AyamLvJidat

Naruto © Masashi Kishimoto

AyamLvJidat© Yusha'Dae AyamLvJidat

Warning :

SasuSaku pairing, AU, OOC, abal, gaje, ETC

Hope you like it

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

Keempat gadis itu melangkah beriringan. Dua diantaranya tengah sibuk berdebat soal hal sepele, hanya sebuah perdebatan kecil tentang bagaimana caranya agar kau bisa menarik perhatian lelaki. Ya, pakar dari masalah ini adalah Yamanaka Ino.

Seorang gadis berambut blonde panjang, dengan poni khas yang menjuntai. Wajahnya memang kelewat standar, cantik. Kalau dalam katagori boneka, nona Yamanaka adalah sebuah berbie dengan paras dan tubuh perfesional khas. Tinggi dan putih.

Disebelahnya Hyuuga Hinata hanya mengangguk berkali-kali saat gadis itu menceramahinya soal dandanan si gadis yang kelewat polos. Oh ayolah, ini jaman modern, kau tahukan?

Hyuuga Hinata, polos, pemalu dan kelewat gugupan. Tiga sekawan itu tau wataknya yang suka tersendat saat bicara belum lagi suara volumenya yang kelewat rendah. Bagi Hinata, sahabatnya adalah segalanya. Ia merasa beruntung menjadi anggota dari belahan mereka. Ia pintar, dan itu nilai plusnya. Wajah? Ah jangan tanya, wajahnya itu tampak imut dengan sepasang pipi chuby miliknya. Belum lagi sepasang mata itu. Teduh dan sejuk. Diantara teman-temannya, Hinata-lah yang memiliki tingkat keanggunan paling tinggi.

Gadis bercempol itu malah cuek, Ia terpaku menatap buku bergambar miliknya. Hei, hei. Bukankah membaca sambil jalan itu kurang sopan ya?

Yuph itu TenTen, garis keturunan TiongHoa, China. Ia memang agak cuek dari yang lain. Baginya komik nomor satu. Berwajah manis, membuat gadis ini memiliki banyak penggemar dari kelas karatenya. Ya, ya, dia tomboy. Tapi TenTen tidak mau ambil pusing, karena Ia memang tak meladeni semua pemuda yang sudah menyatakan bahwa mereka menyukai dirinya yang setengah ini.

Ketiganya memang idola sekolah, karena mereka berkumpul dalam Heaven Four. Four berarti empatkan? Lantas?

Akh itu dia! Tokoh kedua dalam cerita alternative universal kita. Haruno Sakura.

Emerald, pink, music dan jahil. Itulah kesan pertama yang kau dapat jika berkenalan dengannya. Gadis cantik berambut pink pendek sebahu ini memang hobby menjahili orang, apalagi musuh besarnya.

Memiliki sifat jahil bukan berarti Sakura dalam lingkungan min ya, dia tipe pemikir. Dan bisa dipastikan bahwa Ia pintar, lihat saja jidat antiknya. Bukankah itu pertanda? Ok, lupakan itu bukan hal yang patut dibahas disini.

Headset, I-pond, mp3, mp4, handphone. Mungkin bisa dipastikan tak pernah absen dari tas pink selempang miliknya. Ya, Sakura maniak music.

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

"Ino berisik ah," Gadis bercempol itu menutup bukunya gusar. Sedang Ino hanya mendengus, Ia berpaling menarik tangan Hinata yang duduk dibelakang dari bangkunya dan juga TenTen. "Eh?"

"Ya Hinata-" mata gadis itu meneduh, tampak memohon. "-ku mohon!"

"Ehh i-iya Ino, ki-kita pergi berdua." seketika Ino beranjak dari bangkunya, memeluk Hinata. "Makasih Hinata!" wajah Hinata memerah, kepalanya mengangguk cepat.

"Lebay ah Ino!" delik Sakura, Ia mengembalikan kotak pensil milik Ino. "Ini, makasih ya pig!"

Ino menatapnya tajam, setelah melepas peluknya dari Hinata. "Woi forehead, kau tidak menaruh macam-macam kan didalamnya?" selidiknya.

Sakura menyuruh TenTen meletakan kotak pensil berwarna ungu beraksen bunga matahari itu pada meja Ino. "Ini, Ten." dan TenTen menurut.

"Tuh, tidak ada apa-apakan pig!" sungut Sakura, Ia kembali berkutat dengan headset pinknya.

Lidah Ino menjulur. "Kau isengan sih orangnya,"

Sakura tak menjawab, karena volume full yang disetelnya.

"Sa-Sakura tak mendengarnya, I-Ino." ya, kau benar nona!

"Sudah ah, ribut!" TenTen memutar duduknya, mengambil satu dari enam tumpukan komiknya.

Ino manyun, terduduk pada bangkunya.

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

"Ino, kau tidak mencatat?"

"Tidak, aku menyalin punya Hinata saja Ten."

"Baguslah, nanti aku pinjam punyamu."

"Sip dah!"

"TenTen, Yamanaka! Apa yang kalian rundingkan?"

Guru berparas cantik itu mendeath glare kearah Ino dan juga TenTen yang tengah berbisik-bisik tetangga.

"Tidak ada bu . . " sahut keduanya serentak.

Sakura dan Hinata saling pandang lalu terkikik kecil.

"Hei, Jidat. Dibawah kata beberapa itu apa?"

Ya, itu musuh besar Haruno Sakura. Uchiha Sasuke.

Sakura menarik tubuhnya kebelakang, tempat dimana pemuda itu duduk. "Lihat saja sendiri,"

Sasuke menyuntrung kepala si gadis. "Huuu dasar ji-dat." ejeknya.

"Apasih Sasuke!" suara Sakura mengeras, membuat seisi kelas menatap kearahnya dan sebagian menatap kearah Sasuke.

"Ada apa lagi, nona Haruno?" Anko menatap keduanya.

Sakura mengelus kepalanya, wajah miris khas pura-pura miliknya mulai tampak. "Sasuke menyuntrung kepala saya bu," adunya. Hinata hanya menunduk. Sakura beraksi pikirnya. TenTen dan juga Ino juga sudah tahu, jadi mereka memilih diam.

"Enak saja, dia duluan." Sasuke menunjuk Sakura yang memasang wajah sedih.

Anko menggebrak meja, "Diam! Keluar kau Uchiha, kau dihukum berdiri di koridor sampai jam pelajaran saya usai."

"Grrhh," bangkit dengan kasar dari bangkunya. Sasuke sempat melirik tajam Sakura yang menunduk, menampakan senyuman puas kala melihat korbannya kalah.

1-0 Uchiha!

"Yang lain diam, dan kembali catat."

"Baik bu . . . "

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

Sasuke meruntuk, sial, sial, sial. Kenapa sih gadis aneh yang satu itu jahil. Nama kelompok saja yang heaven, giliran kelakuan? Kok raja hell kalah oleh gadis macam dia? Akh ini tidak bisa dibiarkan! Tidak boleh!

Uchiha Sasuke. Ketua geng dari Hell Four. Musuh besar dari Haruno Sakura. Sang ketua Heaven Four.

Tampan, tajir, pandai, menjadi alat kuat bagi Sasuke. Sekeliling kotanya pun tahu siapa dia, seorang bungsu dari saudagar kaya. Uchiha!

Bungsu, peringkat yang membuatnya menjadi anak yang segala di'iya'kan oleh kedua orang tuanya. Volvo hitam yang diparkiran sekolah saja menjadi hadiah atas rengekannya. Hebatkan!

Sasuke memang pusat dari teman-teman yang lain.

Uzumaki Naruto contoh kuatnya. Sahabat kecilnya, teman sekelas, sebangku dan segeng. Pemuda berkulit tan bertampang manis ini memang sahabat dekatnya. Mereka memiliki panggilan sayang.

Teme dan Dobe.

Berisik, energik. Jika kau berteman dengan Naruto, bisa dipastikan telingamu akan berdenging pilu. Naruto adalah tipe periang dari ketiga temannya yang rata-rata bersifat cool itu, bagi Naruto, dirinya apa adanya itu adalah kunci suksesnya mendapatkan kekasih. Heh! Tipe apa adanya ternyata.

Tak jau dari Naruto, bisa dibilang -hampir- sama, Sai-lah kandidat kuat Sasuke. Melukis dan semua yang berkaitan dengan seni, trend baju dan hal-hal yang berbau fashion. Sai rajanya. Onyx dan juga rambut hitam klimisnya, memang menambah nilai plus wajah tampan pucat putih miliknya. Belum lagi, dari ketiga temannya, Sai-lah yang jago merayu. Tak khayal, banyak teman wanita yang menahan nafas setiap pemuda itu melirik kearah mereka.

Kau akan benar-benar merasa dineraka jika mendapat tatapan seksi dari Hyuuga Neji. Tampan, dengan seringaian khas. Wow!

Anak klub karate yang berperan sebagai ketua pada tim teratai miliknya.

Mengingat kata Hyuuga, pasti semua berpikir bahwa Hyuuga yang satu ini pasti memiliki ikatan khusus dengan Hyuuga Hinata. Gadis dari Heaven Four. Jawabannya, ya! Mereka sepupu. Walau begitu bermusuh antar kelompok, Neji dan juga Hinata tetap nampak akrab sebagai saudara sepupu.

Ok, ok kembali ke tuan Uchiha tampan kita. Sasuke mungkin tengah mengatur siasat. Look! Seringai itu melekat pada ujung bibir tipisnya.

'Perang baru saja dimulai, Sakura.'

Krekk

Pintu kelas itu terbuka, menampakan sang guru dengan tumpukan buku-buka yang dibawanya. Repot. Ia melirik Sasuke yang spontan mengatur sikap berdirinya, Ia menunduk.

"Lain kali. Jangan ulangi lagi." tegurnya sembari berlalu.

Sasuke hanya mengangguk dalam diam. Setelah sang guru berlalu, seringaian itu kembali nampak.

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

"Aku dan TenTen duluan," Sakura mengapit lengan TenTen, keduanya melenggang duluan ke kantin. Sedang Ino dan juga Hinata tengah asyik merapikan buku dan alat-alat tulis.

"I-Ino, ini pulpenmu! Sa-Sakura tadi menitipkannya padaku." Hinata memberikan pada Ino yang tengah menunduk menengok kearah lacinya.

Gadis itu mengambil kotak pensilnya, "ah trims Hina, Sakura itu! Langsung balikin kenapa."

Ia meruntuk perlahan membuka kotak pensilnya, dan . . .

"Waaa! Kodok!"

Dipinggir jendela Sakura dan TenTen tengah ber'tos ria, sembari cekikikan tak jelas melihat Ino dan juga Hinata dengan wajah pucat karena kodok mainan yang dimasukkannya. Berhasil.

"Awas kau ya, Sakura!"

"Ayo Ten, kabur!"

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

"Hei,"

Ckitt

Sakura dan juga TenTen mengerem lari mereka. Keduanya secara bersamaan menoleh.

Sasuke dan Sai.

"Mau apa kalian!" semprot TenTen. Ia melirik tak suka kearah dua orang itu.

Sasuke melangkah, mendekat kearah Sakura. "Aku ada perlu denganmu." bisiknya.

Sakura mendengus, mendorong pundak Sasuke yang ada dihadapannya ini. Matanya menyipit, merendahkan. "Balas dendam? Heh?" spontan TenTen dan juga dirinya tertawa.

"Bukan, bukan." Sasuke kembali menyeringai, menarik kerah baju kiri milik Sakura. Dan berbisik pelan. "Hanya ingin bersenang-senang sebentar."

Sakura memutar bola matanya, jenaka. Sebelum Sasuke menariknya dari sana.

"Apa kau?" suara ketus TenTen menggema, membuat lawan jenis dihadapannya menyunggingkan senyuman manis.

"Ku lihat, kau manis sekali hari ini, TenTen."

"Tak usah merayu. Kau pikir aku seperti mereka?" gadis itu melirik kearah para gadis yang tengah berbisik sembari tersenyum kearah Sai.

Sai melangkahkan kakinya, meraih tangan TenTen dan mengecup punggung tangan gadis itu. "Bahkan seribu mereka-pun takkan bisa menandingimu." Ia tersenyum.

Dalam detik berikutnya, senyuman itu berubah menjadi sebuah ringisan. Saat dengkul si gadis melesak kuat tepat mengenai bagian perut si pemuda. "Terimakasih. Sai."

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

"Lepaskan aku! Dasar bokong ayam jelek!" maki Sakura, Ia menggelepar-gelepar dari pelukan -paksa- Sasuke. "Ayam!"

"Berisik jidat!"

"Apa kau lihat-lihat!" Sakura mendeath glare entah adik kelas atau sebayanya yang tengah menganga sembari memperhatikan dua sosok pasangan 'romantis' itu.

Spontan pemuda itu menunduk. Kembali menggigit sandwich miliknya.

"Diam dan ikuti aku!" Sasuke menarik pinggul Sakura, merapat kearahnya.

Sepanjang jalan mereka memang terlihat -sangat-amat-romantis dari belakang, coba saja kalian telaah dari depan. Wajah kesal dan murka-lah yang ada diraut si gadis, sedang si pemuda hanya melirik geram dengan gumaman kesal.'jidat cerewet'

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

"Tidak ke kantin?"

Hinata dan juga Ino mengandah, mengangkat pandang. Hyuuga Neji dan Uzumaki Naruto.

"Tidak." sahut keduanya, walau pada bagian Hinata ada sendatan kecil.

"Kenapa? Pasti kau tau aku mau kesini, iya kan nona?" ujung telunjuk itu mencuil dagu Hinata. Kemudian pemuda itu menciumnya. Wangi.

"Hei, jaga sikapmu ya! Dasar kucing garong!" Ino menyuntrung Naruto yang berjarak dekat dengan Hinata.

Hinata hanya merunduk dengan wajah merona merah. Neji?

Menyeringai.

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

Buagh

"Aw," Sakura jatuh terhempas pada kasur diruang UKS. Ia meringis sebentar lalu mendeath glare kearah Sasuke. "Apa maumu?" bentaknya.

Sasuke menyeringai, menarik longgar dasinya. "Hanya permainan kecil, nona jahil."

Sakura meneguk salivanya, membelalak ketika Sasuke merangkak kearahnya.

"Woi ayam gila." Ia menarik tubuhnya -dengan susah payah agar- mundur saat Sasuke makin mendekat kearahnya. Rok seragamnya berulang kali terangkat, membuat Sasuke menjilat bibirnya.

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

"Tendangan cukup kuat."

"Itu bukan tendangan, tapi sikutan lutut."

Sai menyeringai, "tak adakah sikutan lidah? Hm?"

Dan

1

2

3

Plakk

"Jaga mulutmu, mummy!"

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

Perang tatapan tajam itu masih sengit.

"Ku pastikan, mata kalian akan pegal setelahnya." suara Neji, pemuda itu mendekat kearah Ino yang berdiri sembari berkacak pinggang.

Tangan dinginnya melesak ke belakang leher Ino, menarik gadis itu mendekat. "Terutama kau nona Ya-ma-na-ka."

Detik berikutnya tubuh ino menegang ketika Neji menjilat cuping telinganya.

Membuat Naruto yang tadi tengah disekapnya, membawa lari Hyuuga Hinata dari sana.

Tidak! Hinata!

"Mesum!"

Neji hanya terkekeh, menjilat bibir dengan seringainya. Ketika Ino mendorongnya keras mengenai pinggiran meja.

"Dasar! Kalian Hell Four kelompok mesum!"

Setelah mengatakan itu, Ino menyepak betis pemuda itu kemudian berjalan congkak meninggalkan si pemuda yang meringis karenanya.

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

Sakura tak henti mendeath glare Sasuke yang ada dipangkuannya. Siapa sih yang menanam tembok dibelakang sini. Ya, itulah yang ada dibenak Sakura.

Mundur, mundur, dan mundur eh mentok pada tembok. Otomati ruang gerak gadis itu menyempit dan saat itu juga, Sasuke, hupp! Duduk di kedua pahanya dengan posisi berhadapan.

"Menjauh!" Sakura mendorong tubuh Sasuke kini tengah dalam posisi yang membentenginya dengan kedua tangan ditepiannya. "Ayam jelek, aku laporkan pada kepala sekolah, bahwa kau mau berbuat hal mesum disekolah! Cepat, lepaskan aku!." makinya.

Sasuke hanya memasang seringaian khas miliknya. "Begitukah?"

"Ah, banyak tanya!" Sakura menahan dada Sasuke yang menghimpitnya. "Cepat, lepaskan aku!"

Lidah pemuda itu menyapu tengkuk Sakura. Spontan si gadis murka, mendorong jauh pudak Sasuke. "Ini tak akan sakit jidat!"

"Diam kau ayam!"

Detik berikutnya Sasuke menahan lengan Sakura yang memberontak keras. Ia memiringkan wajahnya, hendak mencium Sakura, sampai . . . .

"Uchiha Sasuke, Haruno Sakura. Apa yang kalian lakukan!"

Dan intinya, biarpun mereka ketua, tapi tetap saja tunduk jika mendengar suara guru.

"Ikut saya ke kantor!"

Hell and Heaven to be continue

_AyamLvJidat_AyamLvJidat_

Hoshhoshhosh!

Hai minna, fanfic baru nih! Bagaimana? Mesum kah? Tapi masih bisa di rate T kok, cuma hampir doang!

So . . . Lanjutkah? Atau hapus?

Review yaw!