DISCLAIMER by Mashasi

a story by Bella UchiHaruno

Pairing: sasusaku, naruhina, saiino

this is it :D


Chapter 2

"Awas kau macam-macam chickenbutt!" kata Sakura

Sasuke menyeringai melihat punggung Sakura yang telah mendahuluinya

"Hei Pinky, kuperingatkan padamu untuk tidak berisik! Mengerti?" ucap Sasuke sambil berjalan kekamarnya

"Memang kau mau apa kalau aku berisik?" tanya Sakura berhenti di depan kamarnya

"Hn? Lihat saja nanti" Sasuke tersenyum kecil

"Hah, terserah kau sajalah ayam, lakukan apa yang kau mau!, aku lelah" Sakura membuka kamarnya, begitu pula Sasuke(masuk ke kamar Sasuke tentunya, hehe).

.

.

.

Jam telah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, sementara itu Sakura sedang menikmati busa-busa dalam bathtub.

"Huah, nyamannya" ucap gadis itu sambil mengambil handuknya dan melilitkannya pada tubuhnya.

Tok.. tok.. tok

"Ya sebentar" Sakura membuka pintunya

Pipi Sakura merona merah dihadapan orang yang mengetuk pintunya tadi.

"S..Sasuke, ada apa?" tanya Sakura

"..."

"Sasu?" tanya Sakura lagi

"..." tidak ada jawaban

Sakura menatap mata onyx Sasuke, Ia mengikuti arah pandang mata Sasuke, Sakura ternganga sekarang, Sasuke dari tadi melihat ke arah dadanya yang berukuran cukup besar.

"PERVERT!" teriak Sakura sambil membanting pintu dan pintu tersebut mengenai hidung Sasuke

"Aww, haish"

Sementara itu Sasuke diam mematung, tak digubrisnya darah yang kini mengalir dari hidungnya, entahlah ada sesuatu yang berdesir dihatinya. Ia mulai berfantasi tentang gadis yang baru saja ditemui itu.

Sasuke's Pov

Kami-sama, dia.. dia terlalu.. indah untuk dipandang, aku tak tahan melihatnya,

Oh kami-sama aku mulai berfantasi tentangnya, daadanya yang besar kelihatannya enak sekali untuk dijamah, kulitnya putih, seputih susu, aku ingin menjilatnya..

End of Sasuke's Pov

"Teme, kau lama sekali sih memanggil Sakura-chan" kata Naruto menyadarkan lamunan Sasuke

"Dia baru habis mandi dobe"

"Kau mengintipnya Sasuke sampai Sakura-chan berteriak begitu? Hidungmu juga terlihat mimisan" tanya Naruto

Sasuke terdiam dan menoleh kearah lain, ia tak mau Naruto melihat pipinya yang merah.

"Hei Teme, bagaimana? Kau melihat tubuh Sakura-chan tidak?" tanya Naruto menghampiri Sasuke

"Kecilkan suaramu Dobe, memalukan!" Sasuke menyender pada tembok(masih didepan kamar Sakura)

"Teme, kau pernah melakukan 'itu' tidak?"

"Melakukan 'itu'? apa maksudmu?" tanya Sasuke

"Bercinta" kata Naruto

"Tidak penting untuk dijawab"

"Hah, kau ini, makanya carilah pacar. Tembak saja Sakura-chan" kata Naruto

"..."

"Kau tidak tergiur dengan tubuhnya? Dilihat dari luar saja sudah menggiurkan. Kau tak pernah memperhatikannya sih" kata Naruto

"Memang kau sudah pernah melakukannya dengan Hinata?" tanya Sasuke sambil melipat kedua tangannya diperutnya. Wajah Naruto memerah,

"Su..sudah Teme" kata Naruto

Sasuke ternganga, 'Bercinta? Naruto dan Hinata? Neji pasti akan membunuhnya' batin Sasuke

"Kau tau Teme, rasanya seperti melayang, hangat, nyaman, enak, bahkan bisa melupakan masalahmu, pengganti olahraga, karna bisa membuat berkeringat" kata Naruto sambil mengenang saat-saat ia dan Hinata melakukan 'itu'.

"Bagaimana kau melakukannya?" tanya Sasuke

Flashback ON

Siang itu sekitar jam 3 Naruto mendatangi Hinata yang berjaga diperpustakaan

"Hinata-chan, aku disuruh Kakashi-sensei membuat makalah biologi tentang alat reproduksi, tolong bantu aku" kata Naruto

"Baiklah Naruto-kun, tapi sampai jam 4 saja ya? ini sudah waktunya tutup"Hinata menutup pintu perpustakaan, kini disana hanya ada dia dan Naruto

"Baiklah Hinata sayang, ayo" Naruto merangkul Hinata, wajah Hinata sangat merah mirip kepiting rebus

"Kau sakit Hinata? Mukamu merah sekali" tanya Naruto sambil memegang wajah gadisnya

"TI..tidak Naruto-kun" Hinata menundukkan kepalanya, wajahnya tambah merah setelah dipegang Naruto.

Sesampainya diperpustakaan

"Buku biologi ya? Sebentar ya aku ambilkan" kata Hinata

Hinata menaiki kursi, karena buku yang akan diambilnya ada ditempat yang tinggi.

Kreek

"Naruto-kun, tolong aku, kursinya mau patah" kata Hinata

Naruto menghampiri Hinata, "Kau turun saja, biar aku yang ambil"

Bersamaan dengan turunnya Hinata, kursi yang Hinata naiki patah

"Aaaaa" teriak Hinata

Hinata masih memejamkan matanya, tunggu dulu- Ia merasa tidak sakit, bibinya terasa menyentuh sesuatu, dan saat Ia membuka matanya yang IA lihat adalah kekasih yang sangat Ia cintai sedang memejamkan matanya, tangan Naruto saat ini pun sedang menekan kepala Hinata, mereka berciuman, dan Naruto tidak mau melepaskannya.

Ciuman tersebut lama kelamaan semakin panas, Naruto mulai membuka jaket Hinata, dan Hinata membuka jaket Naruto,

"Hinata-chan, bolehkah aku menjamahmu?" tanya Naruto sambil menatap mata sang kekasih

"Hosh..hosh.. Jamahlah aku jika kau mau Naruto-kun" Hinata mengatur nafasnya karena Naruto mencengkram dadanya terus menerus

"Buka semua pakaianmu Hinata-chan" kata Naruto, Ia sendiri membuka pakaian miliknya

"B..baik Naruto-kun" wajah Hinata memerah melihat 'itu' Naruto berdiri tegak

"Kau tau, tubuhmu sangat harum Hinata-chan" Naruto menciumi Hinata dari dahi, pipi, hidung, bibir, turun kebawah, Ia menggigit leher Hinata sehingga Hinata memekik kecil,

"Ach..Ach" Hinata mendesah karena Naruto dari tadi menjilati payudaranya.

"Naruto-kun, cepat masukkan itumu" kata Hinata

"Kau siap?" Hinata mengangguk

Naruto memasukkan adik kecilnya kedalam lorong sempit milik Hinata

"Aawww" pekik Hinata, darah mulai keluar dari vaginanya

"Apa kau sakit?" tanya Naruto

"Lanjut saja Naruto-kun, ini memang terjadi saat seorang wanita melakukan seks untuk pertama kalinya" naruto tersenyum mendengar itu

"Ach..ach..ach..lebih cepat Naruto-kun" kata Hinata

Naruto mempercepat temponya

"Naruto-kun ini sudah jam berapa?"

"Jam 5 Hinata-chan"

"Hah? Aku ada janji dengan Neji-nee" kata Hinata sambil berdiri mengambil pakaiannya

"Hinata-chan, arigatou" ucap Naruto menghampiri Hinata

"Sama-sama Naruto-kun" ucap Hinata

"Kau tidak menyesal?" tanya Naruto. Hinata menggeleng

"Aishiteru Naruto-kun"

Naruto tersenyum

"Ayo kita lanjutkan" kata Naruto sambil menarik Hinata.

Flashback OFF

"Sudahlah Dobe, aku malas," ucap Sasuke sambil berjalan melewati Naruto yang masih mengenang saat dia dan Hinata melakukan 'itu'.

Setelah Naruto sadar, Ia segera menyamakan langkahnya dengan Sasuke,

Krieet,

Pintu kamar Sakura terbuka

Sakura's Pov

Aku sangat malu Sasuke tadi melihatku hanya dengan balutan handuk, Hah, dia dan Naruto sama saja Pervert, salah mereka sendiri kenapa ngobrol didepan pintu kamarku, bodoh!, tapi Naruto dan Hinata, Wah, mereka benar-benar gila!

Sudahlah, lebih baik aku turun. Mereka tadi pasti memanggilku untuk makan malam.

End Sakura's Pov

.

.

.

Sakura duduk didepan Sasuke, tak ada pilihan lagi sebabnya Ia terakhir yang datang

Sakura melirik Sasuke lalu menunduk

"Hei, Sasu, gomenne" kata Sakura

"..." Sasuke tidak meresponnya, Ia tetap makan

"Sasuke, maafkan aku" kata Sakura

"Kau akan menerima balasannya nanti" kata Sasuke ambil tersenyum mesum

Sakura merinding melihat Sasuke tersenyum seperti itu

TBC


Hah, kacaukah?

makasih buat Mayu Akira, Kanako Ayugawa, Yue Minmie, Ran Uchiha, ?, Korosaki Uchiha, Kyu's Ane-chan, dan TANPA NAMA buat review'a..

buat chapter ini, flame, saran,review dipersilakan :)