawab Naruto singkat sambil tertawa senang.

"Kalau begitu..., selamat untuk kalian," kata Sakura langsung memeluk Naruto, Sahabatnya.

- ooo0oooo -

3 tahun kemudian…..

Hari ini adalah hari yang sangat bahagia untuk Naruto dan Sasuke. Hari yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup yaitu hari pernikahan mereka. Nampak sebuah taman yang telah dihias dengan bunga mawar putih pada setiap sudutnya, kursi-kursi yang telah tersusun rapi dan sebuah singgasana yang dipersiapkan untuk pasangan pengantin yang telah mengikat janji sucinya tadi pagi. Semua hiasan didominasi warna putih.

Semua orang yang berada di pesta tersebut nampak bahagia, begitu juga dengan pasangan pengantin yang sekarang sedang bercakap-cakap sambil tersenyum mesra yaitu Naruto dan Sasuke.

"Kau mau kita lewatkan malam pengantin kita dimana, Dobe manis?" rayu Sasuke sehingga membuat pipi Naruto bersemu merah.

"Dimana saja terserah kau, Teme sayang,…." ucap Naruto dengan tersipu malu.

"Hmmm…., baiklah kalau terserah aku. Itu artinya kau harus menurut dan tidak boleh protes," ucap Sasuke.

"Memangnya kau mau bawa aku kemana?" tanya Naruto agak bingung.

"Ke tempat ketika pertama kali kita bertemu," ucap Sasuke dengan seringai nakalnya.

Naruto masih memproses loading di dalam otaknya sampai akhirnya….

"APA! ke villa dekat hutan itu? Aku tidak mau! Apa tidak ada tempat lain selain di sana? Aku punya kenangan yang buruk dengan tempat itu, Teme," protes Naruto bertubi-tubi, tapi Sasuke sama sekali tidak memperdulikannya. Sasuke terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan segala sesuatu, karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke villa itu untuk melewati malam pertama mereka dengan penuh cinta. Naruto nampak begitu kesulitan mengejar Sasuke, karena gaun pengantinnya yang panjang.

- ooo0oooo -

Hari sudah menjelang sore, akhirnya Naruto dan Sasuke tiba juga di tempat tujuan mereka yaitu di sebuah villa, tempat pertama kali mereka berdua bertemu. Dengan ragu Naruto melangkahkan kakinya keluar dari mobil Sasuke.

"Huh! Teme. Akhirnya kau membawa aku kesini juga," ucap Naruto dengan cemberut.

"Tidak usah banyak protes Dobe! sebaiknya kau siapkan saja dirimu, karena aku akan membuat kenangan burukmu itu menjadi sesuatu yang manis," bisik Sasuke di telinga Naruto dan membuat Naruto merinding dibuatnya.

- ooo0oooo -

Malam dimana Naruto dan Sasuke akan melewati malam pertamanya yang memang semenjak Sasuke berjanji untuk berubah waktu itu, selama itu pula mereka tidak pernah lagi bercinta. Sasuke baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandinya dengan hanya menggunakan handuk yang dililit di pinggannya, sedangkan Naruto yang dari tadi hanya duduk diam di ranjangnya mau tidak mau akhirnya mengalihkan pandangan matanya pada Sasuke. Naruto terus memperhatikan Sasuke dari atas sampai kebawah, memperhatikan setiap tetesan air yang jatuh dari ujung rambut Sasuke, mengalir melewati leher dan turun pada dada bidangnya.

"Benar-benar pemandangan yang seksi," batin Naruto.

"Kenapa kau menatapku seperti itu Dobe? Apa kau baru sadar kalau aku ini seksi?" kata Sasuke dengan narsisnya, walau sebenarnya tepat sasaran.

"Sasuke...," ucap Naruto malu-malu dengan nada menggoda.

"Hn…, kau sudah tidak sabar ya?" ucap Sasuke.

Sasuke lalu berjalan mendekati Naruto dan duduk di sampingnya, dengan sangat lembut Sasuke membelai rambut Naruto lalu turun menyentuh pipi dan lehernya. Perlahan Sasuke mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto lalu mencium bibir Naruto dengan lembut. Setelah itu Sasuke melepaskan pita pengikat pakaian tidur Naruto sampai kedua payudara dan puting pink-nya rata terlihat oleh Sasuke. Tanpa melepas pandangannya pada Naruto, tangan Sasuke yang tadinya cuma memegang betis Naruto mulai merambat naik ke paha mulusnya disertai sedikit remasan. Naruto segera merenggangkan pahanya agar Sasuke lebih leluasa mengelusnya.

Dengan sangat bernafsu Sasuke meraih payudara Naruto dengan tangan yang satunya, setelah tangannya memenuhi payudara Naruto, Sasuke meremasnya pelan diiringi desahan pendek dari mulut Naruto.

"Dadamu indah sekali ,Dobe. padat dan berisi," puji Sasuke.

Setelah itu Sasuke mendekatkan mulutnya ke arah payudara Naruto, sebuah jilatan menyapu telak puting Naruto, disusul dengan gigitan ringan yang menyebabkan benda itu mengeras, tubuh Naruto pun bergetar hebat. Sementara tangannya yang lain merambah lebih jauh ke dalam selangkangan Naruto hingga akhirnya menyentuh pangkal paha Naruto. Sasuke berhenti sejenak ketika jari-jarinya menyentuh kemaluan Naruto yang tidak tertutup apa-apa. Tiba-tiba dengan nafsu yang mulai memuncak Sasuke membentangkan lebar-lebar kedua paha Naruto lalu menjatuhkannya pada kasur. Matanya seperti mau copot memandangi kemaluan Naruto yang merah merekah. Sebentar kemudian lidah Sasuke mulai menjilati bibir kemaluan Naruto dengan rakusnya. Lidahnya ditekan masuk ke dalam kemaluan Naruto. dengan satu jarinya mempermainkan klitoris, tangannya yang lain dijulurkan ke atas meremasi payudara Naruto. "Uhhh...!" Naruto benar-benar menikmatinya, matanya terpejam sambil menggigit bibir bawahnya, tubuh Naruto juga menggelinjang hebat oleh sensasi permainan lidah Sasuke. Naruto mengerang pelan dan meremas rambut Sasuke, kedua paha mulus milik Naruto mengapit erat kepala Sasuke seolah tidak menginginkannya lepas. Lidah itu bergerak semakin liar menyapu dinding-dinding kemaluan Naruto, yang paling enak adalah ketika ujung lidah Sasuke beradu dengan klitoris Naruto, rasanya geli seperti mau pipis.

Butir-butir keringat mulai keluar seperti embun pada sekujur tubuh Naruto. Setelah membuat vagina Naruto basah kuyup, Sasuke berdiri dan melepaskan diri. Dia membuka handuk yang dari tadi melilit pinggangnya beserta celana dalamnya sehingga 'burung' yang dari tadi sudah sesak dalam sangkarnya itu kini dapat berdiri dengan tegak. Digenggamnya benda itu dan dibawa mendekati vagina Naruto "

"Dobe, masukan sekarang ya? aku sudah tidak tahan," kata Sasuke.

"Huh! kau curang Teme! aku juga ingin bermain-main denganmu, " kata Naruto sambil meraih penis Sasuke dan turun dari ranjang.

Naruto menurunkan badannya perlahan-lahan dengan gerakan menggoda hingga berlutut di hadapan Sasuke. Penis dalam genggamannya itu dicium dan dijilat perlahan disertai sedikit kocokan. benda itu pun bergetar hebat diiringi desahan pemiliknya setiap kali lidah Naruto menyapunya. Sekarang Naruto membuka mulutnya untuk memasukkan penis itu. Hampir sedikit lagi masuk seluruhnya, tapi nampaknya sudah mentok di tenggorokan Naruto. Penis milik Sasuke cukup besar dan dihiasi sedikit urat, bagian kepalanya nampak seperti cendawan berdenyut-denyut. Dalam mulut Naruto penis itu dikulum dan dihisap, gerakkan lidahnya memutar mengitari kepala penis itu, sesekali Naruto melirik ke atas melihat ekspresi wajah Sasuke menikmati permainannya. Sasuke mengelus-elus rambut pirang Naruto dan mengelap dahinya yang sudah bercucuran keringat dengan tangannya. Setelah itu Naruto melepaskan pakaian tidurnya, hingga sekarang Naruto hanyar bertelanjang bulat di hadapan Sasuke. Naruto berjalan ke arah Sasuke yang sedang melongo menatapi tubuh indahnya lalu melingkarkan lengannya di leher Sasuke serta memeluknya. Dari tubuh Sasuke tercium aroma khas parfum yang sangat menggoda.

Naruto mendorong kepala Sasuke diantara kedua gunungnya, Sasuke terlihat keenakan diperlakukan seperti itu. Tiba-tiba Naruto meringis dan mendesis karena merasakan gigitan pada puting kanannya, Sasuke dengan gemasnya menggigit dan mencupangi putingnya itu, giginya digetarkan pada bulatan mungil itu dan meninggalkan jejak disekitarnya. Tangannya mengelus punggung Naruto menurun hingga mencengkram pantat yang bulat dan padat milik Naruto.

"Hhmm...tubuhmu ini selalu membuatku puas, Dobe," puji Sasuke sambil terus meremas pantat Naruto. Naruto hanya tersenyum kecil menanggapi pujian itu.

Sasuke kembali membenamkan wajahnya ke payudara Naruto yang sebelah kiri, kali ini dia menjilati seluruh permukaannya hingga basah oleh liurnya lalu diemut dan dihisap kuat-kuat. Tangannya dibawah sana juga tidak bisa diam, yang kiri meremas-remas pantat dan paha Naruto, yang kanan menggerayangi vagina Naruto dan menusuk-nusukkan jarinya di sana. Sebagai respon Naruto hanya bisa mendesah dan memeluk Sasuke erat-erat, darah dalam tubuh Naruto semakin bergolak sehingga walaupun ruangan itu sangat dingin, keringatnya tetap menetes. Mulut Sasuke kini merambat naik menjilati leher jenjang Naruto, Sasuke juga mengulum leher Naruto dan mencupanginya seperti Dracula memangsa korbannya. Memberikan kiss mark yang cukup keras sampai meninggalkan bercak merah. Akhirnya mulut Sasuke bertemu dengan mulut Naruto dimana lidah mereka saling beradu dengan liar. Sambil berciuman, tangan Naruto meraba-raba selangkangan Sasuke yang sudah mengeras itu. Setelah tiga menit berlalu karena lidah mereka merasa pegal dan susah bernafas akhirnya mereka melepaskan diri dari ciuman itu.

"Aku ingin lebih, Sasuke….," pinta Naruto manja sambil terus mengelus-elus kemaluan Sasuke.

Sasuke lalu berdiri diantara kedua belah paha Naruto, tangannya memegang penis itu dan mengarahkannya ke vagina Naruto. Tangan kanan Naruto meraih benda itu dan membantu menancapkannya. Perlahan-lahan batang itu melesak masuk membelah bibir vagina Naruto hingga tertanam seluruhnya.

"Ooohhh...!" desah Naruto dengan tubuh menegang dan mencengkram bahu Sasuke.

"Sakit Dobe ?" tanya Sasuke. Naruto hanya menggeleng walaupun rasanya memang agak nyeri, tapi itu cuma sebentar karena selanjutnya yang terasa hanyalah nikmat yang semakin memuncak.

Naruto terus mendesah setiap kali Sasuke menggoyangkan penisnya. Sekarang Sasuke semakin cepat memaju-mundurkan penisnya, hal ini menimbulkan sensasi nikmat yang terus menjalari tubuh Naruto. Tubuh Naruto terlonjak-lonjak dan tertekuk sehingga payudaranya semakin membusung ke arah Sasuke. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Sasuke yang langsung melumat payudara kiri Naruto dengan mulutnya dan meremas-remas yang kanan serta memilin-milin putingnya. Tak lama kemudian Naruto merasa dunia makin berputar dan tubuhnya menggelinjang dengan dahsyat, Naruto mendesah panjang dan melingkarkan kakinya lebih erat pada pinggang Sasuke. Cairan bening mengucur deras dari vagina Naruto sehingga menimbulkan bunyi setiap kali Sasuke menghujamkan penisnya. Beberapa detik kemudian tubuh Naruto melemas tergeletak ranjang.

Naruto hanya bisa mengambil nafas sebentar karena Sasuke yang masih bertenaga melanjutkan ronde berikutnya. Sasuke membalikan tubuh Naruto telungkup diantara ujung ranjang dan kakinya ditarik hingga terjuntai menyentuh lantai, otomatis kini pantat Naruto menungging ke arah Sasuke. Sambil meremas pantat Naruto dia mendorongkan penisnya itu ke vagina Naruto "Uuhh...nggghhh...!" desis Naruto saat penis yang keras itu membelah bibir kemaluannya. Dalam posisi seperti ini sodokan Sasuke terasa semakin keras dan dalam, badan Naruto pun ikut tergoncang hebat, payudaranya serasa tertekan dan bergesekan pada kasur. Sasuke menggoyang Naruto semakina cepat, dengusan nafasnya bercampur dengan desahan Naruto memenuhi ruangan itu. Beberapa menit kemudian Sasuke menarik tubuh mereka mundur beberapa langkah sehingga payudara Naruto yang tadinya menempel di kasur kini menggantung bebas. Dengan begitu tangan Sasuke bisa bebas menggerayangi payudara Naruto. Sasuke kemudian mengajak ganti posisi, digandengnya tangan Naruto menuju sofa.

Sasuke menjatuhkan pantatnya di sofa itu dan disuruhnya Naruto berdiri di hadapannya, sehingga kemaluan Naruto tepat berada di depan wajahnya. Sasuke lalu menempelkan mulutnya di kemaluan Naruto. Dijilatinya kemaluan Naruto yang basah akibat dari orgasme itu. Naruto mendesis dan meremas rambut Sasuke sebagai respon atas tindakan tersebut. Vagina Naruto dihisapinya selama lima menit, setelah puas Sasuke menyuruh Naruto naik ke pangkuannya dengan posisi berhadapan. Naruto menggenggam penis Sasuke dan mengarahkannya ke lubang vaginanya, setelah rasanya pas Naruto menekan badannya ke bawah sehingga penis Sasuke tertancap pada vaginanya. Sedikit demi sedikit Naruto merasakan ruang vaginanya terisi dan dengan beberapa hentakan akhirnya masuklah batang itu seluruhnya ke dalam vagina Naruto. 20 menit lamanya mereka berpacu dalam gaya demikian berlomba-lomba mencapai puncak.

Mulut Sasuke tak henti-henti mencupangi payudara Naruto yang mencuat di depan wajahnya, sesekali mulutnya juga mampir di pundak dan leher Naruto. Akhirnya Naruto tidak tahan lagi dengan memuncaknya rasa nikmat di selangkangannya, gerak naik turunnya semakin cepat sampai akhirnya vagina Naruto kembali mengeluarkan cukup banyak cairan orgasme yang membasahi penis Sasuke dan daerah selangkangan mereka. Semakin lama goyangan Naruto semakin lemah, sehingga tinggal Sasuke saja yang masih menghentak-hentakkan tubuh Naruto yang sudah lemas di pangkuannya.

Belakangan Sasuke melepaskan Naruto dan menyuruh menyelesaikannya dengan mulut saja. Naruto masih lemas dan duduk bersimpuh di lantai di antara kedua kakinya, sambil menggerakan tangan kanannya meraih penis Sasuke yang belum ejakulasi. Naruto membuka mulut dan mengulumnya. seiring dengan tenaga yang terkumpul kembali kocokan Naruto pun lebih cepat, hingga akhirnya batang itu semakin berdenyut diiringi suara erangan parau dari mulut Sasuke. Sperma itu menyemprot langit-langit mulut Naruto, disusul semprotan berikutnya yang semakin mengisi mulut Naruto, rasanya hangat dan kental. Naruto berkonsentrasi menelan dan mengisapnya berusaha agar cairan itu tidak terbuang setetes pun. Setelah perjuangan yang cukup berat akhirnya semprotannya makin mengecil dan berhenti sama sekali. Belum cukup puas, Naruto pun menjilatinya sampai bersih mengkilat, perlahan-lahan benda itu melunak kembali. Sasuke bersandar pada sofa dengan nafas terengah-engah. Setelah merasa lebih baik mereka akhirnya pindah ke tempat tidur untuk segera beristirahat.

"Aishiteru…Naruto…,"ucap Sasuke mengecup kening istrinya sebelum akhirnya mereka berdua tertidur

- ooo0oooo -

Malam yang indah itu sudah berganti dengan pagi yang cerah. Sasuke akhirnya terbangun dari tidurnya dan meraba-raba sosok disebelanya, namun ternyata Naruto sudah tidak ada disana. Sasuke pun segera memakai pakaiannya segera untuk mencari Naruto. Sasuke terus menyusuri setiap ruangan di villa tersebut, tapi tetap tidak menemukan sosok pirang yang dicarinya.

- ooo0oooo -

Pagi hari yang cerah itu membuat Naruto bersemangat untuk berenang, karena begitu senangnya melihat air. Setelah melepas pakaiannya dan hanya memakai pakaian dalam Naruto segera menceburkan dirinya di sebuah kolam dekat villa itu. Kolam tersebut adalah yang sama ketika akhirnya dia dikerjai oleh Sasuke. beberapa menit kemudian Narutoyang sudah cukup puas berenang memutuskan segera kembali ke villa.

"Sebaiknya aku kembali ke villa, karena tadi aku tidak sempat bilang pada Sasuke kalau aku mau keluar. Dia pasti akan khawatir," gumam Naruto.

Naruto akhirnya naik dari kolam itu dan berniat memakai pakaiannya kembali, namun Naruto begitu terkejut karena pakaian yang tadi dilepasnya sudah tidak ada lagi di tempat itu.

"Sedang mencari ini ya Dobe?" sebuah suara mengagetkan Naruto dari balik pohon dan akhirnya sosok itu pun keluar disertai dengan smirk evilnya.

Naruto berjalan perlahan mendekati sosok tersebut yang tidak lain adalah suaminya sendiri.

"Tidak…, tapi aku mencarimu Sasuke sayang...," bisik Naruto dengan nada suara yang begitu menggoda. Naruto pun menautkan kedua tangannya pada leher Sasuke lalu mencium lembut bibir tipis suaminya tersebut yang juga dibalas oleh Sasuke dengan penuh cinta kepada istrinya.

THE END

Hore...Hore...! dengan perjuangan yang keras akhirnya Ocha bisa selesaikan fic ini *lebay*Maaf bila alurnya kecepatan, karena Ocha gak mau kalau nanti fic ini dibilang mirip sinetron indonesia yang gak ada habisnya muter-muter kaya komedi puter mending makan es puter (?) hahaha...*dilempar ke jurang*

Saya ucapkan banyak terima kasih buat para readers yang sudah membaca dan mereview fic saya dari awal hingga akhir serta yang sudah memberikan saran dan kritik buat saya. Maaf jika fic saya ini masih banyak terdapat kesalahan, kekurangan dll…..sekian dulu dari saya. Sampai jumpa readers_sama T_T *hiks….hiks…*

I love kalian semua….. :)

Ocha

Ucapan terima kasih buat review chapter 7 a/n :

uchihanamikase can

Superol

Zoroutecchi

kyu's neli-chan

Fei-chan

naru3

Arashi Chika

Delta Alpha Fujoshi

CCloveRuki

icha22madhen

KyouyaxCloud

Himawari

Uchiha Uzumaki Hatake Hotaru

Aoi no Kaze

Vipris

Haniko Gushiken

Kazugami Saichi Hakuraichi